Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pola Asuh Orang Tua Terhadap Keberhasilan Memimpin Juwinner Dedy Kasingku; Claudia Meybi Tampanguma; Edwin Melky Lumingkewas
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8148850

Abstract

Each parent in the family has their own way of raising children. Parenting from people who know plays an important role, especially in helping form a child's abilities. The purpose of this research is to make readers understand more, especially the role of parents, parenting, and successful leadership. The method used in this research is a qualitative method with a combination of library research approaches coupled with various sources from the internet. This study discusses the role of parents, parenting styles, types of parenting styles, leaders and leadership, leadership styles, leadership success, and the relationship between success in leadership and parenting styles. The three types of parenting are authoritarian, democratic, and permissive. The leadership style is autocratic, laissez-faire, and democratic. In a variety of parenting styles, not all of them can give good results in shaping children's attitudes and abilities. Likewise, with leadership styles, not all can show success in leading. The results of this study indicate that one's success in leading cannot be separated from the role of parents regarding the ability of children resulting from the application of parenting patterns. Everything that is good and successful comes from democratic parenting and democratic leadership styles. The relationship can be seen in several attitudes, namely good communication, cooperation, making decisions, and being responsible
INCREASING EDUCATIONAL AWARENESS OF PARENTING STYLES AND FAMILY SOCIAL SUPPORT ON ADOLESCENT MENTAL HEALTH Juwinner Dedy Kasingku; Winda Novita Warouw; Edwin Melky Lumingkewas
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v7i4.9524

Abstract

Good mental health requires the ability to manage emotions, thoughts, and actions in a healthy and adaptive manner. Parental upbringing and family support are crucial in maintaining the mental health of adolescents, as they are the closest individuals within the family. Emotional support from the family and access to mental health resources like psychologists or mental health clinics can assist adolescents in overcoming stress and pressures in their lives. This paper uses a literature review methodology to explore the family’s role in adolescent mental health. The findings based on the literature review indicate that the family has a significant influence on adolescent mental health. Parenting styles demonstrated by parents have a significant impact on the mental development of adolescents. The social support provided by parents to their children is likewise crucial. With strong social support from the family and the surrounding environment, adolescents can build positive relationships with others, effectively overcome challenges, and achieve desired life goals.
Menjaga Orang Muda Agar Tetap dalam Pergaulan yang Benar Juwinner Dedy Kasingku; Feronika Evlita Siwu; Alan Hubert Frederik Sanger
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the problem that often occurs, including in the religious environment, is a problem related to young people because young people are the biggest target of Satan, so he uses various ways to tempt every young person so that they fall into an unfavorable association so that in the end young people are far from God. That is why it is important for every person to believe that they can protect young people so that they can stay in the right association. This is a qualitative study using library research method. Researchers examine sources by comparing one statements with another taken from articles, books, or information on the internet. In this study, there are several ways to ensure that young people remain in the right associations, among them: understanding correctly what association is, imitating the good associations of several figures in the Bible, and selecting good friends in relationships.
Integrasi Pendidikan Rohani: Pengaruh Membaca Firman Terhadap Kesehatan Mental Delaxita Clara Welan; Christin Natalia Wangean; Juwinner Dedy Kasingku
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4189

Abstract

Reading is an activity that has a role in shaping how a person thinks. It helps us respond to things and also gives us the tools to solve problems. The impact of reading depends on what we choose to read. If we pick high-quality reading material, our thinking becomes more refined when dealing with different issues. On the other hand, if we choose poorly our perspectives on various subjects can become less positive. This is a key factor in how our mental well-being is influenced. For those who believe in God, we have reliable reading material that forms our thought patterns – that's the Bible. The Bible is considered the word of God, containing promises and hope, which contribute to developing a positive mindset. When we struggle with negative thought patterns, it can affect our mental state. This is where the Bible becomes important as it offers comfort and hope as the word of God. By using research methods and looking into existing information, the researcher found that reading the Bible has a significant impact on mental health. Engaging with the Bible helps improve our thought patterns and makes us mentally stronger.
Dunia Digital vs Dunia Rohani: Dilema Dalam Pertumbuhan Anak Kasingku, Juwinner; Sanger, Alan Hubert Frederick
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.476

