Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan hasil padi hitam yang diberi chlormequat chloride di lahan basah pada musim kemarau Fiky Yulianto Wicaksono; Andala Muhamad Nurdin; Aep Wawan Irwan; Yudithia Maxiselly; Tati Nurmala
Kultivasi Vol 18, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.637 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i3.20439

Abstract

Padi hitam merupakan varietas padi yang mengandung pigmen antosianin paling tinggi. Permasalahan budidaya padi hitam yang dikeluhkan oleh petani adalah tanaman terlalu tinggi. Tanaman yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman rebah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek retardan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi hitam sehingga tidak terlalu tinggi, namun masih memiliki produktivitas yang tinggi. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang mulai bulan Maret sampai dengan September 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Retardan yang diberikan adalah chlormequat chloride (CCC) dengan konsentrasi 1500 ppm. Perlakuan merupakan waktu aplikasi retardan, terdiri dari: tanpa aplikasi (kontrol), aplikasi retardan pada saat vegetatif aktif, pemanjangan batang maksimum, jumlah anakan maksimum, dan inisiasi bunga. Semua perlakuan diulang 4 kali. Pengamatan dilakukan pada komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi CCC tidak memberikan perbedaan nyata terhadap komponen pertumbuhan, namun meningkatkan beberapa komponen hasil. Waktu aplikasi CCC saat jumlah anakan maksimum atau akhir fase vegetatif memberikan jumlah malai dan indeks panen lebih tinggi dibandingkan kontrol.Kata kunci: Padi hitam, retardan, sawahAbstractBlack rice is a rice variety that contains the highest anthocyanin pigment. One of the problem of black rice cultivation is the plant height. The plant is too high so it cause plant lodging and decrease yield. This study aims to determine effect of retardant on growth and yield of black rice so the plants are not too high, but still have high productivity. The study used experimental method, that conducted at Ciparanje experimental station, Faculty of Agriculture, University of Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, from March to September 2018. Experimental design used randomized block design. Retardant given was chlormequat chloride (CCC) with a concentration of 1500 ppm. The treatment was application time of CCC in several growth stages, that consisted of: without application (control), application at active vegetative phase, maximum stem length, maximum number of tillers, and flower initiation. All treatments were replicated 4 times. It observed growth and yield component. The results showed that application of CCC gave no significant effect on growth component, but increased some yield component. Chlormequat chloride application at maximum number of tillers or end of vegetative stage gave number of panicle and harvest index that was higher than control.Keywords: Black rice, retardant, lowland rice 
Skrining fitokimia cangkang dan kulit batang tanaman jengkol asal Ciamis Jawa Barat sebagai inisiasi obat diabetes mellitus berbahan alam Yudithia Maxiselly; Ade Ismail; Santi Rosniawaty; Intan Ratna Dewi Anjarsari
Kultivasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.791 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i2.12069

Abstract

Pengembangan obat bahan alam semakin meningkat karena mempertimbangkan pola masyarakat yang kini lebih memilih hidup back to nature.Jengkol merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai obat bahan alam. Kandungan jengkol yang bermanfaat yaitu asam amino, vitamin, mineral, juga zat lain seperti saponin, flavonoid, dan tannin sangat dibutuhkan manusia. Potensi jengkol lainnya adalah mampu menurunkan kadar gula dalam darah sehingga dapat mencegah penyakit Diabetes Mellitus (DM). Bagian jengkol yang diteliti memiliki zat antidiabetes adalah kulit batang, cangkang buah dan bijinya. Penelitian ini bertujuan melihat kandungan fitokimia pada cangkang dan kuit batang jengkol asal Ciamis Jawa Baratyang telah berhasil dikoleksi oleh Laboratorium Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padja-djaran sebagai tahap awal untuk dikembang-kannya jengkol sebagai salah satu obat bahan alam. Penelitian dilakukan pada November 2013 – Januari 2014 di Laboratorium Farmasi Unpad dengan menggunakan 12 sampel yang terdiri dari bagian cangkang dan kulit batang jengkol. Hasil pengujian menunjukan terdapat variasi dari kandungan fitokimia yang ada pada cangkang dan kulit batang jengkol. Sepuluh dari dua belas sampel memiliki kandungan fenolat dan terpenoid sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan alam yang salah satunya berfungsi  untuk menurunkan kadar gula darah. Kandungan lainnya yang terkandung pada sampel yang diuji adalah alkaloid, saponin, kuinon, dan flavonoid yang juga merupakan metabolit sekunder pada tanaman. Kata kunci : Jengkol ∙ Kandungan fitokimia ∙ Jawa Barat
Pemanfaatan beberapa jenis urin ternak sebagai pupuk organik cair dengan konsentrasi yang berbeda pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pembibitan utama Bisri Alvi; Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly
Kultivasi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.514 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i2.16914

