p-Index From 2021 - 2026
5.816
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Bahasa dan Sastra Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Arbitrer KEMBARA IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature JURNAL ILMU BUDAYA Journal of Language and Literature Diglosia Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Madah Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal Masyarakat dan Budaya Linguistik Indonesia Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Suar Betang Metahumaniora Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Mimesis Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Curricula : Journal of Teaching and Learning Deskripsi Bahasa LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Widyaparwa Worksheet : Jurnal Akuntansi Jurnal Multidisiplin West Science Riwayat: Educational Journal of History and Humanities TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Bimbingan Praktik Jurnalisme Modern Bagi Mahasiswa UTU dan UIN Ar-Raniry pada Harian Serambi Indonesia Muzakkir; Murhaban; Farizal, Teuku; Arimi, Sailal; Ridha, Ismu; Muzakir
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.87

Abstract

Di era modern sekarang ini yang ditandai dengan perkembangan informasi berubah menjadi hal yang sangat krusial bagi kemajuan publik. Berita fake news dan hoaks yang dinilai sangat berpengaruh jika disajikan kepada masyarakat akan berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan manusia. Karenanya, diperlukan kepinteran dan ketelitian insan pers dalam mengkaji, dan melakukan interpretasi dengan perspektif jurnalistik bagi kemajuan jurnalisme modern melalui penggunaan platform media seperti media audiovisual, internet, media cetak, dan media elektronik untuk kebutuhan masyarakat, disaat berhadapan dengan tantangan media baru (new media). Sasaran bimbingan praktik jurnalisme modern bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang merupakan calon jurnalis diharapkan dapat menulis dan berkarya dengan penuh kreatif, menyuguhkan berita kepada masyarakat secara luas. Faedah bimbingan praktik jurnalisme modern ini, untuk menghasilkan dan mewujudkan jurnalis yang mampu menyumbankan pemikiran, gagasan dengan baik dan responsif menerima informasi dari berbagai chenal publikasi guna disajikan kepada publik. Dibutuhkan nalar, dan tindakan kritis jurnalis dalam mensikapi desas-desus, permasalahan dan informasi simpang siur yang muncul, sehingga tidak mudah tergiring opini yang keliru dan menyesatkan. Tujuan bimbingan ini, agar mahasiswa komunikasi tumbuh sikap jujur, mempunyai wawasan mengenai konsep dan melahirkan tulisan (karya) jurnalistik serta memiliki hati nurani yang jernih tentang suatu peristiwa. Bimbingan ini menggunakan cara atau teknik pembelajaran, tanya jawab, dan diskusi. Dampak dari bimbingan ini, mahasiswa sebagai calon jurnalis dapat menghidupkan dan menumbuhkan serta melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas untuk disebarluaskan kepada mansyarakat.
Alleged case of blasphemy on podcast: Forensic linguistic analysis Susilowati, Novi Eka; Arimi, Sailal; Surahmat, Surahmat; Imamah, Fardan Mahmudatul
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 51, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the linguistic features that allegedly contained elements of blasphemy in Jenderal Dudung Abdurrachman's (JDA) speech. The analysis was carried out using a forensic linguistic perspective. This research data is in the form of JDA utterances delivered in a broadcast conducted with Deddy Corbuzier (DC). Based on a forensic linguistic analysis of the text of JDA's conversation with DC on Deddy Corbuzier's podcast, it can be concluded that JDA's linguistic evidence does not support blasphemy but a lack of knowledge in religion, especially in matters of faith. Due to the lack of knowledge of religion, JDA interprets religion and personifies God according to his understanding. In JDA's speech, there is also no intention to tarnish religion because the controversial JDA's speech cannot be interpreted partially but can be interpreted with other speeches. If it is related to other utterances, it can be concluded that there is no intention of JDA to tarnish religion. However, there are efforts by JDA to invite audiences to follow JDA's understanding and interpretation of religion.
Hate speech in digital space: A sociolinguistic analysis of the “CIN” domestic violence case on Instagram Putri Ambarwati; Sailal Arimi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40148

