Claim Missing Document
Check
Articles

Modifikasi Metode Big-M dan Analisis Sensitivitasnya untuk Optimasi Produksi Usaha Kecil Menengah Fadhilah, Nurul; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi EULER: Volume 11 Issue 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v11i2.23007

Abstract

UKM (Small and Medium Enterprises) X is a business that produces various types of peanut brittle. Rempeyek is suitable as a snack and is popular with children and adults. The production process of UKM X is related to the quantity of demand and availability of raw materials. Therefore, optimal production planning is needed for UKM X to meet customer demand and obtain maximum profits. The problem of production is modeled into linear programming with the method used, namely, the method of Big M. The Big-M method is used because, on the function of the barrier on the production target, there is an equation , so artificial variables must be added to its solution. In this study, a modification of the Big-M method is made, and at the completion stage, it uses iteration with the determinant algorithm of the order of two matrices. The calculation results obtained the maximum profit of UKM X in a week of Rs5.455.775 by producing 56 kg of peanuts, 20 kg of seeds, 16 kg of spinach, 23 kg of tempe, and 60 kg of shrimp to meet customer requirements and utilize the availability of raw materials. Subsequently, sensitivity analysis is performed on the target function coefficient and the right street constants of the barrier to determine how the change affects the optimal solution. The results show that the solution remains optimal when profits are in the interval obtained, but the maximum profit value changes with constant production. Based on the calculation results, raw material supplies remain optimal when the change value is within the interval obtained.
Analisis Dinamik Model SIRC pada Transmisi Hepatitis B dengan Sirosis Hati Febriyanti, Ririn; Prihandono, Bayu; Kiftiah, Mariatul
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi EULER: Volume 11 Issue 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v11i2.22761

Abstract

Hepatitis B is an infection of the liver that can cause liver cirrhosis. Liver cirrhosis can occur due to the formation of scar tissue in individuals who have prolonged hepatitis B. Transmission of hepatitis B can occur in two ways, namely horizontal and vertical. In this research, this problem is modeled in a mathematical model using the SIRC model, where the population is grouped into four sub-populations, namely susceptible (S), infected (I), cured or immune due to vaccination (R) and cirrhosis. liver (C). From the analysis, two equilibrium points were obtained, namely the disease-free equilibrium point the endemic equilibrium point  The basic reproduction number   is obtained using the Next Generation Matrix. The analysis results show that if , then the disease-free equilibrium point is locally asymptotically stable, which means that hepatitis B transmission in liver cirrhosis does not spread. Meanwhile, if  , then the disease-free equilibrium point is locally asymptotically stable, which means that hepatitis B transmission in liver cirrhosis does not spread. Meanwhile, if , this means that hepatitis B transmission in liver cirrhosis is influenced by contact between susceptible and infectious individuals. To support the results of the analytical analysis, numerical simulations are provided to describe the behavior of the SIRC model.
PENYELESAIAN NUMERIK SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL NON-LINEAR PADA MODEL LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE ADAMS-BASHFORTH-MOULTON Anggraeni, Rosiana; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 3 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i3.95124

Abstract

Model Lotka-Volterra merupakan suatu sistem persamaan diferensial non-linear yang digunakan untuk memodelkan interaksi antara dua populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan model Lotka-Volterra dengan menerapkan pendekatan numerik melalui metode Adams-Bashforth-Moulton. Proses penyelesaian menggunakan metode ini terlebih dahulu mencari empat solusi awal yang dihitung melalui metode Runge-Kutta orde empat. Nilai-nilai dari solusi awal tersebut yang kemudian digunakan ke dalam persamaan prediktor dari metode Adams-Bashforth untuk memperoleh nilai prediksi. Selanjutnya, nilai prediksi tersebut dikoreksi menggunakan persamaan korektor dari metode Adams-Moulton. Hasil dari penyelesaian numerik pada model Lotka-Volterra menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan populasi antara mangsa dan pemangsa akan terus berulang, membentuk suatu pola osilasi antara kedua spesies tersebut. Berdasarkan contoh kasus pada suatu ekosistem di mana terdapat dua spesies yaitu kelinci sebagai mangsa dan rubah sebagai pemangsa, pada saat hari ke-100 diperoleh jumlah populasi kelinci 42 ekor dan jumlah populasi rubah 46 ekor menunjukkan bahwa jumlah populasi rubah menjadi lebih banyak dibandingkan jumlah populasi kelinci. Interaksi antara mangsa dan pemangsa yang terjadi sangat mempengaruhi jumlah populasi kedua spesies dan dapat berpotensi merusak populasi mangsa.
Perbandingan Solusi Masalah Transportasi Menggunakan Metode Modified ASM, Improved Zero Point dan Sirisha-Viola Sesaria Dewi Simorangkir, Jesicha Elisabeth; Prihandono, Bayu; Kusumastuti, Nilamsari
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 2 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i2.77238