Abstract

Sari. Pembibitan merupakan tahapan awal dalam budidaya tanaman kelapa sawit, kualitas bibit akan mempengaruhi hasil yang akan diperoleh nantinya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit diantaranya adalah ketersediaan unsur hara yang dapat diperoleh dari pemberian pupuk anorganik dan organik. Pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi pupuk organik dapat merusak sifat tanah, sehingga diperlukan pupuk organik yaitu dengan memanfaatkan urin ternak sebagai pupuk organik cair, dengan menambahkan pupuk organik cair pada tanah, maka dapat membantu proses pertumbuhan tanaman karena pupuk organik cair urin ternak mengandung hormon pertumbuhan bagi tanaman serta mudah diserap tanaman. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, pada bulan September 2017 sampai bulan Februari 2018. Ordo tanah yang digunakan adalah Inceptisol. Tipe curah hujan menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson bertipe C dengan ketinggian tempat ±780 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan jumlah tanaman di setiap plot 2 tanaman. Perlakuan terdiri dari pemberian urin sapi, kambing dan kelinci dengan konsentrasi 40 mL/L air, 120 mL/L air dan 200 mL/L air, serta perlakuan kontrol (tanpa perlakuan) dan pemberian pupuk urea 3,3 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan urin ternak memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman, yang tercermin dari bobot kering tanaman. Perlakuan urin kambing konsentrasi 40 mL/L air dan 120 mL/L air cenderung berpengaruh baik terhadap bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan nisbah tajuk akar bibit kelapa sawit.Kata Kunci: urin ternak, urin sapi, urin kambing, urin kelinci, kelapa sawit. Abstract. Seedling is an initial stage in the cultivation of oil palm, seed quality will affect the results that will be obtained later. Factor affecting the growth of seedlings of which the availability of nutrients which can be obtained from inorganic and organic fertilizer. Application of inorganic fertilizer without an organic fertilizer balanced can be damage the nature of the soil, necessitating organic fertilizer the urine of livestocks as organic liquid, adding organic liquid fertilizer to the soil, can help the plants to growth because organic liquid fertilizer of livestocks urine contain growth hormone for plants and easily absorbed to the plants. The research was conducted in Experimental Station of Ciparanje, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Sumedang, from September 2017 to February 2018. Ordo of the soil used is Inceptisol. Precipitation type according to Schmidt and Ferguson's classification of type C with ± 780 meters above sea level altitude. Experiment was using a randomized block design (RBD) with 11 treatments with 3 replications and the number of plants in each plot of 2 plants. The treatment consists the urine of cows, goats and rabbits with some concentration of 40 mL/L of water, 120 mL/L of water  and 200 mL/L of water as well as a comparison treatment, control (untreated) and the provision of urea fertilizer 3,3 g/plant. The results showed that the utilization some kinds of cattle urine provides a good effect on plant growth, which is reflected from the dry weight of the plant. Treatment goat’s urine concentration 40 mL/L of water and 120 mL/L of water tends to affect on the dry weight shoot, dry weight root, and shoot root ratio on seedling oil palm.Keywords: livestock urine, cow’s urine, goat’s urine, rabbit’s urine, oil palm.
Pola penyebaran tanaman jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) di Jawa Barat bagian selatan berdasarkan karakter morfologi Yudithia Maxiselly; D Ustari; Ade Ismail; Agung Karuniawan
Kultivasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.643 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i1.12007

