Claim Missing Document
Check
Articles

Busana Unisex Berbasis Kain Tradisional Rangrang Bali Dewi, Ni Putu Chyntia; Nyoman Dewi, Pebryani; Ida Ayu Gede, Artayani
Serat Rupa: Journal of Design Vol 9 No 2 (2025): JULI-2025
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v9i2.11923

Abstract

This study aims to preserve the traditional Balinese Rangrang fabric through unisex fashion design combined with environmentally friendly fabrics. Through this approach, it is expected to support the preservation of Indonesian cultural heritage, create contemporary fashion so that it can compete in the global market, reduce fast fashion waste and meet the lifestyle of generation Z amidst the flow of globalization. This preservation is not only to preserve, but also as an effort to recognize Balinese Rangrang fabric in WBTBI (Indonesian Intangible Cultural Heritage), as we know that this fabric has not been recognized in WBTBI, even though this fabric has been passed down from generation to generation by the people of Nusa Penida. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through a literature study on Balinese Rangrang fabric, the characteristics of unisex fashion and the characteristics of generation Z fashion. Interviews with weaving owners, weavers and desainers to obtain more in-depth information. The results of the study show that the design of deluxe ready-to-wear unisex fashion based on Balinese Rangrang fabric is an effective step to preserve Rangrang fabric and reduce fast fashion waste. This research contributes to the development of contemporary fashion that contains traditional values in modern fashion design that is relevant to the needs of generation Z.    
Kaju Wula Flobamora Sebagai Busana Kontemporer Bergaya Etnik Moderen dari Nusa Tenggara Timur Tiara Linggi, Randan Elrahel; Pebryani, Nyoman Dewi; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 1 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i1.5896

Abstract

Suatu karya desain busana telah diwujudkan dan dijabarkan dalam Laporan Tugas Akhir yang bertujuan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) ke dalam desain busana kontemporer melalui eksplorasi arsitektur Gedung Kantor Gubernur NTT. Desain koleksi busana "Kaju Wula Flobamora" terinspirasi dari simbol budaya lokal, seperti alat musik Sasando, mozaik kaca, dan motif tenun khas NTT, yang dikombinasikan dengan pendekatan modern ethnic style. Koleksi ini mencakup tiga kategori busana: ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture, yang dirancang untuk memperlihatkan perpaduan harmoni antara tradisi dan tren mode masa kini. Dalam proses penciptaan, diterapkan metode perancangan Frangipani yang mencakup riset, analisis elemen seni, pengembangan desain, hingga promosi koleksi. Proyek ini bekerja sama dengan mitra industri, Tudisign, yang berlokasi di Gianyar, Bali, untuk memastikan kualitas dan relevansi produk dengan pasar. Koleksi ini juga dirancang sebagai upaya melestarikan warisan budaya NTT sekaligus memberikan kontribusi pada dunia mode melalui inovasi desain berbasis budaya lokal. Hasil karya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap nilai budaya lokal di kalangan masyarakat luas dan menjadi inspirasi bagi desainer muda untuk terus mengembangkan produk mode yang berkarakter dan bermakna.
ANALISIS ELEMEN VISUAL PENERAPAN LETTER SPACING PADA KAMPANYE ANTI RASISME LIGA INGGRIS Yulius, Yosef; Pebryani, Nyoman Dewi; Suharto, Suharto; Aiununnisa, Amelia; Rahma, Hadhira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58181

