Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI 4 RUMAH SAKIT DI KOTA SEMARANG Yuli Hendra; Margo Utomo; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.909 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

Latar Belakang: APD adalah salah satu pelindung radiografer dari bahaya efek radiasi. Berdasarkan  pengamatan masih banyak radiografer yang belum patuh menggunakan APD, khususnya radiografer di 4 Rumah Sakit di kota Semarang. Tujuan : Mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi radiografer dalam menggunakan APD pada saat bekerja. Metode : Jenis penelitian ini adalah explanatory, metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan Pendekatan croos sectional. Populasi adalah radiografer 4 rumah sakit di kota Semarang. Jumlah sampel adalah 31 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, keberadaan Protap. variabel terikatnya adalah praktik pemakaian APD. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil : Radiografer yang tidak patuh menggunakan APD 96,8 % dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur p = 0,484 pendidikan p = 1,000 pelatihan p = 1,000 masa kerja 0,387 dengan praktik penggunaan APD. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, pelatihan, keberadaan protap     dengan praktik penggunaan APD. Kata kunci : APD, umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, protap
KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PRAKTIK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Kecamatan Banyumanik Kota Semarang) Trixie Salawati; Rahayu Astuti; Hayu Nurdiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.867 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyebaran penyakit DBD dipengaruhi antara lain oleh faktor lingkungan dan praktik pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Wilayah kerja Puskesmas Srondol termasuk wilayah endemis DBD.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan praktik PSN pada keluarga dengan kejadian DBD di Wilayah kerja Puskesmas Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.Metode: Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan case control. Sampel (kasus) adalah seluruh penderita DBD yang tercatat di Puskesmas Srondol antara Januari sampai dengan April 2010 (47 kasus), dan sampel (kontrol) adalah orang yang ada di sekitar penderita DBD yang tidak menderita DBD dengan radius 100 meter, antara Januari sampai dengan Juni 2010 yang disamakan umur, jenis kelamin dan status gizinya (47 responden). Variabel terikat adalah kejadian DBD dan variabel bebas adalah breeding place di dalam dan di luar rumah, resting place di dalam dan di luar rumah, pencahayaan, kelembaban udara ruangan, kebiasaan menutup dan menguras tempat penampungan air/TPA, kebiasaan menyingkirkan barang bekas). Uji analisis dengan Chi Square.Hasil: Ada hubungan antara breeding place di dalam rumah (p = 0,048), resting place di luar rumah (p = 0,035), kebiasaan menguras TPA (p = 0,036), dan pencahayaan ruangan (p = 0,013) dengan kejadian DBDdan tidak ada hubungan antara breeding place di luar rumah (p = 0,096), resting place di dalam rumah (p = 0,059), kebiasaan menutup TPA (p = 0,062), kebiasaan mengubur barang bekas (p = 0,223), dan kelembaban udara ruangan (p = 0,483) dengan kejadian DBD Kesimpulan : Faktor lingkungan dan praktik PSN yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah breeding place di dalam rumah, resting place di luar rumah, kebiasaan menguras TPA, dan pencahayaan ruangan.Kata kunci: Faktor lingkungan, praktik PSN, DBD
EVALUASI PENGGUNAAN MEDIA BANTU DALAM PROSES PENYAMPAIAN KIE PENCEGAHAN HIV/AIDS YANG DILAKUKAN ASA PKBI JATENG BAGI SISWA SLTP DAN SMU DI KOTA SEMARANG Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6492.752 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Background: Using media in health education is a way to make people understand more easily about the material given. ASA PKBI JATENG is an NGO specializing in the prevention of HIV ancl AIDS for stuclents of SLTp anct SMU in Semarang. It tries to reach its goal by giving information through communication, information ancl eclucation (KIE) method to students. Since 2003, ASA PKBI never made any evaluation about the effectiveness of supporting media they used for the elucidation. In addition, they never measured the response about the media from their target audience.Parpose: to evaluate the implementation of the media in the presentation conducted by ASA PKBI Central Java ancl to get response from the target audience about the usage of those supporting media. Method: this research is using qualitative method. The data was collected through directed group discussion with interviews to check its validity.Result: the supporting media to deliver in the classroom is by using blackboard. No supporting media is neetlecl when the presentation takes place in the hall. However, there is always a VCD showing at the end of every presentation. Some audience prefer supporting media such as pictures to clarify the KIE presentation. Conclusion: ASA PKBI hasnot optimized the implementation of supporting media such as pictures in presenting their KIE.Keywords: evaluation, supporting media, SLTP and SMU students.
