Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN INOVASI KEWIRAUSAHAANPADA MASA PANDEMI COVID-19 DIWILAYAH GEOWISATA, DESA GUNUNGMASIGIT, JAWA BARAT Zufialdi Zakaria
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.31020

Abstract

Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat memiliki kawasan sebagai kawasan geowisata. Gua Pawon, Stone Garden dan Indiana Camp, adalah destinasi geowisata di Desa Gunungmasigit. Ketiga destinasi wisata tersebut merupakan bagian dari kompleks Geowisata Citatah-Rajamandala. Gua Gua memiliki identitas sebagai tujuan wisata pendidikan dan budaya, Stone Garden memiliki identitas pariwisata bumi, dan Indiana Camp memiliki identitas wisata yang ekstrem. Tiga destinasi geowisata sering digunakan untuk selfie dan pose fotografi. Seiring dengan merebaknya virus Corona yang berasal dari Wuhan, China, hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia, objek wisata tersebut ditutup. Saat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, tempat ini sepi dari pedagang atau pengunjung karena pemerintah daerah menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar. Hal ini tentunya berdampak pada permasalahan ekonomi masyarakat yang menggantungkan pekerjaannya di kawasan wisata. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penyuluhan melalui pembelajaran jarak jauh dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi, materi yang disampaikan adalah tentang inovasi di bidang pariwisata dan ekonomi. Salah satu bentuknya adalah menjual produk yang saat ini dibutuhkan melalui media sosial Facebook, WhatsApp, atau melalui internet seperti toko online Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya, atau mempromosikan tempat wisata virtual secara online.
PEMBELAJARAN UNTUK MASYARAKAT MENGENAI KEBENCANAAN GEOLOGI MELALUI KONSEP MODIFIKASI PRA (PARTICIPATIORY APPARSIAL) Zufialdi Zakaria
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.543 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19778

Abstract

Wilayah Indonesia memiliki bencana geologis yang lengkap, yaitu gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami dan gerakan bumi. Dalam upaya untuk memperkuat kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana, belajar tentang bencana geologis diperlukan. Agar pembelajaran dapat dicapai dengan cepat dan tepat sasaran, sebuah metode digunakan melalui konsep modifikasi Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan belajar dilakukan dalam sebuah acara di Bale Desa Hegarmanah di desa Hegarmanah. Desa Hegarmanah adalah ibu kota Kecamatan Jatinangor. Peserta terdiri dari perwakilan masyarakat dari masing-masing Rukun Warga di desa dengan berbagai profesi, ada guru, ibu rumah tangga, karyawan, dan staf desa. Kegiatan ini dibantu oleh beberapa siswa yang mengikuti KKN. Pemberi materi pembelajaran adalah dosen pengawas lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan. Ini dinilai dari pengetahuan sebelum dan sesudah aktivitas yang diketahui dari hasil tes sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan seminar, konseling dan pembelajaran. Berdasarkan analisis, hanya ada 9% pada pertanyaan kesembilan yang tidak sesuai target, yaitu mengenai pengetahuan dari beberapa aplikasi Android untuk bahaya geologi yang dapat dipasang pada smartphone peserta. Ini karena peserta tidak membawa ponsel seluler yang kompatibel dengan sistem ponsel cerdas Android. Untuk melaksanakan kegiatan dalam bentuk seminar dengan konseling dan pembelajaran seperti acara ini, persyaratan untuk peserta dapat disampaikan terlebih dahulu di surat undangan. Manfaat atau kegunaan dari hal-hal yang dibuat dalam acara ini dapat disampaikan dalam undangan sehingga kegiatan sesuai dan tepat sasaran. 
KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Yanwar Yusup Rukmana; Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim; Nadhirah Seraphine
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i2.6581