Abstract

Jawa Barat bagian selatan memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan di Jawa Barat bagian selatan adalah tanaman jengkol (Pithecellobium Jiringa (Jack) Prain.). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai pola penyebaran tanaman jengkol di Jawa Barat bagian selatan. Penelitian dilakukan dari bulan November sampai bulan Desember 2013. Lokasi survey meliputi beberapa desa di kabupaten Ciamis, kabupaten Tasikmalaya, dan kabupaten Garut dengan menggunakan metode eksplorasi dan penentuan lokasi secara purposive sampling. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi dengan metode karakterisasi in situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Analisis Komponen Utama (Principle Component Analysis) terdapat pola penyebaran yang acak atau tidak spesifik wilayah pada aksesi-aksesi jengkol yang dikoleksi dari Jawa Barat Selatan. Terdapat 3 aksesi jengkol yaitu JG 3, JG 7 dan JG 10 yang mengelompok berbeda dengan aksesi-aksesi jengkol yang lain diakibatkan karakter bentuk bunga, posisi bunga, dan lingkar buah yang merupakan karakter paling berkontribusi pada variasi jengkol di Jawa Barat bagian Selatan. Kata kunci: Analisis komponen utama ∙ Jengkol ∙ Purposive sampling 
Respons pertumbuhan tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) dengan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik berbeda dosis Mira Ariyanti; Mochamad Arief Soleh; Yudithia Maxiselly
Kultivasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.75 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i1.11543

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) adalah salah satu tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi dan potensial untuk terus dikembangkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas aren di Indonesia adalah dengan  pemupukan. Pupuk anorganik yang lazim diaplikasikan pada tanaman aren  memiliki kecenderungan untuk merusak kualitas tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk  untuk mengembalikan kesehatan tanah dengan cara mengimbangi pemberian pupuk anorganik dengan pupuk organik. Penelitian ini  dilakukan di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Oktober 2016 - Desember  2016. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok terdiri dari enam kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan meliputi  tanpa pupuk, pupuk organik 100%, pupuk anorganik 100%, 25% pupuk organik + 75% pupuk anorganik, 50% pupuk organik + 50% pupuk anorganik, dan 75% pupuk organik + 25% pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 25% - 50% pupuk organik yang dikombinasikan dengan 50%-75% pupuk anorganik berpengaruh baik terhadap pertumbuhan aren TBM terutama pada parameter rata-rata pertambahan tinggi tanaman, rata-rata pertambahan lilit batang dan rata-rata pertambahan jumlah daun. Kata Kunci : Aren,  pupuk anorganik, pupuk organik
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Sintetik terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Klon GMB 7 setelah Centering Silfiya Amaliyana Saefas; Santi Rosniawaty; Yudithia Maxiselly
Kultivasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.375 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i2.12591

Abstract

Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang memiliki organ target pucuk. Tanaman teh dapat ditingkatkan pertumbuhannya dengan  pemeliharaan berupa centering dan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin pada fase TBM. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi zat pengatur tumbuh alami atau sintetik yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman teh klon GMB 7 setelah centering. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 sampai Maret 2017 di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini menguji beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin, yaitu air kelapa sebagai ZPT alami pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan Benzil Amino Purin (BAP) sebagai ZPT sintetik pada konsentrasi 60 ppm, 90 ppm dan 120 ppm yang diaplikasikan pada tanaman teh klon GMB 7. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh berupa BAP dengan dengan konsentrasi 60 ppm, 90 ppm dan 120 ppm memberikan hasil terbaik dalam pertambahan jumlah daun (4 MSP), sementara BAP kosentrasi 60 ppm dan 120 ppm memberikan hasil positif terhadap pertambahan jumlah tunas (4, 6, 10 dan 12 MSP).
Respon beberapa klon bibit kina (Chinchona sp) asal setek sambung dua spesies di berbagai media tanam Yudithia Maxiselly; Ahmad Shohibboniawan; Wawan Sutari; Noladhi Wicaksana; Heri Syahrian
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.878 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i3.14450

