Claim Missing Document
Check
Articles

LEOPARDY SUNDANICA DE TERRA : PENCIPTAAN BUSANA VINTAGE STYLE DENGAN MACAN TUTUL JAWA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI Paramita, Ni Gusti Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.955 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.739

Abstract

“Leopardy Sundanica De Terra” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari Macan Tutul Jawa dengan memadukan style Vintage dan Glamour look. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear, ready to wear deluxe dan houte couture. Penciptaan koleksi “Leopardy Sundanica De Terra” menggunakan sepuluh tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan Rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada keyword berupa Sangar, Kuning Tutul, Putih Tutul, Bulu Putih Polos, Hidung Cokelat, Tutul Kecil Pada Wajah, Putih, Hitam, Vintage, Glamour. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Melalui perpaduan material utama, yaitu satin maxmara, satin print, velvet, satin polos, microfiber satin dan kain bulu. Proses pengerjaan koleksi Tugas Akhir “Leopardy Sundanica De Terra” menggunakan Teknik print pada kain utama, teknik melekatkan hotfix, dan teknik beading Pada pengerjaan busana ini menggunakan teknik jahit mesin Teknik jahit tangan dan penggunaan teknik press agar memudahkan Ketika di jahit. Penciptaan koleksi busana ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi akademis khususnya pada bidang fashion mengenai macan tutul jawa yang diimplementasikan ke dalam karya busana.
“KERTA GOSITA” ANALOGI BALE KERTHA GOSA DALAM BUSANA EXOTIC DRAMATIC Megy, Ni Made Lesiana; Pebryani, Nyoman Dewi; Sujana, I Wayan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.807 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.741

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki beragam peninggalan bersejarah dalam bidang seni dan budaya salah satunya Pulau Bali. Bali memiliki arsitektur bangunan yang sangat khas akan filosofi dan juga unsur budaya yang melekat, yaitu bangunan Bale Kertha Gosa dengan filosofi namanya. Bale Kertha Gosa memiliki lukisan pada langit-langit atapnya bercerita kehidupan rakyat Bali dengan gaya lukis Kamasan. Bale Kertha Gosa berada di Taman Kertha Gosa, wilayah komplek kerajaan yang terletak di Bali bagian ujung timur laut tepatnya di kabupaten Klungkung. Dari keunikan arsitektur serta makna lukisan pada Bale Kertha Gosa menjadi sumber ide penciptaan karya busana tugas akhir yang diwujudkan ke dalam busana dengan kesulitan bertahap yaitu : ready to wear. Ready to wear deluxe dan haute couture. Bale Kertha Gosa diimplementasikan dengan teori analogi dari beberapa kata kunci yaitu: lukisan wayang kamasan, ijuk, ornamen, tiang, pagar dan batu padas. Landasan penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan Frangipani yang di ambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016, yaitu dari ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain, sampel (design development), sample, prototype and construction), dan produksi (production), bisnis (business).Hasil penciptaan ini diharapkam dapat menambah kepustakaan khususnya pada bidang fashion mengenai analogi bangunan Bale Kertha Gosa yang diimplementasikan ke dalam wujud busana exotic dramatic dengan menggunakan nama brand “MbyM” dan strategi Business Model Canvas (BMC) dalam menjalankan usaha lebih terstruktur.
ANALOGI ARSITEKTUR MONUMEN BANDUNG LAUTAN API DALAM KOLEKSI BUSANA GALLANT FLAME Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.125 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.747

Abstract

Bandung Lautan Api merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. Monumen Bandung Lautan api ini merupakan monumen bersejarah yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Monumen ini berkaitan erat dengan peristiwa Bandung Lautan Api, dimana monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api. Bentuk khas pada bagian atas monumen seperti api yang sedang berkobar. Terdapat tiga tiang utama pada Monumen Bandung Lautan Api. Arsitektur Monumen Bandung Lautan Api menjadi sumber ide penciptaan karya busana tugas akhir yang diwujudkan kedalam busana dengan kesulitan yang bertahap yaitu: ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture. Monumen Bandung Lauan Api diimplementasikan dengan teori analogi dari beberapa kata kunci yaitu: pemberani, 9 bidang yang menyerupai api yang berkobar, pancaran mata tajam, warna panas, gigih, glam, dan urban style. Landasan penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan FRANGIPANI yang diambil dari disertasi: Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 yaitu dari ide design brief, research and sourching, design development, sample, prototype and construction, dan production, business.
Metta Karuna : Teaching of Love and Compassion Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri; Ratna Cora S., Tjok Istri; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.579 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1491

