Claim Missing Document
Check
Articles

PROFESIONALISME APARATUR PEMERINTAHAN DAERAH PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN STATISTIK KABUPATEN NAGEKEO PERIODE 2009 DAN PERIODE 2013 Hubertus Oja
SOCIETAS Vol 3 No 2 (2014): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v3i2.274

Abstract

The professionalism of local governance reform is an important part in materializing good local governance. This study aims to analyse the professionalism of the state apparatus in the Regional Development Planning Board and Statistics (BAPPEDAS) of Nagekeo Regency  in the period of 2009 to 2013.This quantitative comparative study was carried out at the Regional Development Planning Board and Statistics (BAPPEDAS) of Nagekeo Regency and the data were collected by means of questionnaire, interview, and documentary study. The sample was selected with saturated sampling  technique. The data were analysed with statistical comparative analysis and presented in a description. The study reveals that the professionalism of the state apparatus in the Regional Development Planning Board and Statistics (BAPPEDAS) of Nagekeo Regency in qualitative view is in the medium category. The comparative rate shows that the apparatus’professionalism in 2009 was 48,90% and in 2013 was 54,61% with a difference of 5,71%. The fact of finding  indicates that the apparatus’s professionalism in 2013 improved when compared to the one in 2009.This result proves that in quantitative speaking there is an increase of professionalism of  the apparatus but in qualitative view there is  no improvement because the range is  still in the medium category.
STRATEGI PENDEKATAN PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KAMPUNG MARGA MULIA DISTRIK SEMANGGA Hubertus Oja; Hesty Tambajong
SOCIETAS Vol 4 No 2 (2015): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v4i2.437

Abstract

Development policy for the currentis put emphasis on the concrete efforts so as to motivate the public to actively participate in the implementation of development towards independence of the civil society. This research have a purpose to know a strategic approach to participatory rural appraisal (PRA) to realize the independence of the transmigration community in Marga Mulia Village.This research was held in the Marga Mulia Village, Semangga District. The researh used a qualitative method. Data collection techniques consists of literature review and field studies through a process of observation, interviews and documentation. Data analysis included data reductation, data presentation and conclussion.The results showed that the participatory rural appraisal (PRA) approach in Marga Mulia Village, Semangga District don’t yet optimal. The people is not yet fully involved in the development process of the village.The emphasis on participatory rural appraisal (PRA) approach requires active community involvement in the development stages of planning, implementatages of planning, implementation, monotoring and evaluation. The  involvement of the society wasion, monotoring and evaluation. The  involvement of the society was involved in the planning and implementation stages of involved in the planning and implementation stages of development. At the stages of monitoring and evaluation has been no direct socirect society involvement as the embodiment of social control to create a development climate for participatory ety involvement as the embodiment of social control to create a development climate for participatory development and democracy
PENERAPAN MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEWUJUDKAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Hubertus Oja
SOCIETAS Vol 5 No 1 (2016): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v5i01.549

Abstract

Manajemen strategi tidak hanya diterapkan pada sektor swasta namun juga telah diterapkan pada sektor publik. Penerapan manajemen strategi pada ke dua sektor tersebut sebenarnya tidaklah terlampau jauh berbeda, hanya saja pada institusi sektor publik tidak menekankan pada tujuan organisasi untuk mencari laba namun lebih kepada pelayanan untuk masyarakat. Tahapan manajemen strategi diawali dari perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Penerapan manajemen strategi sektor  publik merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk mencapai good governance. Dalam upaya mewujudkan kinerja organisasi pemerintah yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat penerapan manajemen strategi bagi organisasi sektor publik menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi sektor publik.Hal tersebut menuntut organisasi sektor publik untuk berpikir strategis, mampu menerjemahkan inputnya menjadi strategi yang  efektif,  serta  mengembangkan  alasan  yang diperlukan untuk meletakkan landasan pelaksanaan strateginya. Pegimplementasian manajemen strategi dalam organisasi sektor publik diharapkan dapat membantu organisasi tersebut dalam mewujudkan visi dan misinya. Meskipun orientasi hasil yang ingin dicapai dengan adanya penerapan manajemen strategi antara sektor privat dan sektor publik agak sedikit berbeda, namun ke dua sektor tersebut tentu menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda yang menjadi hambatan tersendiri dalam proses penerapan manajemen strategi. Untuk mengatasi hambatan yang terjadi salah satunya dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threats).. Dalam tulisan ini akan membahas secara konseptual dari aspek teoritis tentang penerapan manajemen strategi dalam pengukuran kinerja organisasi sektor publik, dan juga akan membahas kendala-kendala yang terjadi dalam pengukuran kinerja organisasi sektor publik.
ANALISIS SOSIAL TERHADAP KEBERADAAN "ANAK-ANAK AIBON" DI DISTRIK MERAUKE Trinovianto George Reinhard Hallatu; Hubertus Oja
SOCIETAS Vol 5 No 2 (2016): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v5i02.559

