Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI MENGEMBANG TANAH LEMPUNG DI WILAYAH KAMPUNG CIGINTUNG, DESA CIMUNCANG, KECAMATAN MALAUSMA, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT Retnoningtyas, Widya Ika; Zakaria, Zufialdi; Sukiyah, Emi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.284 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v15i2.13398

Abstract

ABSTRAKDaerah penelitian di wilayah Majalengka, Provinsi Jawa Barat tersusun oleh batuan hasil endapan gunungapi tua (Qtvs), dan Formasi Kaliwangu (Tpkw). Hasil pelapukan batuan tersebut berupa tanah lempung dengan potensi mengembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat mengembang, dan bahaya yang ditimbulkan dari tanah lempung yang ada diwilayah penelitian berkaitan dengan gerakan tanah yang sering terjadi di wilayah ini. Tingkat potensi mengembang tanah lempung ini dapat dianalisis menggunakan data mekanika tanah, yaitu indek plastisitas dan persen lempung. Data mekanika tanah tersebut digunakan untuk menghitung nilai aktifitas dari lempung. Berdasarkan klasifikasi skempton nilai aktiftitas lempung yang didapat adalah 0,62 sampai 1,35. Jenis mineral lempung Illite dan Monmorilonite (Ca), dan tingkat potensi mengembang tinggi sampai sangat tinggi. Sedangkan berdasarkan klasifikasi Bowles dan Seed menunjukkan nilai aktifitas sebesar 0,79 sampai 1,80, dengan jenis mineral lempung Illite dan Monmorilonite, dan potensi mengembang tanah lempung ini adalah tinggi sampai sangat tinggi. Kata kunci: Potensi mengembang, lempung, nilai aktiftitas, indek plastisitas, persen lempung. ABSTRACTThe research area in Majalengka, West Java consist are older volcanic (Qvts) and Formation Kaliwangu (Tpkw). Result weathering of the rock is clay with potential to swelling. The purpose of this study is to determine the rate of swelling and the hazard potential at the area posed from clay. Swelling potential of this clay soil analyzed using by soil mechanical data with the index of plasticity and percentage of clay. The soil mechanical data used to calculate the activity value of clay. Based on skempton analysis results of analysis is 0.62 to 1.35, with Illite and Monmorilonite (Ca) clay minerals and swelling clay potential high up to very high. Based on the Bowles and seed classification showing activity values of 0.79 to 1.80, with the type of clay minerals Illite and Montmorillonite and swelling clay potential is high to very high. Keywords: Potential of Swelling, clay, value of activity, plastisity indeks, percent of clays.
GEOLOGI TEKNIK JATINANGOR: STUDI DAYADUKUNG TANAH BERDASARKAN PREDIKSI KADAR AIRTANAH UNTUK MENUNJANG ECO-CAMPUSS DI JATINANGOR Sophian, Irvan; Zakaria, Zufialdi; Prianda, Yogi; Utomo, Rizky Narendra
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 1 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v12i1.8360

Abstract

Research location at Rector Building area, Unpad Campus, Jatinangor. The study is a part of research of Jatinangor engineering geology. Strength prediction of soil bearing capacity for shallow foundation is performed by measuring the water content of the soil at four locations sampled. Based on the formula of Hirnawan & Zakaria (1991), a variable value of unit weight (γ)  = 1.73 T/M3; cohesion (c ) = 7.80 T/M2; and angle of friction= 13.69 degrees. The soil variables based on the value of water content by 43.85%. The result of soil bearing capacity (in dry conditions) around the ground surface of the rector building area is as follows: Type of foundations Square = 17,732 T/M2; Circular foundation type = 17,708 T/M2; Continuous foundation type = 13.714 T/M2. In wet conditions, the value of carrying capacity must be calculated again.
Potential Hazards of Erosion and Conservation Strategis in the Sail Sub-Watershed, Pekanbaru City, Riau Province, Indonesia Ramsof, Rani Amalia; Zakaria, Zufialdi; Irvan Sophian; Arie Afriadi
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 1 (2025): JGEET Vol 10 No 01 : March (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.1.20795