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA TINJAUAN ASPEK PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN PENDAPATAN PERKAPITA DI RT 6 RW 1 KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH SEMARANG Mifbakhuddin -; Trixie Salawati; Arif Kasmudi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.088 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Rubbish is serious problem for society especially at urban affairs area. rubbish production at Semarang ill assorted with tool and the cleanliness manager infrastructure. This watchfulness is carried out at RT 6 RW 1 sub-district Pedurungan middle Semarang that be RT sample in household rubbish management by wet dustbin supplying and dry dustbin.Objective: Analyze corelation between education, erudition about household rubbish management, income perkapita with household rubbish managementMethod: Watchfulness observasional analytic this use research method and interview by means of help kuesioner. with approach cross sectional. population in this watchfulness entire subdistrict society member houses pedurungan middle RT 6 RW 1 numbers 33 houses. sample in this watchfulness total entire populasi(satisfied sample). big sample that taken in this watchfulness entire society member houses RT 6 RW 1 sub-district pedurungan middle semarang that numbers as much as 33 samples. free variable consists of education, member erudition about household rubbish management, income perkapita family. bound variable in this watchfulness is household rubbish management.Result: respondent education a large part SLTA as much as 20 respondents (60,6%). has erudition as big as 28 respondents (84,8%) about household rubbish management while good erudition, as big as 5 respondents (15,2%). income perkapita member a large part more thanstandard as big as 31 respondents (93,9%). a large part member rubbish management berkategori as big as 27 respondents (81,8%). statistics test shows there is no significant corelation between member education with rubbish management (p=0.096), there is no significant corelation between respondent erudition about rubbish management with rubbishmanagement (p=0,207), there is no significant corelation between income perkapita with rubbish management (p=0,141)Conclusion: there is no significant corelation between education, respondent erudition about rubbish management, income perkapita with household rubbish management.Keywords: education, erudition, income perkapita, household rubbish management
PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG (Smoking behaviour among students in UNIMUS) Trixie Salawati; Rizki Amalia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.848 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perilaku merokok merupakan hal yang biasa bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.  Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44,1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. Begitu pula di kalangan mahasiswa Unimus, dimana perilaku merokok ini sangat mudah dijumpai di setiap Fakultas di Unimus. Tujuan :  mengetahui gambaran perilaku merokok antara mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Non Kesehatan di Unimus.Metode : Jenis penelitian ini Kualitatif. Sumber data penelitian ialah mahasiswa Unimus aktif,  memiliki kebiasaan merokok, berjenis kelamin laki-laki yang layak dan bersedia menjadi informan penelitian ini. Data diambil melalui FGD dan wawancara mendalam, serta  literatur, dan sumber-sumber lain  sebagai pendukung penelitian. Hasil : pengetahuan, sikap, keyakinan, motivasi dan praktik merokok di kalangan informan dari Fakultas kesehatan maupun non kesehatan tidak terlalu jauh berbeda, walaupun pada pertanyaan tertentu informan dari Fakultas kesehatan bisa memberi penjelasan sedikit lebih banyak. Temuan