Abstract

This study aims to identify and analyze the social existence of  “aibon children” in the District of Merauke, Merauke Regency. The type of this research is the study obervasional with descriptive analysis techniques. Data were collected through interviews and observations. The results showed that the majority of aibon children in Merauke District comes from children under the age attending primary school and also children who drop out of school. The main causes them to become aibon children is family economic factors plus environmental influences. Analysis of the social side shows that children aibon this time it had never been observed until they become aibon children who are preoccupied with their lives-paced as it is while looking for good money by begging, waiting and keeping parking, help with the dishes, etc. Handling aibon children expected to not only be the responsibility of the government through social services, but it takes the role of all parties such as the police, NGOs and communities.
ANLISIS PENGEMBANGAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KAMPUNG TAMBAT DISTRIK TANAH MIRING KABUPATEN MERAUKE Hubertus Oja; Vinsenco R. Serano
SOCIETAS Vol 5 No 2 (2016): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v5i02.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modal sosial masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Serta untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mendorong pengembangan modal sosial masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, jenis penelitian deskriptif kualitatif. penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara secara mendalam. Setelah itu data yang diperoleh dikumpulkan untuk dideskripsikan dan dianalisis untuk menarik sebuah kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan modal sosial masyarakat Kampung Tambat belum maksimal dikembangkan secara baik sebagai potensi utama dalam mewujudkan proses pembangunan masyarakat kampung yang berkelanjutan. Proses pembangunan kampung akan berjalan baik manakala dibutuhkan sinergisitas antara modal finansial dari pemerintah dengan modal sosial masyarakat sebagai aset penting dalam mewujudkan proses pembangunan ke arah yang lebih baik. Sedangkan faktor yang mendorong pengembangan modal sosial masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yakni faktor kedekatan karena mereka berdomisili pada wilayah yang sama, faktor kesukuan karena mereka sebagian besar berasal dari suku yang sama yakni suku Muyu Mendobo, faktor keagamaan atau keyakinan dan faktor kebudayaan yang menjadi landasan hidup bermasyarakat.
DINAMIKA GOOD LOCAL GOVERNANCE DALAM KERANGKA PELAYANAN PUBLIK DI ERA OTONOMI DAERAH Hubertus Oja
SOCIETAS Vol 6 No 1 (2017): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v6i01.600

Abstract

Dalam kaitannya dengan otonomi daerah, prinsip good governance dalam praktiknya adalah dengan menerapkan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam setiap pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan serta tindakan yang dilakukan oleh birokrasi pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik. Tuntutan pada birokrasi kepemerintahan termasuk pemerintahan daerah menghendaki akan sebuah perubahan tentang sistem tatanan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan publik seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Pelayanan publik menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan tugas dan pengukuran kinerja pemerintah melalui birokrasi. Salah satu pilihan strategis untuk menerapkan good governance di Indonesia adalah melalui penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan publik sebagai penggerak utama juga dianggap penting oleh semua aktor dari unsur good governance. Para pejabat publik, unsur-unsur dalam masyarakat sipil dan dunia usaha sama-sama memiliki kepentingan terhadap perbaikan kinerja pelayanan publik. Ada tiga alasan penting yang melatarbelakangi bahwa pembaharuan pelayanan publik dapat mendorong praktik good governance di Indonesia. Pertama, perbaikan kinerja pelayanan publik dinilai penting oleh stakeholders, yaitu pemerintah, warga masyarakat, dan sektor usaha. Kedua, pelayanan publik adalah ranah dari ketiga unsur governance melakukan interaksi yang sangat intensif. Ketiga, nilai-nilai yang selama ini mencirikan praktik good governance diterjemahkan secara lebih mudah dan nyata melalui pelayanan publik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI JAGUNG BERBASIS KELOMPOK USAHA TANI DALAM MENINGKATKAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF (UEP) DI KAMPUNG MARGA MULIA, KABUPATEN MERAUKE Hubertus Oja; Funnisia Lamalewa
SOCIETAS Vol 6 No 2 (2017): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v6i2.660

