Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN MASTER BERBANTU SOFTWARE GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI GEOMETRI Nazaruddin; Yessi Kartika; Novianti
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 1 No 1 (2020): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v1i1.110

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa merupakan salah satu masalah dalam pembelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan penerapan dan pemahaman konsep serta permasalahan lainnya yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh motode pembelajaran master berbantu software geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi geometri di kelas X MAN 3 Bireuen yang terdiri dari 8 kelas. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 5 yang terdiri dari 19 orang siswa. Data dianalisis dengan data korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh rhitung>rtabel yaitu 0,575 > 0.456, berarti terdapat korelasi yang positif antara sebelum dilaksanakan metode pembelajaran master berbantu software geogebra dengan sesudah sesuai dengan interpretasi koefisien korelasi menunjukkan interpretasi yang sedang. Serta diperoleh thitung >ttabel yaitu 2,8978>1,740. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran master berbantu software geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi geometri di kelas X MAN 3 Bireuen.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED BERDASARKAN GENDER SISWA Yessi Kartika; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran materi dimensi tiga sebelumnya banyak mengalami kendala, terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu penyebab adalah karena metode yang digunakan guru kurang sesuai. Penggunaan pendekatan open-ended merupakan salah satu alternatif lain untuk dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan hasil belajar siswa. Pendekatan Open-Ended merupakan suatu upaya pembaharuan pendidikan matematika yang pertama kali dilakukan oleh para ahli pendidikan di Jepang. Pendekatan Open ended adalah pendekatan berbasismasalah, dimana masalah yang digunakan adalah masalah terbuka. Masalah terbuka adalah masalah yang memiliki lebih dari satu jawaban benar. Sehingga melatih siswa untuk berfikir kreatif dalam menyelesaikan soal matematika. Pembelajaran matematika di sekolah yang melibatkan siswa laki-laki dan perempuan, setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda.Oleh karena itu peneliti menerapkan penelitian ini dengan tujuan adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kreatif dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan open ended materi Dimensi tigakelas X SMA Negeri 3 Bireuen. Penelitian inidilaksanakan di SMA Negeri 3  Bireuen Bireuen dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi eksperimen) yaitu dengan kelopok esperimen dan kelompok kontrol. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA negeri 3 Bireuen. Peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pemelajaran dihitung dengan rumus g (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berfikir kreatif matematis dan hasil belajar siswa berdasarkan gender siswa dengan menerapkan pendekatan open ended. Kata Kunci: Pendekatan Open ended, Kemampuan Berfikir Kreatif, Hasil Belajar Siswa
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI GEOMETRI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 PEUSANGAN Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang lebih baik, model Problem Based Instruction dipandang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga penulis mengambil judul skripsi “Perbedaan Hasil Belajar dengan Menggunakan Model Problem Based Instruction dengan Pembelajaran konvensional Pada Materi Geometri Di Kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa dengan  menggunakan kedua model pembelajaran tersebut. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Peusangan, dengan jumlah 5 kelas dan sampel penelitian, yaitu siswa kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 32 siswa dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 31 siswa dengan instrument penelitian yang digunakan berupa tes tertulis, data dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05 dan diperoleh nilai akhir thitung < ttabel yaitu -0,16 < 1,67 ,maka dapat disimpulkan bahwa kriteria pengujian  H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model Problem  Based Intruction sama dengan hasil belajar yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi geometri di kelas XI SMAN 1 Peusangan. Kata Kunci: Problem Based Instruction dan konvensional
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DI KELAS X SMK NEGERI 1 JEUNIEB Yessi Kartika Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 1 (2015): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab rendahnya nilai siswa SMK Negeri 1 Jeunieb dikarenakan siswa di kelas X SMK Negeri 1 Jeunieb belum sepenuhnya menguasai konsep- konsep materi Relasi dan Fungsi. Adapun alternatif pemechan masalah yang peneliti pilih dalam pelaksanaan penelitian yaitu dengan cara menerapkan Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Berpikir Kritis siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining lebih baik dari pada yang diajarkan dengan Model Konvensional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Jeunieb tahun 2015/2016. Pengambilan diambil secara Simpel Random sampling yaitu kelas X/BB dan kelas X/NKPI. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 siswa yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Analisis data dilakukan secara kuantitatif, untuk mengetahui perbedaan rata-rata digunakan uji t, maka hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan α=0,05 diperoleh , yaitu . Sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining lebih baik dari pada yang diajarkan dengan model Konvensional pada materi Relasi dan Fungsi dikelas X SMK Negeri 1 Jeunieb. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Siswa, Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan Pembelajaran Konvensional.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI PELUANG DI KELAS XI SMA NEGERI 2 PEUSANGAN Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang lebih baik, model Problem Based Instruction  dipandang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga penulis mengambil judul skripsi “perbedaan penerapan model problem based instruction dengan pembelajaran kooperatif nht terhadap kemampuan berfikir kreatif siswa pada materi peluang di kelas xi sma negeri 2 peusangan”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa dengan  menggunakan kedua model pembelajaran tersebut. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Peusangan, dengan jumlah 5 kelas dan sampel penelitian, yaitu siswa kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 32 siswa dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 31 siswa dengan instrument penelitian yang digunakan berupa tes tertulis, data dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05 dan diperoleh nilai akhir thitung < ttabel yaitu -0,16 < 1,67 ,maka dapat disimpulkan bahwa kriteria pengujian  H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model Problem  Based Intruction sama dengan hasil belajar yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif NHT pada materi peluang di kelas XI SMAN 2 Peusangan. Kata Kunci: Problem Based Instruction, kooperatif NHT, Peluang, kemamuan berfikir kreatif
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUMON BERBANTUAN MEDIA CABRI 3D V2 PADA MATERI GEOMETRI Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan berfikir kreatif matematis siswa dapat ditandai dengan banyaknya siswa yang belum mampu menyelesaikan soal yang diberikan dan belum mampu menyelesaikannya secara bertahap sesuai dengan langkah-langkah pengerjaan soal yang benar. Hal ini disebabkan proses belajar mengajar di kelas masih kurang diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang mendorong siswa belajar aktif dan kurangnya siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 pada materi segitiga dan segi empat kelas VII di SMP Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bireuen yang berjumlah 20 orag siswa. Skor persentase yang diperoleh dari hasil tes akhir siklus I belum sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan pada siklus yaitu hanya 70% yang mendapat nilai , sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa sudah mencapai target yaitu 88,46% dan 86,15% untuk itu peneliti masuk ke siklus II. Pada siklus II berdasarkan hasil tes telah mencapai 90%yang mendapat nilai  dan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa juga sudah mencapai kriteria yaitu 93,84% dan 91,53%. Jadi berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan  model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa SMAN I Peusangan Siblah Krueng dan aktifitas siswa merupakan suatu masalah yang mendasar di SMAN I peusangan siblah Krueng . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model pembelajaran probing prompting berbantuan mrdia geogebra terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi persamaan dan pungsi kuadrat di kelas X SMA N I Pesangan SIblah Krueng . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatf , populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas  X IPA Negeri I Peusangan Siblah Krueng yang terdiri dari 3 kelas . Sampel dipilih secara acak. Sampel yang diambil hanya 2 kelas yaitu X IPA I sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 22 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas control dengan siswa berjumlah 22 orang. Data dinalisis dengan tes dan lembar observasi . hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji  t pada taraf siknifikan a =0,05 diperoleh t- hitung> t- table ( 1,77 >1,68 ), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa antara yang diajarkan dengan model pembelajaran probing Prompting berbantuan media geogebra lebih baik dari pada yang di ajarkan dengan model  konvensional. Perbedaan hasil tersebut dapat dilihat pada nolai rata – rata yang diperoleh siwa kelas X IPA I sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran probing prompting ( X1 = 47 dan 84,14) dan siswa kelas  X IPA 2 sebelum dan sesudah model konvensional  (X2=45,32 dan 79,05 ). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan model pembelajaran probing  prompting berbantuan media geogebra dan penggunaan pembelajaran konvensional. Kata kunci              : Kemampuan berpikir kreatif, model pembelajaran probing                               prompting, media geogebra dan pembelajaran                                konvensional.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN COMPACT DISC OF MATH (CD-M) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS Yessi Kartika; Rahmi Wahyuni
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 5 (2017)
