Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PROGRAM PELATIHAN PEMBEKALAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PENGURUS KOMUNITAS PEMUDA GEREJA KALIDERES JAKARTA Gladys Aprilia, Ruth; Josephine, Vania; Boromia Olivia Arini, Carolina; Hahijary, Gaia Priscilla; Handayani, Penny
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34463

Abstract

Komunitas Pemuda Gereja Kalideres adalah komunitas beranggotakan anak muda Katolik di wilayah Kalideres. Setelah masa pandemi COVID-19, Komunitas Pemuda Gereja Kalideres menghadapi berbagai masalah karena adanya penyesuaian akan berbagai perubahan yang terjadi. Masalah tersebut berkaitan dengan kinerja anggota Team yang kurang optimal, seperti rendahnya inisiatf, tanggung jawab, dan partisipasi dari anggota. Need analysis dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) kepada pengurus dan survei kepada Team. Pengambilan data menunjukkan bahwa permasalahan utama berada pada kurang berjalannya komunikasi efektif antara pengurus dan Team. Intervensi dilakukan untuk menyediakan pelatihan komunikasi efektif bagi para pengurus Komunitas Pemuda Gereja Kalideres, dengan judul“Harmoni dalam Pelayanan: Mengasah Komunikasi Efektif dalam Gereja”. Pelatihan dirancang dengan melibatkan tiga ranah perkembangan pembelajaran yang mencakup ranah sikap (afektif), keterampilan (perilaku), dan pengetahuan (kognitif). Dengan demikian metode pelatihan yang digunakan beragam dari ceramah interaktif, diskusi terbuka, refleksi, sampai pembuatan action plan. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memeriksa pemahaman peserta terhadap pembelajaran yang diberikan. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan postest, pelatihan ini telah mencapai tujuan yang diharapkan dari setiap sesinya, yaitu peserta memahami dan menerapkan enam kunci komunikasi dalam berinteraksi dengan anggota Team pada setiap tahapan persiapan dan pelaksanaan program kerja.
PSIKOLOGI KESEHATAN REPRODUKASI REMAJA WANITA ‘SAVE THE EARTH, SAVE WOMEN REPRODUCTION’ DI SMP NEGERI 286 JAKARTA Handayani, Penny; Prabawanti, Benedicta Evienia; Agustian, Murniati; Rimananda, Gabriella Lintang; Dewanti, Dhea Maharani; Tanissa, Michelle Angel Tanissa; Kristella, Alvionica
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34464

Abstract

Remaja perempuan di SMPN 286 dan Kampung Muka, mengikuti program psikoedukasi "Save The Earth, Save The Women Reproduction" yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kegiatan ini mengunakan pendekatan psikoedukasi yang disampaikan dalam format seminar interaktif dan media cetak-digital, (booklet dan leaflett0, sehingga mendukung pembelajaran yang menyeluruh dan berkelanjutan. Psikoedukasi ini mencakup tiga topik: pendidikan seks untuk remaja perempuan, pemahaman tentang alat reproduksi wanita, dan pengelolaan keuangan untuk remaja. Tujuan dari kegiatan ini, yang berlangsung pada Jumat, 6 September 2024, di SMPN 286 Jakarta, adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi, serta dampak negatif pembalut sekali pakai, baik bagi lingkungan maupun kesehatan. Para peserta didorong untuk mempertimbangkan pembalut kain sebagai alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan reproduksi. Psikoedukasi ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta, melalui analisis kuantitatif skor n-gain yang menunjukkan peningkatan sedang dalam pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Secara kualitatif, selama proses psikoedukasi, antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyak dari mereka yang menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan pembalut kain. Mereka juga melihat potensi bisnis dari produksi pembalut kain, yang selain mengurangi sampah, juga dapat menjadi peluang usaha. Pesan utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa dengan beralih ke pembalut kain, perempuan dapat turut berkontribusi dalam mengurangi sampah serta menjaga kesehatan reproduksi mereka.
Inovasi Produksi Pembalut Kain untuk Menyelamatkan Bumi Studi Kasus : Kelompok PKK RW 004 Kampung Muka Agustian, Murniati; Evienia Prabawanti, Benedicta; Handayani, Penny
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.937