Abstract

Metta Karuna adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari Vihara Buddhagaya Watugong yang merupakan salah satu kawasan ibadah sekaligus salah satu objek tujuan wisata religi di Kota Semarang. Atraksi wisata yang terdapat di kawasan Vihara Buddhagaya Watugong terdiri dari atraksi budaya fisik/bangunan dan atraksi budaya. Adapun atraksi bangunan seperti Pagoda Avalokitesvara, yang merupakan stupa dengan ciri khas Tiongkok yang didalamnya terdapat patung Bodhisatva Avalokitesvara atau biasa dikenal dengan nama Dewi Kwan Sie Im Po Sat atau Dewi Welas Asih. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi couture ditunjukan untuk mewujudkan busana wanita dan pria dengan style classic elegant dan Vihara Budhagaya Watugong sebagai ide penciptanya. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada keyword berupa Budaya Tiongkok, Metta Karuna, Bertumpuk-tumpuk, Megah, dan Persembahan. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep Vihara Buddha yaitu coklat dan dominan merah. Melalui perpaduan material utama yaitu Katun, Organdi, Satin Bridal, Fleece.
The Beauty of Wiwik Kelabu dalam Busana Style Feminim Puspayani, Ni Kadek Intan; Pebryani, Nyoman Dewi; Priatmaka, I Gusti Bagus
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.079 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1494

Abstract

Tugas Akhir ini bertemakan Diversity of Indonesia penulis menghasilkan tulisan ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan busana dengan style feminim yang terinspirasi dari burung wiwik kelabu. Burung Wiwik Kelabu adalah jenis burung suku kangkok nama lainnya adalah burung kedasih. Burung ini berukuran sedikit panjang 21cm punggungnya berwarna merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga. Bagian yang paling indah adalah ekornya yang mempunyai motif garis garis putih. Burung Wiwik Kelabu dipilih sebagi ide pemantik dalam pembuatan karya busana ready to wear dan semi couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap analogi dengn 5 kata kunci terpilih yaitu, bulu, tebal, panjang, garis bercorak hitam putih, dan ekor. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si yaitu “FRANGIPANI” dengan delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production Businnes. Hasil penciptaan karya ini diharapkan dapat memperkenalkan bagaimana keindahan suatu burung yang ada di Indonesia.
Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda : Metafora Selat Bali dalam Busana Casual Feminim Apriliani, Luh Putu Monita; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.039 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1499

Abstract

“Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari cerita rakyat Bali yang memadukan look cassual dengan sentuhan feminim. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori keyword berupa laut, intan, ekor, perjudian, dan tongkat. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep selat Bali yaitu transisi warna biru. Melalui perpaduan material utama, yaitu Satin, Toyobo, Tile, dan tile kaku. Proses pengerjaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda Tugas Akhir terdapat pada kain – kain yang dibentuk ruffle sehingga menambah nilai estetika busana.
Persona of The Little "Nudibranch" in The Abyss Ramadhan, Tara Firdaus Lailil; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.213 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1503

Abstract

Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss merupakan sebuah judul dari kolesi karya busana tugas akhir yang bertemakan Diversity Of Indonesia yang terinspirasi dari salah satu biota laut yang spesiesnya ditemukan di Indonesia yaitu Nudibranch atau siput laut dengan style androgini dengan sentuhan pergabungan feminim dan maskulin. Koleksi karya busana tugas akhir ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi haute couture. Penciptaan koleksi karya Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, yang merupakan tahapan-tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Nudibranch merupakan ide pemantik dari koleksi karya busana tugas akhir yang akan diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada teori keyword yang sudah terpilih yaitu, bergelombang, gelembung, garis-garis, warna-warni, dan hemafrodit. Keyword tersebut akan diolah dan diaplikasikan sedemikian rupa pada koleksi karya busana dengan teori estetika mencakup prinsip dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail, dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai estetika dan fungsi dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan sebagian dari warna yang berkaitan dengan konsep nudibranch dikarenakan banyaknya jenis dan spesies dari nudibranch maka pencipta dari koleksi busana ini memilih warna yang colorfull. Implementasi dari warna colorfull ini diterapkan melalui pemilihan bahan kain sebagian material utama yaitu kain Satin, Satin Bridal, Organza, dan Tile. Proses pengerjaan koleksi karya busana tugas akhir terdapat pada pemilihan siluet desan dan penambahan teksmo yaitu kain-kain yang bentuk ruffle dan kain perca dengan teknik stitching dari karya busana sehingga menambah nilai estetika dari busana tersebut.
Penyandra Kalistuayuan : The Blessing of Parijoto Yugeswari, Vinda; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.203 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1505

