Claim Missing Document
Check
Articles

Respon beberapa klon bibit kina (Chinchona sp) asal setek sambung dua spesies di berbagai media tanam Maxiselly, Yudithia; Shohibboniawan, Ahmad; Sutari, Wawan; Wicaksana, Noladhi; Syahrian, Heri
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.878 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v16i3.14450

Abstract

Kina merupakan tanaman yang selama ini dimanfaatkan sebagai obat berbagai penyakit, seperti malaria dan jantung karena memiliki kandungan alkaloid yang beragam. Peningkatan produktifitas tanaman kina dibutuhkan untuk menunjang kuantitas dan kualitas obat bahan alam. Salah satu factor penting dalam kualitas tanaman kina adalah bahan tanam yang baik. Bahan tanam juga didukung dengan kecocokan media tanam. Media tanam yang selama ini digunakan pada pembibitan kina memiliki kendala di bobot media sehingga sulit untuk pendistribusian bibit. Penelitian ini bertujuan mencari media baru yang cocok untuk bahan tanam kina. Bahan tanam menggunakan 6 klon kina succi yang disambung dengan 1 jenis kina ledger pada 5 media tanam. Metode experiment menggunakan RAK sederhana yang diulang 2 kali. Pengamatan meliputi persentasi hidup, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah tunas yang diamati saat bibit kina berumur 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkanterdapat pengaruh pada presentasi hidup dan diameter batang. Klon 1, 4, dan 5 menunjukkan respon baik diberbagai media tanam pada variable tersebut Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi media yang dapat menggantikan media tanam kina yang selama ini digunakan. Kata Kunci : C.ledgeriana, C.succirubra, Fluff, Topsoil,
Respons konduktansi stomata beberapa genotipe tebu sebagai parameter toleransi terhadap stress abiotik Soleh, Mochamad Arief; Manggala, Ranu; Maxiselly, Yudithia; Ariyanti, Mira; Anjarsari, Intan Ratna Dewi
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.873 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v16i3.14455

Abstract

Peningkatan produksi tebu saat ini akan terhambat dengan adanya fenomena pemanasan global yang disertai dengan perubahan iklim hingga mempengaruhi sebaran air hujan.  Akibatnya musim hujan sering terjadi secara sporadis dan kurang dapat diprediksi. Di sisi lain kondisi lahan kebanjiran akibat genangan air berpotensi menyebabkan stress abiotik pada tanaman tebu yang secara langsung berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Salahsatu sifat fisiologis yang berkaitan erat dengan ketahanan stress abiotik adalah respons konduktansi stomata (gs) sebagai representatif proses metabolisme tanaman berupa fotosintesis. Beberapa varietas tebu ditanam dalam kondisi genangan air memperlihatkan perbedaan nilai gs dari 240 mmol H2O·m-2·s-1 untuk Kidang Kencana (KK) sebagai varietas lokal sampai 516 mmol H2O·m-2·s-1 untuk PS921 sebagai varietas terbarukan. Perbedaan respons gs ini selaras dengan peningkatan suhu kanopi tanaman pada perlakuan genangan dibanding tanaman tanpa genangan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi bagi para pemulia tanaman tebu dalam merakit tanaman yang lebih tahan stress abiotik berupa genangan air. Kata kunci: konduktansi stomata, tebu, cekaman abiotik, genangan.
Pemanfaatan beberapa jenis urin ternak sebagai pupuk organik cair dengan konsentrasi yang berbeda pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pembibitan utama Alvi, Bisri; Ariyanti, Mira; Maxiselly, Yudithia
Kultivasi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.514 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v17i2.16914

