Mochamad Arief Soleh
Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Modifikasi Penggunaan Subsoil Melalui Penambahan Bahan Organik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Santi Rosniawaty; Asmi Maulina; Cucu Suherman; Mochamad Arief Soleh; Rija Sudirja
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v8i1.157

Abstract

Sub soil is soil under the top soil layer, with low fertility. The use of sub soil as an Arabica coffee seedling planting media needs to be considered because the top soil layer has been much reduced by erosion or run off. Needs modification in sub-soil soils to increase fertility. Increased sub soil fertility can be done using organic materials, both solid and liquid. Coffee seedling using the right planting media will determine the growth and production of coffee in the field later. The purpose of this study was to determine the use of subsoil growing media with the addition of organic material for the growth of Arabica coffee seeds. The experiment was conducted at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Sumedang Regency, in March to June 2019 with altitude of ± 780 meters above sea level. The experiment used a randomized block design (RBD) with 9 treatments repeated three times. The treatments are as follows: 100% topsoil; subsoil 100%; topsoil: chicken manure (2: 1); subsoil: chicken manure (1: 1); subsoil: chicken manure (2: 1); subsoil: chicken manure (3: 1); subsoil + 25% coconut water; subsoil + 50% coconut water; subsoil + 75% coconut water. The results showed that the modification of subsoil with the addition of organic matter affected the growth of Arabica coffee seedlings on stem diameter variables of 8 MST and leaf chlorophyll index of 16 MST. Subsoil media with the addition of chicken manure (3: 1) had a good effect on leaf chlorophyll index and subsoil media with 25% coconut water had a good effect on the diameter of Arabica coffee seedling stems. Subsoil can replace topsoil by adding organic matter. 
Implementation of Islamic Religious Value on Governance of Law and Environmental Issue Mochamad Arief Soleh; Tubagus Chaeru Nugraha; Otong Nurhilal; Asep Agus Handaka Suryana
Islamic Research Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Kajian Peradaban Islam
Publisher : Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.951 KB) | DOI: 10.47076/jkpis.v3i1.24

Abstract

Social environment is changing rapidly coincide with rapid change of human thinking in solving any problems. The thinking is underlying human activity in their life, so that it needs a guidance of thinking in facing every change in the life. Padjadjaran University (Unpad) as part of educational state has a guidance to support national development which is presented in principal scientific pattern (PSP) consisted of strengthen law and environmental issue. The rise opinions to restore Islamic religious values in the social order such as growing of Islamic banking system have proven its superiority at any challenges of finance problem. Therefore this paper tries to illustrate the superiority of Islamic values that are integrally introduced into PSP of Unpad's vision and mission. One of Islamic religious value has been listed in maqasid sharia is to maintaining human mind (Hifz Al Aql) in thinking and behavior and also to maintaining harmonious environment for good living. Hopefully, all of activities in the academic community of Unpad could be able to rely on Islamic PSP as a guidance in every academic activities, moreover to bring Islam blessings and prosperity for all (rahmatan lilalamiin) at the Unpad.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PETANI DALAM BUDIDAYA TANAMAN KOPI BERBASIS AGROFORESTRI Ahmad Thoriq; Wahyu K Sugandi; Rizky Mulya Sampurno; Mochamad Arief Soleh
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 17, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2020.17.3.209-219

Abstract

Coffee cultivation techniques play important roles in the productivity of coffee beans. This study aims to obtain information about knowledge and actions of farmers in coffee plantingin Genteng Village, Sukasari, Sumedang District. The research was conducted by direct survey method using a structured questionnaire to obtain primary data, while secondary data was obtained from government agencies. The data obtained were presented descriptively and analyzed using χ2 (chi-square). The results showed that most of the farmers (78%) had good knowledge oncoffee cultivation, while 18% of the farmers had moderate knowledge and 4% of the farmers had low knowledge. However, only 54% of the farmers took actions by applying recommended good coffee cultivation techniques. The level of knowledge of the farmers correlated with age and farming experience while farmer actions correlated with education level. The training contributed to increase in farmers' knowledge from 76% to 84.5%.
Peningkatan Konsentrasi CO2 dan Suhu menyebabkan Penurunan Laju Pembukaan Stomata serta Hasil Berat Kering Tanaman Kedelai Mochamad Arief Soleh; Makie Kokubun
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.414 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1164