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan media pembelajaran berupa Compact Disk (CD-M) sangat diperlukan bagi mahasiswa pendidikan matematika.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa compact disk (CD-M)berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif matematis.Penelitian ini melibatkan mahasiswa semester III Universitas Almuslim.serta beberapa dosen sebagai penilai atau validator ahli. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan compact disc of math (CD-M)  untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif  matematis. (2) Mendeskripsikan dampak penggunaaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan compact disc of math (CD-M)  terhadap kemampuan berfikir kreatif  matematis. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Dengan rincian: (1) Analisys (meliputi: analisis kurikulum, materi pembelajaran, teknologi dan laboratorium tempat uji coba), (2) Design (meliputi: penyusunan alur materi pembelajaran, penyusunan garis-garis besar isi media dan pembuatan desain tampilan media) (3) Development (meliputi: Penyiapan bahan materi dan tampilan media pembelajaran, pengembangan media pembelajaran dan pengemasan media pembelajaran dalam bentuk Compact Disk (CD) pembelajaran matematika), (4) Implementation (meliputi: uji coba kelas kecil dan penerapan dalam kelas pembelajaran) dan (5) , Evaluation (meliputi: analisis hasil penilaian dari ahli dan siswa, serta analisis hasil pretes dan postes. Instrumen yang telah disusun berupa kisi-kisi soal dan butir soal tes, RPP yang telah dirancang untuk 2 kali pertemuan sesuai dengan materi yang telah direncanakan. Tahap selanjutnya yang akan tim laksanakan adalah pengolahan data pretest dan postest untuk mengetahui bagaimana hasil dari penelitian yang telah diadakan dan bagaimana peningkatan kemampuan berfiir kreatif matematis pada matakuliah Geometri pada mahasiswa semester IV Universitas Almuslim Matanglumpang dua. Peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran dihitung dengan rumus g (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berfikir kreatif dengan menerapkan media pembelajaran berupa Compact Disk (CD-M) Kata kunci: Multimedia, compact disc of math (CD-M) , kemampuan berfikir kreatif  matematis.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI KELAS VI SD NEGERI 1 SAWANG Yessi Kartika; Noratul Husna
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa merupakan salah satu masalah dalam pembelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan permasalahan  yang berkaitan dengan penerapan  dan pemahaman konsep serta permasalahan lainnya yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini dipengaruhi oleh dominannya aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pembelajaran Teams games tournament (TGT) dan software Microsoft Math. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh yang signifikanmetode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan Software Microsoft Math terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi matriks di kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Peusangan Kabupaten Bireuenyang terdiri dari 8 kelas. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 IPA 1 yang terdiri dari 30 orang siswa. Data dianalisis dengan data korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh rhitung> rtabel yaitu 0,98 > 0,361. Hal ini berarti terdapat korelasi yang positif  antara sebelum dilaksanakan model pembelajaran TGT dan software microsoft mathdengan sesudah pembelajaran dengan model TGT dan software microsoft math sesuai dengan interpretasi koefisien korelasi menunjukkan interpretasi yang sangat kuat.Selanjtnya dilakukan uji – t korelasi dan hasil analisis menunjukkan thitung> ttabel yaitu 8,24> 2,048. Hasil observasi aktivitas pembelajaran  yang meliputi aktifitas guru dan siswa terlihat bahwa aktifitas pembelajaran yang dilakukan di kelas dikategorikan sangat baik dengan persentase rata-rata aktifitas guru pada pertemuan pertama sebesar 92,2 dan pada pertemuan kedua 94,4%, lalu persentase rata-rata aktifitas siswa pada pertemuan pertama dan kedua masing-masing adalah 83,3% dan 91,1%. Berdasarkan taraf keberhasilan dari proses pembelajaran ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran TGT dan software Microsoft Math terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi matriks di kelas XI SMA Negeri 1 Peusanga.  Kata Kunci: Metode Pembelajaran TGT, Software Microsoft Math, Kemampuan Komunikasi Matematis, Materi Matriks
Persepsi dosen terhadap manajemen kelas pada mata kuliah microteaching sebelum dan sesudah penerapan lesson study Misnar; Zuraini; Eli Nofriati; Husnidar; Yessi Kartika
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 3 (2023): Januari: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan pembelajaran revolusi industri mengacu pada 4C yaitu communication, collaboration, creativity and critical thinking. Pada kenyataannya masih ditemukannya permasalahan di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar seperti 1) masih kurang menerapkan pembelajaran yang interaktif, 2) kurangnya pengamat pada saat proses belajar mengajar, dan 3) tidak maksimalnya pembelajaran peerteaching. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, data display dan verifikasi data. Subyek penelitian adalah dosen pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Sampel penelitian ini adalah lima orang dosen pengampu mata kuliah micro teaching. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Lesson Study tepat diterapkan dalam pengelolaan kelas pada mata kuliah micro teaching. Selain itu, dari pembelajaran lesson study tergambarkan bahwa kondisi kelas lebih interaktif dan lebih menyenangkan serta berpusat pada mahamahasiswa sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21.