Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Seks Pranikah dalam Pandangan Generasi Millennial Nandasari, Yasyfa Fitri; Wulan, Roro Retno
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v9i2.20602

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat Kota Bandung saat ini sudah terlihat berbeda dibandingkan zaman dahulu, mulai dari cara bersenang-senang, gaya berpacaran hingga cara mengekspresikan diri, saat ini masyarakat lebih bersikap terbuka mengenai hal-hal yang menyangkut seksualitas. Meskipun Kota Bandung yang terkenal dengan Kota pendidikan nyatanya Kota Bandung termasuk ke dalam lima Kota dengan seks pranikah tertinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Persepsi Generasi Millennial terhadap Perilaku Seks pranikah di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui survey yang dibagikan kepada generasi millennial di seluruh kecamatan Kota Bandung, dengan menggunakan teknik sampling cluster sampling. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R meliputi indikator evaluasi, potensi dan aktivitas. Untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif dan pengujian hipotesis satu variabel.Kata Kunci: Generasi Millennial, Kota Bandung, Persepsi, Seks Pranikah
A SWOT Analysis on the Transformation Process of Telkom University National Campus: Analisis SWOT dalam Transformasi Telkom University National Campus Diniasti, Tia Hanna; Wulan, Roro Retno
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1857

Abstract

Proses penyatuan Telkom University National Campus memberikan tantangan baru, adanya penolakan program ini dikarenakan kekhwatiran masyarakat terhadap eksklusivitas dan kualitas pendidikan yang akan diberikan. Perubahan dalam struktur organisasi, sumber daya, budaya, dan media juga menjadi tantangan tersendiri untuk menjalankan program kerja yang telah berhasil dilakukan sebelumnya di kampus Telkom University, khususnya pengelolaan isu dan krisis. Tantangan ini semakin berat dikarenakan belum adanya standar prosedur pengelolaan isu dan krisis di Telkom University. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Telkom University untuk merumuskan strategi pengelolaan isu dan krisis yang tepat setelah transformasi institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dengan Pimpinan Kampus Cabang, bagian Public Relations, dan Ketua Transformasi Telkom University. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) serta penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk merumuskan posisi strategis organisasi. Hasil dari penelitian ini adalah Telkom University memiliki kekuatan dalam reputasi universitas, sistem komunikasi internal, dan bagian Public Relations & Analytics yang aktif. Namun, terdapat kelemahan seperti tidak ada prosedur krisis yang sama disetiap kampus cabang, kesenjangan sumber daya manusia, dan hambatan koordinasi. Melalui penelitian ini, Telkom University disarankan untuk memperkuat prosedur penanganan isu dan krisis, membuat dokumentasi terkait isu dan krisis, dan menyatukan narasi kelembagaan.
Opini K-Popers Mengenai Kasus Driving Under The Influence (DUI) Suga BTS Marsila, Firda Raudhah; Wulan, Roro Retno
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i4.4013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini K-Popers mengenai kasus Driving Under the Influence (DUI) yang melibatkan Suga BTS. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan wawancara kepada sepuluh K-Popers, penelitian ini mengidentifikasi berbagai jenis opini, termasuk positif, negatif, dan netral. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas informan menganggap perilaku DUI Suga sebagai kesalahan yang tidak dapat dibenarkan, meskipun ada yang merasa kasus ini dibesar-besarkan oleh media. Informasi yang membentuk opini mereka berasal dari berita, pengalaman pribadi, dan pengaruh komunitas. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa banyak informan merasa takut untuk mengungkapkan opini yang berbeda dari mayoritas di lingkungan sosial mereka, menciptakan tekanan untuk menyamakan pendapat. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika opini publik dalam konteks budaya K-Pop dan implikasinya terhadap perilaku fandom.
Enactment Identity dalam Bisnis Usaha Lokal (Studi Kasus Mbok Aris di Desa Wisata Penglipuran) Gautama, I Gede Ringas Wira Hadi Prazetha; Wulan, Roro Retno
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i4.4020