Abstract

Fenomena global warming sejak dua dekade terakhir telah menyita waktu para peneliti tanaman untukmengevaluasi berbagai respon tanaman dalam ruang lingkup peningkatan CO2 dan temperatur. Peningkatankonsentrasi CO2 di atmosfer yang diikuti dengan peningkatan suhu akan menyebabkan perubahan respon tanamankearah penurunan produksi. Tanaman kedelai yang di tanaman di ruang terkendali dengan suhu 2°C dan konsentrasiCO2 200 ppm lebih tinggi dari keadaan ambient serta ditanam pada kondisi konsentrasi CO2 ambient sebesar 380 ppm.Tanaman kemudian dipindahkan bergantian dari CO2 tinggi ke CO2 ambient dan sebaliknya (A-E atau E-A). Responspembukaan stomata (gs) tanaman kedelai di rejim CO2 lebih tinggi cenderung menurun signifikan dari sebesar 1400mmol H2O·m-2·s-1 menjadi 700 mmol H2O·m-2·s-1 pada umur 4 HSP (hari setelah pindah) dibandingkan dengan rejimCO2 ambient. Lebih jauh respon stomata makin menurun drastis pada umur 32 HSP atau 80 HST (hari setelah tanam)di rejim CO2 lebih tinggi. Sebelum dipindahkan yaitu pada umur 48 HST bobot kering tanaman di rejim CO2 tinggilebih tinggi 33% dibanding di rejim ambient, sedangkan setelah dipindahkan dari rejim ambinet ke rejim CO2 tinggipad umur 81 HST perbedaan berat kering hanya sebesar 7%. Pada awal tumbuh di rejim CO2 tinggi tanaman mampumemanfaatkan kelebihan CO2 untuk berfotosintesis sehingga bobot kering tanaman meningkat signifikan namum padatahap lanjutan yaitu pada 32 HSP peningkatan bobot tanaman mejadi tidak signifikan menandakan ada mekanismedownregulation yaitu peningkatan CO2 tidak lagi mampu lagi meningkatkan laju fotosintesis namum sebaliknya.Downregulation ini ditandai dengan semakin menurunnya aktivitas pembukaan stomata, dan akan semakin buruk biladisertai oleh peningkatan suhu.Kata kunci: Konduktansi Stomata, Peningkatan CO2, Kedelai, downregulation.
Respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, dan asam humat Mira Ariyanti; Esnakelga Bernadetha Keliat; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty; Mochamad Arief Soleh
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.37975

Abstract

AbstrakPemberian pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi penggunaan secara terus menerus menyebabkan dampak kurang baik bagi tanaman dan lingkungan pertanaman. Penelitian ini berkaitan dengan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan pupuk hayati dan asam humat. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari – Juli 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan, yaitu (A) 10 g pupuk anorganik, (B) 10 g pupuk hayati, (C) 25 mL asam humat, (D) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (E) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (F) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat, (G) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (H) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (I) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1600 g kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan 10 g pupuk hayati mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, lilit batang, dan kandungan klorofil daun berturut-turut sebesar 62,67%, 25,88% dan  24,30% pada enam bulan setelah perlakuan.Kata Kunci: bibit kelapa sawit, kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, asam humat AbstractThe application of inorganic fertilizer is able to improve the plant growth, however, its application continuously stimulate negatice impact for both plant and environment. This research relates to the importance of using organic fertilizers in reducing the use of inorganic fertilizers as a step towards realizing sustainable oil palm plantations. This research aimed to determine the growth response of upper biomass of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings due to application of oil palm frond compost, biofertilizer and humic acid. The experiment was conducted at Ciparanje Field of Experiment, Padjadjaran University, from January until July 2020. Experiment design used was randomized block design (RDB) with nine treatments and each treatment was replicated three times. The treatments consisted of (A) 10 g inorganic fertilizer, (B) 10 g biofertilizer, (C) 25 mL humic acid, (D) 800 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (E) 800 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (F) 800 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid, (G) 1600 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (H) 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (I) 1600 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid. The results of this research showed that combination of 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer was able to increase plant height up to 62.67 %, the stem diameter up to 25.95 % and increased chlorophyll content up to 24.30 % at 6 months after treatment.Keywords: oil palm seedling, oil palm frond compost, biofertilizer, humic acid
Application of legume cover crop and various vermicompost dosages on young cinchona in the marginal area Yudithia Maxiselly; Mira Ariyanti; Mochamad Arief Soleh; Naufal Fikri
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.41634