Abstract

The problem of racism can occur anywhere and anytime, including in the Premier League. With so many clubs and fans around the world, the Premier League is prone to racism from players, spectators, to fanatical fans. To minimize racism, the English League held an anti-racism campaign with the theme 'No Room For Racism' which used attractive typography visuals and meeting fonts that were rarely used. The purpose of this study is to analyze visual elements to assess the effectiveness of the visual use of typography in  the 'No Room For Racism' campaign  from the perspective of visual communication design. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, documentation, and analysis through aesthetic theory and semiotics. The results of the study show that the visual form of the logo of the "No Rooms for Racism" campaign  has applied the principles of graphic design well. The resulting works have high aesthetic value and are interesting to observe. However, based on an analysis of typography principles, the logo puts aside the legibility aspect and prioritizes the attractive visual aspect. The study provides a better understanding of how typography visuals affect messaging in social campaigns and offers ways to improve readability without sacrificing visual appeal in the future. This research shows that the proper use of visual typography in the 'No Room For Racism' campaign  can raise awareness and influence public attitudes towards racism, with attractive and different designs capable of attracting attention and influencing audience perceptions.Keywords: campaign, typography, visual communication designAbstrakPermasalahan rasisme bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Liga Inggris. Dengan banyaknya klub dan penggemar di seluruh dunia, Liga Inggris rentan terhadap rasisme dari pemain, penonton, hingga penggemar fanatik. Untuk meminimalisir rasisme, Liga Inggris mengadakan kampanye anti rasisme dengan tema ˜No Room For Racism™ yang menggunakan visual tipografi menarik dan font rapat yang jarang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis elemen visual untuk menilai efektivitas penggunaan visual tipografi dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dari perspektif desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan analisis melalui teori estetika dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk visual logo dari kampanye œNo Rooms for Racism telah menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dengan baik. Karya yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang tinggi dan menarik untuk diamati. Namun, berdasarkan analisis prinsip tipografi, logo tersebut mengesampingkan aspek keterbacaan dan lebih memprioritaskan aspek visual yang menarik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana visual tipografi mempengaruhi pesan dalam kampanye sosial dan menawarkan cara untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengorbankan daya tarik visual di masa depan.Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan visual tipografi yang tepat dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dapat meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi sikap publik terhadap rasisme, dengan desain yang menarik dan berbeda dari biasanya mampu menarik perhatian dan mempengaruhi persepsi audiens.Kata Kunci: kampanye, tipografi, desain komunikasi visual. Authors:Yosef Yulius : Universitas Indo Global MandiriNyoman Dewi Pebryani : Universitas Indo Global MandiriSuharto : Universitas Indo Global MandiriAmelia Aiununnisa : Universitas Indo Global MandiriHadhira Rahma : Universitas Indo Global Mandiri ReferencesBastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“Bastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“106. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/609/582Raden, A. Z. M. (2016b). Custom typefaces pada web menggunakan embedding font. Jurnal Desain.Rahman, M. T. (2011). Glosari Teori Sosial (Baik). In Ibnu Sina Press (Vol. 1, p. 148).Rello, L., Baeza-Yates, R., & Saggion, H. (2013). DysWebxia: Making texts more accessible for people with dyslexia. Procesamiento Del Lenguaje Natural, 51, 205“208.Risyanto, D., & Juandi, J. (2022). Diskriminatif Kesantunan Berbahasa Tuturan Youtuber Game Online Mobile Legend. Diksatrasia¯: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 206. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7808Riyanti, A., Putranti, I. R., & Paramasatya, S. (2022). Peran Jaringan Advokasi Football Against Racism in Europe ( FARE ) terhadap Konstruksi Wacana Anti Diskriminasi Ras dalam Industri Sepak Bola Eropa. Journal of International Relations, 8, 164“180. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/33474Rotama, H. (2022). Optimasi Tingkat Keterbacaan Visual Melalui Redesain Logo Opacity Photograpy. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 636. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39833Simmons, N. (2016). œWe™re a Culture, Not a Costume: Ethical Analysis of a College Student-Led Organization™s Anti-Racism Campaign. Public Voices, 14(1), 97. https://doi.org/10.22140/pv.23Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi¯: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 6(1), 23“29. https://doi.org/10.36982/jsdb.v6i1.1830Yu, D., Cheung, S. H., Legge, G. E., & Chung, S. T. L. (2007). Effect of letter spacing on visual span and reading speed. Journal of Vision, 7(2), 1“10. https://doi.org/10.1167/7.2.2Yubel, N. E., & Reuspatyono, R. (2022). Implementation of the English Premier League™S Involvement in Campaigning the Anti-Racism Movement. Journal of Social Political Sciences, 3(1), 42“61. https://doi.org/10.52166/jsps.v3i1.92Yulius, Y. (2022). Tinjauan Unsur Visual Desain Poster Iklan Layanan Masyarakat ˜Yuk Kurangi Sampah Plastik Mu.™ Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 10(02), 34“50. https://doi.org/10.34010/visualita.v10i02.6345Yulius, Y., & Halim, B. (2021). Analisis Konsep Dan Komponen Visual Dasar Poster €Œtobacco Break Hearts”. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 5(1), 81“87. https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1804 
Fabric Slashing Bag: Solusi Kreatif UMKM Fashion Kota Denpasar Mengelola Limbah Tekstil Diantari, Ni Kadek Yuni; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Pradnyani Utami, Ni Luh Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Muda Rahayu, Made Tiartini; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Konte Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3601