Abstract

Erosion in watershed area can be triggered by changes in land use, human activities, and cause increased sedimentation, flood risk, and environmental degradation, effective conservation measures are necessary to ensure its impact is reduced. To determine potential erosion hazards in Sail Sub-Watershed the method used is Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE), parameters include rainfall, soil erodibility, slope length and slope, and land cover and soil conservation. In addition, an analysis of permissible erosion and an erosion hazard index were carried out. The research results show that the level of erosion hazard is influenced by the value of the rain erosivity factor (R) of 2678.98 m with the wet rainfall classification. The soil erodibility factor (K) is dominated by cambisol soil types with a K value of 0.28 and podzolic with a K value of 0.20. The length and slope (LS) factors are dominated by flat topography with an LS value of 0.4. Meanwhile, the land cover and soil conservation (CP) factors mostly consist of open land, shrubs and plantations that have not received any conservation efforts. The erosion hazard level (TBE) in  ranges from moderate to very severe, indicating that the areas affected by erosion are predominantly due to the use of open land, such as at station 16. The erosion hazard index (EHI) varies from moderate to very high. As a land conservation effort, vegetative methods in the form of reforestation are recommended for open land, while terrace walls or wet masonry are recommended for agricultural land and plantations. In addition, conservation structures such as retaining walls, bench terraces, or stairs can be implemented on plantation land to reduce the danger of erosion.
IMPLIKASI KADAR AIRTANAH TERHADAP DAYADUKUNG TANAH DI WILAYAH GAMBIR DAN SEKITARNYA Yuda, Himmes Fitra; Zakaria, Zufialdi; Sukiyah, Emi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.017 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research area is in Gambir and surround it, Central Jakarta and West Jakarta municipality. The study to learn the characteristics of the soil in the research area. The relationship of water content and soil bearing capacity is known from secondary data of soil investigation at four locations sampled. Based on observations of four soil samples, the highest water content is in sample HF-3 at 68.28%, and the lowest water content is in sample HF-4 by 48%. Depend on the soil bearing capacity value, sample HF-3 has the lowest value, which is 2.64 T / M2. The highest soil bearing capacity value is found in the sample HF-4, which is 25.49 T / M2. Regression correlation test results showed that in dry conditions / low water content, the value of soil bearing capacity will be high, meanwhile in wet conditions, water levels will rise, so the value of the soil bearing capacity will be smaller than in dry conditions. Keywords : Soil bearing capacity, water content ABSTRAKLokasi penelitian berada pada wilayah Gambir dan sekitarnya, kotamadya Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Studi ini untuk mempelajari karakteristik tanah pada daerah penelitian. Hubungan kadar air dan daya dukung tanah diketahui dari data penyelidikan tanah di 4 lokasi sampel. Berdasarkan pengamatan dari 4 sampel tanah, nilai kadar air tertinggi adalah pada sampel HF-3 sebesar 68,28%,  nilai kadar air terendah adalah pada sampel HF-4 sebesar 48%. Jika dilihat dari nilai dayadukung tanah, sampel HF-3 memiliki nilai yang paling rendah, yaitu sebesar 2,64 T/M2. Nilai dayadukung tanah yang tertinggi ada pada sampel HF-4 sebesar 25,49 T/M2. Dari hasil uji regresi korelasi menunjukan bahwa pada kondisi kering/kadar air rendah, nilai dayadukung tanah akan besar, sementara pada kondisi basah, kadar air akan meningkat, sehingga nilai dayadukung tanah akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan kondisi kering. Kata Kunci : Dayadukung tanah, kadar air
ESTIMASI KONDISI GEOTEKNIK MELALUI METODE GEOLOGICAL STRENGTH INDEX (GSI) DI WEST EXTRACTION LEVEL TAMBANG DEEP ORE ZONE (DOZ) PT. FREEPORT INDONESIA Wicaksono, Danny; Zakaria, Zufialdi; Haryanto, Iyan; Wiguna, Purwa
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.157 KB)

