Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN LITERASI KEWARGANEGARAAN BERBASIS PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI TINGKAT SMA Karima, Farhatin; Supriyadi, Supriyadi; Nasir, Mohammad
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i1.7283

Abstract

Korupsi masih menjadi persoalan sistemik di Indonesia yang melemahkan tata kelola publik dan kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada tingkat SMA sering kali belum optimal dalam membentuk sikap serta perilaku anti-korupsi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model literasi kewarganegaraan berbasis pendidikan anti-korupsi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap integritas, serta partisipasi kewarganegaraan siswa SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan strategi mixed-methods sekuensial eksplanatori. Tahapan meliputi analisis kebutuhan, validasi pakar, uji coba terbatas, serta evaluasi efektivitas melalui desain kuasi-eksperimental pretest–posttest dengan kelompok kontrol, dilengkapi wawancara, FGD, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan konatif siswa. Analisis kuantitatif memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan antikorupsi, sikap pro-integritas, dan niat melaporkan praktik korupsi, sedangkan data kualitatif menegaskan perubahan norma kelompok serta praktik kelas yang lebih menghargai kejujuran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi eksplisit pendidikan anti-korupsi dalam kurikulum PPKn serta perlunya dukungan kebijakan, pelatihan guru, dan monitoring berkelanjutan untuk menjamin keberlanjutan model. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda yang berintegritas.
THE ROLE OF FIRE CARE COMMUNITY IN PREVENTION AND CONTROL OF FOREST AND LAND FIRES IN KARANG JOANG VILLAGE, BALIKPAPAN CITY Nasir, Mohammad; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum; Setiawan, Setiawan; Ibrahim, Ibrahim; Purwanti, Emi; Chaniago, Hilmi Dewa; Lillah, Alfa Rizky
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2025 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v8i1.3838

Abstract

This research is descriptive qualitative research that aims to explore and analyses the role of benefits, obstacles and involvement of Fire Care Community (MPA) formed by Regional Technical Implementation Unit (UPTD) of Balikpapan Protected Forest Management Unit (KPHL). Primary data consists of interviews, observations and documentation and secondary data comes from literature, reports or documents from related institutions, while the object of research is five MPA groups in Karang Joang Village Balikpapan City, East Kalimantan Province selected by purposive sampling and analyzed using a Likert Scale. The research shows that Fire Care Community (MPA) in Karang Joang Village. It is crucial in promoting awareness about the risks of forest fires through impactful outreach and education, fostering a shift in people’s behavior toward more eco-friendly practices. The existence of MPA provides significant benefits, such as ecosystem preservation, improved air quality, public health, as well as supporting sustainable agricultural practices that strengthen local economic welfare. Although MPAs face barriers such as limited resources and weak law enforcement, these challenges can be overcome with stronger collaboration. MPA engagement has also proven effective in reducing the frequency and scale of forest fires through regular patrols, early detection and rapid response
Kandungan Logam Berat pada Residu Insinerator Limbah Medis dan Pengendalian Risiko Kesehatan Lingkungannya Nasir, Mohammad; Joko, Tri; Budiyono, Budiyono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58625

Abstract

Pengolahan limbah medis rumah sakit melalui insinerator masih menjadi tantangan di negara berkembang, termasuk Indonesia, karena dapat memengaruhi kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat dalam residu insinerator limbah medis, serta mengidentifikasi risiko kesehatan yang terkait. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematik terhadap 21 artikel yang relevan, yang mencakup analisis kandungan logam berat dalam bottom ash dan fly ash dari insinerator. Penemuan menunjukkan bahwa residu ini mengandung elemen toksik potensial (PTEs) seperti arsenik, kadmium, timbal, dan merkuri, dengan konsentrasi yang seringkali melebihi batas baku mutu yang ditetapkan. Pembuangan residu secara landfill berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pengendalian yang lebih baik terhadap limbah insinerator, termasuk pengembangan teknik pengolahan yang ramah lingkungan dan peningkatan kesadaran bagi petugas. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan regulasi dan metode pemantauan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah medis, serta perlunya studi lebih lanjut mengenai teknik ekstraksi logam berat yang efisien dan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah medis.
KEHAMILAN DALAM ISLAM: PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEHAMILAN PADA SANTRIWATI DI PP KHA WAHID HASYIM Nasir, Mohammad; Nila, Hartatiek; Safitri, Yati Isnaini; Ailany, Erla Syah Dilla; Haikal, Muhammad Alif; Rodhiyana, Rosda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38786

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan di bawah umur, yang berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Keterbatasan pengetahuan dan layanan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, khususnya santriwati di pesantren, menjadi perhatian utama. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan melalui pendekatan islami, yang juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang menghargai kesehatan ibu dan anak. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan materi kesehatan reproduksi serta persiapan kehamilan dalam perspektif Islam. Sebelum dan sesudah pelatihan, santriwati diminta mengisi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santriwati mengenai kesehatan reproduksi. Sebelum penyuluhan, hanya 10% santriwati yang memiliki pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 67,5%. Kesimpulan: Program ini menunjukkan efektivitas edukasi dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, baik dari aspek kesehatan medis maupun agama. Pendidikan kesehatan reproduksi yang terpadu, terutama di lingkungan pesantren, menjadi langkah penting dalam mencegah kehamilan dini dan mempersiapkan generasi yang sehat sesuai dengan tuntunan agama.
TEACHER BURNOUT IN THE DIGITAL TRANSITION: IMPLICATIONS FOR LEARNING QUALITY Dhayinta, Shellya Tanaya; Nasir, Mohammad; Zulfaida, Arini
EDUCATUM: Scientific Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2025): EDUCATUM: Scientific Journal of Education
Publisher : Four Son Scholarship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59165/educatum.v3i1.171

Abstract

Digital transformation in the world of Education has accelerated the change in the teaching-learning paradigm, especially after the COVID-19 pandemic. Teachers now not only act as teachers but also as digital facilitators who must master various technology platforms and online learning media. However, this transition brings challenges in the form of burnout experienced by teachers, mainly due to the imbalance between high job demands and limited resources. This study aims to understand the experience of teacher burnout in the digital transition period, the factors that cause it, and its implications for the quality of learning. Using a qualitative approach with phenomenological design, this study involved 15 teachers from secondary schools who actively implemented online and hybrid learning. The main findings suggest that emotional burnout, which is the first dimension of burnout, causes teachers to feel depressed and demotivated. This fatigue then leads to depersonalization, in which the teacher feels separated from the students and focuses more on administrative tasks than on building personal relationships. The main contributing factors to this burnout are technological demands, the digital administrative burden, as well as the lack of adequate technical support and training. The impact of burnout affects the decline in teaching motivation, the quality of teacher-student interaction, and creativity in learning. The study suggests that educational institutions should provide better technical support, continuous digital training, as well as policies to reduce the administrative burden for teachers so that the quality of learning can be maintained in the digital age