Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Persepsi Pengambil Keputusan Tentang Kesiapan Penyediaan Layanan Berhenti Merokok Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut (RSGM) Unimus Hikmah, Arini Nuril; Salawati, Trixie; Prasetio, Diki Bima
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Program layanan berhenti merokok merupakan salah satu layanan alternatif bagi perokokuntuk meningkatkan motivasi diri dalam mengurangi perilaku adiksi terhadap rokok. Banyak intervensiyang dilakukan untuk menyukseskan perluasan layanan berhenti merokok, salah satunya adalah penyediaanprogram berhenti merokok di berbagai instansi kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi pengambil keputusan mengenai kesiapan penyediaan layanan berhenti merokok diRumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unimus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengambil keputusan.Hasil: Layanan berhenti merokok secara umum sudah dipahami oleh Sebagian besar informan tetapi masihbelum banyak yang mengetahui tentang kebijakan atau regulasinya. Layanan berhenti merokok mempunyaimanfaat positif baik bagi penyedia layanan maupun pengguna layanan. Selain itu, ada beberapa hambatanyang diialami ditinjau dari aspek Man seperti tenaga kesehatan yang masih sedikit, dari aspek Money yaknidana atau modal masih di prioritaskan ke pelayanan lain, dari aspek Material dan Machine sepertiketerbatasan tempat dan adanya sarana prasarana khusus yang turut menjadi penghambat. Serta dari sisiMethod dimana informan belum mengetahui secara jelas terkait metode dalam pelaksanaan berhentimerokok. Simpulan: Pengambil keputusan menyatakan bahwa untuk saat ini melalui berbagaipertimbangan, RSGM belum bisa menyediakan layanan berhenti merokok karena masih banyak progamlayanan di RSGM yang sedang dikembangkan dan harus diprioritaskan terlebih dahulu. pengambilkeputusan belum mempunyai gambaran tentang sistem dari layanan berhenti merokok, sehinggapenyediaan layanan berhenti merokok belum dianggap perlu.  Kata Kunci : Layanan Berhenti merokok, Persepsi Pengambil keputusan, Kualitatif
Pengembangan Media Permainan REDI (Roda Edukasi) Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Putri, Adelia; Larasaty, Nurina Dyah; Salawati, Trixie
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan suatu permasalahan yang serius. Fenomena seksualpranikah yang dilakukan remaja mengalami peningkatan setiap tahunnya bahkan menambah angkaPenularan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan angka kejadian HIV/AIDS. Penelitian ini terdiri dari duatahap, tahap pengembangan media dan tahap uji coba media. Pengembangan media mengikutitahapan P-process. Sedangkan uji media menggunakan metode kualitatif. Media roda edukasi telahdiuji kelayakannya oleh ahli media dan ahli materi. Media dinyatakan layak digunakan untuk uji cobapada sasaran. Selanjutnya uji coba skala kecil pada remaja melalui wawancara. Hasilnya pengetahuanremaja tentang pencegahan perilaku seksual pranikah mengalami peningkatan setelah memperolehedukasi melalui media permainan roda edukasi. Hasil Uji coba menunjukkan bahwa media Redi layakdigunakan sebagai sarana eduksi tentang pencegahan perilaku seksual pranikah Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual pranikah, permainan, roda edukasi, media.
Produksi Media Komik Sebagai Media Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Siswa Sekolah Dasar Sa’adah, Afifah Zahrotus; Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.620

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat endemisitas Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi. Kasus DBD terbanyak, salah satunya di kalangan anak-anak sekolah dasar. Minimnya pengetahuan anak-anak mengenai penularan dan pencegahan DBD dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko terkena penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik sebagai media edukasi promosi kesehatan yang fokus pada penyampaian informasi mengenai DBD dan pencegahannya. Metode: Penelitian ini menggunakan model pengembangan media P-Process dari John Hopkins University. Uji coba media dilakukan dalam skala kecil pada 12 siswa SDN 02 Sendangmulyo melalui FGD. Hasil: Berdasarkan hasil uji kelayakan, komik pencegahan DBD dinyatakan layak untuk di uji coba dengan revisi. Uji coba skala kecil yang dilakukan pada siswa berusia 9-12 tahun menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah membaca komik tersebut. Siswa memberikan respons positif terhadap komik sebagai media edukasi, karena informasi disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan komik tentang pencegahan DBD layak digunakan untuk edukasi kepada siswa SD.
PENGARUH EDUKASI TERKAIT GINGIVITIS MELALUI WEBSITE STUDENTAL CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMPN 1 JIKEN Aini, Rizqika Sufi; Salawati, Trixie; Sholekhah, Nur Khamilatusy
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i2.2204

