Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

DAMPAK PELATIHAN REGULASI EMOSI ANAK (REMONA) TERHADAP PERILAKU DISRUPTIF PADA SISWA KELAS I SD KY AGENG GIRI MRANGGEN KABUPATEN DEMAK AMALIA, SITI; Ediati, Annastasia
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.556 KB)

Abstract

This study aims to determine the impact of training "REMONA" regulation of emotion of children against disruptive behavior in class I elementary school Ky Ageng Giri. This research method uses pre-experimental design of the one group prestest posttest design that is research using one group of research sample and conducted measurement or observation (pre and posttest design) before and after given treatment. Subjects in this study that is all students class I SD Ky Ageng Giri as many as 32 children. Sampling technique in this research is saturated sampling, the entire population is sampled. Data analysis on the research using Paired Sample T-test The results showed that "REMONA" training was significantly effective in reducing disruptive behavior in grade I students of elementary school Ky Ageng Giri with disruptive behavior score score score before "REMONA" training (Mpretest = 18,78 ; SDpretest = 14,397) and after training (MposttestI = 10.31; SDposttestI = 7,168) with p <0.001. Even evaluated after one week, training "REMONA" remained effective in reducing disruptive behavior (MposttestII = 10.03; SDposttestII = 6,684).   
PROBLEM EMOSI REMAJA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANGTUA: STUDI KOMPARASI PADA SISWA SMA PARULIAN 1 MEDAN Tambunan, Yandari Ganes Theresia; Ediati, Annastasia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.922 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problem emosi pada remaja siswa SMA dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan problem emosi remaja ditinjau dari tipe pola asuh yang diterapkan oleh orangtua. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah terdapat perbedaan problem emosi remaja ditinjau dari tipe pola asuh orangtua. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Parulian 1 Medan, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 141 siswa yang diambil dari kelas X, XI, dan XII yang ditentukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala psikologi yaitu Skala Pola Asuh Orangtua dan Skala Youth Self Report versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan statistik nonparametrik dengan uji beda tes Kruskal-Wallis yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan externalizing problem pada remaja yang diasuh dengan pola asuh permisif (Mdnpermisif = 21) daripada remaja yang diasuh dengan pola asuh demokratis (Mdndemokratis= 17,5; p< 0,001) maupun pola asuh otoriter (Mdnotoriter= 20; p = 0,019). Sedangkan berdasarkan gender, remaja laki-laki lebih sering mengalami externalizing problem (Mlaki-laki = 23,11; Mperempuan= 19,80; p = 0,007), dan remaja perempuan lebih sering mengalami internalizing problem (Mperempuan = 22,54; Mlaki-laki = 18,54; p = 0,003).
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR Rizqi, Fairuz Dhiya Nur; Ediati, Annastasia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.815 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Dukungan sosial keluarga adalah pemberian umpan balik antar anggota keluargauntuk menunjukkan adanya saling mencintai, menghargai, dan menghormati. Kecemasan dalam menghadapi dunia kerjaadalah keadaan emosional dalam diri ketika menghadapi ancaman atau situasi buruk bagi dirinya. Populasi penelitian ini 110 mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal dengan sampel 86 mahasiswayang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur dalam yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah Skala Dukungan Sosial Keluarga(33 aitem;α= 0,958) dan Skala Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja (21 aitem;α = 0,916).Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja (rxy = -0,482; p < 0,001). Dukungan sosial keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 23,2% dalam mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, sedangkan 76,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.Kata Kunci: dukungan sosial keluarga, kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, mahasiswa semester akhir.
HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN KERJA DENGAN KETAKUTAN MENGHADAPI KEGAGALAN PADA SISWA SMK NEGERI 1 BLORA Erfelina, Ajeng; Ediati, Annastasia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.296 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan pada siswa SMK Negeri 1 Blora. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah ada hubungan negatif antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan pada siswa SMK Negeri 1 Blora. Populasi penelitian adalah 509 siswa SMK Negeri 1 Blora, dan sampel penelitian berjumlah 286 siswa yang didapatkan dengan teknik cluster sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah Skala Kesiapan Kerja (27 aitem; α = 0,85) dan Skala Ketakutan Menghadapi Kegagalan (16 aitem; α = 0,84). Hasil analisis korelasi product moment dari Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan (r = -0,288; p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi kesiapan kerja siswa maka semakin rendah ketakutan menghadapi kegagalan. Mayoritas subjek penelitian ini memiliki kesiapan kerja dalam kategori tinggi (n = 179; 62,59%) dan ketakutan menghadapi kegagalan dalam kategori rendah (n = 200; 69,93%).
PENGALAMAN MENJADI CAREGIVER: STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF PADA ISTRI PENDERITA STROKE Alifudin, Muhammad Rafi; Ediati, Annastasia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.299 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23583