Abstract

Permasalahan transportasi merupakan proses penyaluran produk dari beberapa sumber ke beberapa tujuan untuk meminimumkan biaya distribusi. Biaya distribusi mencakup biaya penyimpanan, biaya pengiriman, biaya administrasi dan biaya lainnya yang terkait dengan proses distribusi. Dalam menyelesaikan masalah transportasi membutuhkan metode transportasi. Adapun metode transportasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Modified ASM, Improved Zero Point, dan Sirisha-Viola. Karena terdapat perbedaan dalam proses penyelesaian sehingga pada penelitian ini ingin mengetahui mana metode yang lebih efisien dalam menyelesaikan masalah transportasi tak seimbang menggunakan data sekunder dari PT. X Padalarang yang merupakan perusahan produk alat kesehatan di Padalarang. Langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah transportasi dengan memformulasikan masalah transportasi dari data yang sudah diperoleh, kemudian menyeimbangkan masalah transportasi serta membuat tabel transportasi. Setelah itu menentukan solusi optimal menggunakan metode Modified ASM, Improved Zero Point, dan Sirisha-Viola. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh metode Modified ASM dan Improved Zero Point lebih efisien dalam menentukan solusi optimal dengan menghasilkan biaya distribusi sebesar Rp. tanpa perlu perbaikan tabel sedangkan metode Sirisha-Viola kurang efisien dimana hasil biaya distribusi yang diperoleh sebesar Rp.  sehingga perlu dilakukan perbaikan tabel.  Kata Kunci:   Biaya distribusi, pendistribusian, solusi optimal, efisien.
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA DEPTH FIRST SEARCH DAN ALGORITMA BACKTRACKING DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU Saragih, Adinda Boru; Prihandono, Bayu; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 5 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i5.99270

Abstract

Sudoku adalah permainan dengan jenis teka-teki logika berbentuk n×n, yang terdiri dari baris, kolom, grid dan kotak. Kotak-kotak tersebut diisi dengan angka tanpa ada pengulangan dalam satu grid, baris atau kolom. Sudoku memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, mulai dari tingkat sangat mudah hingga sangat sulit. Petunjuk angka yang diberikan setidaknya memiliki minimal 17 angka. Untuk menyelesaikan permainan sudoku dengan waktu yang lebih sedikit, diperlukan algoritma pencarian yang tepat. Dalam penelitian ini digunakan algoritma Depth First Search (DFS) dan Backtracking untuk melakukan penelusuran solusi dengan bantuan pohon berakar. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan algoritma DFS dan Backtracking dalam menyelesaikan permainan sudoku. Penelitian ini menggunakan Sudoku berukuran 9×9 pada tingkat sulit, dari aplikasi Sudoku versi 4.6.0 dengan 54 kotak kosong yang harus diselesaikan. Penelusuran solusi menunjukkan DFS membutuhkan sebanyak 249 langkah dan 70 iterasi, sedangkan Backtracking membutuhkan 173 langkah dan 25 iterasi untuk mendapatkan solusi secara keseluruhan. Setelah dilakukan sebanyak 20 kali percobaan dengan Python, hasil percobaan menunjukkan, DFS membutuhkan rata-rata 61.443 langkah dan 6.828 iterasi dengan waktu eksekusi 0,408114 detik, sedangkan algoritma Backtracking hanya memerlukan rata-rata 17.970 langkah dan 2.021 iterasi, dengan waktu eksekusi 0,024750 detik. Perbedaan ini menunjukkan algoritma Backtracking lebih efisien dibandingkan algoritma DFS untuk menyelesaikan permasalahan sudoku pada penelitian ini. Dilakukan percobaan tambahan pada beberapa permasalahan sudoku berdasarkan tingkat kesulitannya, sebanyak 10 kali. Hasilnya menunjukkan algoritma Backtracking konsisten lebih cepat dalam eksekusi waktu dibandingkan DFS, meskipun DFS memerlukan lebih sedikit langkah dan iterasi. Ini menunjukkan Backtracking lebih efisien dalam menyelesaikan sudoku.
PENYELESAIAN INTEGRAL TAK WAJAR SECARA NUMERIK MENGGUNAKAN METODE TRAPESIUM Meiliana, Meiliana; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 1 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i1.74059

