Claim Missing Document
Check
Articles

Kapasitas Antioksidan Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) dengan metode ABTS, DPPH, dan FRAP Soebrata, Linginda; Swantari, Ni Made; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i1.27669

Abstract

Antioksidan banyak terkandung dalam tanaman, terutama tanaman herbal. Batang brotowali (Tinospora crispa L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki potensi antioksidan. Kapasitas antioksidan dapat bervariasi tergantung dari metode yang digunakan. Oleh karena itu, pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk menentukan kapasitas antioksidan ekstrak batang brotowali dengan berbagai metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, dengan metanol sebagai pelarutnya. Hasil didapatkan bahwa metode FRAP menghasilkan nilai IC50 yang paling rendah yaitu 17.08 µg/mL, dengan hasil ABTS dan DPPH berturut – turut sebagai berikut 38.63 µg/mL, 245.95 µg/mL, sehingga dapat disimpulkan bahwa batang brotowali memiliki aktivitas antioksidan yang bervariasi antara kuat hingga lemat bergantung pada metode yang digunakan. Hasil paling tinggi ditemukan pada metode FRAP.Kata kunci: ABTS, antioksidan, DPPH, FRAP
UJI FITOKIMIA, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN, FENOLIK, DAN TOKSISITAS PADA EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.) Husna Iftinan; Swantari, Ni Made; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/k848zz90

Abstract

Gangguan lipoprotein, termasuk hiperlipidemia, merupakan isu penting karena peran dari lipoprotein yang berhubungan dengan pembentukan aterosklerosis serta risiko penyakit kardiovaskular. Ketidakseimbangan kadar kolesterol dengan HDL menjadi salah satu faktor dalam terjadinya stress oksidatif. Stress oksidatif terjadi karena tingginya kadar reactive oxygen/nitrogen species (ROS/RNS) disertain rendahnya kadar antioksidan. Dalam tubuh manusia, radikal bebas akan menyebabkan stress oksidatif sehingga terjadi kerusakan sel yang mengakibatkan terbentuknya penyakit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan kerja antioksidan seluler. Namun, jika kadar radikal bebas terlalu berlebihan dan kadar antioksidan dalam tubuh rendah maka sulit untuk mencegah kerusakan sel secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan asupan antioksidan tambahan dari luar tubuh seperti yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan senyawa antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan bioaktif dan potensi antioksidan ekstrak daun beluntas serta mengevaluasi toksisitasnya melalui analisis metabolit sekunder, kadar fenolik total, kapasitas total antioksidan dengan metode ABTS, DPPH dan FRAP, dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan ekstrak daun beluntas sebagai sampel utama yang dikenal sebagai sumber antioksidan alami dan merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan ekstrak daun beluntas memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, antosianin, betasianin, flavonoid, fenolik, dan yang lainnya. Kadar fenolik total didapatkan sebesar 3,096.3 μg/mL. Hasil uji total antioksidan dengan 3 metode berupa ABTS, DPPH, dan FRAP tergolong kuat dengan masing masing nilai IC50 20,28 µg/mL, 26,77 µg/mL, 10,92 µg/mL. Pada uji toksisitas metode BSLT didapatkan LC50 sebesar 273,25 µg/mL yang terolong toksik.
UJI FITOKIMIA, FENOLIK TOTAL, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) Al-Bena, Maziyah; Tadjudin, Noer Saelan; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v9vqdk17

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki tanah subur mendukung pertumbuhan berbagai tanaman rempah. Rempah-rempah diketahui kaya akan senyawa antioksidan yang termasuk dalam kelompok senyawa bioaktif, berperan dalam menghambat oksidasi lipid serta menetralisasi radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Aktivitas ini berpotensi dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti gangguan kardiovaskular, penuaan, dan kanker. Salah satu tanaman rempah yang berpotensi adalah serai dapur (Cymbopogon citratus) karena mengandung senyawa fitokimia dan antioksidan dalam kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta kapasitas antioksidan pada serai dapur. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental in-vitro, mencakup uji fitokimia, analisis total fenolik, serta uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Uji toksisitas dilakukan melalui metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak serai dapur mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti terpenoid, alkaloid, betasianin, kuinon, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik, kardioglikosida, tanin, dan kumarin. Kadar fenolik rata-rata didapatkan sebesar 26,37 mg GAE/gram. Nilai IC₅₀ pada uji antioksidan masing-masing adalah 299,552 µg/mL (DPPH), 23,364 µg/mL (ABTS), dan 16,684 µg/mL (FRAP). Uji BSLT menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 419,442 µg/mL, menunjukkan potensi aktivitas sebagai agen antioksidan dan antimitotik.
Effect of Penta Herbs Forte on Antioxidant Capacity and Cardiac Protein Carbonyl Levels in a Hypoxia-Induced Rat Model Widiarto, Sentanu; Gunawan, Shirly; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 12 No. 2 (2026): Vol 12, No 2, 2026, In Press
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v12i2.304