Abstract

Abstrak. Pembangunan infrastruktur terutama gedung-gedung tinggi tidak terlepas dari penggunaan material logam/besi. Masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material logam adalah Korosi. Korosi yaitu degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam dengan lingkungan di sekitarnya termasuk tanah. Indikator utama yang sangat signifikan dalam menentukan klasifikasi korosi pada tanah yaitu nilai tahanan jenis, karena laju dari korosifitas merupakan fungsi dari konduktivitas listrik. Indikator lain yang berpengaruh terhadap klasifikasi korositas adalah karakteristik dari tanah itu sendiri. Pengambilan nilai tahanan jenis tanah pada penelitian ini mengacu pada ASTM G187-12.  Karakteristik tanah lapukan vulkanik yaitu di dominasi oleh besar butir halus. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengujian di laboratorium, tanah di daerah penelitian berjenis Lanau dengan tingkat Plastisitas Rendah-Tinggi (MH-ML) serta Lempung dengan tingkat Plastisitas Tinggi (CH). Hasil analisis dari sebaran potensi korosifitas tanah di daerah penelitian menunjukkan bahwa tingkat korosifitas tanah berada pada tingkatan Sedang-Tinggi. Zona korosifitas tinggi pada sampel dengan kedalaman 0.5 m terkonsentrasi di sebelah barat laut, Pada sampel dengan kedalaman 1.0 m terkonsentrasi di sebelah tenggara, dan pada sampel dengan kedalaman 1.5m tersebar di seluruh daerah penelitian.   
KAJIAN PETROGRAFI PADA ZONA PELAPUKAN BREKSI PIROKLASTIK TERHADAP LONGSORAN GUNUNG PAWINIHAN, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH Indra Permanajati; Zufialdi Zakaria; Mochamad Sapari Dwi Hadian; Herryal Zoelkarnain Anwar; Rachmad Setijadi
Dinamika Rekayasa Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2018.14.1.186

Abstract

Longsoran Gunung Pawinihan di Kabupaten Banjarnegara, merupakan longsoran yang mengakibatkan korban jiwa cukup banyak yaitu sekitar 80 orang meninggal. Longsoran tersebut terjadi pada breksi volkanik Formasi Jonggrangan yang berumur Kuarter. Kondisi yang diteliti adalah terbentuknya bidang gelincir pada zona pelapukan 4 dimana komposisi batuan sebagian besar sudah mengalami pelapukan dengan persentase tanah lebih besar dari mineral utama.  Metode yang digunakan adalah klasifikasi zona pelapukan berdasarkan British Standard untuk mendeleniasi zona pelapukan breksi, kemudian analisis petrografi pada zona pelapukan yang berbeda. Hasil yang didapatkan adalah adanya perubahan komposisi mineral utama menjadi material tanah. Perubahan yang terjadi adalah adanya perubahan mineral utama seperti plagioklas menjadi mineral lempung, perubahan yang terjadi pada bagian luar mineral utama. Pada zona pelapukan 4 mineral oksidasi dan lempung mulai berkembang, sehingga komposisi mineral utama dan mineral sekunder utama hampir seimbang. Bidang gelincir longsoran terjadi pada zona ini, sehingga dapat dikatakan bidang gelincir terjadi pada zona 4 dimana terjadi perubahan mineral utama menjadi mineral sekunder yang cukup signifikan.Kata Kunci: Debris slide, zona pelapukan, bidang gelincir
Kontrol Geologi Terhadap Perubahan Kimia Airtanah Pada Sistem Akuifer Vulkanik Di Lereng Timur Gunung Ciremai Jawa Barat Jumhari Jumhari; M Sapari Dwi Hadian; Zufialdi Zakaria; Hendarmawan Hendarmawan
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.2.267