menarik dari penelitian ini antara lain bahwa walaupun beberapa informan dari Fakultas Kesehatan menyatakan bahwa merokok adalah hak azasi dan mereka merasa kesulitan untuk berhenti merokok, namun berdasarkan hasil FGD dan wawancara diketahui bahwa mereka sebenarnya mempunyai beban, karena sebagai calon petugas kesehatan mereka seharusnya bisa menjadi contoh, sehingga sebagian besar dari mereka tetap berniat untuk berhenti bila sudah bekerja. Hal tersebut tidak ditemui pada informan dari Fakultas Non Kesehatan. Walaupun sebagian besar yakin bahwa merokok itu berbahaya., namun mereka tidak yakin mampu berhenti dan hanya berniat mengurangi saja. Mereka tidak memiliki beban yang sama dengan informan dari Fakultas Kesehatan, karena mereka bukan calon petugas kesehatanKata Kunci: Perilaku merokok,  Fakultas Kesehatan, Fakultas non Kesehatan
IDENTIFIKASI PERANAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SRONDOL KULON KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Trixie Salawati; Ratih Sari Wardani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.944 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang merupakan salah satu kelurahan endemis tinggi DBD. Menurut DKK Semarang tahun 2005 di kelurahan tersebut terdapat 28 kasus, tahun 2006 turun menjadi 18 kasus, namun tahun 2007 naik menjadi 51 kasus. Bahkan pada bulan Februari 2007 Kecamatan Banyumanik ditetapkan dalam status KLB DBD. Mengingat wilayah tersebut merupakan daerah endemis dan KLB DBD, maka peran kader dan puskesmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD di wilayah tersebut sangat diperlukan. Apalagi Depkes RI telah menetapkan peran kader kesehatan dalam PSN-DBD untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD. Tujuan : Mengidentifikasi Peranan Kader kesehatan dalam pencegahan DBD di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian ini Kualitatif. Lokasi penelitian ialah wilayah RT 3 RW VIII Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui DKT dengan ibu-ibu warga (15 – 60 tahun) yang bertempat tinggal RT 3 RW VIII di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan  Banyumanik yang terpilih dan bersedia untuk diteliti serta ada di rumah pada saat penelitian dilakukan. Selanjutnya dilakukan pula wawancara mendalam dengan kader jumantikyang menangani pencegahan DBD di RT 3 RW VIII, pihak Puskesmas setempat, pihak kelurahan dan tokoh masyarakat, observasi sekilas di wilayah tersebut serta literatur, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian.Hasil : Peranan kader jumantik dalam pencegahan DBD di RT 3 sudah cukup baik, terutama pada saat diberlakukannya PSN Pendampingan. Namun ternyata tujuan program belum tercapai, karena setelah program berakhir warga belum  mampu melakukan PSN secara mandiri dan teratur. Sebagian besar warga dalam DKT menyatakan bahwa untuk sementara mereka ingin istirahat dahulu karena ‘capek’ dan rencananya PJB akan diganti menjadi sore hari. Hal tersebut pun diakui oleh kader jumantik. Warga memaklumi bahwa kader banyak merangkap tugas sehingga kesibukannya cukup tinggi. Namun reinforcing dari kader jumantik kepada warga sangatlah diperlukan, terbukti warga masih berharap untuk “dioyak-oyak”, karena paling tidak akan membuat warga merasa “pekewuh” sehingga mau melaksanakan PSN. Reinforcing penting yang lain ialah dari ibu ketua RT setempat. Dari hasil penelitian terungkap pula bahwa pengetahuan kader jumantik seputar PSN belum sepenuhnya baik, oleh karena itu kader jumantik masih perlu memperoleh binaan agar beperani secaralebih optimal. Kader jumantik mengaku belum pernah memperoleh pelatihan khusus sebagai jumantik, namun sebagai kader posyandu beliau mengaku memperoleh binaanpukesmas secara rutin. Pihak puskesmas juga menyatakan bahwa selama ini kader jumantik dawis belum pernah mendapatkan pelatihan.