Abstract

Kampung Muka memiliki ketersediaan sumber daya bahan baku yaitu limbah kain perca yang cukup banyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembalut kain. Tujuan diadakannya PKM ini adalah untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan pembalut sekali pakai bagi kesehatan reproduksi perempuan, memberikan edukasi tentang pembalut kain dan mengajak mitra untuk mengubah kebiasaan menggunakan pembalut sekali pakai menjadi pembalut kain, tujuan yang ketiga adalah workshop memproduksi pembalut kain yang dapat digunakan oleh perempuan sebagai langkah dalam menjaga keberlanjutan bumi, demi lingkungan yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan. Metode kegiatan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu 1. Tahap Persiapan, 2. Tahap Pelaksanaan Lapangan, dan 3. Tahap Evaluasi dan Pelaporan. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini dilakukan menunjukkan adanya perubahan pola pikir perempuan di Kampung Muka, bahwa penggunaan pembalut sekali pakai ternyata memiliki resiko yang cukup tinggi bagi kesehatan reproduksi perempuan. Melalui edukasi dan workshop yang dilakukan, perempuan di kampung muka memiliki keinginan untuk mencoba menggunakan pembalut kain, dan ingin menjadikan produksi pembalut kain sebagai bagian dari usaha perempuan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang dapat menambah penghasilan rumah tangga. Secara umum dapat dismpulkan bahwa kegiatan ini sudah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan pembalut sekali pakai pada kesehatan organ reproduksi dan lingkungan.
PROGRAM PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH INKLUSI DI SDN KARAWACI 3 TANGERANG Yunita, Intan; Jessica, Madeline; Utami, Sylvia Dwi; handayani, penny
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26517

Abstract

SDN 3 Karawaci Tangerang is one of the schools designated as an inclusive school. Based on the results of theneeds analysis conducted using observation, study of school documents, interviews, and FGDs with teachers,principals, education personnel, students, and parents, it was found that one of the main challenges at SDNKarawaci 3 is the unpreparedness in accommodating the needs of students with disabilities in inclusive schools. Thismain problem is caused by dif iculties in identifying students with disabilities in the classroom, teachers' lack ofcompetence in teaching students with disabilities, inadequate facilities to accommodate students with disabilities,inef ective communication within the school ecosystem and a lack of discipline consistently applied by the school..The training program provided aims to improve teachers' competence in teaching in inclusive schools, with thetheme "Introduction to Characteristics, How to Communicate, and Learning Programs for Students with SpecialNeeds".. The implementation of this training consists of three main sessions, namely Session I discusses thecharacteristics of students with disabilities in inclusive schools, Session II discusses ef ective communicationstrategies between teachers and the school ecosystem, and Session III discusses how to prepare an IndividualLearning Program (IEP). The training evaluation was reviewed from two aspects, namely evaluation of trainingactivities and evaluation of the achievement of objectives. In evaluating the achievement of objectives, the facilitatorteam looked at the achievement of objectives for each session based on participants' responses during discussionsand the pre-test and post-test results. As a result, some participants experienced an increase in the average score onthe post-test in each session, although the results were not significant. ABSTRAK: SDN 3 Karawaci Tangerang adalah salah satu sekolah dasar yang mendapatkan penunjukan sebagai sekolah inklusi.Berdasarkan hasil needs analisis yang dilakukan dengan metode observasi studi dokumen sekolah, wawancara, danFGD kepada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, siswa dan orangtua siswa, ditemukan bahwa salah satutantangan utama di SDN Karawaci 3 ialah ketidaksiapan dalam mengakomodasi kebutuhan peserta didikberkebutuhan khusus (PDBK) di sekolah inklusi. Masalah utama ini disebabkan oleh kesulitan identifikasi PDBK didalam kelas, kurangnya kompetensi guru dalam mengajar PDBK, fasilitas yang kurang memadai untukmengakomodasi PDBK, komunikasi yang tidak efektif di dalam ekosistem sekolah, dan kedisiplinan yang kurangditerapkan secara konsisten oleh sekolah. Program pelatihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkankompetensi guru dalam mengajar di sekolah inklusi, dengan tema “Pengenalan Karakteristik, Cara Berkomunikasi,dan Program Pembelajaran untuk Siswa Berkebutuhan Khusus”. Adapun pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari tigasesi utama yaitu Sesi I membahas mengenai karakteristik PDBK di sekolah Inklusi, Sesi II membahas mengenaistrategi Komunikasi yang efektif antara Guru dengan Ekosistem Sekolah, dan Sesi III membahas mengenai carapenyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI). Evaluasi terhadap pelatihan ditinjau dari dua aspek, yaituevaluasi kegiatan pelatihan dan evaluasi pencapaian tujuan. Dalam evaluasi pencapaian tujuan, tim fasilitatormelihat pencapaian tujuan setiap sesi berdasarkan tanggapan peserta saat berdiskusi, dan hasil dari pre-test sertapost-test. Hasilnya beberapa peserta mengalami peningkatan rata-rata skor pada post test dalam setiap sesi,walaupun hasilnya belum signifikan.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENGEMBANGKAN HARAPAN DAN CITA-CITA PARA SISWA DI RUMAH LANGIT, JAKARTA handayani, penny; Erianti, Dela; Sugito, Irene Betzy; Lumbu, Irene Novalia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.27073