Abstract

Tambang bawah tanah Deep Ore Zone (DOZ) merupakan salah satu tambang seri ambrukanyang terletak di distrik Ertsberg. DOZ berada pada area dataran tinggi Jayawijaya padakedalaman 1.45 kilometer dari permukaan tanah. Tambang DOZ memiliki variasi dankompleksitan Geologi yang tinggi sehingga menjadikan kondisi Geoteknik yang heterogen.Pendekatan geoteknik yang efektif menjadi faktor penting dalam perencanaan terowonganbawah tanah. Pendekatan perhitungan empiris berupa Geology Strength Index (GSI) dipiliholeh peneliti karena lebih banyak menggunakan sifat-sifat batuan yang lebih mudah dilihatdalam contoh inti batuan pengeboran. Modifikasi kuantitatif GSI dilakukan agar parameterparameteryang digunakan dapat dengan tepat dilihat dari inti batuan pengeboran. Hasil studidata pada daerah West Extraction DOZ memperlihatkan hubungan nilai modifikasi kualitatifGSI terhadap batuan dan alterasi dari selatan ke utara, dimana di bagian selatan nilai GSIpada umumnya bagus-sangat bagus (60-100) tetapi beberapa area yang memiliki strukturgeologi stockwork dengan alterasi serisit mengakibatkan penurunan nilai GSI hingga buruksedang(20-60). Batuan skarn memiliki kondisi yang bervariasi mengakibatkan sebaran nilaiGSI dengan range yang tinggi, Nilai GSI yang buruk tersebar pada bagian kontak batuan danalterasi skarn yang didominasi oleh mineral-mineral lempung. Bagian utara daerah telitianyaitu pada batuan sedimen didapatkan nilai GSI yang buruk menyebar dengan arah barattimur,area ini sangat dipengaruhi oleh struktur patahan dan kontak batuan sedimen denganbatuan intrusi maupun ubahan skarn. Blok model sebaran GSI memberikan masukan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merencanakan arah terowongan, biaya pembangunanterowongan dan penanggulangan bahaya dalam pembangunan terowongan.Kata kunci: Deep Ore Zone, Alterasi skarn, Geology Strength Index, Rock QualityDesignation.
MODEL ALIRAN BAHAN ROMBAKAN MENGGUNAKAN RAMMS PADA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA BATU NOVEMBER 2021 Kristiawan, Yohandi; Heriwaseso, Anjar; Firmansyah, M. Nizar; Sumaryono, Sumaryono; Muslim, Dicky; Zakaria, Zufialdi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.497