Abstract

Sari. Pembibitan merupakan tahapan awal dalam budidaya tanaman kelapa sawit, kualitas bibit akan mempengaruhi hasil yang akan diperoleh nantinya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit diantaranya adalah ketersediaan unsur hara yang dapat diperoleh dari pemberian pupuk anorganik dan organik. Pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi pupuk organik dapat merusak sifat tanah, sehingga diperlukan pupuk organik yaitu dengan memanfaatkan urin ternak sebagai pupuk organik cair, dengan menambahkan pupuk organik cair pada tanah, maka dapat membantu proses pertumbuhan tanaman karena pupuk organik cair urin ternak mengandung hormon pertumbuhan bagi tanaman serta mudah diserap tanaman. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, pada bulan September 2017 sampai bulan Februari 2018. Ordo tanah yang digunakan adalah Inceptisol. Tipe curah hujan menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson bertipe C dengan ketinggian tempat ±780 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan jumlah tanaman di setiap plot 2 tanaman. Perlakuan terdiri dari pemberian urin sapi, kambing dan kelinci dengan konsentrasi 40 mL/L air, 120 mL/L air dan 200 mL/L air, serta perlakuan kontrol (tanpa perlakuan) dan pemberian pupuk urea 3,3 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan urin ternak memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman, yang tercermin dari bobot kering tanaman. Perlakuan urin kambing konsentrasi 40 mL/L air dan 120 mL/L air cenderung berpengaruh baik terhadap bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan nisbah tajuk akar bibit kelapa sawit.Kata Kunci: urin ternak, urin sapi, urin kambing, urin kelinci, kelapa sawit. Abstract. Seedling is an initial stage in the cultivation of oil palm, seed quality will affect the results that will be obtained later. Factor affecting the growth of seedlings of which the availability of nutrients which can be obtained from inorganic and organic fertilizer. Application of inorganic fertilizer without an organic fertilizer balanced can be damage the nature of the soil, necessitating organic fertilizer the urine of livestocks as organic liquid, adding organic liquid fertilizer to the soil, can help the plants to growth because organic liquid fertilizer of livestocks urine contain growth hormone for plants and easily absorbed to the plants. The research was conducted in Experimental Station of Ciparanje, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Sumedang, from September 2017 to February 2018. Ordo of the soil used is Inceptisol. Precipitation type according to Schmidt and Fergusons classification of type C with ± 780 meters above sea level altitude. Experiment was using a randomized block design (RBD) with 11 treatments with 3 replications and the number of plants in each plot of 2 plants. The treatment consists the urine of cows, goats and rabbits with some concentration of 40 mL/L of water, 120 mL/L of water  and 200 mL/L of water as well as a comparison treatment, control (untreated) and the provision of urea fertilizer 3,3 g/plant. The results showed that the utilization some kinds of cattle urine provides a good effect on plant growth, which is reflected from the dry weight of the plant. Treatment goat’s urine concentration 40 mL/L of water and 120 mL/L of water tends to affect on the dry weight shoot, dry weight root, and shoot root ratio on seedling oil palm.Keywords: livestock urine, cow’s urine, goat’s urine, rabbit’s urine, oil palm.
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENGENALAN TANAMAN GANDUM DAN PRODUK-PRODUKNYA DI DESA ARJASARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Wicaksono, Fiky Yulianto; Maxiselly, Yudithia; Nurmala, Tati; Suherman, Putri Utami; Fauzan, Alfika; Nurdin, Andala Muhamad
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.638 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14740

Abstract

Desa Arjasari adalah sebuah desa yang berada di pegunungan yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Sebagian besar wilayah terdiri dari dari lahan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian warga adalah buruh tani dan petani. Salah satu masalah usaha tani di desa Arjasari adalah diversifikasi tanaman yang diusahakan dan ketidakmampuan petani untuk menanam tanaman selama musim kemarau. Gandum dapat dijadikan salah satu komoditas untuk diversifikasi dan relatif tahan terhadap kekeringan di daerah dengan kelembaban tinggi sehingga dapat ditanam di musim kemarau. Pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman gandum di masyarakat sehingga masyarakat tertarik mengembangkannya, diantaranya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegunaan tanaman gandum, teknik budidayanya, serta produk-produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan tanaman gandum, produk gandum, serta teknik budidayanya, dan pembuatan demplot partisipatif. Kuesioner dibagikan pada peserta penyuluhan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga November 2017. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan wanita tani. Respons masyarakat terhadap pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari sangat baik. Hal ini terlihat setelah penyuluhan bahwa masyarakat tertarik menanam gandum dan membuat produk-produk dari gandum. Variabel yang berhubungan dengan ketertarikan masyarakat mengembangkan gandum adalah umur, pengenalan produk sebelumnya, pernah tanam sebelumnya, dan minat menambah penghasilan. Kata kunci: gandum, arjasari, lahan kering
Pengaruh kerapatan naungan dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kemiri sunan (Reutealis trisperma (BLANCO) Airy Shaw) Nadiyah Mia Audina; Yudithia Maxiselly; Santi Rosniawaty
Kultivasi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.266 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i2.11901

