Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEPEMIMPINAN KRISTEN TERHADAP PERGAULAN ORANG MUDA DI DALAM GEREJA Kasingku, Juwinner; Siby, Robert
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13514

Abstract

Orang muda merupakan generasi yang diperhitungkan untuk dapat menjadi pemimpin di masa depan. Dalam mempersiapkan para orang muda, penting utuk memberikan kesempatan keapda mereka untuk belajar dalam bertanggung jawab, membuat pilihan yang tepat, dan dapat memberikan sumbangsi yang positif bagi masyarakat. Kepemimpinan memgang peranan yang penting dalam memajukan suatu organisasi, termasuk gereja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mencari tahu pengaruh kepemimpinan Kristen terhadap pergaulan orang muda di dalam gereja. Pemimpin harus dapat memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dengan komunikasi yang baik, menunjukkan tanggung jawab, serta memberikan motivasi dan bimbingan yang nyata. Model kepemimpinan yang ditunjukkan dalam alkitab, terutama oleh tokoh-tokoh seperti Musa, Nuh, dan lebih utamanya lagi Yesus, dapat memberikan semangat bagi para pemimpin Kristen saat ini. Pergaulan, terutama dalam konteks pacarana, menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan orang muda. Meskipun memiiki potensi untuk dapat memberikan motivasi dan dukungan, pergaulan yang tidak sehat dapat membawa dampak negatif, terutama di dalam lingkungan gereja. Pemimpin gereja memiliki tanggung jawab untuk dapat membimbing para orang muda dalam pergaulan yang benar melalu contoh keteladanan serta menjalani pergaulan yang sehat. Pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan haruslah dilakukan untuk dapat mencapai kepemimpinan yang baik yang memberikan pengaruh yang positif terhadap pergaulan orang muda
DISIPLIN SEBAGAI KUNCI SUKSES MERAIH PRESTASI SISWA Kasingku, Juwinner; Lotulung, Mareike Sesca Diana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14536

Abstract

Pendidikan adalah salah satu aspek penting di dalam kehidupan manusia, dengan proses pembelajaran menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan belajar. Disiplin, mencakup pengaturan diri, fokus, ketekunan, dan inisiatif, merupakan faktor yang penting dalam menentukan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran disiplin dalam meningkatkan prestasi belajar siswa serta peran guru dalam menjaga kedisiplinan di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal-jurnal terkait yang dianalisis untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik yang dibahas. Disiplin memainkan peran penting dalam proses pembelajaran dengan membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar yang baik, mengelola waktu dengan efektif, dan fokus pada tujuan akademik. Aspek-aspek disiplin seperti ketepatan waktu, kepatuhan terhadap peraturan, dan kehadiran konsisten menjadi landasan penting dalam membangun karakter siswa. Selain itu, disiplin juga mendukung pengembangan kemampuan self-regulation dan keterampilan berpikir kritis yang berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar. Guru memiliki peran penting dalam mengajarkan dan menegakkan disiplin di sekolah. Dengan latihan dan mempraktikan kedisiplinan dengan konsisten, maka disiplin menjadi bagian penting dari karakter siswa, mempersiapkan mereka untuk sukses di masa depan dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Penerapan yang efektif dari disiplin, termasuk pemberian reward dan punishment, sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik serta mendukung pencapaian tujuan belajar.
PENDIDIKAN HOLISTIK SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER Kasingku, Juwinner; Fellix Gosal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15877

Abstract

Education is one of the essential aspects of human life, not only for transferring knowledge but also for shaping character and developing potential in a holistic manner. This article highlights the importance of character education in building individuals who have balanced moral, physical, mental, and spiritual qualities. Character education is a continuous process to develop positive values ​​within individuals, enabling them to live meaningful lives and contribute positively to society. The research method used in this article is qualitative, analyzing recent sources related to the formation of character through appropriate education. Various articles, books, and related documentation are used to support the findings of this research. The analysis shows that holistic education based on spiritual values ​​provides a strong foundation for individuals to face life's challenges, not only in physical and mental aspects but also in moral aspects, and maintain good relationships with their environment. Holistic education plays a crucial role in producing students who are morally and socially intact in global society. By integrating physical, mental, social, and spiritual aspects in the education process, students can be more prepared and capable of addressing various challenges encountered in daily life. Holistic education not only benefits to students but also the surrounding community by creating a more harmonious and cultural environment. Therefore, the implementation of holistic education becomes an urgent necessity in the global education system, in order to produce a generation that is not only academically intelligent but also has high moral standards and the ability to adapt in an increasingly complex and dynamic environment.
KEPEMIMPINAN ROHANI SEBAGAI TELADAN DALAM PELAYANAN KEPADA SESAMA Kasingku, Juwinner; Edwin Melky Lumingkewas
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.58883

Abstract

Leadership plays an essential role in guiding organizations and communities toward achieving shared goals. In the context of Christian ministry, leadership is not only related to managerial ability but also to spiritual character, integrity, and dependence on God. Effective spiritual leadership requires wisdom, faithfulness, integrity, and the ability to make responsible decisions while becoming a role model for others. This study aims to examine the concept of effective spiritual leadership based on biblical principles and the writings of Ellen G. White, and to explore its relevance for Christian leadership today. This research employs a qualitative approach using a literature study method. Various sources such as books, academic journals, and theological writings related to Christian leadership and Ellen G. White’s perspectives were collected and analyzed to identify key principles of spiritual leadership. The findings show that effective spiritual leadership is characterized by wisdom, faithfulness to God, integrity, humility, and dependence on divine guidance. A spiritual leader must seek God’s wisdom through His Word, demonstrate integrity in character and actions, and involve others in decision-making and ministry. Such leadership encourages growth, cooperation, and spiritual development within the community. In conclusion, effective Christian leadership is grounded in spiritual values and a close relationship with God. Leaders who practice wisdom, faithfulness, and integrity can positively influence others and faithfully serve as role models in Christian ministry.
PENDEKATAN PENDIDIKAN KRISTIANI DALAM MENGATASI FENOMENA NARSISME DIGITAL PADA GENERASI MUDA Kasingku, Juwinner; Winda Novita Warouw
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03 September 2026 Research Edition
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63964

Abstract

The development of social media has brought significant changes to the lives of young people, but it has also created challenges in the form of digital narcissism, namely the tendency to focus excessively on oneself and depend on social validation from others. This study aims to investigate the role of Christian Education in addressing the phenomenon of digital narcissism among young people. The research employs a qualitative approach using the Systematic Literature Review method through an examination of journals, books, and research reports published between 2015–2025 obtained from Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and other sources. The findings indicate that digital narcissism is influenced by several major factors, namely Fear of Missing Out (FoMO), the need for social validation, and social environmental pressures, which are reflected in behaviors such as seeking attention, excessive self-presentation, and dependence on others’ responses on social media. In addressing this phenomenon, Christian Education plays a role through three main approaches: the use of digital media in accordance with biblical principles, reflective and transformational education, and pastoral mentoring for young people. These three approaches help shape a strong identity, foster Christian character, and encourage responsible use of digital media. This study emphasizes that collaboration between education, the church, and spiritual mentoring is an important step in helping young people overcome digital narcissism, grow in faith, and develop strong character amid the challenges of the digital era.