Abstract

Individu yang terkena stroke memiliki beberapa perubahan psikologis seperti depresi, kecemasan, serta hilangnya semangat untuk hidup. Perubahan psikologis yang terjadi pada penderita stroke juga dapat mempengaruhi keluarga yang merawat, atau yang disebut caregiver. Tantangan yang dihadapi oleh caregiver dalam merawat penderita stroke membutuhkan proses adaptasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman menjadi caregiver bagi penderita stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis dengan teknik analisis eksplikasi data. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang istri yang menjadi caregiver bagi suaminya. Temuan penelitian ini dengan menggunakan teknik eksplikasi data menunjukkan terdapat dua episode yaitu (1) Pengalaman saat suami terkena stroke, (2) Pengalaman menjadi seorang caregiver suami yang terkena stroke. Tema umum pada penelitian ini ada enam yaitu (1) Awal mula suami terkena stroke, (2) Pengetahuan mengenai stroke, (3) Menjalani kehidupan sebagai caregiver, (4) Konflik dalam keluarga, (5) Perubahan yang dialami, (6) Harapan di masa depan. Upaya dari ketiga subjek dengan mencari informasi mengenai stroke, mengendalikan emosi ketika berhadapan dengan suami, keyakinan serta harapan akan sembuhnya suami, kemampuan berempati, serta kemampuan untuk mengambil nilai positif dari kejadian yang dialami oleh ketiga subjek menunjukkan upaya-upaya yang dimiliki oleh individu yang resilien.
SELF-COMPASSION DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA DI ERA ADAPTASI KEHIDUPAN BARU Tasya Agnia Rahayu; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32939

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak bagi hampir seluruh sektor pada kehidupan manusia. Termasuk pada sektor pendidikan perguruan tinggi, yang pada akhirnya kegiatan perkuliahan harus dilakukan secara daring. Perubahan-perubahan yang terjadi di era adaptasi kehidupan baru dapat menjadikan individu berada daam tekanan sehingga merasa stres, termasuk mahasiswa. Tuntutan akan penyesuaian diri terhadap perubahan ini tentu tidaklah mudah sehingga resiliensi menjadi penting, terutama di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Salah satu hal yang diperlukan individu dalam memperbaiki kondisi psikologisnya adalah melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-compassion dan resiliensi pada mahasiswa tahun pertama. Populasi penelitian sebanyak 370 mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Angkatan 2020) dengan sampel penelitian sebanyak 193 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan adalah Self-compassion Scale (24 aitem; α=0,918) dan Skala Resiliensi (31 aitem; α= 0,921). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-compassion dan resiliensi pada mahasiswa (rxy = 0,764; p=0,000). Hal ini berarti, semakin baik self-compassion, maka resiliensi semakin baik pula, dan sebaliknya. Dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan resiliensi dapat dilakukan berbagai upaya seperti meningkatkan self-compassion. 
HUBUNGAN ANTARA KETABAHAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA PENYANDANG LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK Dina Maria; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.683 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara ketabahan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita penyandang lupus eritematosus sistemik. Kesejahteraan psikologis adalah kemampuan untuk dapat menerima kondisi diri sendiri, memiliki hubungan positif dengan orang lain, mampu untuk hidup mandiri, mampu menciptakan lingkungan yang tepat bagi dirinya, memiliki tujuan hidup, serta berupaya untuk mengembangkan dirinya. Sampel penelitian ini adalah 40 wanita penyandang lupus eritematosus sistemik. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Ketabahan (23 item, α = 0,881) dan skala Kesejahteraan Psikologis (30 item, α = 0,918). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara ketabahan dan kesejahteraan psikologis (rxy = 0,691; p < 0,001), artinya semakin tinggi ketabahan wanita penyandang lupus maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya.
PENGALAMAN PROSES COMING OUT TRANSGENDER PADA KELUARGA DAN LINGKUNGAN Amalia Adhandayani; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.787 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14356