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan untuk menangani limbah tekstil berupa kain perca yang dihasilkan dari proses produksi produk fashion UMKM bidang fashion di kota Denpasar melalui pembuatan tas dengan teknik fabric slashing. Selain mengurangi limbah tekstil, produk fabric slashing bag ini juga sebagai sarana dalam mengekplorasi pemanfaatan limbah tekstil sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tekstil sehingga layak untuk dipasarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data mengenai dampak limbah fashion. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh tahapan yang tepat dalam pelaksanaan pengabdian dan pengolahan limbah fashion dengan kreatif dan bernilai ekonomis bagi UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama lima hari untuk memahami karakteristik limbah fashion, mengetahui langkah-langkah dalam teknik fabric slashing, menentukan desain  produk, hingga proses pengolahan kain perca menjadi produk fashion yang memiliki nilai ekonomis. UMKM Kota Denpasar di bidang fashion dalam proses produksi menghasilkan limbah tekstil berupa kain perca, jumlah perca yang dihasilkan kian meningkat seiring dengan proses produksi. Kain perca yang tidak diolah menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik UMKM bidang fashion di Kota Denpasar jika menjadi sampah atau limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah kain perca agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan kepada UMKM bidang fashion di Kota Denpasar.
Peningkatan Keahlian Sumber Daya Manusia Bagi Pelaku UMKM Fashion Kota Denpasar Melalui Pelatihan Merajut Diantari, Ni Kadek Yuni; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Rahayu, Made Tiartini Muda; Pebryani, Nyoman Dewi; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Udiyani, Ni Made Santi; Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya; Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konte; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy; Mahadewi, Ida Ayu Ari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4500

Abstract

Pelatihan merajut ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM bidang fashion dikota Denpasar. Pelatihan merajut digagas untuk meningkatkan keahlian bagi UMKM dalam produksi produk fashion yang kreatif dan inovatif sekaligus menambah nilai dari produk fashion sehingga mampu memperluas jangkauan produk yang ditawarkan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untu menganalisa data terkait permasalahan yang dihadapi oleh UMKM fashion di kota Denpasar dan ketepatan metode pembelajaran teknik merajut sebagai langkah pelaksanaan pelatihan merajut untuk mewujudkan produk fashion yang kreatif, inovatif serta bernilai ekonomis bagi UMKM. Pelaksanaan pelatihan merajut ini diselenggarakan selama lima hari untuk memahami teknik merajut hingga tercipta produk tas rajutan dengan tiga tahapan yang terdiri dari 1) tahap persiapan yang meliputi identifikasi peserta, penyusunan materi, dan persiapan alat dan bahan; 2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan penyampaian materi, pendampingan; 3) tahapan akhir dengan mengadakan evaluasi. Kegiatan pelatihan merajut ini mampu meningkatkan kemampuan SDM pelaku UMKM kota Denpasar khususnya dalam keahlian merajut dasar yang bermanfaat bagi UMKM fashion kota Denpasar dalam mengembangkan produk fashion dengan sentuhan tangan yang unik dan menarik untuk dipasarkan.
Mesra’s Bondinity: Metafora Kebersamaan Tradisi Dewa Mesraman Dalam Busana Romantic Edgy Delia Fitriani Devi, A.A Istri; Pebryani, Nyoman Dewi; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.316 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.283