Abstract

Gunung Ciremai adalah gunung berapi Strato dengan tingkat curah hujan yang tinggi di bagian barat pulau Jawa. Hal ini menjadikan Gunung Ciremai sebagai sumber air tanah di daerah sekitarnya sehingga membutuhkan keseimbangan antara pengisian dan pembuangan untuk keberlanjutan air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mnentukan kontrol geologis terhadap perubahan kimia dalam air tanah sebagai dasar untuk menentukan langkahlangkah keberlanjutan air tanah. Adapun metode yang dilakukan adalah pemetaan geologi, pangamatan mata air, pengujian laboratorium dan menganalisis dengan diagram pipper, diagram durov dan diagram Gibbs. Hasilnya menunjukan terdapat 4 zona perubahan kimia airtanah yang dikontrol geologi diantaranya Zone 1 memiliki nilai EC dan TDS yang rendah dengan fasies kimia air tanah Ca-HCO3. Zone 2 memiliki nilai EC dan TDS yang rendah dengan fasies kimia air tanah Ca-Na + K - HCO3-Cl. Zona 3 memiliki nilai EC dan TDS yang tinggi dengan sumber ion Ca dan Mg yang seimbang. Zone 4 memiliki nilai EC dan TDS yang sangat tinggi dengan fasies kimia air tanah Na + K Cl.Perubahan kimia air tanah daerah penelitian dipengaruhi mengontrol perubahan kimia air tanah adalah jenis litologi dan morfologi, sedangkan pada daerah tenggara dan selatan proses yang paling dominan mengontrol adalah struktur geologi. Proses lain yang berpengaruh di daerah penelitian adalah aktivitas panas bumi dan interaksi air dengan batuan sedimen tua.
PENILAIAN KESTABILAN TIMBUNAN BERDASARKAN WSRHC PADA TIMBUNAN MUARA TIGA BESAR UTARA, PT. BUKIT ASAM, TBK., SUMATRA SELATAN Gilang Perwira Adi; Jodistriawan Ersyari; Reynara Davin Chen; Raden Irvan Sophian; Zufialdi Zakaria
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.140

Abstract

Timbunan Muara Tiga Besar Utara merupakan kawasan timbunan yang rentan terhadap ketidakstabilan. Kawasan timbunan ini harus direncanakan dan dipantau dengan baik agar material timbunan selalu dalam kondisi stabil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai tingkat kestabilan timbunan dan menentukan upaya investigasi dan desain yang sesuai dengan tingkat kestabilan timbunan. Dalam menentukan tingkat kestabilan timbunan, digunakan metode pembobotan Waste Dump and Stockpile Stability Rating and Hazard Classification System (WSRHC). Pembobotan WSRHC dilakukan terhadap 22 faktor yang mempertimbangkan aspek geologi teknik dan konstruksi timbunan dalam memperkirakan kestabilan. Hasil dari pembobotan WSRHC akan menghasilkan kelas risiko Waste Dump and Stockpile Hazard Class (WHC) pada penilaian kestabilan timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bobot total kestabilan timbunan sebesar 33,5 termasuk dalam kategori IV (risiko tinggi) dengan bobot Engineering Geology Index (EGI) sebesar 12,5 dan Design and Performance Index (DPI) sebesar 21. Faktor performa tergolong pada kelas sangat buruk, sehingga timbunan otomatis masuk dalam kategori WHC V (risiko sangat tinggi). Upaya investigasi dan desain yang lebih akurat diterapkan pada kawasan timbunan ini dengan menggunakan tabel level of effort berdasarkan kelas kestabilan. Tabel level of effort terdiri dari tiga bagian yaitu investigasi dan karakterisasi, analisis dan desain, kontruksi dan operasi.
GEOPHYSICAL FORENSIC FOR ARCHAEOLOGICAL EXPLORATION IN MUAROJAMBI, INDONESIA Bambang Sugiarto; Dicky Muslim; Iyan Haryanto; Zufialdi Zakaria; Emy Sukiyah; Vijaya Isnaniawardhani; Achmad Djumarma Wirakusumah; Heryadi Rachmat
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5 No 3 (2020): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 5 Issue 3, December 2020
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.053.06