Abstract

Dalam era teknologi yang semakin maju termasuk gadget, telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Tidak bisa dipungkiri banyak waktu yang terbuang diakibatkan oleh penggunaan gadget di dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa terlibat dalam penggunaan gadget ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa saja dampak penggunaan gadget terhadap kerohanian anak. Artikel ini menguraikan beberapa dampak positif dan negatif dalam penggunaan gadget terhadap pertumbuhan spiritual manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan. Gadget memberikan manfaat yang signifikan dalam memfasilitasi komunikasi, memudahkan mengakses materi rohani, dan dapat mengatur jadwal dalam melangsungkan kegiatan-kegiatan rohani. Namun, penggunaan yang berlebihan atau tidak bijak dapat berdampak negatif seperti mengganggu kualitas dalam beribadah, menurunkan perhatian terhadap firman Tuhan dan merusak keseimbangan dalam kehidupan rohani. Orang tua memiliki peran pentin dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan gadget untuk memastikan pertumbuhan kerohanian mereka tidak terganggu. Kesimpulannya, penggunaan gadget ang bijak dan terkendali dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan kerohanian individu, begitu pula sebaliknya. Perlu kesadaran akan dampak negative yang mungkin timbul dan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan antara teknologi dan
Komitmen Dalam Pelayanan Sebagai Seorang Pemimpin Goni, Norlan; Frans, Nofry; Kasingku, Juwinner Dedy
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 2 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i2.4965

Abstract

Komitmen di dalam sebuah pelayanan sangatlah penting. Karena di dalam segala hal yang kita lakukan sangatlah di butuhkan komitmen yang kuat dan teguh. Jika seseorang tidak mampu mengambil komitmen maka maka apapun yang dia lakukan tidak akan berjalan dengan baik. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan. Seorang pemimpin harus memiliki integritas di dalam mempin, fokus terhadap aturan tetapi juga harus memiliki kebijakan yang tidak menyalahi aturan tersebut. Pemimpin harus memiliki kerendahan hati untuk melayani gantinya arogansi. Pemimpin harus memiliki iman kepada Tuhan, optimis, mampu untuk mempertahankan kebenaran, tidak bersungut-sungut, serta tegas. Pemimpin yang baik dapat terlihat dari cara ia bersikap, berinteraksi, dan pengambilan keputusan.
Peran Keluarga Dalam Mengatasi Dampak Negatif Dari Pergaulan Bebas Rondonuwu, Debora Jesika; Bokian, Gratia Marzianda; Kasingku, Juwinner Dedy
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.8497

Abstract

Salah satu masalah sosial yang paling memprihatinkan dalam budaya modern saat ini adalah pergaulan bebas, terutama di kalangan anak muda. Artikel ini membahas pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengurangi dampak buruk pergaulan bebas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan riset kepustakaan sebagai sumber utama. Artikel ini menguraikan definisi keluarga, fungsi keluarga, dan tipe-tipe keluarga berdasarkan informasi dari berbagai sumber dan temuan studi. Selain itu, ciri-ciri pergaulan bebas dan variabel-variabel yang mempengaruhinya juga dijelaskan secara mendetail. Dampak dari pergaulan bebas, seperti bahaya kesehatan, kehamilan yang tidak diinginkan, dan ketergantungan emosional, turut dibahas untuk memberikan perspektif yang lebih menyeluruh. Artikel ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah pergaulan bebas melalui penanaman nilai-nilai moral yang kuat, pengawasan terhadap perilaku anak, dan pemberian pendidikan seksual yang tepat. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk menekankan pentingnya keluarga dalam membentuk karakter moral anak dan mencegah remaja terlibat dalam perilaku pergaulan bebas yang berbahaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran keluarga dalam menjaga moralitas dan kesehatan generasi muda.
Peran Keluarga Dalam Mengatasi Dampak Negatif Dari Pergaulan Bebas Rondonuwu, Debora Jesika; Bokian, Gratia Marzianda; Kasingku, Juwinner Dedy
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.8497