Abstract

Rumah Langit is a social community in East Jakarta that provides education for kids from Marginalized people. Inthe application of teaching and learning activities, a phenomenon was found where there is a lack of opportunitiesfor students to explore themselves extensively, which results in them to not having the opportunity to fulfill their fullpotential, hopes, and also dreams that causes them to not have a motivation for studying. Learning motivation isan inner drive within students that pushes them to engage in learning activities and provides direction to theirlearning so that the desired learning goals can be achieved. The lack of motivation causes them to only come toRumah Langit to meet and play with their friends. Students of Rumah Langit also often demonstrate undisciplinedbehavior while in learning. This issue finally causes the learning activities on Rumah Langit to be unconducivethere for the goal of the study is not fulfilled. To address tis problem, a psychoeducational intervention programwas conducted for the students of Rumah Langit, aged 4-16 years old, in two sessions held on May 19th and 24th.The intervention program aims to help the student understand and cultivate their hope, dream, and learningmotivation, as well as familiarize them with the practical application of these elements in their daily lives. To findout the success of the intervention that we did, we conducted a monitoring and evaluation of the students of RumahLangit, the Teacher, and also the Management of Ruma Langit. Monitoring and evaluation are done by a pretest,posttest, a form of evaluation, and also a questionnaire for teacher, management, and parents of students.Keywords: dreams; hopes; learning discipline; learning motivation ABSTRAKRumah Langit adalah sebuah komunitas sosial di Jakarta Timur yang menyediakan rumah belajar bagi anak-anakdari kaum marjinal. Dalam penerapan kegiatan belajar mengajar, ditemukan sebuah fenomena kurangnyakesempatan untuk mengeksplor diri secara luas yang menyebabkan para siswa belum menyadari potensi diri,harapan, dan cita-cita mereka di masa depan sehingga mereka tidak memiliki motivasi belajar. Motivasi belajaradalah dorongan dalam diri siswa yang menggerakannya untuk melakukan kegiatan belajar, serta memberikan arahpada kegiatan belajarnya sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Kurangnyamotivasi belajar menyebabkan mereka datang ke Rumah Langit hanya untuk bertemu dan bermain bersamateman-teman. Siswa Ruma Langit juga sering menunjukkan perilaku tidak disiplin dalam pembelajaran di kelas.Permasalahan tersebut akhirnya membuat suasana pembelajaran seringkali berjalan dengan tidak kondusifsehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Untuk mengatasinya, dilakukan program intervensi berbentukpsikoedukasi terhadap para siswa Rumah Langit yang memiliki rentang usia 4-16 tahun dalam dua kali pertemuan,yaitu pada tanggal 19 dan 24 Mei. Program intervensi dilakukan agar para siswa memahami dan memiliki harapan,cita-cita, dan motivasi belajar, serta mengetahui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahuikeberhasilan dari program intervensi yang dilakukan, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap para siswa,pengajar, pengurus, dan orang tua siswa di Rumah Langit. Monitoring dan evaluasi dilakukan dalam berbagai cara,seperti pretest, posttest, lembar evaluasi siswa, serta form kuesioner evaluasi bagi pengajar, pengurus, dan orangtua siswa.
Iklim Sekolah Inklusi (Penelitian di SMK X Jakarta) Weny Savitry S. Pandia; Penny Handayani; Novita W. Sutantoputri
Jurnal Perkotaan Vol. 7 No. 1-2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v7i1-2.270