Abstract

Integral tak wajar merupakan bentuk integral yang memiliki batas integrasi yang tak terbatas atau memiliki fungsi yang tidak tedefinisi setidaknya pada satu titik dalam interval integrasi. Integral tak wajar sering kali sulit dan tidak bisa diselesaikan secara analitik, sehingga memerlukan metode khusus atau pendekatan numerik dalam menyelesaikannya. Salah satu metode numerik untuk mencari hampiran dari suatu integral tentu yaitu, metode trapesium. Metode trapesium merupakan salah satu metode numerik dalam menyeles aikan integral yang membagi interval integrasi menjadi beberapa trapesium dengan lebar yang sama, kemudian menghitung luas setiap trapesium dan menjumlahkannya untuk mendapatkan pendekatan nilai integral. Metode trapesium hanya dapat dilakukan untuk fungsi yang kontinu pada selang tutup dan hingga, namun tidak dapat digunakan secara langsung untuk fungsi yang terdefinisi pada selang tidak tutup atau selang tak hingga. Oleh karena itu pada penelitian ini ditambahkan syarat yaitu nilai limit di ujung interval di fungsi yang diselidiki sehingga diselesaikan integral tak wajar, baik itu tipe I maupun tipe II menggunakan metode trapesium. Aturan trapesium merupakan alat yang berguna untuk menghampiri integral dalam kasus-kasus tertentu, baik pada integral tak wajar tipe I maupun tipe II, tergantung pada sifat fungsi dan batas integralnya.  Kata Kunci : selang tak hingga, konvergen, aturan trapesium
EKSPONENSIAL MATRIKS FIBONACCI Andika, Desy; Prihandono, Bayu; Fran, Fransiskus
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 2 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i2.77000

Abstract

Bilangan Fibonacci adalah suku bilangan yang setiap angka dalam deret tersebut merupakan jumlah dari dua angka sebelumnya. Urutan bilangan Fibonacci biasa dimulai dari 0 dan diikuti oleh 1. Barisan Fibonacci dapat dinyatakan dalam bentuk matriks Fibonacci. Matriks Fibonacci adalah matriks dengan entri-entrinya merupakan bilangan Fibonacci. Pada artikel ini matriks Fibonacci digunakan untuk memperoleh bentuk eksponensial matriks. Eksponensial matriks merupakan fungsi pada matriks persegi yang dianalogikan ke fungsi eksponensial biasa yang disimbolkan dengan e^A, yang didefinisikan berdasarkan bentuk ekspansi deret Maclaurin dari e^x  dengan A  merupakan matriks persegi. Artikel ini bertujuan untuk menentukan perpangkatan matriks Fibonacci dan menentukan eksponensial matriks dari matriks Fibonacci dengan entri-entrinya merupakan bilangan Fibonacci. Langkah-langkah yang dilakukan dimulai dengan membentuk matriks Fibonacci F, setelah itu ditentukan akar-akar persamaan karakteristik dan nilai eigen, vektor eigen serta menentukan sifat eksponensial matriks dari matriks yang dapat didiagonalisasikan. Hasil yang diperoleh adalah perpangkatan dari matriks Fibonacci  dan bentuk eksponensial matriks .  Kata Kunci : barisan, nilai eigen dan vektor eigen, diagonalisasi
PERBANDINGAN SOLUSI NUMERIK METODE SIMPSON 3/8 DAN METODE ROMBERG PADA PENYELESAIAN INTEGRAL TENTU Juniati, Evi; Prihandono, Bayu; Kusumastuti, Nilamsari
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i4.99127