Abstract

Dewa Mesraman adalah salah satu tradisi yang berasal dari Kabupaten Klungkung dan sudah dilaksanan secara turun-temurun. Tradisi ini memiliki tujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antar penduduk di daerah tersebut sedari kecil. Tradisi ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali dan bertepatan dengan hari raya Kuningan. Sebelum menuju ke prosesi inti dalam tradisi ini, terdapat beberapa prosesi dan persiapan yang harus dilakukan. Prosesinya antara lain menjor, nunas paica, magibung, masuciang, rejang, dan terkahir adalah mesolah atau mesraman. Tradisi ini juga dianggap sebagai sebagai simbolisasi kemenangan dharma melawan adharma. Tradisi Dewa Mesraman menjadi inspirasi penulis dalam penciptaan karya busana. Penciptaan karya busana ini menggunakan gaya ungkap metafora. Dalam proses penciptaan karya busana ini menggunakan delapan tahapan penciptaan frangipani yang diambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, dengan judul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, tahun 2016, yaitu diawali dengan design brief, kemudian research and sourching selanjutnya tahapan ketiga yaitu design development, sehingga menghasilkan final collection, tahap ke lima yaitu prototype, sample and construction lalu didukung dengan promotion, branding and sales dan pada tahapan terakhir adalah business. Karya busana yang terinspirasi dari tradisi Dewa Mesraman ini akan terbagi menjadi tiga busana dengan tingkat kesulitan bertahap yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture. Tradisi Dewa Mesraman ini divisualisasikan dengan kata kunci asimetris, simbol kebersihan, memutar berpola lingkaran, bahan alam, dan beradu.
The Warrior Of Petang Dasa : Metafora Dresta Sasolahan Gebug Ende Dalam Busana Military Look Sumaningsih, Ni Kadek Dwi; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.484 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.284

Abstract

Penciptaan busana dilatar belakangi dengan pemilihan konsep Tradisi Gebug Ende yang merupakan pertunjukan adu ketangkasan dibawakan kaum laki-laki dengan membawa rotan dan ende guna memohon turun hujan dan sebagai pertunjukan hiburan. Tradisi Gebug Ende berasal dari Desa Seraya, Karangasem, Bali. Penciptaan ini bertujuan untuk mewujudkan ide Tradisi Gebug Ende ke dalam busana ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture, menyusun strategi promosi, pemasaran, branding, penjualan koleksi busana, menyusun sistem produksi dan bisnis koleksi busana. Koleksi busana ini menggunakan metode penciptaan yaitu Frangipani terdiri dari delapan tahapan: (1) ide pemantik (design brief), (2) riset dan sumber (research and sourching), (3) pengembangan desain (design development), (4) tahap sampel (sample, prototype, construction), (5) koleksi akhir (final collection), (6) tahapan promosi (promotion,sales, and branding), (7) tahapan produksi (production), dan (8) bisnis (the business) disertai dengan teori gaya ungkap metafora, teori bentuk atau wujud, teori strategi pemasaran serta teori produksi. Military look diangkat dalam penciptaan ini agar keseluruhan tampilan dalam berbusana bergaya atau terlihat seperti militer atau prajurit. Strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara periklanan di media sosial, membuat logo, label dan pagelaran busana serta sistem bisnis yang dilakukan dengan pembuatan rancangan anggaran biaya produksi dan business model canvas. Penciptaan busana ini ikut berkontribusi terhadap dunia fashion yaitu menambah khazanah fashion atau kekayaan fashion, sedangkan pada masyarakat dapat menambah wawasan tentang fashion dengan mengusung konsep sebuah tradisi.
Duology Metipat Bantal : Metafora Tradisi Mejauman Dalam Busana Edgy Look Grahantiyasari, Kadek Mirah; Pebryani, Nyoman Dewi; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.693 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.297