Abstract

Inclusive schools in Indonesia have increased rapidly. They are supported by the government policy to organize inclusive education related to equal rights to education for all children. In Middle-Vocational School (Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)), which is the final level of secondary education, students need to have a good preparation before continuing their education to a higher level or plunge into the world of work. The readiness can be achieved if students have good learning achievement. One of the factors that influence learning achievement is a positive school climate. This study aimed to identify the school climate‟s perception of students with special needs and regular, teachers, principals, and parents in SMK X, Jakarta. Results indicated that students, teachers, and parents at SMK X have positive perception of the school climate. As for the students, the perception is quite positive except in the case of bullying. Teachers have positive perceptions of school climate in varied levels.
GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNADAKSA DI TEMPAT KERJA STUDI PADA PESERTA PELATIHAN DI BBRVBD CIBINONG Faustine 2014070030; Penny Handayani
Jurnal Perkotaan Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v11i1.583

Abstract

The increasing number of people with disabilities in Indonesia who are at work and still perceived as a burden on companies affect disability to work. This study focuses on participant who has physical disabilities because people with physical disability are the second most in Indonesia and their conditions of disability that can be seen directly, and cause psychological problems. As individuals, people with physical disabilities need to live independently, one of the ways to fulfill it by working. Physical disabilities will be in new environments and new situations. This requires adjustment so that eventually they can work productively. This research is using qualitative method using one on one interview. Three participants have attended training in BBRVBD Cibinong. This study use stage passed and the factors that influence their adjustment in the workplace. The results of this study indicate that the three participants experienced an emerging stage of stress at the beginning of work, defense mechanism, resolving problems, and after eight to ten months in the workplace, they are already in the adjustment stage. Three participants were influenced by five adjustment factors from Schneiders (1964). There are other factors that affect their adjustment, namely the perspective that physical disabilities has equal rights and opportunities at work. The desire to be independent, and prove to others who have to insult their physical condition.
GAMBARAN PROSES PENERIMAAN DIRI IBU DENGAN ANAK DOWN SINDROME Penny Handayani; Elisabeth Vania
Jurnal Perkotaan Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Perkotaan
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v12i1.1231