Persepsi Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Pada Anak Sd Di Perkotaan Dan Pinggiran Di Kota Blora Trixie Salawati
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v11i2.1456

Abstract

The use of gadgets among children is now starting to increase. According to digital research data, the use of gadgets in Indonesia has increased every year, namely in 2016 as many as 65.2 million, until in 2019 as many as 97 million. Based on observations in Blora, it is known that there are some children who use gadgets without parental supervision and are not given a time limit. So this research was conducted to determine the perceptions of parents in the use of gadgets in elementary school children in urban and suburban areas in Blora City. Comparative research using cross sectional approach. Samples were taken as many as 100 people in urban elementary schools and 100 people in suburban primary schools. Data analysis used normality test using Kolmogorof Smirnov 1 sample test and Independent t-test. From the research results, it is known that the majority of respondents in urban areas have a 100% positive perception. However, only 67% of respondents in the suburbs had a positive perception. The results of the statistical test on the perceptions of parents in the use of gadgets in urban elementary school children with the parents' perceptions of using gadgets in rural elementary school children, it is known that the value of p = 0.000 (p
Edukasi Bahaya Asap Rokok Melalui Komik ASETARO Di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Trixie Salawati; Nurina Dyah Larasaty; Rachma Laila Zein
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.136 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.6

Abstract

Latar belakang: Perlindungan terhadap anak-anak dari bahaya merokok penting untuk dilakukan, karena anak-anak berpeluang untuk menjadi perokok aktif dan pasif. Tidak hanya di perkotaan, anak-anak di pedesaan juga memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit akibat rokok. Analisis situasi di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa para siswa membutuhkan informasi tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan mereka. Tujuan: para siswa mengetahui bahaya asap rokok bagi kesehatan, sehingga dapat melindungi dari dari bahaya asap rokok. Metode: Edukasi kesehatan menggunakan media komik ASETARO, yang diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan pos-test dan tanya jawab. Pre-test dan post-test digunakan untuk evaluasi hasil edukasi. Hasil: Para siswa menyukai edukasi melalui komik ASETARO karena mereka memperoleh informasi secara menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Pada hasil pre-test hanya 8% siswa yang memperoleh nilai pengetahuan dalam kategori baik, namun pada hasil post-test telah meningkat menjadi 83%. Hal ini menunjukkan bahwa setelah memperoleh informasi tentang bahaya asap rokok melalui komik ASETARO pengetahuan siswa mengalami peningkatan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan media komik ASETARO pada siswa di SDN Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang mengenai bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan sasaran. Kata kunci: Edukasi kesehatan, bahaya asap rokok, komik ASETARO __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: It is important to protect children from the harm of smoking because children have the opportunity to become active and passive smokers. Not only in urban areas, but children in rural areas also have the same opportunity to get diseases caused by smoking. Analysis of the situation at SD N Jembrak, Pabelan District, Semarang Regency, showed that students needed information about the harmful of cigarette smoke on their health. Objective: students know the harm of cigarette smoke to health, so they can protect themselves from the harm of cigarette smoke. Method: Health Education using ASETARO Comic media, which begins with a pre-test and ends with a post-test and question and answer. Pre-test and Post-test are used to evaluate educational outcomes. Result: The students liked education through ASETARO comics because they got information in a fun way through interesting and easy-to-understand. In the pre-test results, only 8% of students obtained knowledge scores in the good category, but the post-test results increased to 83%. This shows that after obtaining information about the harmful of cigarette smoke through ASETARO Comics, students' knowledge has increased. Conclusion: Community service activities using ASETARO Comics media to students at SDN Jembrak, Pabelan District, Semarang Regency about the harmful of cigarette smoke can increase children's knowledge. Keywords: Health education, the harmful of cigarette smoke, ASETARO comics
Intervensi Masalah Kesehatan Di RW.01 dan RW.03 Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Eli Sahiroh; Diki Bima Prasetio; Indah Nur Sa’adah; Viki Andriyani; Tri Budi Wahyuni; Agustin Lutfiana; Rizky Nur Isnaini; Erul Wirayuda; Trixie Salawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.626 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.17

Abstract