Abstract

Parijoto dipercaya bermanfaat untuk kesuburan wanita bagi masyarakat Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Mitosnya apabila Ibu hamil mengkonsumsi buah parijoto, anak yang lahir akan berparas rupawan. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana wanita feminine romantic dengan Parijoto sebagai ide penciptaan. Parijoto diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu: bunga, melingkar, simetris, bulat, dan mengkilap. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah kepustakaan khususnya dibidang fashion dengan teori analogi Parijoto yang diimplementasikan ke dalam wujud busana feminine romantic.
The Ribbon Tailed : Analogi Burung Astrapia Ekor Pita dalam Busana Feminim Elegan Apriliyani, Christy Wahyu; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.499 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1769

Abstract

“The Ribbon Tailed” adalah judul koleksi busana bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari fauna endemic Papua yang memadukan look elegant dengan sentuhan feminim. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi The Ribbon Tailed menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada teori keyword berupa Batik Sentani Papua, Jambul, Bulu, Gradasi, dan Pita. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep selat Bali yaitu transisi perpaduan warna bergradasi yang lebih dominan dengan warna hitam. Melalui perpaduan material utama, yaitu Maxmara, Tile, Sifon. Proses pengerjaan koleksi The Ribbon Tailed terdapat pada kain – kain yang dibentuk dengan teknik drapping dan lukis prada sehingga menambah nilai estetika busana.
Layers of Happiness Fadiyanti, Elisa; Pebryani, Nyoman Dewi; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.161 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1774

Abstract

Kue Lapis legit sebagai kudapan kecil bercita rasa manis yang sering dihidangkan saat perayaan dan momen istimewa, salah satunya pada adat betawi kue lapis lagit dijadikan salah satu hantaran yang harus dibawa saat melamar calon pengantin wanita. Penciptaan karya busana pada Karya Tugas Akhir berupa busana ready to wear deluxe dan semi couture dengan kue lapis legit sebagai ide penciptaan dengan gaya chic feminine. Kue lapis legit diimplementasikan dengan teori pendekatan analogi dengan kata kunci terpilih diantaranya: cokelat, kuning, bergaris, bertumpuk, dan anyaman. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini terdiri atas delapan tahapan penciptaan “Frangipani” design art fashion oleh Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 delapan tahapan itu meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini diharpakan secara khusus dapat menambah kepustakaan dalam bidang fashion dan secara umum memperkenalkam budaya dan kuliner indonesia dengan teori pendekatan analogi kue lapis legit yang diimplementasikan dalam wujud busana.
Co-Authors A.A. Ngr. Anom Mayun K. Tenaya Aiununnisa, Amelia Al Attas, Syarifah Alawiyah Amelia Aiununnisa Apriliani, Luh Putu Monita Apriliyani, Christy Wahyu Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista Aribaten, Ni Nengah Zinnia Ariyanti, Ni Kadek Yunik Artayasa, Ni Kadek Intan Cahyani Cahyani, Salsa Bilah Regita Chandra Fatmi, Dewa Ayu Gek Diah Dammayanti, Anak Agung Ketut Oka Marta Darmara Pradnya Paramita, Ni Putu Delia Fitriani Devi, A.A Istri Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya Dewi, Ketut Dina Aprilianti Dewi, Ni Made Dhea Sasmitha Dewi, Ni Putu Chyntia Dewi, Ratih Kemala Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri Diantari, Ni Kadek Yuni Fadiyanti, Elisa Grahantiyasari, Kadek Mirah Hadhira Rahma Hoar Nahak, Esperanza Ayu Viana I Made Radiawan I Nyoman Artayasa I Wayan Adnyana I Wayan Suardana I Wayan Sujana Ida Ayu Gede, Artayani Indartini, Ni Putu Melani K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun Karso, Kejora Pratiwi Karso, Olih Solihat Mahadewi, Ida Ayu Ari Maria Yolanda Vincent Maselia Andriani, Ni Putu Nanda Megy, Ni Made Lesiana Mitariani - Muda Rahayu, Made Tiartini Mudarahayu, Made Tiartini Ni Luh Ayu Pradnyani Utami Noorwatha, I Kadek Dwi Paramita, Ni Gusti Ayu Prastiti, Ni Made Prayatna, I Wayan Dedy Priatmaka, I Gusti Bagus Purwadani, Kadek Anjani Putri Puspayani, Ni Kadek Intan Putu Manik Prihatini Putu Manik Prihatini Rahayu, Made Tiartini Muda Rahma Sari, Ni Made Kartika Sari Rahma, Hadhira Ramadhan, Tara Firdaus Lailil Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri Remawa, Anak Agung Gede Rai S. Suharto Sari, Dewa Ayu Putu Leliana Savitri, Cokorda Istri Winda Suharto Suharto Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri Sumaningsih, Ni Kadek Dwi Sunatha, Ade Savitri Suprapti, Desak Ketut Devi Tiara Linggi, Randan Elrahel Udiyani, Ni Made Santi Utama, Gede Verdy Darma Utami, Ni Luh Sri Wardani, Putu Asri Yugeswari, Vinda Yulius, Yosef