Abstract

Integrasi numerik merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung persoalan integral. Penelitian ini membahas perbandingan dua metode numerik, yaitu metode Simpson 3/8 dan metode Romberg dalam menyelesaikan persoalan integral tentu. Metode Simpson 3/8 merupakan pengembangan dari metode Newton-Cotes yang menggunakan pendekatan polinom derajat tiga, sedangkan metode Romberg merupakan penerapan dari ekstrapolasi Richardson yang memperbaiki akurasi hasil integrasi dengan pendekatan berulang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode terbaik antara metode Simpson 3/8 dan metode Romberg berdasarkan tingkat keakuratan galatnya pada beberapa fungsi integral tentu. Langkah awal dalam penelitian yaitu mencari nilai integrasi dari beberapa fungsi integral tentu dengan metode Simpson 3/8 dan metode Romberg sehingga diperoleh masing-masing nilai hampirannya. Selanjutnya dicari nilai galat estimasi dan galat absolut dengan membandingkan nilai integrasi dari kedua metode dengan nilai eksak. Pada lima fungsi integral yang diberikan, diperoleh hasil pada soal kedua, galat absolut metode Simpson 3/8 sebesar 0.2838 dan Romberg sebesar 0.0004. Pada soal ketiga, galat absolut metode Simpson 3/8 sebesar 0.000576 dan Romberg sebesar 0.000108. Pada soal keempat, galat absolut metode Simpson 3/8 sebesar 0.000848 dan Romberg sebesar 0.000002. Kemudian dari kelima persoalan integral, metode Simpson 3/8 memiliki galat estimasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode Romberg. Hasil penelitian dengan 8 subinterval menunjukkan bahwa metode Romberg lebih akurat dibandingkan dengan metode Simpson 3/8.
PENENTUAN PEWARISAN GENOTIP PADA GENERASI KE-n DENGAN APLIKASI DIAGONALISASI MATRIKS Mawarni, Selkia; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 6 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i6.71433

Abstract

Dalam matematika, teori matriks ialah satu diantara beberapa cabang aljabar linear yang bisa diterapkan di ilmu biologi. Salah satu pengimplementasiannya ialah diagonalisasi matriks dalam menyelidiki pewarisan genotip pada penurunan terkait-. Penelitian ini memiliki tujuan guna menentukan pewarisan genotip pada generasi ke-  dalam kasus penurunan terkait-. Dalam kasus penurunan terkait-  ditentukan peluang generasi keturunan yang mewarisi genotip induk. Selanjutnya menentukan model distribusi genotip pada generasi ke-. Pewarisan genotip pada kasus penurunan terkait-  dalam jangka waktu yang sangat panjang akan menghasilkan keturunan  dan keturunan  apabila setiap induk disilangkan dengan pasangan sekandung.Kata Kunci : diagonalisasi matriks, pewarisan genotip, penurunan terkait-
OPTIMALISASI PENUGASAN TIDAK SEIMBANG MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HUNGARIAN Selvi, Paulina Florensia; Prihandono, Bayu; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 1 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i1.74046

Abstract

Salah satu perusahaan kelapa sawit yang berada di Kalimantan Barat memiliki 12 pekerja kontrak dengan 7 pekerjaan. Setiap pekerja di perusahaan ini melakukan pekerjaannya yang berbeda-beda setiap harinya. Akibatnya, tidak ada penempatan tetap pekerja untuk melakukan pekerjaan. Dalam permasalahan sehari-hari perusahaan tidak mungkin mengabaikan pekerja yang ada di perusahaan karena banyaknya pekerja lebih besar dari banyaknya pekerjaan. Oleh karena itu dalam artikel ini ditentukan penugasan pekerja yang optimal dengan metode Modified Hungarian. Metode ini diterapkan karena permasalahan yang didapat tidak seimbang. Masalah penugasan di perusahaan tersebut dikonstruksikan ke dalam model matematika. Model tersebut selanjutnya dipartisi menjadi beberapa matriks seimbang. Selanjutnya cari penyelesaiannya dengan menggunakan metode Hungarian. Berdasarkan hasil yang diperoleh adalah pekerjaan panen dikerjakan oleh pekerja 2 dan pekerja 9, pekerjaan angkut dikerjakan oleh pekerja 8 dan pekerja 12, pekerjaan hibersida dikerjakan oleh pekerja 5 dan pekerja 11, pekerjaan babat dikerjakan oleh pekerja 3, pekerjaan pekerja jalan dikerjakan oleh pekerja 6, pekerjaan memupuk dikerjakan oleh pekerja 1 dan pekerja 10, dan pekerjaan tunasaan dikerjakan oleh pekerja 4 dan pekerja 7.  Kata Kunci : Metode Hungarian, Matriks Seimbang, Solusi Optimal