Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI PEMBIMBING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Juwinner Dedy Kasingku; Faldo Nun Sasarari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 6 No. 5 (2022): September
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i5.8930

Abstract

This article discusses how the role of Christian religious education teachers as mentors at SMP Advent Waropen to build the students' characters. The research design used was a qualitative research method for 6 students in grades 8 and 9. The researcher has 7 questions and modified them so that the questions could describe the questions selected from the research. The research outcomes indicated that the role of Adventist Christian teachers at SMP Advent Waropen influenced significantly the students’ character building. Therefore, Christian religious education mentors needed to be capable of guiding the students at Junior High School Advent Waropen and had positive traits like self-control, integrity, excellent character, and politeness. The researcher also found that there was cooperation between teachers, parents, and the communities in developing students’ character. The role of Christian religious education teachers as mentors at SMP Advent Waropen was very important for students. And with the cooperation used by teachers, parents, and the communities, the process could be gradually applied and implemented.
Mempererat Hubungan Rumah Tangga di Tengah Gejolak Kehidupan Modern Melalui Pendidikan Keluarga Juwinner Dedy Kasingku; Lauda Woy Lauda Woy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.410

Abstract

Family is an important place for a person’s development, where we learn about love, togetherness, and support. However, the challenges of modern life, such as busy work schedules and technological advancements, can affect family harmony, especially in communication. This study aims to understand how to maintain family integrity amid the rising issues of divorce. The research uses a qualitative method by analyzing various related articles. The results show that factors such as a lack of responsibility, economic problems, and domestic violence can harm family unity. To maintain harmony, it is crucial for families to communicate well, forgive each other, and pray together. These steps can strengthen family relationships, create a safe environment, and provide a healthy atmosphere for children. In conclusion, maintaining family integrity requires joint effort, focusing on good communication, love, and togetherness in prayer to prevent divorce and create a harmonious family.
Kepemimpinan Efektif Yang Berakar Pada Nilai Kerohanian Juwinner Dedy Kasingku; Mareike Sesca Diana Lotulung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1568

Abstract

Kepemimpinan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan berorganisasi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan mengunakan pendekatan studi kepustakaan. Ellen G. White seorang penulis Kristen memberikan nasihat untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang bijaksana haruslah memiliki kriteria sebagai berikut: kesetiaan sangat diperlukan karena pemimpin yang menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan, maka mereka akan setia juga dalam seluruh tanggung jawab, dan setia dalam perkataan maupun perbuatan. Selanjutnya, kepercayaan seorang pemimpin mampu menginspirasi orang lain untuk percaya dan bersandar kepada Tuhan serta memiliki pengharapan. Kemudian, integritas yang tak tergoyahkan. Seorang yang memiliki kejujuran, tindakan sejalan dengan ajaran Allah, adalah orang yang akan menunjukkan integritas yang tak tergoyahkan. Selanjutnya, pemimpin yang mampu untuk mengambil keputusan. Pemimpin yang dapat mengambil keputusan yang baik, harus hidup bergantung kepada Tuhan. Pada akhirnya, kemampuan dibutuhkan dalam seorang pemimpin. Mereka yang dipercayakan sebagai pemimpin harus memiliki kompetensi. Tampa adanya kualifikasi ini seorang tidak dapat menjadi pemimpin yang bijaksana.
Kepemimpinan Efektif Yang Berakar Pada Nilai Kerohanian Juwinner Dedy Kasingku Kasingku; Mareike Sesca Diana Lotulung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1682

Abstract

Kepemimpinan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan berorganisasi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan mengunakan pendekatan studi kepustakaan. Ellen G. White seorang penulis Kristen memberikan nasihat untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang bijaksana haruslah memiliki kriteria sebagai berikut: kesetiaan sangat diperlukan karena pemimpin yang menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan, maka mereka akan setia juga dalam seluruh tanggung jawab, dan setia dalam perkataan maupun perbuatan. Selanjutnya, kepercayaan seorang pemimpin mampu menginspirasi orang lain untuk percaya dan bersandar kepada Tuhan serta memiliki pengharapan. Kemudian, integritas yang tak tergoyahkan. Seorang yang memiliki kejujuran, tindakan sejalan dengan ajaran Allah, adalah orang yang akan menunjukkan integritas yang tak tergoyahkan. Selanjutnya, pemimpin yang mampu untuk mengambil keputusan. Pemimpin yang dapat mengambil keputusan yang baik, harus hidup bergantung kepada Tuhan. Pada akhirnya, kemampuan dibutuhkan dalam seorang pemimpin. Mereka yang dipercayakan sebagai pemimpin harus memiliki kompetensi. Tampa adanya kualifikasi ini seorang tidak dapat menjadi pemimpin yang bijaksana.
Menerapkan Pendidikan Melalui Gaya Hidup Sehat untuk Hidup Lebih Bermakna Juwinner Dedy Kasingku
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1871

Abstract

Kesehatan sangat penting dalam hidup manusia. Sebagai orang Kristen, kita harus menjaga kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa kita. Saat ini, banyak orang mengalami masalah kesehatan karena hidup yang cepat dan teknologi yang canggih, yang membuat mereka stres, makan tidak sehat, dan kurang bergerak. Penyakit yang tidak menular, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, semakin banyak terjadi karena gaya hidup seperti itu. Untuk mencegah penyakit ini, kita perlu hidup sehat dengan mengurangi stres, rajin olahraga, dan makan makanan yang seimbang. Pendidikan tentang kesehatan sangat penting supaya orang bisa membuat pilihan yang baik untuk tubuh mereka. Dengan informasi yang benar, kualitas hidup bisa jadi lebih baik dan risiko sakit bisa berkurang. Artikel ini juga menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual secara menyeluruh. Ellen G. White mengajarkan bahwa menjaga tubuh dengan makan sehat dan olahraga adalah bagian dari tanggung jawab kita kepada Tuhan. Jadi, menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan. Penelitian ini berharap bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang cara hidup sehat dan menjaga kesehatan berdasarkan ajaran Ellen G. White.
Guru Sebagai Fasilitator Pendidikan Agama Kristen di Era Modern Kasingku, Juwinner Dedy; Siby, Robert
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2741

