Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perilaku Swamedikasi Nyeri, Diare, Batuk dan Maag oleh Masyarakat Rezha Nur Amalia; Ragil Setia Dianingati; Eva Annisaa'
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 1, Edisi 2, 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v1i2.11105

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengenali gejala atau penyakit serta memilih obat sendiri. Swamedikasi dapat meningkatkan kesehatan nasional apabila dilakukan dengan baik, namun terdapat dampak negatif dari swamedikasi apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian terdahulu untuk mengetahui bagaimana perilaku swamedikasi pada masyarakat untuk mengatasi gejala nyeri, diare, batuk, dan maag. Hasil yang didapatkan yaitu masyarakat lebih memilih untuk swamedikasi dibandingkan dengan berobat ke dokter dengan alasan penyakit dianggap ringan, lebih murah, mudah, dan cepat, selain itu obat modern lebih dipilih dibandingkan dengan obat tradisional dan masyarakat lebih memilih untuk membeli obat di apotek serta masih terdapat perilaku swamedikasi yang tidak tepat sehingga membutuhkan edukasi lebih lanjut. Perilaku swamedikasi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sumber informasi, kemudahan akses swamedikasi, dan saran dari keluarga..
Analisis Kepatuhan Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi Rawat Jalan di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang : Studi Potong Lintang Dini, Intan Rahmania Eka; Hanum, Nora Fauziah; Annisaa, Eva; Setiadianingati, Ragil
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.24383

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang kronis sehingga berdampak terhadap kualitas hidup penderita dan membutuhkan biaya yang cukup banyak.  Kepatuhan merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan terapi selain rasionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan serta hubungannya terhadap outcome klinis yaitu frekuensi kejang, Penelitian dilakukan pada pasien epilepsi rawat jalan di RSD Wongsonegoro kota semarang dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 46 pasien. Tingkat kepatuhan diukur dengan menggunakan kuisioner Medication Adherence Report scale (MARS 5) dan data dianalisis menggunakan fisher exact test .  Dari 46 pasien epilepsi rawat jalan didapatkan hasil kepatuhan tinggi sebesar 87% dan rendah sebesar 13%  dan hasil uji fisher exact menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dengan frekuensi  kejang (p=0,214).
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antihipertensi Golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Momuat, Annastasia Gabriella Francie; Annisaa', Eva
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 1, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i1.17210

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang ditandai dengan nilai GFR (Glomerular Filtration Rate) < 60 mL/menit/1,73 m2 selama > 3 bulan. Salah satu faktor risiko dari PGK adalah hipertensi. Golongan antihipertensi yang direkomendasikan pada pasien PGK salah satunya adalah Angiotensin II Receptor Blocker (ARB). Hipertensi dapat memperburuk fungsi ginjal, sebaliknya penurunan fungsi ginjal dapat memperburuk hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol tekanan darah pasien PGK menggunakan antihipertensi dengan penggunaan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB pada pasien PGK di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang diteliti adalah 80 pasien PGK yang menggunakan golongan ARB dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis yang dianalisis rasionalitasnya berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah 80 pasien dinyatakan tepat indikasi (100%), 80 pasien dinyatakan tepat pasien (100%), 74 pasien dinyatakan tepat obat (92,5%), dan 80 pasien dinyatakan tepat dosis (100%). Oleh karena itu, rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB berdasarkan empat kriteria tersebut sudah cukup baik, yaitu sebesar 92,5%.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung Ramadhani, Raihan; Dianingati, Ragil Setia; Annisaa', Eva
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 1, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i1.17946

Abstract

Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi. Keberhasilan pengobatan pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung pada Januari-Maret 2022. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan dukungan keluarga. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasilianalisis menunjukkan tingkat pengetahuan mayoritas sampel memiliki pengetahuan baik (36%) dan dukungan keluarga yang baik (36%). Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung tergolong baik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Rasionalitas Swamedikasi Batuk di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Andani, Dea Fildatul; Annisaa', Eva; Hardian, Hardian
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.22428

Abstract

Swamedikasi merupakan pengobatan yang dilakukan secara mandiri untuk menangani suatu penyakit yang tergolong ringan tanpa bantuan petugas medis. Batuk merupakan salah satu contoh penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Batuk merupakan reflek alamiah tubuh untuk mengeluarkan zat asing seperti debu, asap, kotoran, lendir, atau makanan dari dalam saluran pernapasan. Masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan biasanya akan melakukan pengobatan secara swamedikasi jika menderita sakit batuk. Untuk dapat menggunakan obat batuk secara swamedikasi masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang obat batuk serta cara penggunaannya yang rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi batuk pada masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan teknik Purposive Sampling serta instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 49,2% masyarakat Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan batuk yang tinggi dan sebanyak 62,6% masyarakat menggunakan obat swamedikasi secara rasional. Tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan rasionalitas swamedikasi batuk.Kata kunci: batuk, kuesioner, purposive sampling, swamedikasi
Hubungan Persepsi dengan Perilaku Penggunaan Internet sebagai Media Pencarian Informasi Obat selama Pandemi Covid-19 pada Masyarakat di Kota Semarang Nurhafizha, Dika; Annisaa', Eva; Dianingati, Ragil Setia
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.20057