Abstract

Kejadian aliran bahan rombakan di Kota Batu, Jawa Timur melanda 3 (tiga) kecamatan di wilayah Kota Batu pada hari Kamis, 4 November 2021. Kejadian tersebut berada pada aliran anak Sungai Brantas di lereng selatan Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang. Bencana aliran bahan rombakan yang melanda wilayah Kota Batu dikontrol oleh luapan air akibat peningkatan volume air saat curah hujan tinggi dan adanya pembendungan di bagian hulu dari material bahan rombakan berupa kayu, bongkah batu dan material longsoran. Penyelidikan lapangan dan pemodelan numerik menjadi pendekatan yang signifikan dalam studi aliran bahan rombakan. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS). Input data RAMMS meliputi data Digital Elevation Model (DEM), volume, daerah inisiasi, densitas, kohesi, serta parameter gesekan μ (Mu) dan ξ (xi). Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis RAMMS menunjukkan bahwa parameter gesekan dan resolusi DEM sangat berpengaruh. Hasil model aliran bahan rombakan untuk μ : 0.04 dan xi : 500 secara umum mendekati dengan landaan aliran bahan rombakan 2021 dengan panjang landaan 4.85 km dan luas 238622.83 m2. Nilai parameter gesekan hasil pemodelan dapat dimanfaatkan untuk simulasi aliran bahan rombakan lain di kawasan selatan G. Arjuno Welirang untuk mengetahui potensi ancaman bahaya aliran bahan rombakan khususnya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur.Kata kunci: aliran bahan rombakan, Kota Batu, pemodelan, RAMMSABSTRACTThe debris flow disaster in Batu City, East Java hit 3 (three) sub-districts in the Batu City area on Thursday, November 4th, 2021. The debris flow occurred in a tributary of the Brantas River on the southern slope of the Arjuno Welirang Volcano Complex. The debris flow was controlled by water overflow due to increased water volume during high rainfall and dams upstream of the debris material consisting of wood, boulders, and landslide material. Field investigations and numerical modeling have become significant approaches in debris flow studies. Modeling was carried out using Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS) software. RAMMS data input includes Digital Elevation Model (DEM) data, volume, initiation area, density, cohesion, as well as friction parameters μ (Mu) and ξ (xi). The results of RAMMS modeling and analysis, show that the friction parameters and DEM resolution are very influential. The results of the debris flow model for μ: 0.04 and xi: 500 are generally close to the 2021 debris flow with a maximum distance of 4.85 km and an area of 238622.83 m2. The friction parameter values resulting from modeling can be used to simulate the flow of other debris in the southern area of Mt. Arjuno Welirang to determine the potential threat of debris flow, especially in the Batu City area, East Jawa in the future.Keywords: debris flow, Kota Batu, modeling, RAMMS
KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Rukmana, Yanwar Yusup; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Seraphine, Nadhirah
Jurnal Geosaintek Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur terutama gedung-gedung tinggi tidak terlepas dari penggunaan material logam/besi. Masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material logam adalah Korosi. Korosi yaitu degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam dengan lingkungan di sekitarnya termasuk tanah. Indikator utama yang sangat signifikan dalam menentukan klasifikasi korosi pada tanah yaitu nilai tahanan jenis, karena laju dari korosifitas merupakan fungsi dari konduktivitas listrik. Indikator lain yang berpengaruh terhadap klasifikasi korositas adalah karakteristik dari tanah itu sendiri. Pengambilan nilai tahanan jenis tanah pada penelitian ini mengacu pada ASTM G187-12. Karakteristik tanah lapukan vulkanik yaitu di dominasi oleh besar butir halus. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengujian di laboratorium, tanah di daerah penelitian berjenis Lanau dengan tingkat Plastisitas Rendah-Tinggi (MH-ML) serta Lempung dengan tingkat Plastisitas Tinggi (CH). Hasil analisis dari sebaran potensi korosifitas tanah di daerah penelitian menunjukkan bahwa tingkat korosifitas tanah berada pada tingkatan Sedang-Tinggi. Zona korosifitas tinggi pada sampel dengan kedalaman 0.5 m terkonsentrasi di sebelah barat laut, Pada sampel dengan kedalaman 1.0 m terkonsentrasi di sebelah tenggara, dan pada sampel dengan kedalaman 1.5m tersebar di seluruh daerah penelitian.
PERLINDUNGAN PETIR, SISTEM PENTANAHAN, DAN RESISTIVITAS TANAH: STUDI BIBLIOMETRIK Jakah, Jakah; Muslim, Dicky; Mursito, Anggoro; Zakaria, Zufialdi; Sumarnadi, Eko
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 42 No. 2 (2021): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.baca.v42i2.730

Abstract

Increased lightning intensity generally causes an increase in the level of hazards such as infrastructure damage and death. To mitigate these hazards, research is necessary. Research developments can be seen from the various literature published in journals or books. This study aimed to quantitatively assess the development of research on lightning protection, grounding systems, and soil resistivity. The bibliometric method is used by searching based on keywords in the Scopus basis data, then visualizing it using VOSviewer. The results showed that the total identified publications were 706 publications all years, the first publication in 1967 and the highest in 2014-2020 with 481 publications (68.1%). The countries that dominate are China and Brazil. Universidade Federal de Minas Gerais was the most productive institution, while Silverio Visacro was the most productive writer. Engineering and energy are the most widely written subjects, while topics related to multidisciplinary are still rare (0.2%). Electric Power Systems Research Journal is the top journal that publishes this research topic. The publication progress map based on co-occurrences consists of 9 clusters. The few research topics include electrical safety, substation, and backfill materials, while current topics include towers, wind turbines, bentonite, natural enhancement materials, and electromagnetic models.
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Andriani, Tati; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Oscar, Agus Wiramsya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12 No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Koreksi Smr Pada Desain Lereng Tambangterbuka Batubara Pada Formasi Balikpapan & Formasi Kampungbaru, Sangasanga,Kalimantan Timur Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7 No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v7i3.115