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah pemberdayaan masyarakat petani jagung dapat meningkatkan usaha ekonomi produktif (UEP). Untuk mewujudkan para petani jagung yang memiliki ciri kemandirian, berjiwa wirausaha, dan moral yang tinggi serta berwawasan global, sehingga mampu membangun usaha tani yang berdaya saing dalam menghadapi globalisasi dan liberalisasi perekonomian dunia. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat tani dengan berbasiskan pada kelompok usaha tani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik  pengumpulan data terdiri dari studi pustaka dan studi lapangan melalui pengamatan, wawancara. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat petani jagung di Kampung Marga Mulia, Distrik Semangga belum dilakukan secara maksimal. Hal terlihat dalam mengelolah lahan pertanian dan hasil pertanian dilakukan secara individu belum dibentuk dalam kelompok usaha tani  sehingga hasilnya yang dicapai belum maksimal, hal ini juga menjadi tidak efektif dalam melakukan pelatihan bagi petani, bantuan teknologi dan juga penyuluhan serta pendampingan. Tindakan dalam meningkatkan usaha ekonomi produktif (UEP) belum secara maksimal diperhatikan untuk menjadi suatu usaha yang perlu dikembangkan, karena orientasi pemerintahan daerah melaui dinas terkait dan juga pemerintahan kampung masih terfokus pada satu bidang usaha semata yakni padi, pada hal jagung khususnya jagung manis merupakan suatu komuditi yang memiliki daya minat tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Merauke.
STRATEGI COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM MEWUJUDKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PETANI PADI DI KAMPUNG KUPRIK, DISTRIK SEMANGGA, KABUPATEN MERAUKE Hubertus Oja; Hesty Tambajong
SOCIETAS Vol 7 No 1 (2018): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v7i01.961

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis community development dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani padi di Kampung Kuprik, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan jenis penelitian yakni penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan wawancara. Setelah itu data-data yang diperoleh dianalisis untuk dideskripsikan guna menarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian bahwa community development dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani padi di Kampung Kuprik belum maksimal dilakukan. Hal ini terlihat dari pengembangan kapasitas masyarakat petani padi melalui program sekolah lapangan, namun kegiatan sekolah lapangan ini sifatnya tidak berkelanjutan dan belum ada komitmen pemerintah dalam menjalakan suatu program. Pengorganisasian kegiatan komunitas masyarakat tani sudah dibentuk dalam kelompok usaha tani, namun kelompok tersebut tidak difungsikan secara baik karena masyarakat tani lebih bekerja secara individu. Pengembangan jaringan kerja di antara sesama anggota kelompok belum maksimal dilakukan. Aspek komunikasi dan informasi dalam pengembangan masyarakat petani padi ada hubungan timbal balik dalam mengkomunikasikan segala informasi yang terkait dengan pengembangan masyarakat petani padi. Faktor-faktor yang mempengaruhi community development pada masyarakat petani padi di Kmapung Kuprik, Distrik Semangga antara lain Collective Commitments semua pihak baik dari kelompok usaha tani, Pemerintahan Kampung, petugas PPL, dan juga pemerintah daerah dalam melaksanakan program. Kepemimpinan yang kondusif yang mampu menempatkan diri dalam setiap situasi dalam memecahkan masalah serta menciptakan suasan organisasi yang lebih kondusif dalam upaya pencapain tujuan organisasi. Reformasi kelembagaan pada intinya menunjuk kepada bagian struktural dan kultural yang mendukung pengembangan kapasitas. Kata Kunci : Community Development; Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Petani Padi
PENGUATAN HUMAN CAPITAL DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DI DISTRIK TANAH MIRING KABUPATEN MERAUKE Hubertus Oja; Funisia Lamalewa; Elisabeth Lia Riani Kore
SOCIETAS Vol 7 No 2 (2018): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v7i02.1030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penguatan human capital dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal Di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat tani dengan berbasiskan pada kelompok usaha tani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka dan studi lapangan melalui pengamatan, wawancara. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan human capital bagi masyarakat local di Distrik Tanah Miring masih rendah, hal ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat local itu sendiri yang secara tidak langsung akan memberikan dampak pada tingkat kesenjangan ekonomi antara masyarakat local dan masyarakat transmigrasi. Pola pelatihan yang diberikan dari berbagai pihak belum berdasarkan analisis kemampuan masyarakat local yang masih terbatas baik dari segi pengetahuan maupun tingkat pemahamannya karena proses pertanian masyarakat local masih bersifat tardisional dan masih bergantung kuat pada alam, dilain pihak pelatihan yang diberikan belum diimbangi dengan pendampingan langsung kepada masyarakat untuk memperaktikan secara langsung kepada masyarakat yang sudah menerima pelatihan, karena masyarakat local akan mudah memahami suatu hal yang diberikan dengan cara memperaktikan secara langsung yang dilakukan secara rutinitas. Kata Kunci: Penguatan human capital masyarakat local; Pemberdayaan ekonomi masyarakat local
Strategi Pemberdayaan Perempuan Korban Tindak kekerasan Hesty Tambajong; Hubertus Oja
Musamus Journal of Public Administration Vol 4 No 1 (2021): Musamus Journal Of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v4i1.3888