Abstract

Salah satu masalah sosial yang paling memprihatinkan dalam budaya modern saat ini adalah pergaulan bebas, terutama di kalangan anak muda. Artikel ini membahas pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengurangi dampak buruk pergaulan bebas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan riset kepustakaan sebagai sumber utama. Artikel ini menguraikan definisi keluarga, fungsi keluarga, dan tipe-tipe keluarga berdasarkan informasi dari berbagai sumber dan temuan studi. Selain itu, ciri-ciri pergaulan bebas dan variabel-variabel yang mempengaruhinya juga dijelaskan secara mendetail. Dampak dari pergaulan bebas, seperti bahaya kesehatan, kehamilan yang tidak diinginkan, dan ketergantungan emosional, turut dibahas untuk memberikan perspektif yang lebih menyeluruh. Artikel ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah pergaulan bebas melalui penanaman nilai-nilai moral yang kuat, pengawasan terhadap perilaku anak, dan pemberian pendidikan seksual yang tepat. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk menekankan pentingnya keluarga dalam membentuk karakter moral anak dan mencegah remaja terlibat dalam perilaku pergaulan bebas yang berbahaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran keluarga dalam menjaga moralitas dan kesehatan generasi muda.
Dukungan Pendidikan Agama Kristen dan Gereja Dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja Kasingku, Juwinner Dedy; Woy, Jones Ted Lauda
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.8626

Abstract

Kesehatan mental mencerminkan kondisi emosional dan psikologis yang positif di mana seseorang dapat menggunakan kemampuan kognitif dan emosionalnya secara efektif, berinteraksi dengan baik dalam lingkungannya, dan memenuhi tuntutan kehidupan sehari-hari. Lingkungan sosial dan kejadian sekitar memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang. Pendidikan Kristen mengajarkan bahwa kesehatan adalah hasil dari keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, kerohanian, dan sosial. Meskipun iman Kristen dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan, gangguan mental masih mungkin terjadi. Orang Kristen diajarkan untuk membawa beban mereka kepada Tuhan dan mencari kekuatan dalam iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan, merujuk pada literatur artikel publikasi, website terkait, serta buku-buku elektronik maupun fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental yang baik mencakup keseimbangan kondisi psikis dan emosi yang memungkinkan seseorang menjalani kehidupan sehari-hari dengan produktif. Perspektif Alkitab menekankan hubungan yang kuat dengan Tuhan sebagai bagian dari kesehatan mental. Tokoh-tokoh Alkitab seperti Elia, Yeremia, dan Daud menunjukkan bahwa bahkan orang beriman pun dapat menghadapi pergumulan mental. Pendidikan agama Kristen berperan penting dalam membentuk kesehatan mental positif remaja dengan menanamkan nilai-nilai iman dan memberikan dukungan spiritual. Gereja juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental anggotanya melalui pelayanan pastoral dan komunitas yang mendukung. Dukungan emosional dan kerohanian dari gereja dapat membantu anggota jemaat mengatasi masalah mental dan mencapai kesejahteraan sepenuhnya.
Penggunaan Musik Rohani Dalam Peribadatan Woy, Jones Ted Lauda; Gosal, Fellix; Kasingku, Juwinner Dedy
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.8696

Abstract

Musik merupakan sesuatu yang bisa dirasakan oleh semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa. Kekuatan musik ialah dapat  menyentuh hati dan mengungkapkan perasaan membuatnya dan merupkan sumber ketenangan, dan inspirasi. Penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan, yang meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun, terdapat situasi di mana musik juga bisa digunakan dengan cara yang negatif. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menganalisis berbagai literatur untuk menjelajahi pandangan roh nubuat tentang penggunaan musik dalam ibadah. Dalam Perjanjian Lama, musik digunakan untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan memberikan ketenangan jiwa. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, walaupun tidak menjelaskan secara spesifik jenis musik, musik tetap diakui pentingnya dalam konteks kerohanian.  Pandangan roh nubuat, seperti yang dinyatakan oleh Ellen White, menekankan bahwa musik harus digunakan untuk memuliakan Tuhan dengan keindahan, harmoni, dan kesederhanaan yang dapat mengangkat pikiran kepada yang kudus. Rekomendasi untuk menggunakan musik yang lembut dan harmonis dalam ibadah menyoroti pentingnya kejelasan intonasi dan kekuatan emosi dalam menyampaikan pujian kepada Tuhan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa penggunaan musik dalam ibadah tidak hanya menciptakan suasana yang hidup tetapi juga menjadi ungkapan dari rasa syukur dan pengabdian yang tulus. Melalui musik, umat dapat menyampaikan pujian yang memuliakan Tuhan dengan indahnya, mencerminkan kehendak-Nya yang sempurna, dan menciptakan keindahan rohani di dalam ibadah mereka.