Abstract

Mejauman Metipat bantal adalah salah satu tradisi pernikahan yang ada di Indonesia khususnya Bali. Dalam istilah bahasa Bali, tradisi metipat bantal disebut tradisi Mejauman. Mejauman metipat bantal ditandai dengan membawa tipat bantal dengan segala kelengkapannya. Tipat yang dimaksud disini adalah ketupat yang melambangkan pradhana atau perempuan sedangkan bantal melambangkan purusa atau laki-laki. Upacara ini bertujuan untuk mohon pamit kepada orang tua dan kerabat dekatnya, termasuk secara kedinasan/administrasi kependudukan setempat. Secara niskala mempelai wanita mohon pamit kepada bhatara-bhatari leluhurnya yang dilaksanakan dengan membawa jauman berupa tipat bantal dan selengkapnya. Dalam proses penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan frangipani yang diambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, dengan judul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, tahun 2016, yaitu design brief, kemudian research and sourching selanjutnya tahapan ketiga yaitu design development, sehingga menghasilkan final collection, tahap ke lima yaitu prototype, sample and construction lalu didukung dengan promotion, branding and sales dan pada tahapan terakhir adalah bussinese. Delapan tahapan tersebut merupakan landasan dalam penciptaan busana Metipat Bantal dengan tiga busana dengan tingkat kesulitan bertahap yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan busana houte couture. Tradisi Metipat bantal dievaluasikan dengan kata kunci yaitu : bantal, tipat, tebu, jaja sangguh, purusha, pradhana, dan upakara, sehingga dalam perwujudan busana diimplementasikan dengan cara metafora dalam setiap kata kunci yang digunakan. Dalam busana ready to wear deluxe ada menggunakan perwujudan dengan cara analog yaitu selempang menyimbulkan kata kunci tipat.
SULAWESI’S LUXURIOUS TREE: PERANCANGAN ANALOGI POHON EBONI DALAM BUSANA BERGAYA EDGY A.A. Ayu Agung, Ratih Kemala Dewi; Mayun KT, A.A Ngurah Anom; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.497 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.727

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi berdasarkan tema besar yaitu Diversity of Indonesia yang mewajibkan mahasiswa dapat mengekspresikan idenya dengan mengeksplorasi arsitektur, flora fauna endemik, kuliner dan sosio culture. Penulis memilih konsep flora endemik Indonesia yaitu Pohon Eboni sebagai ide penciptaan busana yang diwujudkan kedalam busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan Semi Couture dengan koleksi busana ”Sulawesi’s Luxurious Tree”. Pohon eboni (Diospyros Celebica Bakh) merupakan pohon endemik yang hidupnya berkelompok di Sulawesi dan sebagai identitas provinsi Sulawesi Tengah. Pohon eboni dikenal dengan kayu hitam bergaris karena memiliki serat kayu berwarna hitam dengan garis-garis coklat kemerahan. Pohon eboni divisualisasikan berdasarkan kata kunci kayu hitam bergaris, daun eboni, bulat telur, rindang, lurus dan edgy. Kata kunci kayu hitam bergaris divisualisaikan menggunakan motif kayu hitam bergaris, daun eboni divisualisasikan bentuk dan warna, bulat telur divisualisasikan bentuk bulat telur, rindang divisualisasikan banyak daun, lurus divisualisasikan dengan beberapa bagian yang menggunakan siluet lurus, edgy divisualisasikan dengan style atau gaya berbusana yang tergolong out of the box yang didominasi dengan warna hitam atau gelap. Pada penciptaan ini mengunakan gaya ungkap analogi serta menggunakan tahapan Frangipani yang terdiri dari sepuluh tahapan. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi akademis khususnya pada bidang fashion mengenai analogi pohon eboni yang diimplementasikan ke dalam karya busana.
TUARA PATUH : KARAKTER WAYANG KLUPAK TIYING PADA BUSANA EXCOTIC DRAMATIC Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista; K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.385 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.735

