Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI KASUS PENERAPAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI FAKULTAS INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS TELKOM Roro Retno Wulan; Refi Rifaldi Windya Giri; Arini Arumsari; Anggar Erdhina Adi; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5222

Abstract

Penelitian berfokus pada evaluasi penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom pada enam program studi unggulan. Keenam program studi tersebut adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Produk, S1 Kriya, S1 Seni Rupa, S1 Desain Interior, dan S2 Desain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus intrinsic dengan focus kasus pelaksanaan program MBKM pada tahun 2021 di Fakultas Industri Kreatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesesuaian program dengan tujuan yang diharapkan sesuai dengan konteks dan lingkup kegiatan kreativitas di bidang seni dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM di Fakultas Industri Kreatif merupakan sebuah program yang sejalan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri terjun ke masyarakat. Dalam praktiknya, program ini terbukti mampu mendorong kreativitas mahasiswa secara massive menerapkan keilmuannya dan berkolaborasi dengan masyarakat. Adapun keenam program MBKM yang berjalan, yaitu: 1) Wirausaha; 2) Pertukaran Mahasiswa; 3) Magang/Praktik Industri; 4) Proyek di Desa; 5) Penelitian/ Riset; 6) Proyek/Studi Independen. Hasil pemetaan di masing-masing prodi menunjukkan bahwa setiap prodi memiliki keunggulan program MBKM sesuai dengan nature ilmu pengetahuannya. Data menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa sebanyak 88,7% di Fakultas Industri Kreatif tampak memilih wirausaha, diikuti dengan Pertukaran Mahasiswa 3.8%, magang/praktik industry 3,4%, Proyek di Desa 2,8%, penelitian/riset 0,8%, dan proyek/studi independent 0,4% secara berurutan. Hal ini sangat sesuai dengan rencana induk pengembangan universitas Telkom yaitu sebagai enterprenueur university pada tahun 2022. Kata kunci: studi kasus, merdeka belajar, kampus merdeka, wirausaha, industri kreatif
STRATEGI REBRANDING ZORA RADIO Dini Safitri Istiqamah Bantilan; Roro Retno Wulan; Indra N. A Pamungkas
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.102 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.12110

Abstract

Persaingan di dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk terus melakukan upaya agar dapat tetap bertahan di industri yang digelutinya. Radio sebagai salah satu media massa populer di Indonesia juga tidak lepas dari tingginya tingkat persaingan dalam memperebutkan pasar. Meskipun suatu produk telah memiliki merek yang dikenal oleh khalayak luas, titik kejenuhan pada tingkat kedewasaan dalam siklus hidup suatu produk terkadang mengharuskan perusahaan untuk melakukan perubahan-perubahan agar tetap mampu memiliki daya saing. Perubahan yang dilakukan terhadap merek ini dikenal dengan rebranding. Salah satu kasus rebranding pada radio adalah rebranding yang dilakukan oleh Zora Radio. Pada tahun 2014, Zora Radio yang merupakan salah satu radio di Kota Bandung yang melakukan rebranding yang ditandai dengan perubahan segmenting menjadi radio muda. Perubahan ini diikuti dengan perubahan-perubahan lainnya yang tidak terlepas dari proses penetapan strategi dalam pelaksanaan rebranding. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi rebranding dari Zora Radio dengan melihat melalui tiga tahapan utama strategi yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, tahap perencanaan strategi rebranding Zora Radio dilakukan dengan menetapkan tujuan, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal, identifikasi peluang dan ancaman eksternal, serta penetapan jangka waktu bagi strategi. Tahap implementasi diwujudkan melalui empat elemen utama rebranding yaitu repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching. Tahap akhir yaitu evaluasi dilakukan dengan memantau feedback dari berbagai sumber. 
STUDI FENOMENOLOGI PENGEMUDI OJEK ONLINE PEREMPUAN DI KOTA BANDUNG DALAM KAJIAN FEMINISME Irma Verasatiwi; Roro Retno Wulan
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.624 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1145

Abstract

In today's era of modernization, women prefer to work rather than just housewives, although the workthey choose is not suitable for women. Stereotypes in societies that still assume that women areunsuited for work are increasingly faded by women themselves. They demonstrate the existence andquality of self in order to be accepted in society and to get the recognition that they are worth equallyby men. The development of the world of technology that increasingly facilitate the community indoing all activities to make other aspects of progress as well, including ease in the world oftransportation. Currently, people easily order transportation such as taxis and motorcycles only byusing the application. It is also what motivates women to show the existence and quality of self in theenvironment by doing a profession commonly done by men, which is an online motorcycle taxi driver.Although initially it is considered taboo, but the online motorcycle taxi drivers increasingly prove thatit is not feasible to be a parameter in assessing women.
KAJIAN GENDER DALAM ILMU KOMUNIKASI Roro Retno Wulan
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.862 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1574