Abstract

AbstractCinchona (Cinchona ledgeriana Moens) is one of the important medicinal plants that have the potential to cultivate as herbal medicine. This plant grows well in highland areas. Developing cinchona plants in the marginal area needs effort and modification techniques such as planting legume cover crop (LCC) to maintain the humidity and supply nutrition by fertilizing. Vermicompost is one of the organic fertilizers with rich nutrition to support plant growth. This research aimed to observe the effect of a combination of Mucuna bracteata as LCC and vermicompost dosage on young cinchona growth in a marginal area. This research was carried out from September 2019 to March 2020 at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) method, which consisted of 12 treatments which were a combination of legume cover crop (Mucuna bracteata) and vermicompost dosages (0 g, 200 g, 400 g, 600 g, 800 g, and 1000 g per plant), with four replications. The result showed that the doses of vermicompost fertilizer of 400 g per plant combined with M. bracteata as cover crop gave the highest value on the leaf number and stem diameter. In contrast, the best treatment for leaf chlorophyll content was 200 g per plant vermicompost without LCC planting. Thus, the application of vermicompost combined with the planting of Mucuna bracteata cover crop on young cinchona plants is strongly recommended.Keywords: Cinchona ledgeriana, Mucuna bracteata, organic fertilizer, plant growth. AbstrakTanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens) merupakan tanaman obat-obatan penting yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat bahan alam. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran tinggi. Penanaman kina di wilayah marjinal memerlukan berbagai modifikasi seperti pemberian tanaman penutup tanah (LCC) untuk mempertahankan kelembaban tanah dan pemenuhan nutrisi melalui pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh kombinasi dari penggunaan Mucuna bracteata sebagai LCC dan dosis pupuk kascing pada pertumbuhan tanaman kina belum menghasilkan di wilayah marjinal. Penelitian ini dilakukan sejak September 2019 hingga Maret 2020 di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan yang terdiri dari kombinasi tanaman penutup tanah (LCC) yaitu Mucuna bracteata dan pupuk kascing (0 g, 200 g, 400 g, 600 g, 800 g and 1000 g) per tanaman yang diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kascing 400 g/tanaman yang dikombinasikan dengan Mucuna bracteata menghasilkan jumlah daun dan diameter batang tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Sedangkan 200 g pupuk kascing tanpa LCC merupakan perlakuan dengan nilai klorofil daun tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan pupuk kascing yang dikombinasikan dengan Mucuna bracteata sebagai LCC dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kina belum menghasilkan.Kata Kunci: Cinchona ledgeriana, Mucuna bracteata, pupuk organik, pertumbuhan tanaman.
Model Persamaan Prediksi Produktivitas dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) di Kabupaten Karawang Akibat Perubahan Iklim Ramdhani; Ruminta; Tati Nurmala; Mochamad Arief Soleh
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v7i2.7031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model persamaan prediksi produktivitas dan produksi Kedelai (Glycine max L.) di Kabupaten Karawang akibat perubahan iklim. Data yang digunakan adalah data tehunan rerata suhu udara dan jumlah curah hujan dari stasion cuaca yang terdapat pada lokasi penelituan. Sedangkan data produktivitas dan produksi Kedelai tahunan menggunakan data yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara rerata suhu udara tahunan terhadap produksi kedelai sebesar 0,867 dan korelasi antara jumlah curah hujan tahunan terhadap produksi kedelai sebesar -0,56. Persamaan linier ganda yang menghubungkan produktivitas kedelai dengan rerata suhu udara dan jumlah curah hujan tahunan adalah. Ypt(i) = b0 + b1.X1 + b2.X2, dimana Ypt =produktivitas kedelai tahunan (tons/ha, X1 = jumlah curah hujan tahunan (mm/year, X2 = rerata suhu udara tahunan (oC), dan b0, b1, dan b2 =koefisien regresi linier berganda. Masing-masing sebesar b0 = -0.385, b1= -0.00026, and b2= 0.86. Persamaan prediksi produktivitas tahunan yang dihasilkan adalah Ypt = 0.0158 X – 29.996, dengan R2= 0,675, where X = tahun dan Ypt = produktivitasKedelai tahunan, dan persamaan prediksi produksi Kedelai tahunan yang dihasilkan adalah Yp = 221,98 X – 445973, with R2= 0,597, dimana X = tahun dan Yp = produksi Kedelai tahunan
EVALUASI PROGRAM BURUAN SAE KOTA BANDUNG DISERTAI PELATIHAN BERTANI SAYURAN MICROGREEN DI KELURAHAN PASIRWANGI Mochamad Arief Soleh; Cucu Suherman; Warid Ali Qasim
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.13-17.2022