Abstract

Kina merupakan tanaman yang selama ini dimanfaatkan sebagai obat berbagai penyakit, seperti malaria dan jantung karena memiliki kandungan alkaloid yang beragam. Peningkatan produktifitas tanaman kina dibutuhkan untuk menunjang kuantitas dan kualitas obat bahan alam. Salah satu factor penting dalam kualitas tanaman kina adalah bahan tanam yang baik. Bahan tanam juga didukung dengan kecocokan media tanam. Media tanam yang selama ini digunakan pada pembibitan kina memiliki kendala di bobot media sehingga sulit untuk pendistribusian bibit. Penelitian ini bertujuan mencari media baru yang cocok untuk bahan tanam kina. Bahan tanam menggunakan 6 klon kina succi yang disambung dengan 1 jenis kina ledger pada 5 media tanam. Metode experiment menggunakan RAK sederhana yang diulang 2 kali. Pengamatan meliputi persentasi hidup, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah tunas yang diamati saat bibit kina berumur 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkanterdapat pengaruh pada presentasi hidup dan diameter batang. Klon 1, 4, dan 5 menunjukkan respon baik diberbagai media tanam pada variable tersebut Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi media yang dapat menggantikan media tanam kina yang selama ini digunakan. Kata Kunci : C.ledgeriana, C.succirubra, Fluff, Topsoil,
Pertumbuhan dan hasil gandum (Triticum aestivum L.) yang Diberi perlakuan pupuk silikon dengan dosis yang berbeda di dataran medium Jatinangor Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Oviyanti Mulyani; M. I. Janitra
Kultivasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.391 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i3.11770

Abstract

Pemberian silikat diketahui dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, stabilitas membran sel, dan kandungan klorofil meningkat sehingga dapat mengatasi cekaman panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis silikon yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum yang maksimum di dataran medium. Percobaan dilakukan sejak Maret hingga Agustus 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian tempat yaitu ± 750 m di atas permukaan laut. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 7 perlakuan dosis pupuk silika yang diulang 3 kali. Perlakuan terdiri dari 0, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 kg ha-1. Perbedaan nilai rata-rata taraf diuji dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk silika berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan tanpa pupuk silika, dilihat dari tinggi tanaman, jumlah anakan, persentase gabah isi, bobot 100 butir, bobot biji, dan kandungan gluten. Dosis pupuk silika yang paling baik bagi pertumbuhan dan hasil adalah 250 kg ha-1. Kata kunci: gandum,silikon, dataran medium
KERAGAMAN GENETIK 16 PLASMA NUTFAH KENTANG HITAM (Solenostemon rotundifolius (Poir.) J. K. Morton) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN AGRONOMI DI JATINANGOR Leni Nuraeni; Citra Bakti; Yudithia Maxiselly; Agung Karuniawan
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6865

Abstract

Kegiatan pemuliaan tanaman terhadap plasma nutfah kentang hitam di Indonesia belum berkembang Pemuliaan kentang hitam baru hanya sebatas perbanyakan dalam kultur jaringan, sedangkan untuk analisis keragaman genetik kentang hitam di Indonesia berdasarkan karakter morfologi dan karakter hasil belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang keragaman genetik pada 16 aksesi kentang hitam asal Indonesia berdasarkan karakter morfologi dan agronominya. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Oktober 2010 – Juli 2011 Materi genetik yang digunakan berupa stek dari 16 aksesi kentang hitam. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak dua kali. Keragaman yang diperoleh dari dendogram menunjukan jarak euclidian  0,71 – 3,39. Dari analisi PCA yang didapatkan bahwa terdapat 20 karakter yang mempengaruhi variasi pada populasi kentang hitam. Sedangkan pada grafik biplot  terdapat satu kelompok aksesi yang memiliki kemiripan yang jauh dari kelompok aksesi yang lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa keragaman genetik dari 16 aksesi kentang hitam luas dengan 20 karakter yang mempengaruhi variasi pada populasi kentang hitam.
KERAGAMAN GENETIK 27 AKSESI GANYONG (Canna edulis Kerr.) ASAL JAWA BARAT DI JATINANGOR Fadhillah Laila; Farida Damayanti; Yudithia Maxiselly; Agung Karuniawan
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i2.6852

