Claim Missing Document
Check
Articles

LOCAL JUSTICE WITHOUT RECOGNITION: THE CRISIS OF LEGITIMACY OF MARIND CUSTOMARY JUSTICE Mulyadi Alrianto Tajuddin; Marlyn Jane Alputila
JCH (Jurnal Cendekia Hukum) Vol 11, No 2: JCH (JURNAL CENDEKIA HUKUM)
Publisher : LPPM STIH Putri Maharaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papua customary justice is a vital expression of Indonesia’s legal pluralism, serving as a community-based dispute-resolution mechanism grounded in restorative and collective values. This study examines the contemporary dynamics of the Marind customary court in South Papua and explores strategies to strengthen it amid legal modernization. Using an empirical juridical approach supported by document analysis and field observations, the research analyzes the interaction between customary norms and state law. The findings show that the Marind customary court remains socially legitimate and functionally relevant. Yet, its existence is constrained by normative tensions with national criminal law and formal land governance, resulting in legal uncertainty and the marginalization of customary authority. The dominance of oral tradition further increases institutional vulnerability in the context of generational change. To address these challenges, the study proposes integrated strategies, including participatory documentation of customary law, capacity building for customary authorities, and legislative harmonization, to secure formal recognition while preserving indigenous legal values.
Penyuluhan Kesadaran Hukum Masyarakat Kampung Kurik Melalui Program Edukasi dan Sosialisasi Terhadap Aspek Legal Dalam Pengelolaan Tanah Herry Hendri Fernando Mote; Cavin George Ngilawane; Marlyn Jane Alputila; Yosman Leonard Silubun; Jaya Setiawan Sinaga; Handika Dwi Ardiansyah Pelu; Emiliana B. Rahail; Maria Natalia Wainip Epin
Sagu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): SAGU - JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Astha Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65675/sjp.v2i2.113

Abstract

Fungsi tanah merupakan objek penting bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali bagi masyarakat di Kampung Suka Maju Distrik Kurik Kabupaten Kurik Kabupaten Merauke sebagai mitra pengabdian ini. Selain memiliki aspek ruang, tanah juga mengandung hukum sehingga selain tempat bermukum tanah juga akan berkaitan dengan hak seseorangwarga negara untuk memiliki dan mengelola tanah tersebut. Perlu adanya pemahaman akan arti pentingnya melakukan legalitas formal terkait dengan kepemilikan tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya legalitas formal dalam kepemilikan tanah. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab mengenai legalitas hak atas tanah. Hasil kegiatan pengabdian, adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan merubah pola pikir beserta sikap masyarakat kampung Suka Majuakan pentingnya melakukan kegiatan kegiatan legalitas formal terhadap hak atas tanah yang dimilikinya. Kegiatan pengabdian ini sebagai upayah untuk menyadarkan masyarakat mengenai arti penting objek tanah dan urgensi tanah tersebut didaftarkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua bentuk, yakni penyuluhan hukum dan konsultasi hukum, terhadap masyayarakat mitra    
ANALISIS KRIMINOLOGIS FENOMENA 'ZONA PAPSEL': STUDI KASUS KETERLIBATAN ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN BERAT DI PAPUA SELATAN Marlyn Jane Alputila; Yosman Leonard Silubun; Cavin George Ngilawane
Jurnal Hukum Cassowary Vol 2 No 2 (2025): JURNAL HUKUM CASSOWARY
Publisher : Astha Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65675/jhc.v2i2.202

Abstract

Fenomena "Zona Papsel" di Provinsi Papua Selatan telah berkembang menjadi subkultur kekerasan yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak pidana penganiayaan berat sepanjang tahun 2023 hingga awal 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi kekerasan dalam fenomena tersebut, mengidentifikasi faktor kriminogenik yang mempengaruhinya, serta mengevaluasi implementasi penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum dan kriminologi, data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara dengan otoritas terkait di Kabupaten Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam "Zona Papsel" berfungsi sebagai instrumen pencarian identitas dan prestige sosial yang dipicu oleh disfungsi keluarga, deprivasi ekonomi, dan pengaruh provokasi media sosial. Penegakan hukum menghadapi dilema antara mandat diversi dan tuntutan punitif masyarakat atas kekerasan berat, sehingga diperlukan model keadilan restoratif yang mengintegrasikan kearifan lokal hukum adat Papua untuk memutus rantai kriminalitas anak secara holistik. Kata Kunci: Zona Papsel, Kriminologi, Penganiayaan Berat, Anak, Keadilan Restoratif.