Abstract

Kajian desain lereng stabil dibutuhkan dalam eksploitasi tambang batubara, khususnya dalam sistem tambang terbuka. Penambangan memerlukan desain lereng dengan berbagai cara. Untuk menemukan lereng stabil secara cepat, digunakan pembobotan massa lereng (SMR, Slope Mass Rating) yang berdasarkan kepada pembobotan massa batuan (RMR, Rock Mass Rating). Pada titik lokasi yang longsor maupun rawan longsor, diperlukan kajian khusus mengenai kestabilan lereng dengan metode lain dan menggunakan perangkat lain. Pada formasi batuan yang mengandung lapisan material urai (loose) seperti pasir kuarsa pada Formasi Balikpapan maupun Formasi Kampungbaru di Sangasanga, Kalimantan Timur, penentuan pembobotan massa lereng perlu dikoreksi untuk menemukan sudut lereng yang paling aman. Meskipun pada akhirnya, pilihan penentuan sudut lereng yang aman, akan bergantung pula kepada aspek ekonomis dalam penambangan. Hasil koreksi SMR yang melibatkan nilai SMR berdasarkan peneliti terdahulu (Laubscher, Romana, Orr dan Hall) didapatkan rumus-persamaan, yaitu: 1) SMR = 68,22 ln(RMR) - 225,5 (untuk persamaan logaritmik); 2) SMR = 1,262RMR - 22,30 (untuk persamaan linier); 3) 0,082 RMR 1,580 (untuk persamaan power); dan 4) SMR = 9,191e0,029RMR (untuk persamaan eksponensial).
Co-Authors abdullah, Fajar Abu Abdillah Ali, Abu Abdillah Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adriansyah, Yan Agung Mulyo Agus Wiramsya Oscar Alam, Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alpionisa, Salsabila Nur Andriani, Tati Andriani, Tati APRILIAN, YOGA Arie Afriadi Asykarulloh, Abdul Wahid Aton Patonah, Aton Bakhtiar, Taufiq Basuki, Jodi Prakoso Bustomi, Zhafran Muhammad Asyam Chaniago, Aulia Eka P S Chen, Reynara Davin Dicky Muslim Emi Sukiyah Ersyari, Jodistriawan Euis Tintin Yuningsih Firmansyah, M. Nizar Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Heriwaseso, Anjar Imam Santosa Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Ismawan Ismawan, Ismawan Iyan Haryanto, Iyan Jakah, Jakah Johanes Hutabarat Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. Luthfan Harisan Jihadi, Luthfan Harisan MANIK, VITO ARISTO Mubarak, Aziez Muhammad Bey Anural, Muhammad Bey Muhammad Kurniawan Alfadli Mursito, Anggoro Nana Sulaksana NINGRUM, WIWIN JUNITA Pajrin, Ulfia Sari Pradnya Paramarta Raditya Rendra Putra, Rafino Kurnia Putri, Revena Denia Raden Irvan Sophian, Raden Irvan Rahmi, Nisa Shafira Muthia Ramsof, Rani Amalia Retnoningtyas, Widya Ika Rizky Narendra Utomo, Rizky Narendra Rukmana, Yanwar Yusup Sabila, Zahra Syahida Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Shafira, Nisa Siahaan, Yakub Sidarto Sidarto Sihotang, Josua Washington Sulastri, Murni Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Taufiq, Mochamad Muslim Ulhaque, Thaha Rizal Wicaksana, Kintan Adelia Arum Wicaksono, Danny Wiguna, Purwa Yogi Prianda, Yogi Yohanes Tan, Yohanes Yuda, Himmes Fitra Yusi Firmansyah, Yusi Yusuf, Muhammad Farhan