Abstract

Individu transgender tentunya memiliki pengalaman yang berbeda-beda mengenai proses pengakuan dirinya (coming out) pada keluarga dan lingkungan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman proses coming out terhadap keluarga dan lingkungan yang terjadi pada individu transgender. Coming out adalah proses memberikan pemahaman kepada diri sendiri, kemudian kepada orang lain mengenai perasaan sebagai transgender atau cross-gender. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan IPA (Interpretative Phenomenologycal Analysis). Pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik IPA yang digambarkan sebagai siklus interaktif dan deduktif yang meliputi beberapa proses. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan pengalaman transgender sebagai proses yang penuh konflik sebelum sampai kepada coming out yang disampaikan dalam dua cara, yaitu dalam bentuk verbal (ucapan) maupun non-verbal (transisi). Keberhasilan coming out pun memiliki dampak pada perasaan dan emosi subjek. Pengalaman yang unik setiap individu dilihat dari bagaimana cara subjek melakukan coming out pada lingkungan dan keluarga. Selain menjadi sumbangsih bagi minimnya teori mengenai coming out pada transgender, hasil ini akan berpengaruh pada kejelasan perkembangan identitas transgender di dalam budaya Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN KECENDERUNGAN KECANDUAN ONLINE GAME PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Ananda Naftalia Saputra; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.30070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan kecenderungan kecanduan online game pada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). School well-being adalah pandangan siswa terhadap kondisi sekolah (having), hubungan sosial (loving), pemenuhan diri (being), dan status kesehatan (health status). Kecenderungan kecanduan online game adalah derajat penggunaan game terkoneksi internet secara tidak sewajarnya dan berulang yang mendatangkan masalah emosional atau sosial. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Semarang dengan sampel sebanyak 90 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Skala School Well-Being (21 aitem; α = 0,897) dan Skala Kecenderungan Kecanduan Online Game (33 aitem; α = 0,945). Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara school well-being dengan kecenderungan kecanduan online game pada siswa sekolah menengah kejuruan (r = -0,624; p = 0,000). Artinya semakin positif school well-being pada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) semakin rendah kecenderungan kecanduan online game, dan sebaliknya.  
PENERIMAAN DIRI PADA ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK SKIZOFRENIA (SebuahInterpretativePhenomenological Analysis) Angga Wijanarko; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.753 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran penerimaan diri pada orangtua dari penderita skizofrenia. Pendekatan fenomenologis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) dan proses pengumpulan data menggunakan wawancara. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah empat orangtua kandung dari penderita, anak telah menderita skizofrenia selama lima tahun sejak didiagnosa dan memiliki riwayat kekambuhan. Temuan dari penelitian ini adalah penerimaan diri pada orangtua ditandai dengan penerimaan orangtua terhadap keadaan anaknya yang menderita skizofrenia serta adanya sikap positif terhadap permasalahan yang dihadapinya. Subjek melewati tiga tahap penerimaan, yaitu 1) penawaran, 2) marah, 3) menerima. Proses penerimaan diri pada orangtua berawal dari 1)kesadaran terhadap keadaan anak, 2) penilaian terhadap anak, 3) penemuan permasalahan, berupa situasi sulit saat anak kambuh, 4) penilaian atau sikap dari orang lain terhadap kondisi anak, 5) penerimaan. Faktor yang turut mempengaruhi penerimaan diri subjek adalah wawasan sosial, wawasan diri, religiusitas serta dukungan dari orang terdekat.
Co-Authors Achmad Zainudin Aditya Karna, Manik Afrita Harlianty, Rully Agus Soewandono Agustini Utari Ahmad Syauqy Ajeng Erfelina, Ajeng Ajeng Putri Nawang Wulan Alifudin, Muhammad Rafi Amalia Adhandayani, Amalia Amalia Rahmandani, Amalia Amilatul Khoiriyyah Ananda Naftalia Saputra Angga Wijanarko Ani Margawati Ariani, Mahayu D. Astari Firdiina Rahmayanti Aulia Caesara Aveena Arreola Rodameria Avionita Latuihamallo Avionita Miranda Wohon Ayu Kurnia Ayu Kurnia S, Ayu BAROKATUL ASIYAH Benita Khansarisky Cesaria Septa Nirwanda Dian Veronika Sakti Kaaloeti Dian Veronika Sakti Kaloeti Dina Maria Dina Pratiwi Primadiaty Dwi Pudjonarko Dwiantoro, Luky Dzikrina Anggie Pitaloka Elfrida Ratnawati Elsya, Venny Martha Emmy Effendy Endah Kumala Dewi Esti Eva Nurdina Eva Rosana Fadila Sofiana Gusti Ayu Putu Prema Jyoti A.D Hadiprajitno, Peter I. Hanafi, Sekar Hardhono Susanto Hastaning Sakti Herman Kristanto Julian Dewantiningrum Juniarto, Achmad Z. Karlin Chandra KOSMAS SESKOADI Kumalasari, Dian Nur Lubaba, Lubaba Mahayu Dewi Ariani Maria Belladonna Rahmawati Maria Mexitalia Megah Andriany Meidiana Dwidiyanti Muniroh, Muflihatul Nadia Rizqiana Harsyah Nida Hanifah Noor Pramono Nova Dwiyanti Novi Nur Aini Nunik Angelia Nurmasari Puspita Ningtyas Nydia Rena Benita Sihombing Okky Mega Dhatu Oktami Dwi Martsari One Meidyana Putri Suryani Patricius Wisnu Widyantono Putri Dyah Ayu Lestari Rachel Choirunissa Raharjo, Alim Panggih Rahmadian, Laksmi Raisa Raisa Rani Kusuma Rizqi, Fairuz Dhiya Nur S Rouli Manalu Sakti Kaloeti, Dian Veronika Salma Salma Silfa Izzul Nurmaya Siti Amalia Soejoenoes, Ariawan Sri Endang Windiarti Sri Wahyuni Sriadi Triandika Suardani, Ni Wayan Suharyo Hadisaputro Sultana MH Faradz Sultana MH Faradz Supriyadi Supriyadi Tahamata, Valentino Marcel Tasya Agnia Rahayu Tri Indah Winarni Trixie Leunupun Ummu Muntamah Wenny Dewanti Yandari Ganes Theresia Tambunan, Yandari Ganes Theresia Yohanis ranz La Kahija Zahroh Shaluhiyah