Abstract

In July 2011, archaeological exploration tried to apply the physics method for the first time in Muarojambi, Indonesia. We combined physics with geosciences and called it geophysical forensic. Our method is known as Ground Penetrating Radar (GPR). GPR used high-frequency electromagnetic (EM) waves between 10-3000 MHz to imaging subsurface based on dielectric permittivity’s physical parameters. Changes in the electrical properties, rock magnetism, and water content of the material under the surface will provide a response recorded on the radargram as a function of distance to time (two-way travel time). Data processing performs to reduce the noise recorded when collecting data. We have successfully obtained four GPR lines; three lines gathered near Gumpung Temple and one line at Telago Rajo Pool. The GPR method succeeded in giving a subsurface image and possibility of the archaeological objects near the Gumpung Temple and Telago Rajo Pool.
Bibliometric approach for innovations analysis on Disaster Risk Reduction Noorika Retno Widuri; Nana Sulaksana; Zufialdi Zakaria; Rulina Rachmawati; Tupan Tupan; Ambar Yoganingrum
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 18 No 1 (2022): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v18i1.2431

Abstract

Introduction. This study demonstrates a bibliometric method for innovation analysis of Disaster Risk Reduction (DRR) in Indonesia. The paper explores the ability of the bibliometric method, particularly co-occurrence analysis in mapping research innovation. In addition, the paper explains advantages and disadvantages of the bibliometric method. Data Collection Method. DRR journal articles published between 2008-2020 were retrieved from the Scopus database using the keyword of “Disaster Risk Reduction” and “Indonesia”. Data Analysis. Co-occurrence analysis, using keywords and authors, was conducted to show the emerging innovation and authors involved in DRR innovations development in Indonesia. Results and Discussion. The results reveal that the number of DRR publications has increased over time, particularly between 2017 and 2020. Fifty innovations were identified with several innovative products became a trend, such as remote sensing, evacuation modelling, and GIS. The most prolific authors were identified with 3-5 articles produced. Conclusion. Bibliometrics is a powerful method for analyzing emerging innovations in DRR field. Although it requires a complete dataset and computational system support, this method enables analyzing big data, identifying the types of innovations and the emerging period, and predicting future innovations.
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Tati Andriani; Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim; Agus Wiramsya Oscar
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Koreksi Smr Pada Desain Lereng Tambangterbuka Batubara Pada Formasi Balikpapan & Formasi Kampungbaru, Sangasanga,Kalimantan Timur Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6892.971 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v7i3.115