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Strategi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan di Kelurahan Kelapa Lima Merauke Data analisis menggunakan metode kualitatif, teknik analisa data, penulis menggunakan tiga tahap yaitu:reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan yaitu memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan di Kelurahan Kelapa Lima. Namun Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke memiliki kendala dalam memberdayaan perempuan yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia yang dimiliki, anggaran dan kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, lembaga pemberdayaan dan dinas terkait lainnya. Untuk itu perlu penambahan Sumber Daya Manusia di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, manajemen keuangan dengan sebaik-baiknya dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta, lembaga pemberdayaan dan dinas terkait lainnya untuk mendukung pelaksanaan program milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke
Co-Authors Abdul Rizal Adryani Moento, Paul Aflaubun, Paskalina Agus Sediadi Tamtanus Aimok, Godefridus Alexander Phuk Tjilen Alfredo Mowainop Andri Irawan Andri Irawan Apolus Betaubun Dapot Pardamean Saragih Deddy T Tikson Desi Rachmawati E. Teturan, Yohanis Edoardus E Maturbongs, Edoardus E Eka Sugiarti Setianingrum Eko Rachmat Saputro Elisabeth Lia Riani Kore Erwin Nugraha Purnama Everitus Rikardus Ferdinan Watkuk Fransin Kontu Fransin Kontu Fransin Kontu Fransin Kontu Funisia Lamalewa Funnisia Lamalewa Haris, Umiyati Hesty Tambajong Hesty Tambajong Hesty Tambajong hesty tambajong Hesty Tambajong Hesty Tambajong Hesty Tambajong, Hesty Hesty Tambajong; Imelda C. Laode Imelda Carolina Laode Izak Wayangkau Jasmin, Putri Ramadhani Jeni Paresa Jeujanan, Welhelmina Kanisius Wiki Kartika Sari Kontu, Francin Lekatompessy, Ransta L. Marce Fero Wakim Mardiana, Wa Ode Sitti Maryani Febry Mengko Meisaroh, Yuyun Melia Pasaribu Moento, Paul Moento, Paul A. Moento, Paul Adryani Muhammad Hasan Lefuy Najdah Thalib Nining Pole Nur Jalal Nurkholis Syukron Parman Jasnur Paul A Moento Paul A. Moento Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Prasetya, Muhammad Novan Putriyani Putriyani Rachmat Agung Puank Parukka Rangga Kusumah Ransta L Lekatompessy Ransta L. Lekatompessy Reki D Samkakai Ririhena, Samel W. Rismawati Rismawati Rovingah Rovingah Saleky, Dandy Samel W Ririhena Samel W. Ririhena Samuel Atbar Samuel Waas, Samuel Saragih, Dapot Pardamean Sil Maria Ungirwalu Sonya Mabel Suryadi Lambali Syahrabuddin Husen Enala Syahruddin Syahruddin Tambajong , Hesty The, Janny Trinovianto George Reinhard Hallatu Umiyati Haris Umiyati Haris Vincenso Serano Vinsenco R. Serano Vinsenco Roberto Serano Wa Ode Sitti Mardiana Welhelmina Jeujanan Yulius Beruatyaan