Abstract

Pendahuluan: Gingivitis merupakan inflamasi pada mukosa skuamosa atau gingiva atau jaringan lunak sekitar. Menurut Hasil Riskesdas Jateng Tahun 2018, Kabupaten Blora memiliki prevalensi gingivitis sebesar 13,18%. Salah satu penyebab tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut adalah terkait faktor perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas website Studental Care dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMPN 1 Jiken terkait gingivitis. Metode: Quasy experiment dengan pendekatan rancangan pre-post test design with control grup. Jumlah sampel sebanyak 61 siswa, terbagi menjadi 30 siswa kelompok intervensi dan 31 siswa kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi melalui website Studental Care dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan apapun. Simpulan: Website Studental Care terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait gingivitis. Kata kunci : Gingivitis, pengetahuan, website.
Pengetahuan Tentang Vaksin Covid-19 Pada Warga Kalipancur Kota Semarang Rofifah, Rahmatina; Salawati, Trixie; Larasaty, Nurina Dyah
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.187

Abstract

Latar belakang: Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) terjadi di banyaak negara termasuk indonesia. Program vaksinasi untuk masyarakat merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk mengurangi jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia. Tingkat pengetahuan yang kurang pada masyarakat Indonesia terkait manfaat dan risiko vaksinasi, merupakan salah satu penentu partisipasi masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi. Kelurahan Kalipancur merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang. Data dari total 13 RW di lingkungan Kelurahan Kalipancur Semarang, RW 6 memiliki persentase warga yang mengikuti program vaksinasi paling sedikit. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 89 keluarga. Hasil: Remaja yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 60%, sedangkan dewasa dan lansia yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 64,3% dan 66,7%. Laki-laki yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 61,3%, sedangkan perempuan yang mempunyai pengetahuan baik 65,5%. Tingkat pendidikan SMP yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 71,4%, sedangkan tingkat pendidikan SMA dan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 66,7% dan 61,2%. Jenis pekerjaan ibu rumah tangga sebagian besar mempunyai pengetahuan baik sebanyak 85,7%. Kesimpulan: Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik.
Hubungan Perilaku Konsumsi Air Putih, Suhu, Dan Kelembaban Dengan Tingkat Dehidrasi Pada Pekerja Pembuatan Tempe Assyifa, Keiza Nur; Prasetio, Diki Bima; Salawati, Trixie
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.248

Abstract

Latar belakang: Dehidrasi merupakan gangguan keseimbangan cairan yang banyak terjadi pada seseorang yang beraktivitas di lingkungan panas dalam waktu yang lama. Industri pembuatan tempe di Kelurahan Lamper Tengah Semarang menggunakan media perebusan tong berukuran besar yang menyebabkan suhu dan kelembaban udara menjadi tinggi. Sebanyak 2 pekerja industri mengalami dehidrasi. Pekerja sering mengonsumsi kopi dan teh daripada air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara dengan tingkat dehidrasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 33 responden. Pengambilan data perilaku konsumsi air putih menggunakan kuesioner, suhu dan kelembaban udara menggunakan alat thermohygrometer, dan tingkat dehidrasi menggunakan skor warna urine. Analisis data penelitian menggunakan chi-square. Hasil: Sebanyak 51,5% pekerja mengalami dehidrasi berat. Perilaku konsumsi air putih (p-value=0,033), suhu udara (p-value=0,004), dan kelembaban udara (p-value=0,015) memiliki hubungan dengan tingkat dehidrasi. Kesimpulan: Perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara berhubungan dengan tingkat dehidrasi pada pekerja industri pembuatan tempe di wilayah Kelurahan Lamper Tengah Semarang.
Edukasi Program Kawasan Tanpa Rokok Dalam Mewujudkan “Kampus Sehat Bebas Asap Rokok“ Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina; Rahmawati Sucipto, Mega
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.126