Abstract

Intensitas cahaya matahari dan penyiraman tanaman memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta merupakan bahan baku proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan naungan dan frekuensi penyiraman yang optimal terhadap pertumbuhan bibit kemiri sunan. Penelitian ini telah dilakukan di kebun percobaan Ciparanje, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian tempat 725 meter di atas permukaan laut pada bulan November 2015 sampai Januari 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan empat ulangan. Petak utama adalah perlakuan kerapatan naungan yang terdiri dari tiga taraf yaitu: tanpa naungan, naungan 35% dan naungan 25%. Anak petak adalah perlakuan frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga taraf yaitu: sehari sekali, dua hari sekali dan tiga hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kerapatan naungan dengan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kemiri sunan. Tidak terdapat pengaruh mandiri terbaik dari faktor kerapatan naungan, namun terdapat pengaruh mendiri terbaik dari faktor frekuensi penyiraman yaitu pada taraf satu hari sekali dilihat dari komponen pertumbuhan diameter batang, jumlah daun, tinggi tanaman, indeks luas daun, bobot basah dan bobot kering kemiri sunan.Kata kunci : Kemiri Sunan, Frekuensi Penyiraman, Naungan
Respons tanaman gandum akibat pemberian sitokinin berbagai konsentrasi dan waktu aplikasi di dataran medium Jatinangor Fiky Yulianto Wicaksono; Asyifa Fiani Putri; Yuyun Yuwariah; Yudithia Maxiselly; Tati Nurmala
Kultivasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.86 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i2.13805

Abstract

SariPertumbuhan dan hasil gandum (Triticum aestivum L.) diketahui dapat ditingkatkan dengan pemberian sitokinin. Sitokinin berperan juga dalam menunda penuaan daun gandum dan mengurangi cekaman panas di dataran medium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi berbagai konsentrasi sitokinin dengan berbagai waktu aplikasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum. Penelitian menggunakan metode percobaan yang dilakukan di kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang mulai bulan November 2016 sampai dengan Februari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, sementara rancangan perlakuan adalah faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi sitokinin (3 taraf) dan waktu aplikasi (5 taraf). Semua perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi pada komponen panjang malai. Faktor konsentrasi sitokinin memberikan pengaruh mandiri pada jumlah gabah hampa, sementara waktu aplikasi memberikan pengaruh mandiri pada tinggi tanaman 6 minggu setelah tanam (MST), kandungan klorofil, dan jumlah gabah hampa. Panjang penyinaran yang pendek selama penelitian menyebabkan hasil tanaman tidak optimal. Penelitian lanjutan dapat dilakukan di panjang penyinaran ideal untuk memvalidasi penelitian ini. Kata kunci: gandum, sitokinin, konsentrasi, waktu aplikasi 
Respons konduktansi stomata beberapa genotipe tebu sebagai parameter toleransi terhadap stress abiotik Mochamad Arief Soleh; Ranu Manggala; Yudithia Maxiselly; Mira Ariyanti; Intan Ratna Dewi Anjarsari
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.873 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i3.14455

Abstract

Peningkatan produksi tebu saat ini akan terhambat dengan adanya fenomena pemanasan global yang disertai dengan perubahan iklim hingga mempengaruhi sebaran air hujan.  Akibatnya musim hujan sering terjadi secara sporadis dan kurang dapat diprediksi. Di sisi lain kondisi lahan kebanjiran akibat genangan air berpotensi menyebabkan stress abiotik pada tanaman tebu yang secara langsung berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Salahsatu sifat fisiologis yang berkaitan erat dengan ketahanan stress abiotik adalah respons konduktansi stomata (gs) sebagai representatif proses metabolisme tanaman berupa fotosintesis. Beberapa varietas tebu ditanam dalam kondisi genangan air memperlihatkan perbedaan nilai gs dari 240 mmol H2O·m-2·s-1 untuk Kidang Kencana (KK) sebagai varietas lokal sampai 516 mmol H2O·m-2·s-1 untuk PS921 sebagai varietas terbarukan. Perbedaan respons gs ini selaras dengan peningkatan suhu kanopi tanaman pada perlakuan genangan dibanding tanaman tanpa genangan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi bagi para pemulia tanaman tebu dalam merakit tanaman yang lebih tahan stress abiotik berupa genangan air. Kata kunci: konduktansi stomata, tebu, cekaman abiotik, genangan.
Pengaruh asam humat dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan tanaman kakao (Theobroma cacao L.) belum menghasilkan klon Sulawesi 1 Arkan Azis Kusuma; Santi Rosniawaty; Yudithia Maxiselly
Kultivasi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.247 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i1.19217