Abstract

Parents put their hopes in their children who will be born. When a child is born with conditions that are not as expected, this causes an emotional reaction in parents, especially the mother as the main caregiver for children and people who give birth to children in the world. The existence of a diagnosis of Down syndrome in children, mothers feel lost hope and their role will change. According to Fidler, Down syndrome is known as a form of chromosomal abnormality that causes developmental delays, mild to severe mental retardation and physical abnormalities. Finally, the mother faces the terrible reality that her child has special needs. This is a situation that is difficult for mothers to accept and needs to go through a process to be able to achieve self-acceptance. If the mother accepts herself with the condition of having a Down syndrome child, it can help the child to grow and develop properly. Therefore, researchers want to know the process of self-acceptance of mothers with children with Down syndrome. This research uses a qualitative approach and data collection is carried out using the interview method. Participants in this study were 3 mothers who had children with Down syndrome at the age of 30-45 years. Through interviews, researchers explore the expectations of parents about children, events during pregnancy, childbirth and raising children. In addition, researchers also dig data about the process experienced by mothers to achieve self-acceptance. The analysis conducted on each participant was carried out with the thematic analysis method. The results showed that the three participants had a process of self-acceptance in accordance with the phase initiated by Duncan and Moses, but there were several different stages. It takes many years for mothers to be able to complete the emotional stages and feelings that emerge can overlap. When the mother has reached self-acceptance, it is still possible to experience a setback to the previous phase. Factors that influence, among others, hope, ignorance of Down syndrome, the economy and support from the surrounding environment.
PSIKOEDUKASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI GURU SLB A DAN A+E JAKARTA Handayani, Penny; Tunjungsari, Laurensia Harini; Fajri, Afrida Na’imatul Fajri; Asa, Maria D C; Safira, Nadilla
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32942

Abstract

SLB E is a private school that provides educational services to blind and multiple blind students, from elementary school, junior high school, and senior high school. With the complexity of the dynamics of educational services needed, teachers in this school still need to have sufficient pedagogical, professional, social, and personality competencies. This activity aims to develop teachers' core competencies including pedagogical, professional, social, and personality competencies of teachers in SLB E which will have an impact on their understanding of the characteristics of MDVI students, how to handle and educate MDVI students, how to communicate assertively between fellow teachers and how to cope with stress. The needs analysis was conducted through questionnaires, interviews, observations, and focus group discussions. Based on the results of the needs analysis, a psychoeducation program was developed that targets the ability to understand students, understand learning materials, socialize with colleagues, and have a steady, stable, wise, and authoritative personality. These abilities are related to the four core competencies of SLB teachers, namely pedagogical, professional, social, and personality competencies. Evaluation was conducted using qualitative and quantitative methods to see the effectiveness of the psychoeducation activities conducted during the two-day event. In general, there was an increase in teachers' understanding and knowledge of pedagogical, professional, social, and personality competencies. Follow-up activities were conducted several months after the activity to see the long-term effectiveness of the activity. ABSTRAK SLB E adalah sebuah sekolah swasta yang memberikan layanan pendidikan pada siswa tunanetra dan siswa tunanetra ganda, dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kompleksitas dinamika pelayanan pendidikan yang dibutuhkan, guru yang mengajar di sekolah ini masih belum memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian yang cukup memadai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi inti guru yang mencangkup kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian guru di SLB E yang akan berdampak pada pemahaman mereka akan karakteristik siswa MDVI, mengenai cara penanganan dan pendidikan siswa MDVI, cara berkomunikasi secara asertif antara sesama guru dan cara coping stress. Analisis kebutuhan dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan focus group discussion. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan didapatkan disusunlah program psikoedukasi yang menyasar kemampuan memahami peserta didik, memahami akan materi pembelajaran, kemampuan sosialisasi dengan sesama rekan kerja dan memiliki kepribadian yang mantap, stabil, arif dan berwibawa. Kemampuan ini berkaitan dengan empat kompetensi inti guru SLB yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Evaluasi dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif guna melihat efektifitas kegiatan psikoedukasi yang dilakukan selama dua hari kegiatan. Secara umum, terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru mengenai kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Kegiatan follow up dilakukan beberapa bulan pasca kegiatan guna melihat efektivitas jangka panjang dari kegiatan.
PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU DAN PEMBAGIAN TUGAS DIVISI VOLUNTEER DEVELOPMENT KOMUNITAS BINA ANTARBUDAYA CHAPTER JAKARTA Handayani, Penny; Mokoginta, Karina Widyastuti; Larisa, Fransisca Indya; Han, Cheryl; Nainggolan, Julyanty Monalisa; Wiwanto, Raesyad Adhiatma
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34932