Abstract

Latar belakang: Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 telah menetapkan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perguruan Tinggi merupakan bagian dari KTR. UKM GEMA Unimus peduli bahaya NAPZA. Harapannya UKM GEMA ikut berpartisipasi dalam pengendalian tembakau untuk mewujudkan Kampus Bebas Rokok. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan  anggota UKM GEMA melalui edukasi “Kampus Bebas Rokok”. Metode: Edukasi dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan dilaksanakan selama 100 menit, terdiri dari 10 menit pre-test, sesi edukasi dan tanya jawab selama 60 menit, dan diakhir dengan post-test selama 10 menit. Hasil: Sebelum edukasi hanya 13% peserta yang memiliki pengetahuan baik. Pasca Edukasi telah ada 46% peserta yang berpengetahuan baik. Kesimpulan: Pengetahuan peserta meningkat setelah memperoleh edukasi tentang Kampus Bebas Rokok. Kata kunci: bahaya rokok, kampus bebas rokok, kawasan tanpa rokok ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health Law Number 36 of 2009 has stipulated Non-Smoking Areas (KTR). Universities are part of KTR. UKM GEMA Unimus cares about the harmful of drugs. It is hoped that UKM GEMA will participate in tobacco control to create a Smoking Free Campus. Objective: To increase the knowledge of GEMA UKM members through education on the "Smoking Free Campus". Method: Education is carried out online using the Zoom Meeting application. The activity was carried out for 100 minutes, consisting of a 10-minute pre-test, 60-minute education, and question-and-answer sessions, and ended with a 10-minute post-test. Result: Before education, only 14% of participants had good knowledge. After Education, there were 46% of participants had good knowledge. Conclusion: Participants' knowledge increased after receiving education about the Smoking Free Campus. Keywords: harmful smoking, smoking-free campus, non-smoking area
Indonesian Adaptation of New Norms during The Early Phase of The Pandemic Against COVID-19 Helfi Agustin; Trixie Salawati; Dedik Sulistiawan; Solikhah Solikhah; Wahyuningsih Wahyuningsih; Tanjung Anitasari Kusumaningrum; Sri Wahyuni; Titik Haryanti
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 17 No.1 Januari 2022
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.17.1.46-55

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has spread dramatically since March 2020. At the end of May 2020, the Indonesian government stated that Indonesia would soon enter a new phase facing COVID-19. This phase forced people to adopt new living norms to suppress the spread of COVID-19. This study attempted to analyze how the society in Indonesia adapted to new norms and their relation with perceived susceptibility, severity, benefits, and barriers experienced using the Health Belief Model theory.Method: This cross-sectional study voluntarily involved 948 participants across the island of Java through an online survey conducted between June 30 to July 9 2020, with Google Forms. The indicators measured in the study were: healthy living practices, changes in healthy behaviour, perceptions of susceptibility, severity, benefits, and barriers to the COVID-19 pandemic.Results: The study found that more than half of the respondents practised a healthy lifestyle during the COVID-19 pandemic. Most of them admitted that their health behaviour was better than before the pandemic. People with positive perceptions of the benefits and barriers to COVID-19 practiced a healthy lifestyle during the pandemic better (AOR = 1.72; 95% CI = 1.20-2.48 and AOR = 2.24; 95% CI = 1.60-3.14, respectively). People who had positive perceptions of susceptibility and severity about COVID-19 problems had a higher chance of improving previous preventive behaviour (AOR = 2.06; 95% CI = 1.37-3.09 and AOR = 1.79; 95% CI = 1.20-2.69, respectively). Thus, the conclusion was Indonesian people have positive practices and perceptions about the susceptibility and severity of COVID-19, which are useful for enforcing COVID-19 preventive behaviour.