Latar belakang: Kegiatan mengidentifikasi berbagai masalah kesehatan yang ada dan merumuskan beberapa masalah kesehatan utama melalui tahapan penentuan prioritas masalah di suatu wilayah merupakan langkah awal untuk menetapkan program pengabdian kepada masyarakat kegiatan. Data menunjukkkan warga di RW 01 yang terkena penyakit menular yaitu ISPA, demam typhoid dan TB paru 25%, sedangkan RW 03 yang terkena penyakit menular yaitu Diare 42,8%. Sedangkan sebagian besar warga di RW 01 dan RW 03 terkena penyakit tidak menular Hipertensi dengan persentase 35,4% dan 30,8%. Oleh karenanya intervensi dari masalah kesehatan yang telah ditemukan perlu dilakukan untuk peningkatan kesehatan  Metode: Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu penentuan prioritas masalah, penentuan akar masalah, prioritas akar masalah, memilih alternatif Intervensi, Penentuan Prioritas Intervensi, kemudian yang terakhir yaitu menyusun Planning of Action (POA) agar kegiatan berjalan secara teratur. Hasil: Hasil penyuluhan pada peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Program senam mendapat kesepakatan untuk dilaksanakan setiap hari minggu pagi di Aula Balai Desa. Media KIE hipertensi berupa poster telah diserahkan kepada tokoh masyarakat dan ditempel di tempat pelayanan kesehatan dan tempat strategis berkumpulnya masyarakat, Media KIE hipertensi berupa stiker telah ditempelkan di rumah warga. Kesimpulan: Intervensi yang dilakukan yaitu berupa penyuluhan hipertensi, senam, media KIE poster, media KIE stiker. Kata kunci: identifikasi, masalah kesehatan, intervensi _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The activity of identifying various existing health problems and formulating several major health problems through the stages of determining the priority of problems in an area is the first step to establishing a community service program. The data shows that residents in RW 01 are affected by infectious diseases, namely ARI, typhoid fever, and pulmonary TB 25%, while in RW 03, 42.8% are affected by infectious diseases. Meanwhile, most of the residents in RW 01 and RW 03 were affected by non-communicable diseases Hypertension with a percentage of 35.4% and 30.8%, respectively. Therefore, interventions for health problems that have been found need to be carried out to improve health. Methods: Activities are carried out in several stages, namely determining problem priorities, determining root causes, prioritizing root problems, choosing alternative interventions, determining intervention priorities, then the last one is preparing a Planning of Action (POA) so that activities run regularly. Results: The results of the counseling to the participants experienced an increase in knowledge. The gymnastics program got an agreement to be carried out every Sunday morning in the Village Hall Hall. Hypertension KIE media in the form of posters have been handed over to community leaders and posted at health service places and strategic places for community gatherings. Conclusion: The interventions carried out were in the form of hypertension counseling, exercise, IEC poster media, and IEC sticker media. Keywords: identification, health problems, intervention
Edukasi Manfaat Konsumsi Tablet Tambah Darah untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren KH Sahlan Rosjidi UNIMUS Wulandari Meikawati; Siti Aminah; Trixie Salawati; Ulfa Nurullita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 3 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.053 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i3.31

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri lebih mudah terkena anemia karena mereka memasuki masa pubertas dimana mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat. Upaya mengatasi anemia pada remaja putri agar tidak berlanjut ketika hamil, salah satunya dengan mengonsumsi suplemen Tablet Tambah Darah (TTD). Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan praktik remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia. Metode: Edukasi manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah untuk pencegahan anemia dengan menggunakan media video. Sasaran program adalah remaja putri yang tinggal di pondok pesantren Sahlan Rosjidi Unimus. Evaluasi hasil berupa pertanyaan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Video edukasi dan evaluasi hasil disampaikan melalui google form. Hasil: Sebelum edukasi sebagian besar remaja putri (60,5%) mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup, sedangkan sesudah edukasi mayoritas (86,9%) mempunyai pengetahuan dengan kategori baik. Kesimpulan: Pengetahuan remaja putri tentang manfaat konsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia meningkat sesudah pemberian edukasi. Kata kunci: anemia, remaja putri, tablet tambah darah ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is lower than normal. Adolescent girls are more prone to anemia because they enter puberty where they experience rapid growth so that the need for iron also increases. Efforts to overcome anemia in adolescent girls so that it does not continue when pregnant, one of them is by taking blood-supplementing tablets (TTD). Objective: to increase the knowledge and practice of adolescent girls in consuming blood-added tablets for the prevention of anemia. Methods: Educate the benefits of consuming Blood Add Tablets for the prevention of anemia by using video media. The target of the program is young women who live in the Islamic boarding school Sahlan Rosjidi Unimus. Evaluation of the results in the form of questions before and after giving education. Educational videos and evaluation of results are submitted via google form. Results: Before education, most of the adolescent gilrs (60.5%) had sufficient knowledge, while after education the majority (86.9%) had good knowledge. Conclusion: Knowledge of adolescent girls about the benefits of consuming blood-supplementing tablets for the prevention of anemia increased after providing education. Keywords: anemia, adolescent girls, blood supplement tablets