Claim Missing Document
Check
Articles

WANGUNAN BETENG URIP : ANALOGI RUMAH ADAT JOGLO PENCU PADA BUSANA BERGAYA LOGIC DENGAN UNSUR KULTURAL Indartini, Ni Putu Melani; Pebryani, Nyoman Dewi; Mudarahayu, Made Tiartini
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4421

Abstract

Rumah Joglo Pencu merupakan sebuah bangunan tradisional yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Joglo Pencu merupakan sebuah rumah hunian yang memiliki keunikan pada bagian struktur dan juga sejarah pendiriannya yang membedakannya dari rumah Joglo lainnya. Rumah Joglo Pencu sendiri merupakan karya seorang imigran China bernama The Ling Sing yang mana mualaf dan dipanggil Kiayai Telingsing. Aristektur Joglo Pencu memiliki perbedaan dengan Joglo lainnya, seperti pada tata ruangnya yang lebih sederhana, jenis atap yang digunakan, dan berbagai jenis ukiran yang diterapkan. Metode penciptaan menggunakan tahapan penciptaan "Frangipani" Design Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016. Dari sepuluh tahap nantiny akan digunakan hanya delapan tahap Rumah Joglo Pencu diwujudkan dalam bentuk analogi diterapkan dalam busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture dengan kata kunci yang terpilih dengan menggunakan style Logic. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan mengenai arsitektur Indonesia salah satunya Joglo Pencu, dan dapat mengenalkan Joglo Pencu secara detail lebih luas kepada masyarakat.
Akasha Kala Arsitektur Museum Bali Sebagai Sumber Inspirasi Busana Classicn Elegant Glamour Berkolaborasi Dengan UD. Charisma Bali Savitri, Cokorda Istri Winda; Pebryani, Nyoman Dewi; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6042

Abstract

Museum Bali sebagai akses bagi semua untuk memahami dan menghargai warisan leluhur serta menekankan pada edukasi dan pelestarian. Berlatar belakang hal itu penulis tertarik menjadikan Arsitektur Museum Bali sebagai inspirasi penulis dalam menciptakan karya busana untuk tugas akhir penulis dengan perwujudan busana Ready To Wear, Deluxe Wear, Semi Couture. Selain sebagi inspirasi dalam perwujudan busana, penulis bertujuan ingin mengenalkan dan mempromosikan keindahan Arsitektur Museum Bali dalam bisnis busana. Teori yang digunakan adalah teori teori analogi dan konsep penciptaan FRANGIPANI dengan mengusung Style Classic Elegant Glamour. Ketiga busana RTW, RTWD Dan Semi Couture mengaplikasikan pewarna alami dari arang bambu sebagai perwujudan dari kata kunci batu bata, yang Masyarakat dapat melihat dan mengingat visual dan keangungan Museum Bali sebagai destinasi budaya dan pariwisata Sejarah di Bali pada koleksi “Akasha Kala”.
Palembang jumputan textile as cultural heritage: a historical study and its development dynamics Mukhsin Patriansah; I Ketut Muka; Nyoman Dewi Pebryani; Tjok Istri Ratna C.S
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v24i1.8230

Abstract

An analysis of its developmental dynamics over time. The research aims to trace the historical existence of jumputanfabric and investigate its development across different historical periods, ranging from the Srivijaya era and the Palembang Sultanate to the contemporary period. The novelty of this study lies in its effort to systematically explore the historical trajectory and developmental dynamics of Palembang jumputan fabric, thereby revealing not only its origins and evolution but also the transformation of its functions, motifs, techniques, and cultural meanings amid social changes in Palembang society. The theoretical contribution of this research is the strengthening of historical and cultural heritage studies through an analysis of the development of Palembang jumputan fabric as a cultural artifact that reflects historical values and the continuity of cultural identity in the face of changing times. This research employs a qualitative method with a historical approach through literature review, document analysis, interviews, and the interpretation of other relevant sources. The research was conducted at the Bumiayu Temple Site in Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Regency, South Sumatra, the Balaputradewa Museum, the Sultan Mahmud Badaruddin II Museum, and the Tuan Kentang Weaving Village in Palembang. Data analysis was carried out through the stages of data identification, data reduction, data analysis, and synthesis. The findings reveal that visual representations resembling jumputan fabric can be identified on the statues of deities and Shiva located at the Bumiayu Temple Site in PALI Regency, South Sumatra. Furthermore, the results demonstrate significant developmental dynamics of Palembang jumputan fabric in terms of technical innovation, motif forms and patterns, as well as its artistic, aesthetic, and functional values. The study concludes that Palembang jumputan fabric reflects an ongoing process of cultural negotiation between tradition and modernity while simultaneously serving as an important medium for preserving cultural identity in the midst of globalization.  
Co-Authors A.A. Ngr. Anom Mayun K. Tenaya Aiununnisa, Amelia Al Attas, Syarifah Alawiyah Amelia Aiununnisa Apriliani, Luh Putu Monita Apriliyani, Christy Wahyu Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista Aribaten, Ni Nengah Zinnia Ariyanti, Ni Kadek Yunik Artayasa, Ni Kadek Intan Cahyani Cahyani, Salsa Bilah Regita Chandra Fatmi, Dewa Ayu Gek Diah Dammayanti, Anak Agung Ketut Oka Marta Delia Fitriani Devi, A.A Istri Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya Dewi, Ketut Dina Aprilianti Dewi, Ni Made Dhea Sasmitha Dewi, Ni Putu Chyntia Dewi, Ratih Kemala Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri Fadiyanti, Elisa Grahantiyasari, Kadek Mirah Hadhira Rahma Hoar Nahak, Esperanza Ayu Viana I Gusti Ayu Artayani . I Ketut Muka I Made Radiawan I Nyoman Artayasa I Wayan Adnyana I Wayan Dedy Prayatna I Wayan Suardana I Wayan Sujana Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi Indartini, Ni Putu Melani Karso, Kejora Pratiwi Karso, Olih Solihat Leliana Sari, Dewa Ayu Putu Made Tiartini Mudarahayu Mahadewi, Ida Ayu Ari Maria Yolanda Vincent Maselia Andriani, Ni Putu Nanda Megy, Ni Made Lesiana Mitariani - Muda Rahayu, Made Tiartini Mukhsin Patriansah Ni Kadek Yuni Diantari Ni Luh Ayu Pradnyani Utami Ni Putu Darmara Pradnya Paramita Noorwatha, I Kadek Dwi Paramita, Ni Gusti Ayu Prastiti, Ni Made Priatmaka, I Gusti Bagus Purwadani, Kadek Anjani Putri Puspayani, Ni Kadek Intan Putu Manik Prihatini Putu Manik Prihatini Rahayu, Made Tiartini Muda Rahma Sari, Ni Made Kartika Sari Rahma, Hadhira Rai Remawa, Anak Agung Gede Ramadhan, Tara Firdaus Lailil Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri S. Suharto Savitri, Cokorda Istri Winda Suharto Suharto Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda Sumaningsih, Ni Kadek Dwi Sunatha, Ade Savitri Suprapti, Desak Ketut Devi Tiara Linggi, Randan Elrahel Udiyani, Ni Made Santi Utama, Gede Verdy Darma Utami, Ni Luh Sri Wardani, Putu Asri Yugeswari, Vinda Yulius, Yosef