Abstract

Ilmu Komunikasi sebagai cabang ilmu pengetahuan adalah ilmu yang dinamis. Perkembangan peradaban manusia menjadi titik tolak perkembangan keilmuannya. Manusia tidak dapat menafikkan adanya komunikasi dalam relasi di kehidupannya. Maraknya kajian atas kondisi perempuan mendorong geliat Ilmu Komunikasi untuk membongkar epistemologi keilmuannya. Tulisan ini adalah sebuah penggalian atas teoriteori Komunikasi yang didedikasikan kepada riset atas perempuan. Riset yang berkaitan dengan posisi perempuan erat dengan dominasi patriarki secara ekonomi, politik dan sosial. Perempuan menjadi subjek atas dirinya dan bukan menjadi objek seperti yang terjadi selama ini. Di mulai dari kajian filsafati pemikiran feminis hingga epistemologi feminisme. Keunikan dari tulisan ini adalah ibarat sebuah rangkuman beberapa teori femnisme yang lahir dari ranah komunikasi. Kesimpulan yang diraih adalah ragam pengetahuan terrsebut menjadi bekal bagi para periset dan pemerhati kajian perempuan di ranah Ilmu Komunikasi. Ke depannya teori mengenai feminisme ini akan membantu perkembangan Ilmu Komunikasi dalam mendekonstruksi metode dalam melakukan risetriset tentang perempuan di Indonesia.
MODEL KOMUNIKASI TEMAN SEBAYA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI REMAJA GLOBAL MELALUI MEDIA INTERNET Dewi K Soedarsono; Roro Retno Wulan
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v3i3.172

Abstract

The rise of Internet Messenger (IM) has helped many individuals to connect with each other, including teenagers. In adolescence puberty fase, they were very familiar with the advancement of chatting technology in cyberspace. With consideration of the importance of communication intelligence in interacting in the virtual world, this research seeks to bring the reality of adolescent interaction with peers beyond the boundaries of geography, race, and class. The assumption of media literacy said that media literacy capability determines the position of audiences. The absence of resistance to media messages can be translated that the community does not have sufficient knowledge and experience in cyberspace. Teen life is the most important moment in human life therefore the interaction in cyberspace will determine the concept of self and ideology embedded in life later. Through phenomenology method, this research seeks to show healthy and useful internet in the formation of the identity of global adolescents. Through in-depth interviews and analysis of conversations in chat rooms, this research illustrates the positive and negative sides facing adolescents in real and virtuality life. To obtain a complete picture then, researchers also interviewed parents and teachers of the teen so that the validity of the research is maintained. The results showed that the role of parents in media literacy is very important. The intelligence of communicating in internet media especially in choosing content determined from parent guidance and peer group information. Peer group of the virtual world more influence than peer group in the real world.
STUDI FENOMENOLOGI PENGEMUDI OJEK ONLINE PEREMPUAN DI KOTA BANDUNG DALAM KAJIAN FEMINISME Irma Verasatiwi; Roro Retno Wulan
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.624 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1145

Abstract

In today's era of modernization, women prefer to work rather than just housewives, although the workthey choose is not suitable for women. Stereotypes in societies that still assume that women areunsuited for work are increasingly faded by women themselves. They demonstrate the existence andquality of self in order to be accepted in society and to get the recognition that they are worth equallyby men. The development of the world of technology that increasingly facilitate the community indoing all activities to make other aspects of progress as well, including ease in the world oftransportation. Currently, people easily order transportation such as taxis and motorcycles only byusing the application. It is also what motivates women to show the existence and quality of self in theenvironment by doing a profession commonly done by men, which is an online motorcycle taxi driver.Although initially it is considered taboo, but the online motorcycle taxi drivers increasingly prove thatit is not feasible to be a parameter in assessing women.
KAJIAN GENDER DALAM ILMU KOMUNIKASI Roro Retno Wulan
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.862 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1574

Abstract

Ilmu Komunikasi sebagai cabang ilmu pengetahuan adalah ilmu yang dinamis. Perkembangan peradaban manusia menjadi titik tolak perkembangan keilmuannya. Manusia tidak dapat menafikkan adanya komunikasi dalam relasi di kehidupannya. Maraknya kajian atas kondisi perempuan mendorong geliat Ilmu Komunikasi untuk membongkar epistemologi keilmuannya. Tulisan ini adalah sebuah penggalian atas teoriteori Komunikasi yang didedikasikan kepada riset atas perempuan. Riset yang berkaitan dengan posisi perempuan erat dengan dominasi patriarki secara ekonomi, politik dan sosial. Perempuan menjadi subjek atas dirinya dan bukan menjadi objek seperti yang terjadi selama ini. Di mulai dari kajian filsafati pemikiran feminis hingga epistemologi feminisme. Keunikan dari tulisan ini adalah ibarat sebuah rangkuman beberapa teori femnisme yang lahir dari ranah komunikasi. Kesimpulan yang diraih adalah ragam pengetahuan terrsebut menjadi bekal bagi para periset dan pemerhati kajian perempuan di ranah Ilmu Komunikasi. Ke depannya teori mengenai feminisme ini akan membantu perkembangan Ilmu Komunikasi dalam mendekonstruksi metode dalam melakukan risetriset tentang perempuan di Indonesia.
The Bandung City Public’s Knowledge Of The Covid-19 Hoax News With Media Literacy (Using Descriptive Study) Arsyi Fadhillah Zulkarnain; Roro Retno Wulan
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 4, No 1 (2021): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v4i3.2701