Abstract

Ganyong (C.edulis Kerr)  adalah  tanaman herba yang berasal dari Amerika  Selatan. Di Indonesia ganyong sudah dibudidayakan teratur di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, dan Lampung. Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran memiliki 27 aksesi ganyong yang merupakan hasil eksplorasi di daerah Jawa Barat dimana keragaman genetiknya belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman genetik 27 aksesi ganyong asal Jawa Barat di Jatinangor untuk mempermudah proses seleksi. Analisis hubungan kekerabatan mengunakan Analisis Komponen Utama (Principle Component Analysis/ PCA) dan NTSYS ver 2.10s. Percobaan dilakukan sejak bulan Maret 2010 sampai dengan Februari 2011 di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 27 aksesi ganyong sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Berdasarkan hasil analisis NTSYS dapat dilihat dari jarak Euclidian 1.09-5.86 menunjukkan bahwa variabilitas genotip dari 27 aksesi ganyong luas. Dari analisis PCA didapat hasil 15 karakter dari 24 karakter yang diamati mempengaruhi pola variasi dalam keragaman genetik. Dilihat dari gambar biplot terdapat satu aksesi yaitu aksesi 133 yang memilki kekerabatan yang jauh dibandingkan dengan keseluruhan aksesi. 
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Adirek Rugkong Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Ahmad Shohibboniawan Alfika Fauzan Alvi, Bisri Andala Muhamad Nurdin Andala Muhamad Nurdin Anindya, Nisrina Arkan Azis Kusuma Asyifa Fiani Putri Asyifa Fiani Putri, Asyifa Fiani Bayu Adji Purwoko Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Citra Bakti, Citra Cucu Suherman D Ustari D Ustari, D D. Veronika D. Veronika, D. Dedi Ruswandi Dewi, Ajeng Putri Kusuma Dinda Rachmatis Sa'adah Erni Suminar Fadhillah Laila, Fadhillah Farida Damayanti Fauzan, Alfika Fauzzan, Cep Ikal Ferrani Riefalina Nafy Fiky Yulianto Wicaksono Gina Savana Sarsan Hanan, Hanan Hemustra, Tera Heri Syahrian Heri Syahrian Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hutapea, Dedi Hutapea, Dedi Hutapea Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Intan Ratna Dewi Anjarsari Khalisha, Ana Khamaliyah, Siti Dawilla Leni Nuraeni M. I. Janitra M. I. Janitra, M. I. M.Arief Soleh Manggala, Ranu Maulana , Haris Maulana, Haris Mira Ariyanti Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Muhamad Khais Prayoga Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Naufal Fikri Noladhi Wicaksana Novanda Sari, Dwi Nur, Muhammad Razky Nurdin, Andala Muhamad Nurmahmudin, Akmal Oviyanti Mulyani Pisamai Anusornwanit Prayoga, Muhammad Khais Purdianty, Amalia Purwoko, Bayu Adji Putri Utami Suherman Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Rawee Chiarawipa Ridwan, Kirani Agustina Irianti Sa'adah, Dinda Rachmatis Samuel, Joshua Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Sari, Dwi Novanda Sevia, Diana Agni Shabrina, Rahmaini Afifah Shohibboniawan, Ahmad Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Simanjuntak, Geraldine Putri Nabasa SIska Rasiska, SIska Sitanggang, Angelique Lidya Suherman, Putri Utami Sukarno, Chayarannisa Fachira SYLVIA PUSPA HARJANTI T. K. Putri T. K. Putri, T. K. Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Vitria Puspitasari Rahadi Wahyudin, Abdillah Azzam Wawan Sutari Wiharti, Nabila Ragil Wulandari, Ela Hasri Y.H., Anne Yani Maharani, Yani Yudha Arief Chandra Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulaicho, Zulaicho