Abstract

Wayang Klupak Tiying merupakan salah satu tradisi yang terdapat di Desa Batubulan, Gianyar, Bali yang cukup jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya, metafora dari karakter wayang Merdah dan Tualen pada tradisi wayang klupak tiying menjadi inspirasi utama pada karya penciptaan ini. Karakter wayang Merdah dan Tualen yang dipenuhi dengan kesederhanaan dan ketulusan untuk membimbing atau menuntun agar tidak terjadi bala pada diri setelah kecelakaan merupakan makna dari penggunaan sarana wayang klupak tiying pada upacara pengulapan yang tergolong sederhana.Dalam proses penciptaan busana pria dan wanita ini melalui 8 tahapan penciptaan "FRANGIPANI” TheSecret Steps of Art Fashion (Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan tersebut ialah (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain (design development), prototypes, sample and contraction, koleksi akhir (final collection), promosi, pemasaran, brand dan penjualan (promotion), marketing, (branding and sale), produksi (production) dan juga bisnis (business). Hasil akhir penciptaan ini berupa busana pria ready to wear, busana wanita ready to wear deluxe dan busana wanita Couture. Melalui penciptaan karya dalam bidang fashion ini, diharapkan kebudayaan lokal khususnya tradisi pengulapan wayang klupak tiying dengan unsur budaya dan tradisi semakin diketahui dan menjadi media penambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas
Co-Authors A.A. Ngr. Anom Mayun K. Tenaya Aiununnisa, Amelia Al Attas, Syarifah Alawiyah Amelia Aiununnisa Apriliani, Luh Putu Monita Apriliyani, Christy Wahyu Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista Aribaten, Ni Nengah Zinnia Ariyanti, Ni Kadek Yunik Artayasa, Ni Kadek Intan Cahyani Cahyani, Salsa Bilah Regita Chandra Fatmi, Dewa Ayu Gek Diah Dammayanti, Anak Agung Ketut Oka Marta Darmara Pradnya Paramita, Ni Putu Delia Fitriani Devi, A.A Istri Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya Dewi, Ketut Dina Aprilianti Dewi, Ni Made Dhea Sasmitha Dewi, Ni Putu Chyntia Dewi, Ratih Kemala Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri Diantari, Ni Kadek Yuni Fadiyanti, Elisa Grahantiyasari, Kadek Mirah Hadhira Rahma Hoar Nahak, Esperanza Ayu Viana I Made Radiawan I Nyoman Artayasa I Wayan Adnyana I Wayan Suardana I Wayan Sujana Ida Ayu Gede, Artayani Indartini, Ni Putu Melani K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun Karso, Kejora Pratiwi Karso, Olih Solihat Mahadewi, Ida Ayu Ari Maria Yolanda Vincent Maselia Andriani, Ni Putu Nanda Megy, Ni Made Lesiana Mitariani - Muda Rahayu, Made Tiartini Mudarahayu, Made Tiartini Ni Luh Ayu Pradnyani Utami Noorwatha, I Kadek Dwi Paramita, Ni Gusti Ayu Prastiti, Ni Made Prayatna, I Wayan Dedy Priatmaka, I Gusti Bagus Purwadani, Kadek Anjani Putri Puspayani, Ni Kadek Intan Putu Manik Prihatini Putu Manik Prihatini Rahayu, Made Tiartini Muda Rahma Sari, Ni Made Kartika Sari Rahma, Hadhira Ramadhan, Tara Firdaus Lailil Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri Remawa, Anak Agung Gede Rai S. Suharto Sari, Dewa Ayu Putu Leliana Savitri, Cokorda Istri Winda Suharto Suharto Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri Sumaningsih, Ni Kadek Dwi Sunatha, Ade Savitri Suprapti, Desak Ketut Devi Tiara Linggi, Randan Elrahel Udiyani, Ni Made Santi Utama, Gede Verdy Darma Utami, Ni Luh Sri Wardani, Putu Asri Yugeswari, Vinda Yulius, Yosef