Abstract

In 2020, there is a Corona Virus Disease from Wuhan, China. This virus eventually spread throughout the world. The Covid-19 pandemic caused a tsunami information, because there is so much information about Covid-19 without knowing which information is correct. The tsunami information that is not yet known to be true is a bad thing and will be vulnerable to being a hoax, hoax is fake news. A person's media literacy ability can be an anticipating the spread of the Covid-19 hoax. Media literacy is the ability to know various forms of media and understand their uses. Using a quantitative method with a cluster sampling technique, this research reveals the knowledge of Bandung City’s People regarding the Covid-19 hoax with media literacy. Based on the mean value of 80.47%, which means that this study proves that public knowledge about hoaxes is in a good position. The analysis obtained from respondents who answered YES by 1529/80.47%, the rest answered NO by 456/19.5%. So it shows the knowledge of Bandung City’s People of the Covid-19 Hoax with Media Literacy in the good category, which means, the people of Bandung City have good knowledge in analyzing news on social media about the Covid-19 Hoax. Keywords: Hoax, Covid-19, Media Literacy
Patterns of Interpersonal Communication Between Parents and Children in Providing Adolescent Sex Education Dinda Amanda Berliana; Roro Retno Wulan
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 4, No 2 (2021): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v5i2.2153

Abstract

Abstraki Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal apa yang digunakan orang tua kepada anaknya dalam memberikan pendidikan seks remaja dan untuk mengetahui bagaimana efektivitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara orang tua dan anak dalam memberikan pendidikan seks remaja. Metode penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian ini dilakukan di Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan-Kalimantan Timur dimana di Kabupaten Balikpapan Utara masih terdapat kasus seks di bawah umur yang disebutkan pada bab satu dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian adalah, pola komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dalam memberikan pendidikan seks kepada remaja di kota Balikpapan adalah orang tua menerapkan pola komunikasi yang demokratis. Caranya adalah dengan berdiskusi, disepakati bersama antara orang tua dan anak sehingga anak merasa nyaman bersikap terbuka kepada orang tua dan anak juga lebih memahami apa yang dikatakan orang tua dan komunikasi interpersonal dilakukan secara efektif oleh orang tua dan anak dengan aspek keterbukaan, empati, dukungan, positif, kesetaraan. Komunikasi interpersonal yang meliputi aspek komunikasi efektif berjalan dengan baik dan berdampak besar dalam memberikan pemahaman tentang pendidikan seks pada remaja. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Orang Tua-Anak, Pendidikan Seks
STUDI KASUS PENERAPAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI FAKULTAS INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS TELKOM Roro Retno Wulan; Refi Rifaldi Windya Giri; Arini Arumsari; Anggar Erdhina Adi; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5222

Abstract

Penelitian berfokus pada evaluasi penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom pada enam program studi unggulan. Keenam program studi tersebut adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Produk, S1 Kriya, S1 Seni Rupa, S1 Desain Interior, dan S2 Desain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus intrinsic dengan focus kasus pelaksanaan program MBKM pada tahun 2021 di Fakultas Industri Kreatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesesuaian program dengan tujuan yang diharapkan sesuai dengan konteks dan lingkup kegiatan kreativitas di bidang seni dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM di Fakultas Industri Kreatif merupakan sebuah program yang sejalan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri terjun ke masyarakat. Dalam praktiknya, program ini terbukti mampu mendorong kreativitas mahasiswa secara massive menerapkan keilmuannya dan berkolaborasi dengan masyarakat. Adapun keenam program MBKM yang berjalan, yaitu: 1) Wirausaha; 2) Pertukaran Mahasiswa; 3) Magang/Praktik Industri; 4) Proyek di Desa; 5) Penelitian/ Riset; 6) Proyek/Studi Independen. Hasil pemetaan di masing-masing prodi menunjukkan bahwa setiap prodi memiliki keunggulan program MBKM sesuai dengan nature ilmu pengetahuannya. Data menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa sebanyak 88,7% di Fakultas Industri Kreatif tampak memilih wirausaha, diikuti dengan Pertukaran Mahasiswa 3.8%, magang/praktik industry 3,4%, Proyek di Desa 2,8%, penelitian/riset 0,8%, dan proyek/studi independent 0,4% secara berurutan. Hal ini sangat sesuai dengan rencana induk pengembangan universitas Telkom yaitu sebagai enterprenueur university pada tahun 2022. Kata kunci: studi kasus, merdeka belajar, kampus merdeka, wirausaha, industri kreatif