Abstract

Bali dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan dunia karena kekayaan alam dan budayanya. Salah satu kawasan yang menonjol adalah Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, yang meraih penghargaan “Best Tourism Village 2023” dari UNWTO. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, masyarakat desa mengembangkan usaha lokal yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga menjaga kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan identitas budaya pelaku usaha lokal melalui lapisan enactment dalam teori Komunikasi Identitas (Communication Theory of Identity) oleh Michael Hecht. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada Mbok Aris, pelaku usaha penyewaan busana adat dan layanan fotografi di Desa Penglipuran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas pelaku usaha tercermin dari tindakan simbolis, perilaku komunikasi, dan interaksi dengan wisatawan yang menekankan nilai-nilai budaya Bali. Strategi usaha yang dikembangkan tidak hanya mencerminkan inovasi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya melalui pengalaman wisata yang autentik. Implikasi penelitian ini memperluas pemahaman tentang komunikasi identitas dalam konteks usaha lokal berbasis budaya dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini juga membuka ruang kajian baru mengenai enactment identity dalam ranah komunikasi budaya di kawasan wisata adat.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Pola Komunikasi Interpersonal Remaja Di Kota Jayapura Palangan, Natalia; Wulan, Roro Retno
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi TikTok saat ini banyak diminati berbagai kalangan sebagai sarana dalam mencari informasi dan hiburan.Dengan banyaknya konten video viral dari TikTok yang tersebar luas dan menjadi trend di kalangan remaja. Remajadi Kota Jayapurapun menerapkan hal serupa dalam komunikasi interpersonal yang dilakukan sehari-hari. Penelitianini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan TikTok terhadap pola komunikasi interpersonal remaja di KotaJayapura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner pada remaja pengguna TikTokberusia 18-21 tahun di Kota Jayapura. Teknik analisis data pada penelitian ini meliputi analisis deskriptif, uji methodsuccessive interval (MSI), uji normalitas, uji heterokedasitas, uji autokorelasi, uji regresi linier sederhana, koefisiendeterminasi, dan uji hipotesis T. Hasil penelitian berdasarkan pengujian yang telah disebutkan memberikan hasilbahwa variabel X penggunaan media sosial TikTok diperoleh hasil signifikasi terhadap variabel Y yaitu komunikasiinterpersonal, variabel (X) memberikan pengaruh sebesar 59.8% terhadap variabel (Y) dan sisanya sebesar 41.2%adalah kontribusi faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci-TikTok, penggunaan media sosial, komunikasi antarpribadi.
Dynamics of Audiens Interpretation and Reception of Korean Drama Queen of Tears Tabitha Hemastuti; Roro Retno Wulan
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 11 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v11i2.9059

Abstract

The popularity of Korean dramas as part of the Hallyu Wave has grown significantly in Indonesia, creating a cultural phenomenon where audiences do not only consume content but also actively interpret and engage with it. One of the recent dramas, Queen of Tears, sparked intense fan reactions, particularly on social media, due to its emotionally rich narrative and depiction of modern marital struggles. This phenomenon raises a central research problem: how do audiences from different social backgrounds decode and interpret the messages presented in the drama? Using Stuart Hall’s encoding/decoding theory and a qualitative descriptive method with a phenomenological approach, this study investigates the audience reception of Queen of Tears by conducting in-depth interviews with eight informants who are active fans of the drama. The findings show varied interpretations across three decoding positions: dominant, negotiated, and oppositional, based on the drama’s three main themes: romance and sacrifice, family and social pressure, and throne and power. The majority of informants were in dominant and negotiated positions, indicating general acceptance with contextual adjustments. This study highlights that audience reception is not linear, but shaped by individual experiences, values, and socio-cultural context. It contributes to understanding how media texts like Queen of Tears act as spaces for meaning negotiation and emotional reflection among Indonesian viewers.