Claim Missing Document
Check
Articles

In Television Broadcast Content, Violations Of Privacy Rights Are Reviewed Based On Law Number 32 Of 2002 Concerning Broadcasting And Law Number 27 Of 2022 Concerning Personal Data Protection Annisa Rami Rivani Israwan; Danrivanto Budhijanto; Prita Amalia
KRTHA BHAYANGKARA Vol. 18 No. 3 (2024): KRTHA BHAYANGKARA: DECEMBER 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/krtha.v18i3.3288

Abstract

This research aims to analyze the legal protection of personal data subject rights in television broadcast content against violations of privacy right based on Law Number 32 of 2002 concerning Broadcasting (Broadcasting Law) and Law Number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection (PDP Law). The approach method used in this research is normative juridical. The data used is primary and secondary data. The collected data is then analyzed using a qualitative juridical method. The result of this research shows that broadcast programs that exploit private life by broadcasting personal information of objects in their content without first providing clear information about the purpose and use of the personal data can be defined as an indicator of privacy violation in television broadcast content when linked to the rights of personal data subjects based on the PDP Law. In addition, legal protection of personal data subject rights in television broadcast content against violation of privacy right is designed to provide legal certainty to personal data subject in television broadcast content. Victims of privacy violation in television broadcast content who are data subject now have their right strengthened, including the right to sue and receive compensation.
Tinjauan TBT Agreement terhadap EUDR dan Implikasinya bagi Perdagangan Komoditas Indonesia Defrina Chalista Mumpuni; Huala Adolf; Prita Amalia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6068

Abstract

European Union Deforestation Regulation (EUDR) telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi negara-negara pengekspor komoditas berbasis lahan, termasuk Indonesia, mengingat regulasi ini mensyaratkan pembuktian bahwa produk yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi. Di tengah meningkatnya regulasi lingkungan unilateral dari negara-negara maju, muncul pertanyaan mendasar mengenai kesesuaian EUDR dengan kerangka hukum perdagangan internasional, khususnya Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT Agreement) WTO. Penelitian ini mengkaji apakah EUDR dapat dikualifikasikan sebagai technical regulation berdasarkan Annex 1.1 TBT Agreement, serta apakah mekanisme risk benchmarking dan ketiadaan ekuivalensi bagi skema sertifikasi nasional melanggar kewajiban non-diskriminasi dan proporsionalitas dalam Article 2.1 dan 2.2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, kasus, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EUDR dapat dikualifikasikan sebagai technical regulation, meskipun perdebatan mengenai status persyaratan deforestation-free sebagai product characteristic atau non-product-related PPM belum terselesaikan dalam yurisprudensi WTO. Mekanisme risk benchmarking unilateral terbukti menimbulkan diskriminasi de facto yang berpotensi melanggar Article 2.1, sementara absennya mekanisme ekuivalensi menjadikan EUDR lebih membatasi perdagangan dari yang sesungguhnya diperlukan sehingga berpotensi melanggar Article 2.2. Sebagai respons, Indonesia perlu mengambil langkah strategis yang terkoordinasi, mencakup penguatan kapasitas domestik, reformasi ISPO, dan pemanfaatan mekanisme penyelesaian sengketa WTO secara sistematis.
Co-Authors AA Agustia Sinta Dewi Adi Nurzaman Adiza, Salza Fadila Afifah Zakiyatul Aulia Ahmad Farhan Baihaqqi Akbar, Amrul An An Chandrawulan An An Chandrawulan An An Chandrawulan Anhar Fauzan Priyono Anindita, Sashia Diandra Anindya Saraswati Ardiwinata Annisa Rami Rivani Israwan Astuti, Violi Maulidya Charlieans Ning Aziz, Wahyu Rizkika Belaputri, Addyana Chandrawulan, An-An, Prof. Damos Dumoli Agusman Dandrivanto Budhijanto Danrivanto Budhijanto Defrina Chalista Mumpuni Desliana Maharani Nur Fitri Dewanto, Jagad Putra Dewi Kania Sugiharti Dharmma Justitio Hermawan Dwi Linna Suswardany Erlien Erlien Aunina Linggar Aji Faradina, Tazky Aulia Fatimah Ibtisam Fery Irawan Garry Gumelar Pratama Hanan Aliya Putri Hayati, Aisyah Nur Helitha Novianty Muchtar Helitha Novianty Muchtar Huala Adolf Ida Bagus Mahawira Nawagani Inzaghi, Rafly Nauval IRAWAN, FERY Isis Ikhwansyah Isis Ikhwansyah Jessica Leonard Jonathan Matthew Jovanka Lingkanaya Kanris, Jesslyn Karami, Ahmad Adib Kurdi Kurdi Labib Wajdi, Muhammad Laksono, Wahyu Agung Leonard, Jessica Lingkanaya, Jovanka Makmun, M. Lazuardy Thariq Manalu, Velicia Theoartha Maulanisa, Hasna Fitri Nurzaman, Adi Nurzaman, R. Adi Owen, Patrick Pamungkas, Eksa Pamungkas, Eksa Pandu Rizky Putra Pratama Pupung Faisal Puput Mardiani Purba, Tesalonika Putri Pinuram Rambe Purnama Trisnamansyah Putri, Hanan Aliya Putri, Resha Roshana Qolby, Fatihatul Ramadhan, Ana Noviana Sashia Diandra Anindita Sinta Dewi Sinta Dewi Rosadi Suhendra, Hartono Syukri Syukri Taufik Rachmat Nugraha Velani Prastika Diyanto Velicia Theoartha Manalu Velly, Nicholas Vida Azaria Wahyu Agung Laksono Wangsit Restu Adi Guritno Wardhana, Yuki Mahardhito Adhitya Wawan Hermawan Wawan Hermawan Yogi Suprayogi Yogi Suprayogi Sugandi Yudi Azis