Abstract

Penggunaan internet sebagai media pencarian informasi obat kian meningkat selama pandemi Covid-19. Hal ini tidak selalu memberikan dampak positif karena tidak semua informasi di internet adalah fakta sehingga pencarian informasi obat selama masa pandemi Covid-19 perlu kewaspadaan agar tidak terjebak dalam persepsi yang salah. Persepsi akan memengaruhi perilaku masyarakat setelah membaca informasi di internet. Mengetahui persepsi, perilaku, dan hubungan persepsi dengan perilaku penggunaan internet sebagai media pencarian informasi obat selama pandemi pada masyarakat Covid-19 di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling pada 108 orang masyarakat Kota Semarang. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bawah persepsi masyarakat di Kota Semarang memiliki persepsi baik (44%), cukup (31%), dan kurang (26%). Perilaku masyarakat yang tergolong baik (44%), cukup (31%), dan kurang (26%). Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan perilaku penggunaan internet sebagai media pencarian informasi obat selama pandemi Covid-19 pada Masyarakat di Kota Semarang (nilai p = 0,000). Mayoritas responden memiliki perilaku dan persepsi yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan perilaku penggunaan internet sebagai media pencarian informasi obat selama pandemi Covid-19 pada masyarakat di Kota Semarang.
Healthcarepreneurship Training on Making Antibacterial Liquid Soap (Hand Soap) Made From Hibiscus rosa sinensis L. Extracts Antari, Arlita Leniseptaria; Saraswati, Indah; Annisaa, Eva; Utomo, Astika Widy; Ekawati, Nuraini; Kurniasari, Teny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 10, No 2 (2024): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.89565

Abstract

Healthcare is one of the critical elements of infection prevention and control, one of which can be done by maintaining hand hygiene. Hand washing with soap and flowing water has long been considered a parameter of personal hygiene and is a simple way to reduce the transmission of infections, especially those caused by hand contact between individuals. However, it must still be done by paying attention to the time and the correct way to wash hands according to WHO standards. At this time, various hand soap products have emerged but are not antibacterial. Antibacterial ingredients used as soap base should not contain various kinds of chemicals that are harmful to the health of its users. Therefore, the use of natural ingredients can be an alternative to substitute chemical active substances. One that has been tested for its antibacterial properties is hibiscus flower (Hibiscus rosa sinensis L.). This activity began with presenting the results of the screening on hand washing habits carried out 2 weeks earlier. The next activity is the introduction to making antibacterial hand soap made from hibiscus extract through material presentation and empirical evidence of the potential of hibiscus as an antibacterial, as well as videos about the importance of maintaining hand hygiene through proper hand washing regularly. The activity is expected to make the healthcare UMKM know and understand that hibiscus flowers, which are widely available around their residence, can be used as raw material for making hand soap that has been produced so far, so as to minimize the use of chemical-based antibacterials. The hand soap product produced later became a collaborative product produced by the community, and then registered a patent with the number S00202120213 on November 17th, 2021.
Analisis Kepatuhan Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi Rawat Jalan di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang : Studi Potong Lintang Dini, Intan Rahmania Eka; Hanum, Nora Fauziah; Annisaa, Eva; Setiadianingati, Ragil
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.24383

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang kronis sehingga berdampak terhadap kualitas hidup penderita dan membutuhkan biaya yang cukup banyak.  Kepatuhan merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan terapi selain rasionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan serta hubungannya terhadap outcome klinis yaitu frekuensi kejang, Penelitian dilakukan pada pasien epilepsi rawat jalan di RSD Wongsonegoro kota semarang dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 46 pasien. Tingkat kepatuhan diukur dengan menggunakan kuisioner Medication Adherence Report scale (MARS 5) dan data dianalisis menggunakan fisher exact test .  Dari 46 pasien epilepsi rawat jalan didapatkan hasil kepatuhan tinggi sebesar 87% dan rendah sebesar 13%  dan hasil uji fisher exact menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dengan frekuensi  kejang (p=0,214).
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Rasionalitas Swamedikasi Batuk di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Andani, Dea Fildatul; Annisaa', Eva; Hardian, Hardian
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.22428

Abstract

Swamedikasi merupakan pengobatan yang dilakukan secara mandiri untuk menangani suatu penyakit yang tergolong ringan tanpa bantuan petugas medis. Batuk merupakan salah satu contoh penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Batuk merupakan reflek alamiah tubuh untuk mengeluarkan zat asing seperti debu, asap, kotoran, lendir, atau makanan dari dalam saluran pernapasan. Masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan biasanya akan melakukan pengobatan secara swamedikasi jika menderita sakit batuk. Untuk dapat menggunakan obat batuk secara swamedikasi masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang obat batuk serta cara penggunaannya yang rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi batuk pada masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan teknik Purposive Sampling serta instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 49,2% masyarakat Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan batuk yang tinggi dan sebanyak 62,6% masyarakat menggunakan obat swamedikasi secara rasional. Tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan rasionalitas swamedikasi batuk.Kata kunci: batuk, kuesioner, purposive sampling, swamedikasi
RELATIONSHIP OF OHA’S TREATMENT RATIONALITY WITH THERAPY TARGETS ACHIEVEMENT IN TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS Rizky, Wardhiana Agung; Annisaa, Eva; Dini, Intan Rahmania Eka
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i3.1188

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is the most common condition in Central Java. Irrational use of drugs can cause various problems, including increased disease morbidity and mortality rates, wasted health costs, and the emergence of undesirable effects. Therefore, this study was necessary to assess the rationality of the treatment. The aim was to describe the rationality of OHAs treatment and to achieve therapy targets, and to understand the relationship between OHA treatment rationality and therapy target achievement in patients with type 2 diabetes mellitus at primary health care in Wirosari District, Grobogan Regency. An analytical observational study used a cross-sectional design, purposive sampling, and chi-square test to establish relationships between variables. The rationale for treating OHAs in patients with type 2 diabetes mellitus at primary health care in Wirosari District, Grobogan Regency, is 47.67% rational and 52.33% irrational. Among the samples, 26.7% reached the therapeutic target, whereas 73.3% did not. The rationality of treating OHAs and achieving therapeutic targets was interconnected (p=0.014).  Keywords: HbA1C, rational treatment, therapeutic target, type 2 diabetes mellitus