Abstract

The training program targeted the Volunteer Development Division of the Bina Antarbudaya Community Chapter in Jakarta. Participants included three students from various disciplines. The program focused on time management and task division skills, aiming to enhance productivity and reduce conflicts. The implementation methods included questionnaires, interviews, and problem tree formation to identify the challenges faced. Specific tools like Google Calendar and Todoist were used to aid time management. The results of the training showed an improvement in time management and task coordination skills among division members. The number of meetings held according to schedule increased, and there was a reduction in internal conflicts related to scheduling. Post-activity evaluation using Google Form indicated a high level of satisfaction among division members with the new task management system. In conclusion, the training successfully enhanced efficiency and productivity within the Volunteer Development Division of the Bina Antarbudaya Community. It is recommended to continue integrating technology and time management skills training in community development programs.
Co-Authors Abriyanti Riyanti Adeline Adeline Adeline Adeline, Adeline Agatha Rizky Agustin Angelia Putri Alyssa Abidin Amanda, Astri Andang Wirawan B Anissa Azura Anissa Azzura Ardani, Aurelia Arifa Dwiratri Asa, Maria D C Aurelia Ardani Benedicta Evienia P Benedicta Evienia Prabawanti Boromia Olivia Arini, Carolina Caecilia Anggita Chatarina Shelda Cut Austenite Yuras Dara Aprilia Christianty David Nicholas Franztius Dessyca Prasetyo Deti, Regina Devina, Ganesia Dewanti, Dhea Maharani Dyah Ayu Permatasari Elisabeth Vania Erianti, Dela Evienia P, Benedicta F. Resa Kawatu Fajri, Afrida Na’imatul Fajri Faustine 2014070030 Franztius, David Nicholas Gabriella Irena Carissa Gabriella Karthika Lesmana Giovana Engracia Gladys Aprilia, Ruth Hahijary, Gaia Priscilla Han, Cheryl Hestyanti, Yohana Ratrin Ignatia Michelle Sutandhi Irwanto Irwanto Irwanto Irwanto Jannes Dinda Tricia Jessica Paramitha Jessica, Madeline Josephine, Vania Karina Lois Katherine Katherine Katherine Kawatu, Florentina Resa Kristella, Alvionica Kristiani, Reneta Larisa, Fransisca Indya Laurentia Sirena Limma Lidia Wati Linda Benita Linda Benita Nannessi Lumbu, Irene Novalia Maria Angelina Hapan Maria Imaculata Merviani Marsya, Thabitha Meyrin Meyrin Mokoginta, Karina Widyastuti Murniati Agustian Nadia Chendana Nainggolan, Julyanty Monalisa Nannessi, Linda Benita Naomi Hanalisa Natascha Cristina Nelson Zelig Nindita Naura Ramadhan Novela Clara Novita W. Sutantoputri Ony, Nathania Immanuela Paralea, Diandra Petrawati, Brigitta Angie Pradita Sibagariang Putri F, Sheila Reneta Kristiani Reneta Kristiani Reneta Kristiani Renita Anastasya Rimananda, Gabriella Lintang Roelofje Wolting Safira, Nadilla Santoso, Devina Kurniawan Sarah Andruina Sembiring, Weny Pandia Shesilia K, Nathasya Stephanie Anggun Stephanus Eri Kusuma Sugito, Irene Betzy Sutantoputri, Novita W. Sutarno, Herman Josep Sutrisnadipraj, Grace Sylvidire Maharani Tanissa, Michelle Angel Tanissa Tarigan, Thia Margaretha Therese Arnesthy Danupratista Tjong Michaella Tunjungsari, Laurensia Harini Utami, Sylvia Dwi Vania, Stella Vella Adrivioneta Vincentia Visi P Weny Pandia Sembiring Weny Savitry S. Pandia Wiwanto, Raesyad Adhiatma Wolting, Roelofje Yulianto, Yessica Yunita, Intan