Abstract

Sari Permasalahan tanaman kakao di Indonesia adalah produktivitasnya rendah. salah satu penyebabnya akibat kekurangan nutrisi pada fase tanaman belum menghasilkan TBM. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pupuk organik, yaitu asam humat dan pupuk kandang sapi. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik (asam humat susulan dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan tanaman kakao klon Sulawesi 1 umur 7 bulan setelah tanam. Percobaan dilakukan dari bulan September sampai dengan Desember 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada ketinggian ± 752 m di atas permukaan laut (dpl). Tipe curah hujan di lokasi percobaan berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Fergusson adalah tipe C. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terdiri dari tanpa perlakuan pupuk organik; asam humat dengan konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 mL.L-1; dan pupuk kandang sapi dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 kg per lubang tanam. Pemberian asam humat dan pupuk kandang sapi tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman umur 8 – 12 minggu setelah perlakuan (MSP) dibandingkan dengan kontrol, sementara pupuk kandang sapi 10 kg meningkatkan jumlah daun umur 4 dan 12 MSP.  Kata Kunci: kakao, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), asam humat, pupuk kandang sapi Abstract.Problem of cocoa crops in Indonesia is low productivity. One of causes is lack of nutrients in the young plant. Effort to solve that problem is providing organic fertilizer, such as cattle manure and humic acid. This research aimed to find out effect of organic fertilizer (humic acid and cattle manure) on the growth of cocoa plants (Sulawesi 1 Clone), 7 months after planting. The experiment was conducted from September to December 2017 at Ciparanje Experimental Field of Agriculture Faculty, University of Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java at the altitude of ± 752 m above sea level (asl). The type of rainfall at the experimental site was type C, according to Schmidt and Fergusson classification. The experimental design used Randomized Block Design with nine treatments and three replications. The treatments consisted of no organic fertilizer treatment (control); humic acid at concentration of 5, 10, 15, and 20 mL.L-1; and cattle manure at doses of 5, 10, 15, 20 kg per planting hole. The result showed that organic fertilizers (humic acid and cattle manure) had same plant height with control, while cattle manure 10 kg increased number of leaves at 4 weeks after treatment (WAT) and 12 WAT. Keywords: cocoa, young plants, humic acid, cattle manureSari Permasalahan tanaman kakao di Indonesia adalah produktivitasnya rendah. salah satu penyebabnya akibat kekurangan nutrisi pada fase tanaman belum menghasilkan TBM. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pupuk organik, yaitu asam humat dan pupuk kandang sapi. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik (asam humat susulan dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan tanaman kakao klon Sulawesi 1 umur 7 bulan setelah tanam. Percobaan dilakukan dari bulan September sampai dengan Desember 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada ketinggian ± 752 m di atas permukaan laut (dpl). Tipe curah hujan di lokasi percobaan berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Fergusson adalah tipe C. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terdiri dari tanpa perlakuan pupuk organik; asam humat dengan konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 mL.L-1; dan pupuk kandang sapi dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 kg per lubang tanam[a1] . Pemberian asam humat dan pupuk kandang sapi tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman umur 8 – 12 minggu setelah perlakuan (MSP) dibandingkan dengan kontrol, sementara pupuk kandang sapi 10 kg meningkatkan jumlah daun umur 4 dan 12 MSP.  Kata Kunci: kakao, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), asam humat, pupuk kandang sapi [a1] Kg  per …?
Pengaruh Konsentrasi Benzyl Amino Purine terhadap Pertumbuhan Beberapa Klon Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) O. Kuntze) Belum Menghasilkan di Dataran Rendah Indah Ayuningsari; Santi Rosniawaty; Yudithia Maxiselly; Intan Ratna Dewi Anjarsari
Kultivasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.954 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i2.12609