Abstract

This study aims to analyze the forms and gender-based differences of hate speech produced by male and female netizens in responding to the domestic violence case involving Cut Intan Nabila on Instagram. Employing a sociolinguistic approach, this research applies Speech Act Theory (Austin, 1962; Searle, 1979) and the concept of hate speech in digital communication. Data were collected from netizens’ comments on related posts and analyzed to identify linguistic forms and gender variations in hate expressions. Unlike previous studies that primarily focused on political or ethnic hate speech, this research situates the phenomenon within Indonesia’s digital culture, reflecting shifts in social values, public morality, and gender relations in online spaces. The findings reveal significant differences in the linguistic forms and strategies used by male and female netizens, illustrating how each gender expresses emotion and moral stance through hate speech. This study contributes to digital sociolinguistic research by highlighting the role of language in shaping social interaction and gender awareness within Indonesia’s digital discourse.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk serta perbedaan ujaran kebencian antara netizen laki-laki dan perempuan dalam merespons kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan Cut Intan Nabila di Instagram. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan memanfaatkan teori tindak tutur (Austin, 1962; Searle, 1979) dan konsep ujaran kebencian dalam komunikasi digital. Data dikumpulkan dari komentar netizen pada unggahan terkait kasus tersebut dan dianalisis untuk mengidentifikasi bentuk ujaran kebencian serta variasinya berdasarkan gender penutur. Berbeda dari penelitian terdahulu yang cenderung menyoroti ujaran kebencian dalam konteks politik atau etnis, penelitian ini menempatkan fenomena ujaran kebencian dalam konteks budaya digital Indonesia yang merefleksikan pergeseran nilai sosial, moralitas publik, dan relasi gender di ruang daring. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam bentuk dan strategi kebahasaan antara ujaran kebencian laki-laki dan perempuan, di mana perbedaan tersebut mencerminkan cara masing-masing gender mengekspresikan emosi dan posisi moralnya. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sosiolinguistik digital serta menegaskan peran bahasa dalam membentuk dinamika sosial dan kesadaran gender di era media digital.  
POWER IN THE DISCOURSE OF WEST SUMATERA PROVINCE REGIONAL REGULATION NUMBER 7 OF 2018 CONCERNING NAGARI Elly Delfia; Sailal Arimi
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is a study of power in West Sumatra Provincial Regulation Number 7 of 2018 about Nagari which is analyzed by using van Dijk's critical discourse analysis (CDA), particularly the analysis of text structures. This critical discourse analysis study of the West Sumatra Provincial Regulation is descriptive qualitative by using observational method. The analysis of critical studies aims to see the hidden power behind the text of Regulation Number 7 of 2018 about Nagari which functions to assist and manage Nagari Government in West Sumatra. Critical discourse analysis of the regional regulation text is included in one of 9 (nine) interesting studies in the development of critical discourse analysis which is known as an institutional discourse because the regulation is a legal product issued by the West Sumatra Provincial Government as institution. Based on the results of the analysis, found power related to domination, ideology, and discrimination against Nagari society in West Sumatra. This research has an implication on the implementation of existing policies in Nagari society. The government as the ruling party fully regulates the Nagari community as an object without providing space to express thoughts and opinions. Likewise, the numbering order for defining Bundo Kanduang in article 1 of the general provisions in the Nagari Regional Regulation is located last and has indications of discrimination. The numbering has an impact on the role of Bundo Kanduang which is not a priority in West Sumatran society which adheres to the matrilineal system (maternal lineage).
Analisis Bentuk Kohesi dalam Tulisan Pemelajar BIPA KNB INCULS UGM pada Tugas Menulis Ulang Sinopsis Film Pendek Al-Hayat Riska Legistari Febri; Sailal Arimi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kohesi gramatikal dan kohesi leksikal  dalam penulisan ulang sinopsis film pendek Al-Hayat oleh pemelajar BIPA KNB INCULS UGM. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari hasil tulisan pelajar BIPA dalam menulis ulang sinopsis film pendek Al-Hayat. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan struktur kalimat yang menunjukkan keterkaitan bentuk kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam tulisan pemelajar BIPA KNB INCULS UGM Tahun 2025. Data penelitian dianalisis dengan mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan dijelaskan melalui teori-teori tentang bentuk-bentuk kohesi dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 bentuk kohesi gramatikal dan 6 bentuk kohesi leksikal dalam tulisan pemelajar dalam menulis ulang sinopsis film pendek. Pemakaian terhadap bentuk kohesi gramatikal ditemukan sekurang-kurangnya 12 bentuk dengan 7 referensi, 2 elipsis, dan 3 konjungsi, sedangkan penggunaan bentuk kohesi leksikal mencakup 2 repetisi, 1 sinonimi, 1 antonimi, 1 superordinasi, dan 1 kolokasi. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa film pendek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran BIPA. Media film berpotensi meningkatkan kemampuan pemelajar, terutama dalam aspek kohesi.
POWER IN THE DISCOURSE OF WEST SUMATERA PROVINCE REGIONAL REGULATION NUMBER 7 OF 2018 CONCERNING NAGARI Elly Delfia; Sailal Arimi
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is a study of power in West Sumatra Provincial Regulation Number 7 of 2018 about Nagari which is analyzed by using van Dijk's critical discourse analysis (CDA), particularly the analysis of text structures. This critical discourse analysis study of the West Sumatra Provincial Regulation is descriptive qualitative by using observational method. The analysis of critical studies aims to see the hidden power behind the text of Regulation Number 7 of 2018 about Nagari which functions to assist and manage Nagari Government in West Sumatra. Critical discourse analysis of the regional regulation text is included in one of 9 (nine) interesting studies in the development of critical discourse analysis which is known as an institutional discourse because the regulation is a legal product issued by the West Sumatra Provincial Government as institution. Based on the results of the analysis, found power related to domination, ideology, and discrimination against Nagari society in West Sumatra. This research has an implication on the implementation of existing policies in Nagari society. The government as the ruling party fully regulates the Nagari community as an object without providing space to express thoughts and opinions. Likewise, the numbering order for defining Bundo Kanduang in article 1 of the general provisions in the Nagari Regional Regulation is located last and has indications of discrimination. The numbering has an impact on the role of Bundo Kanduang which is not a priority in West Sumatran society which adheres to the matrilineal system (maternal lineage).