Abstract

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung memiliki program andalan bernama Buruan Sae. Program ini telah berjalan selaman hampir dua tahun dengan pencapaian berbagai pencapian yang positif. Upaya yang harus dilakukan untuk mendukung keussksesan program tersebut adalah dengan cara melakukan evaluasi langsung dilapangan terhadap warga yang memiliki pekarangan (buruan) apakah program tersebut telah tersosialisasikan dengan daya dukung yang baik. Untuk melakukan evaluasi program Buruan Sae sekaligus meningkatkan daya dukung pengetahuan cara bertani sayuran maka telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat (PPM) di kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujung Berung Bandung. Dari hasil evaluasi melalui metode survey langsung dihasilkan data positif sebesar 90% responden telah mengetahui program Buruan Sae, dengan jumlah partisipasi aktif menanaman sebesar 75%. Sementara itu kondisi yang harus ditingkatkan adalah daya dukung pemerintah terhadap fasilitas dan sarana bertani karena masih terdapat 41% responden yang tidak merasakan daya dukung ada program tersebut. serta sebanyak 74% responded menghendaki daya dukung dalam bentuk pelatihan bertani untuk mensukseskan program Burusan Sae. Dalam rangka mendukung program Buruan Sae telah dilaksanakan pula penyuluhan teknik bertani diperkotaan (urban Farming) pada warga dengan bertani sayuran microgeen untuk menunjang perbaikan gizi dimasa pandemi Covid 19. Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi sekaligus pemahaman cara bercocok tanam sebesar 43% memahami sayuran microgeen untuk tujuan kesehatan. Sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 84% responden tidak mengetahui teknik danmanfaat bertanam sayuran microgreen. Kata kunci: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi ABSTRACT Food and Agricultural Agency of Bandung City has a flagship program called Buruan Sae. This program has been running for almost two years with various positive achievements. Some Efforts that must be made to support the success of the program are by conducting field evaluations of residents who have yards) whether the program has been socialized with good carrying capacity. To evaluate the Buruan Sae program while at the same time increasing the carrying capacity of knowledge on how to farm vegetables, a community service program (PPM) has been carried out in Kelurahan Pasirwangi, Ujung Berung, Bandung. From the results of the evaluation through the direct survey method, positive data was generated by 90% of respondents who knew about the Buruan Sae program, with 75% active participation in planting. Meanwhile, the condition that must be improved is the government's support for farming facilities and facilities because there are still 41% of respondents who do not feel the carrying capacity of the program. and 74% of respondents want support in the form of farming training to make the Burusan Sae program a success. To support the Buruan Sae program, urban farming techniques have also been carried out (urban farming) to residents by farming microgeen vegetables to support nutritional improvements during the Covid 19 pandemic. health. Whereas before the counseling was carried out, 84% of respondents did not know the techniques and benefits of growing microgreen vegetables. Keywords: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi
Pengaruh Bakteri Pelarut Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Pertanaman Kelapa Sawit TM-I Cucu Suherman; Arya Hanif Nugroho; Mochamad Arief Soleh
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.584

Abstract

Wide space among oil palm Mature Stage I (MS  I) plantations has a potential to be planted with soybean by using intercropped system. One type of soil in oil palm plantations in Indonesia is Inceptisol which generally has low P availability. Efforts possible to increase P availability are the applications of inorganic P fertilizer and phosphate solubilizing bacteria (PSB). This study aims to learn the effects of various inorganic P fertilizer and PSB doses on the growth and yield of soybean in oil palm MS I plantation and determine the effects of intercropping soybean on the growth and physiology of oil palm MS I. The research was conducted at Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, from February to May 2023. The study used randomized block design with seven treatments and four replications. Treatment consisted of different doses of Bacillus sp. and SP36 which included: 100% SP36, 50 kg/ha PSB + 25% SP36, 50 kg/ha PSB + 50% SP36, 50 kg/ha PSB + 75% SP36, 75 kg/ha PSB + 25% SP36, 75 kg/ha PSB + 50% SP36, and 75 kg/ha PSB + 75% SP36. Results showed PSB and P fertilizer had a significant effect on the dry weight of 100 seeds and leaf chlorophyll index of soybean. Dose of 50 kg/ha PSB + 50% SP36 increased the dry weight of 100 seeds by 3,99% and leaf chlorophyll index by 15,35%.
Pengaruh Bakteri Pelarut Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Pertanaman Kelapa Sawit TM-I Cucu Suherman; Arya Hanif Nugroho; Mochamad Arief Soleh
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.584

Abstract

Wide space among oil palm Mature Stage I (MS  I) plantations has a potential to be planted with soybean by using intercropped system. One type of soil in oil palm plantations in Indonesia is Inceptisol which generally has low P availability. Efforts possible to increase P availability are the applications of inorganic P fertilizer and phosphate solubilizing bacteria (PSB). This study aims to learn the effects of various inorganic P fertilizer and PSB doses on the growth and yield of soybean in oil palm MS I plantation and determine the effects of intercropping soybean on the growth and physiology of oil palm MS I. The research was conducted at Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, from February to May 2023. The study used randomized block design with seven treatments and four replications. Treatment consisted of different doses of Bacillus sp. and SP36 which included: 100% SP36, 50 kg/ha PSB + 25% SP36, 50 kg/ha PSB + 50% SP36, 50 kg/ha PSB + 75% SP36, 75 kg/ha PSB + 25% SP36, 75 kg/ha PSB + 50% SP36, and 75 kg/ha PSB + 75% SP36. Results showed PSB and P fertilizer had a significant effect on the dry weight of 100 seeds and leaf chlorophyll index of soybean. Dose of 50 kg/ha PSB + 50% SP36 increased the dry weight of 100 seeds by 3,99% and leaf chlorophyll index by 15,35%.