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran guru sebagai fasilitator dalam pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), seiring perubahan dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai konsep tentang fasilitator, perbedaannya dengan cara mengajar tradisional, serta kaitannya dengan nilai dan ajaran Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan peran guru sebagai fasilitator dengan jelas dan menunjukkan bagaimana peran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki tanggung jawab dalam memberikan suasana belajar yang aman, aktif, dan terbuka, serta membantu siswa belajar melalui pengalaman dan diskusi. Dalam PAK, peran ini sangat sesuai dengan ajaran kasih, pelayanan, dan keteladanan, sehingga guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing pertumbuhan iman dan karakter siswa. Pembahasan memperlihatkan bahwa guru fasilitator berbeda dari guru tradisional karena lebih mendorong siswa untuk berpikir, bekerja sama, bertanya, dan mandiri, termasuk dalam memahami firman Tuhan. Kesimpulannya, peran fasilitator membuat pembelajaran PAK lebih hidup, bermakna, dan membantu siswa berkembang secara menyeluruh baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun kehidupan rohani.
GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN: LITERATURE REVIEW Kasingku, Juwinner; Robert Siby
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41810

Abstract

This study examines the perceptions of Christian Religious Education (CRE) teachers regarding the use of Artificial Intelligence (AI) in the learning process. The rapid development of AI in the field of education has brought significant changes to teaching and learning practices, including in religious education. On the one hand, AI offers various advantages, such as more personalized learning, the provision of interactive learning materials, and greater efficiency in managing teachers’ administrative tasks. On the other hand, CRE teachers face new challenges, particularly related to digital literacy demands, technological readiness, and ethical and spiritual responsibilities in using AI so that it does not conflict with Christian faith values. The purpose of this study is to identify the benefits and challenges of integrating AI into Christian Religious Education, as well as to examine the factors that influence teachers’ perceptions of this technology. This research employs a qualitative method using a literature review approach, in which data are obtained from books, scholarly journal articles, and relevant documents discussing AI in education and Christian Religious Education. The data are analysed thematically to identify patterns of perspectives, opportunities, and challenges. The findings indicate that, in general, CRE teachers hold a fairly positive attitude toward the use of AI, especially because of its potential to support adaptive and engaging learning. However, significant obstacles remain, including limited technological infrastructure, a lack of specialized training for teachers, and concerns about reduced personal relationships and students’ spiritual development. Therefore, it can be concluded that the successful integration of AI in Christian Religious Education largely depends on teacher readiness, technological support, and the wise and ethical use of AI, so that it truly serves as a supportive tool that strengthens students’ faith formation and character development rather than replacing them.
KESADARAN SAAT MAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN HOLISTIK DI ERA MODERN Kasingku, Juwinner; Winda Novita Warouw
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 9 (2026): Nusantara Hasana Journal, February 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i9.1937

Abstract

Human health includes physical, mental, and spiritual well-being, all of which are closely connected. In today’s modern era, many people consume fast food and processed foods that are high in sugar, fat, and salt. These habits increase the risk of diseases such as obesity, type 2 diabetes, and heart disease. This study aims to examine the importance of a healthy diet for human health based on scientific research and the writings of the Spirit of Prophecy. The method used is a literature review by collecting and analyzing relevant books and academic journals related to this topic. The findings show that a simple and natural diet, rich in plant-based foods such as fruits, vegetables, whole grains, and nuts, helps maintain physical health, strengthen the immune system, and support mental clarity and emotional stability. In contrast, overeating and irregular eating habits can disrupt the body’s metabolism, reduce concentration, and affect mood. The Spirit of Prophecy also emphasizes that the human body is the temple of the Holy Spirit and should be cared for responsibly. Therefore, self-control in food choices is important not only for physical health but also for character development and spiritual growth. By gradually and consistently applying healthy eating habits such as planning meals and reducing processed foods, individuals can achieve a healthier, more balanced life that is in harmony with God’s will.
MENGOPTIMALKAN PLATFORM DIGITAL DALAM MENDORONG SEMANGAT BELAJAR Mareike Seska Diana Lotulung; Juwinner Dedy Kasingku
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42592

Abstract

The development of information and communication technology has changed how people, especially adolescents and university students, access information, communicate, and express themselves. Social media has become a primary platform widely used by students for entertainment, information, and communication. This study employed a qualitative method with a phenomenological approach to examine the influence of social media on the learning motivation of students at a private university in Manado in the 2024/2025 academic year. Data were collected through interviews with 30 active students who regularly use social media, supported by a literature review. The results show that WhatsApp, TikTok, and Instagram are the most frequently used platforms, mainly for entertainment, information, and communication purposes. In addition, social media has been shown to support learning motivation through educational content, social interaction, and digital rewards, although the duration of use needs to be managed to prevent health problems and addiction. In conclusion, social media not only facilitates communication and access to information but also serves as an effective tool to support the learning process, stimulate curiosity, and enhance students’ motivation to learn in the digital era.