Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS V SD NEGERI 101501 BINTUJU KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS KABUPATEN TAPANULI SELATAN Arjun Ritonga; Nurbaiti Nurbaiti; Riswandi Harahap
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.508 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah penelitian apakah terdapat peningkatan yang relevan antara penggunaan model pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 101501 Bintuju Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan T.A 2021/2022. Rancangan penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdapat dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101501 Bintuju Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan yang berjumlah 25 siswa. Berdasarkan hasil analisis nilai rata-rata pembelajaran tematik pada subtema suhu dan kalor sebelum menggunakan model pembelajaran Talking Stick rata-rata 68 berada pada kategori “Kurang”. Sesudah menggunakan model pembelajaran Talking Stick nilai rata-rata pada siklus I 77 berada pada kategori “cukup”, dan pada siklus II nilai rata-rata 80 berada pada kategori “Baik”. Dari perbandingan hasil belajar siswa  kelas V SD Negeri 101501 Bintuju Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan pada siklus I sebesar 58% dan pada siklus II sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada subtema suhu dan kalor.    
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN STRATEGI PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 100204 SIHOPUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN Siti Maimunah; Mara Judan Rambey; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.503 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.85

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor dari dalam diri siswa seperti kemampuan yang dimilikinya dan faktor yang berasal dari luar seperti guru, media belajar, lingkungan belajar dan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang tidak tepat akan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Setiap siswa mempunyai gaya belajar masing-masing. Jika strategi mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa, pembelajaran akan berhasil dan siswa akan memahami materi yang diberikan dan target indikator hasil belajar akan tercapai. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Menurut Arikunto dkk (2006:10) “Penelitian tindakan merupakan suatu kajian reflektif dilakukan secara inkuiri, partisipatif, kalaboratif terhadap latar alamiah, dan implikasi dari suatu tindakan. Sedangkan sebagai tindakan substansif, penelitian tindakan ditandai adanya intervensi skala kecil berupa pengembangan suatu tindakan dengan memfungsikan latar kealamiahannya sebagai upaya melakukan reformasi diri atau peningkatan kualitas, sehingga hasil tersebut lebih bermakna.”Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan spesifikasi khusus dari penelitian tindakan (action research) adalah suatu pendekatan khusus dalam penelitian, sehingga merupakan akumulasi antara prosedur penelitian dan tindakan substansif yang dilakukan pada situasi alami, ditunjukkan untuk memecahkan permasalahan dengan tujuan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada proses pembelajaran. Aktivitas guru selama kegiatan belajar mengajar dengan penerapan strategi permainan ular tangga terjadi peningkatan secara positif. Pada siklus I pertemuan 1 aktivitas guru berada pada klasifikasi sangat sempurna Pada pertemuan 2 siklus I, skor aktivitas guru adalah klasifikasi sangat sempurna. Pada siklus II, skor aktivitas guru mengalami peningkatan pada pertemuan 1 dan pada pertemuan kedua. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dengan strategi permainan ular tangga pada siklus I sebesar 75,9%. Aktivitas siswa pada siklus II sebesar 72,8% dengan klasifikasi sempurna. Perbandingan aktivitas guru dan aktivitas siswaBerdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus II, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan telah mencapai target yang diinginkan.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DENGANMODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DI KELAS III SDNEGERI 101270 PADANG BOLAK TENGGARA KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Nursanti Siregar; Nurbaiti Nurbaiti; Weni Aulia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 1 No 3 (2021): Vol. 1. No. 3. Agustus 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.006 KB) | DOI: 10.37081/jipdas.v1i3.272

Abstract

Hasil observasi melakukan pengamatan dan wawancara dengan guru-guru khususnya guru di SDNegeri 101270 Padang Bolak Tenggara,pembelajaran yang dilakukan pada kelas awal SD masih terpisah-pisah berdasarkan mata pelajaran dan guru belum mengaitkan satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya. Sesuai dengan permasalahan penelitian, tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan mengembangkan pembelajaran tematik dengan model kooperatif tipe STAD pada peserta didik di kelas III SD SD Negeri 101270 Padang Bolak Tenggara. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan sumber belajar dan peserta didik dengan guru. Kegiatan pembelajaran akan bermakna bagi peserta didik jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi peserta didik. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.penelitian tindakan kelas terdiri atas komponen yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pembelajarn tematik dengan menggunakan model Kooperatif tipe STAD pada siklus II sudah berjalan dengan baik, karena pada siklus I praktisi sudah mencapai tujuan dengan jelas sehingga pembelajaran terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SD NEGERI 115 GUNUNG TUA PANYABUNGAN Majidah Nur; Fitriani Harahap; Nurbaiti Nurbaiti; Afdhal Ilahi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 3 No 03 (2023): Vol. 3 No. 3 Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v3i03.336

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa dikarenakan guru hanya menggunakan metode ceramah, sumber  informasi sepenuhnya dari guru. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih kurang, siswa belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing pembelajaran matematika kelas V di SD Negeri 115 Gunung Tua Panyabungan. Metode penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 18 orang. Teknik analisis data melakukan tes, lembar observasi. Dari hasil analisis data diperoleh peningkatan aktivitas belajar siswa. peningkatan rata-rata dari 67,33%  pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan rata-rata 81% Selain dilihat dari nilai rata-rata peserta didik, peningkatan hasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana kriteria ketuntasan minimum (KKM),yaitu 75. Terbukti persentase ketuntasan dari 38,8% pada siklus I, kemudian pada persentase siklus II meningkat menjadi 89% dan ketuntasan pada siklus II sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yakni 75. Dan peningkatan aktivitas siswa juga dapat dilihat dari persentase pada siklus I dari 57% , kemudian pada persentase siklus II meningkat menjadi 88%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas siswa pada pembelajaran matematika pada materi pecahan.   Kata Kunci : Snowball Throwing, aktivitas belajar