Abstract

Pertumbuhan tanaman teh (Camellia sinensis L.) O. Kuntze) di dataran rendah dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik berupa klon unggul dan faktor lingkungan berupa aplikasi hormon eksogen diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman teh belum menghasilkan (TBM) di dataran rendah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan. Klon sebagai petak utama yang terdiri dari GMB 4, GMB 7, GMB 9, dan GMB 11. Konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP) sebagai anak petak yang terdiri dari 0 ppm, 30 ppm, 60 ppm, 90 ppm, dan 120 ppm. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara klon dan konsentrasi BAP terhadap pertambahan diameter batang pada 4 MSP. Konsentrasi BAP 60 ppm berpengaruh paling baik terhadap diameter batang dan jumlah tunas pada 2 MSP. Klon GMB 4 menunjukan hasil terbaik terhadap jumlah tunas.Kata kunci       : TBM, Klon GMB, BAP
Pemanfaatan jenis-jenis pisang (banana dan plantain) lokal Jawa Barat berbasis produk sale dan tepung T. K. Putri; D. Veronika; Ade Ismail; Agung Karuniawan; Yudithia Maxiselly; Aep Wawan Irwan; Wawan Sutari
Kultivasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.199 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i2.12074

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura (buah) yang dapat dimakan langsung atau diolah. Pisang merupakan buah yang tidak tahan lama, oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk menjadikannya lebih tahan lama adalah diolah menjadi sale dan tepung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan beberapa jenis pisang untuk sale atau tepung. Pengujian dilakukan secara organoleptik (uji deskripsi dan uji hedonik) beberapa sampel sale dan tepung pisang. Jumlah panelis yaitu lima orang yang diambil secara acak. Hasil yang diperoleh adalah sale yang terbuah dari pisang Siem/Kepok pada sampel 2 memiliki rasa manis, aroma khas, dan tekstur yang disukai oleh panelis yang berjumlah 5 orang.Kata kunci : Olahan pisang ∙ Sale ∙ Tepung
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Adirek Rugkong Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Ahmad Shohibboniawan Alfika Fauzan Alvi, Bisri Andala Muhamad Nurdin Andala Muhamad Nurdin Anindya, Nisrina Arkan Azis Kusuma Asyifa Fiani Putri Asyifa Fiani Putri, Asyifa Fiani Bayu Adji Purwoko Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Citra Bakti, Citra Cucu Suherman D Ustari D Ustari, D D. Veronika D. Veronika, D. Dedi Ruswandi Dewi, Ajeng Putri Kusuma Dinda Rachmatis Sa'adah Erni Suminar Fadhillah Laila, Fadhillah Farida Damayanti Fauzan, Alfika Fauzzan, Cep Ikal Ferrani Riefalina Nafy Fiky Yulianto Wicaksono Gina Savana Sarsan Hanan, Hanan Hemustra, Tera Heri Syahrian Heri Syahrian Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hutapea, Dedi Hutapea, Dedi Hutapea Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Intan Ratna Dewi Anjarsari Khalisha, Ana Khamaliyah, Siti Dawilla Leni Nuraeni M. I. Janitra M. I. Janitra, M. I. M.Arief Soleh Manggala, Ranu Maulana , Haris Maulana, Haris Mira Ariyanti Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Muhamad Khais Prayoga Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Naufal Fikri Noladhi Wicaksana Novanda Sari, Dwi Nur, Muhammad Razky Nurdin, Andala Muhamad Nurmahmudin, Akmal Oviyanti Mulyani Pisamai Anusornwanit Prayoga, Muhammad Khais Purdianty, Amalia Purwoko, Bayu Adji Putri Utami Suherman Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Rawee Chiarawipa Ridwan, Kirani Agustina Irianti Sa'adah, Dinda Rachmatis Samuel, Joshua Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Sari, Dwi Novanda Sevia, Diana Agni Shabrina, Rahmaini Afifah Shohibboniawan, Ahmad Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Simanjuntak, Geraldine Putri Nabasa SIska Rasiska, SIska Sitanggang, Angelique Lidya Suherman, Putri Utami Sukarno, Chayarannisa Fachira SYLVIA PUSPA HARJANTI T. K. Putri T. K. Putri, T. K. Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Vitria Puspitasari Rahadi Wahyudin, Abdillah Azzam Wawan Sutari Wiharti, Nabila Ragil Wulandari, Ela Hasri Y.H., Anne Yani Maharani, Yani Yudha Arief Chandra Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulaicho, Zulaicho