Abstract

Introduction. Hypoxia, a state of inadequate oxygen supply in tissues, can induce the generation of reactive oxygen species (ROS), leading to oxidative stress and damage to biomolecules such as proteins. This damage can be quantified by measuring protein carbonyl levels. Penta Herbs Forte (PHF), a polyherbal formulation composed of Andrographis paniculata, Blumea balsamifera, Phyllanthus urinaria, Zingiber officinale, and Curcuma xanthorrhiza, is rich in bioactive compounds with known antioxidant properties. This study aimed to evaluate the antioxidant activity of PHF extract and its effects on cardiac protein carbonyl levels in hypoxia-induced rats. Methods. This experimental study included 32 male Sprague-Dawley rats, divided into eight groups: control and treatment groups under normoxia, 1-day hypoxia, 7-day hypoxia, and 14-day hypoxia, either with or without PHF extract administration. Antioxidant capacity was determined using the ABTS and DPPH assays, and cardiac protein carbonyl levels were measured using a spectrophotometer. Results. PHF extract showed an antioxidant activity yielding LC50 values of 22.135 μg/mL (ABTS) and 105.04 μg/mL (DPPH), indicating strong antioxidant potential. PHF-treated groups exhibited lower cardiac protein carbonyl levels than their respective controls across all hypoxic durations. Conclusion. Administration of PHF extract reduced cardiac protein carbonyl levels via its antioxidant activity, suggesting its potential as an exogenous antioxidant source to protect against hypoxia-induced oxidative damage.
Analisis Kandungan Fitokimia, Fenolik, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Daun Kumis Kucing Aspasia, Ariadne Calista; Swantari, Ni Made; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 32 No 3 (2026): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v32i3.3818

Abstract

Introduction: Orthosiphon stamineus (cat’s whiskers) is a traditional medicinal plant rich in bioactive compounds and has potential as a natural antioxidant. However, comprehensive studies linking its phytochemical composition with antioxidant activity and toxicity remain limited. Purpose: This study aimed to evaluate the phytochemical profile, total phenolic content, antioxidant activity, and toxicity of O. stamineus leaf extract. Methods: The study was conducted experimentally using in vitro and bioassay approaches. Phytochemical screening was performed to identify secondary metabolites. Total phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method with gallic acid as the standard. Antioxidant activity was assessed using DPPH, ABTS, and FRAP assays, while toxicity was evaluated using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Results: The results showed that the extract contained various secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, coumarins, tannins, phenolics, terpenoids, steroids, glycosides, quinones, anthocyanins, and cardiac glycosides. The total phenolic content was 43.02 mg GAE/g DW. The IC₅₀ values for DPPH and ABTS were 116.29 µg/mL and 123.22 µg/mL, respectively, indicating moderate antioxidant activity. The FRAP value was 337.9 µmol/L. Toxicity testing yielded an LC₅₀ value of 653.6 µg/mL, indicating low toxicity. Conclusion: O. stamineus leaf extract shows potential as a natural antioxidant source with low toxicity, supporting its prospective application in pharmaceutical and health-related fields.
Co-Authors A. Ghanaim Fasya Abdul Hakim Ahmad Hanapi Akhmad Sabarudin Akyunul Jannah Al Akbar, Ramadhana Fatahillah Al-Bena, Maziyah Al-Rosyid, Ahmad Taufiqurrahman Amaliyah, Nada Rifqi Aspasia, Ariadne Calista Asyraf, Muhammad Zain Alwi Az Zahra, Audy Azmiyani, Ulal Bayyinatul Muchtarohmah Begum Fauziyah Chanafi, Imam Chilmy, Mochammad Sholla Nadhif Choiriyah, Ainur Rizqi Darma, Timothy Halomoan David Limanan Eloydia Vintari, Clarista Ezra, Pasuarja Jeranding Fadlan, Mochamad Lailul Falahiyah, Falahiyah Fariz Rifqi Zul Fahmi Ferdinal, Ferdinal Fiddaroini, Saidun Frans Ferdinal Habibah, Rizka Azahra Haq, Naufal Rizqi Hartini, Eny Yulianti, Rif’atul Mahmudah, Lilik Helmi, Helmi Rizal Hilmi, Fakih Himmatul Barroroh Husna Iftinan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Istighfarini, Vina Nurul Kusuma, Andrea Bianca Castafiore Latifah, Annazmil Fayros Lilik Miftahul Khoiroh Lin, Leonard Luky Adrianto Lutfia, Fadilah Nor Laili M Mukhlis Fahruddin M. Ali Zulfikar Ma'rifah, Ainul Madjid, Armeida D.R Maharani, Karennina Larissa Mahmudah, RIf'atul Majdi, Dani Sanaya Marcella, Agnes Mellenia, Kelnia Mubasyiroh, Mubasyiroh Muslimah Muti'ah, Roihatul Nafi’ah, Sriani Nafi’ah, Sriani Najukha, Yusrifa Noer Saelan Tadjudin Nur Aini Okky Vara Velya Oky Bagas Prasetyo Palufi, Ulfa Engky Praminto, Yusa Linda Qotru Nada Pujiana, Nurliza Purwoko, Agus Putri, Ivvani Aulia Putri, Nawaika Shafira Putri, Viola Ananda Jerika Rahmatulloh, Arief Rohmad, Azzufa Nurkamila Rohmatullah, Wahyu Adhi Putra Royana, Isna Royanudin, Moch Royyanuddin, Moh Ro’iyah, Maulidhotur Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard rustan, felicia Saerang, Stefanus Handy Sakhi, Fillah Mufti Santoso, Stanley Setiyanto, Henry Shirly Gunawan Sholikah, Siti Amanatus Sholikhah, Badiatus Siswahyudianto Siti Aisyah Siti Suwaibatul Aslamiah, Siti Suwaibatul Soebrata, Linginda Sri Harini Susi Nurul Khalifah Swantari, Ni Made Sya’banah, Nishfu Sya’baniah, Khalda Tamba, Monica Diva Maharani Tanuhariono, Ardhita Felicia Taufik, Moh Titian Ajeng Wahyuningtyas Tiyas, Rika Setianing Tri Kustono Adi Ulil Fitriyah Verita, Chaeza Nara Wadziatir Rizqi, Wadziatir Wahyuningtyas, Titian Ajeng Warsito Widad Hakim, Sofwatul Widiarto, Sentanu Yuliastuti, Rostiwi Endah Zamroni, Anits