Abstract

Kajian desain lereng stabil dibutuhkan dalam eksploitasi tambang batubara, khususnya dalam sistem tambang terbuka. Penambangan memerlukan desain lereng dengan berbagai cara. Untuk menemukan lereng stabil secara cepat, digunakan pembobotan massa lereng (SMR, Slope Mass Rating) yang berdasarkan kepada pembobotan massa batuan (RMR, Rock Mass Rating). Pada titik lokasi yang longsor maupun rawan longsor, diperlukan kajian khusus mengenai kestabilan lereng dengan metode lain dan menggunakan perangkat lain. Pada formasi batuan yang mengandung lapisan material urai (loose) seperti pasir kuarsa pada Formasi Balikpapan maupun Formasi Kampungbaru di Sangasanga, Kalimantan Timur, penentuan pembobotan massa lereng perlu dikoreksi untuk menemukan sudut lereng yang paling aman. Meskipun pada akhirnya, pilihan penentuan sudut lereng yang aman, akan bergantung pula kepada aspek ekonomis dalam penambangan. Hasil koreksi SMR yang melibatkan nilai SMR berdasarkan peneliti terdahulu (Laubscher, Romana, Orr dan Hall) didapatkan rumus-persamaan, yaitu: 1) SMR = 68,22 ln(RMR) - 225,5 (untuk persamaan logaritmik); 2) SMR = 1,262RMR - 22,30 (untuk persamaan linier); 3) 0,082 RMR 1,580 (untuk persamaan power); dan 4) SMR = 9,191e0,029RMR (untuk persamaan eksponensial).
Co-Authors abdullah, Fajar Abu Abdillah Ali, Abu Abdillah Achmad Djumarma Wirakusumah Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adjat Sudradjat Adriansyah, Yan Agung Mulyo Agus Wiramsya Oscar Alpionisa, Salsabila Nur Ambar Yoganingrum Andriani, Tati Andriani, Tati Anggoro Tri Mursito Anggoro Tri Mursito APRILIAN, YOGA Arie Afriadi Asykarulloh, Abdul Wahid Aton Patonah Bakhtiar, Taufiq Bambang Sugiarto Basuki, Jodi Prakoso Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Bustomi, Zhafran Muhammad Asyam Chaniago, Aulia Eka P S Chen, Reynara Davin Dicky Muslim Dinata, Muhammad Nasheer Ramdan Dwi Purnomo Edi Tri - Haryanto, Edi Tri - Edi Tri Haryanto Edi Tri Haryanto -, Edi Tri Haryanto Eko Tri Sumarnadi Emi Sukiyah Emy Sukiyah Ersyari, Jodistriawan Euis Tintin Yuningsih Febri Hirnawan -, Febri Hirnawan Firmansyah, M. Nizar Geni - Dipatunggoro, Geni - Geni Dipatunggoro -, Geni Dipatunggoro Gilang Perwira Adi Hendarmawan Hendarmawan Heri Nurohman Heriwaseso, Anjar Herryal Zoelkarnain Anwar Heryadi Rachmat Imam Santosa Indra Permanajati, Indra Irvan Sophian Irvan Sophian -, Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Ismawan - Ismawan Ismawan, Ismawan Iyan Haryanto Jakah Jakah Jakah Jakah Jakah, Jakah Jhon Pengarapen Barus Jodistriawan Ersyari Johanes Hutabarat Jumhari Jumhari Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Lukman Muhammad Asri Luthfan H. Jihadi -, Luthfan H. Jihadi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. Luthfan Harisan Jihadi, Luthfan Harisan M Sapari Dwi Hadian M. Bey Anural -, M. Bey Anural MANIK, VITO ARISTO Mochamad Sapari Dwi Hadian Mubarak, Aziez Muhamad Ridwan Muhammad Bey Anural, Muhammad Bey Muhammad Kurniawan Alfadli Mursito, Anggoro Nadhirah Seraphine Nadhirah Seraphine Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nendi rohaendi NINGRUM, WIWIN JUNITA Noorika Retno Widuri Pajrin, Ulfia Sari Pradnya Paramarta Raditya Rendra Putra, Rafino Kurnia Putri, Revena Denia Rachmad Setijadi Raden Irvan Sophian Rahayu Robiana, Rahayu Rahmi, Nisa Shafira Muthia Ramsof, Rani Amalia Retnoningtyas, Widya Ika Reynara Davin Chen Ridwan Banda Rina Devnita Rizky Narendra Utomo, Rizky Narendra Rukmana, Yanwar Yusup Rulina Rachmawati Sabila, Zahra Syahida Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Shafira, Nisa Siahaan, Yakub Sidarto Sidarto Sihotang, Josua Washington Sondi Kuswaryan Sulastri, Murni Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Tati Andriani Taufiq, Mochamad Muslim Tono Hartono, Tono Tupan Tupan Ujang Hidayat Tanuwiria Ulhaque, Thaha Rizal Vijaya Isnaniawardhani Wicaksana, Kintan Adelia Arum Wicaksono, Danny Wiguna, Purwa Wiyatno Haryanto Yanwar Yusup Rukmana Yanwar Yusup Rukmana Yogi Prianda, Yogi Yohanes Tan, Yohanes Yuda, Himmes Fitra Yudhicara Yudhicara Yusi Firmansyah, Yusi Yusuf, Muhammad Farhan Yuyun Yuniardi