Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Modul Pendidikan Moral Siswa Sekolah Dasar Rahim, Maryam; Puluhulawa, Meiske; Lakadjo, Mohamad Awal; Sari, Permata; Hamidah, Aisyah Ummu
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2: November 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v6i2.4388

Abstract

Pendidikan moral di tingkat sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab sosial siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pendidikan moral yang relevan bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan subjek penelitian terdiri dari: 1 orang ahli materi, 1 orang ahli media, 1 orang ahli bahasa Indonesia, dan 3 orang guru sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data uji validasi ahli dan uji kelompok kecil, modul dinyatakan layak dari aspek isi, media, dan kebahasaan. Guru menyatakan modul ini mudah dipahami dan dilaksanakan. Modul mencakup nilai-nilai moral inti seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kegigihan, yang disusun secara sistematis dan aplikatif sehingga mudah diintegrasikan dalam pembelajaran. Modul ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran dan bimbingan yang mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas modul dalam jangka panjang serta eksplorasi pengembangannya dalam format digital.
Bimbingan Klasikal Berbasis Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Bahaya Perundungan pada Siswa Mooduto, Adeswita; Puluhulawa, Meiske; Lakadjo, Mohamad Awal
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v5i1.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan klasikal berbasis pembelajaran sosial emosional (PSE) untuk meningkatkan pemahaman bahaya tentang perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pra-eksperimen dengan one-group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah skala bullying yang berjumlah 19 item yang sudah valid dan reliabel. Angket yang disebarkan sebanyak yakni sebelum pemberian treatment dan sesudah pemberian treatment. Hasil penelitian diperoleh Dari hasil analisis pada tes awal pre-test maka diperoleh skor tertinggi 95 dan skor terendah 42. Sedangkan skor rata-rata (X) sebesar 63,40 sedangkan Dari hasil analisis pada akhir post-test maka diperoleh skor tertinggi 110 dan skor terendah 66 Sedangkan skor rata-rata (X) sebesar 79.97. Artinya bahwa hipotesis terdapat pengaruh bimbingan klasikal berbasis PSE untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya perundungan Di SMK Negeri 3 Gorontalo dapat diterima. This research aims to determine the effect of classical guidance based on social emotional learning (PSE) to increase understanding of the dangers of bullying. This research uses a quantitative approach, pre-experimental method with one-group pre-test and post-test design. The research subjects were 30 students selected using total sampling technique. The instrument used is a bullying scale consisting of 19 items which are valid and reliable. There were as many questionnaires distributed as before giving treatment and after giving treatment. The research results were obtained from the results of the analysis at the initial pre-test, the highest score was 95 and the lowest score was 42. Meanwhile the average score (X) was 63.40, while from the results of the analysis at the end of the post-test the highest score was 110 and the score the lowest was 66, while the average score (X) was 79.97. This means that the hypothesis that there is an influence of PSE-based classical guidance to increase understanding of the dangers of bullying at SMK Negeri 3 Gorontalo can be accepted.
From Reflection to Action: Empowering Students’ Multicultural Self-Efficacy through Youth Participatory Action Research (YPAR) Group Counseling Ratu, Bau; Puswiartika, Dhevy; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Arifyadi, Azam; Fitriani, Dian; Hasan, Hasan; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17638

Abstract

This study investigates the effectiveness of multicultural group counseling integrated with the Youth Participatory Action Research (YPAR) approach in enhancing multicultural self-efficacy among Indonesian high school students. Using a mixed-methods method, nine students were selected through purposive sampling based on their willingness to participate, representation of cultural diversity, and absence of serious psychological concerns. They completed an eight-session YPAR-based group counseling intervention. Quantitative data were collected using the Multicultural Self-Efficacy Scale–High School Version (MSES–HS) and analyzed using descriptive statistics, the Wilcoxon signed-rank test, and effect size calculations. The results revealed a substantial increase in multicultural self-efficacy (ΔM = 88.78), representing approximately 49.8% of the total scale range, with all five dimensions—cultural knowledge, cultural values, cultural awareness, communication, and flexibility—showing significant improvement (p < .01; r = .89). Qualitative data derived from reflection journals, focus group discussions, and facilitator observations indicated enhanced intercultural empathy, increased communication confidence, and a shift from passive tolerance to proactive engagement. These findings align with Bandura’s self-efficacy and social learning theories and Corey’s group counseling framework, which emphasize experiential learning, peer modeling, and reflective dialogue. The integration of YPAR into multicultural counseling not only demonstrated statistical effectiveness but also fostered agency, cultural identity development, and a more participatory school climate. This study offers a culturally responsive and scalable intervention model for inclusive education, particularly in multicultural contexts such as Indonesia.
Mengungkap Hubungan Antara Engagement Akademik dengan Burnout Akademik Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Sari, Permata; Hasan, Moh Alwi; Lakadjo, Mohamad Awal; Prasetyo, Agung
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 7 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v7i2.6159

Abstract

Burnout among university students, characterized by emotional exhaustion, cynicism, and reduced efficacy, has increased following intensified academic demands, making an investigation into protective factors urgent. This study examined the relationship between academic engagement and academic burnout among students at UIN Raden Intan Lampung. Using a quantitative correlational design, data were collected in 2024–2025 via self-administered questionnaires from 123 students selected by simple random sampling. Academic engagement was measured with a researcher-developed 32-item Likert scale covering emotional, cognitive, and behavioral dimensions; academic burnout was assessed with a 36-item scale based on Maslach & Leiter's three dimensions. Instrument validity and reliability were confirmed (Cronbach's α = 0.905 for engagement; α = 0.877 for burnout). Descriptive analyses, assumption tests (Kolmogorov–Smirnov; Levene's), and Pearson correlation (SPSS v25) were employed. Results showed moderate mean scores for engagement (M = 61.37, SD = 14.70) and burnout (M = 60.06, SD = 12.60), and a strong, significant negative correlation between engagement and burnout (r = −0.918, p < 0.001), indicating higher engagement associates with lower burnout. The findings support interventions that strengthen academic engagement through mentoring, active learning, time-management training, and social/spiritual supports to mitigate student burnout. Practical implications include university policy changes and the expansion of counseling and student support services nationwide implementation
HUBUNGAN PERILAKU SOPAN SANTUN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Minggato, Sri Iyutri M.; Rahim, Maryam; Djibran, Moh. Rizki; Siregar, Ilham Khairi; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku, termasuk sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada 35 siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi sederhana, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal, sehingga layak dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil regresi sederhana menghasilkan persamaan ? = 0,415 + 0,961X, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,992 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,984 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memberikan kontribusi sebesar 98,4% terhadap variasi perilaku sopan santun siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan perilaku sopan santun siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Kata Kunci: Perilaku sopan pantun, Penggunaan media sosial TikTok, Remaja
Integrasi Nilai Padungku dalam Konseling Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Interaksi Sosial Siswa Sirumpa, Yuyun Lestari; Ratu, Bau; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Fitirani, Dian; Arifyadi, Azam; Puswiartika, Dhevy; Lakadjo, Mohamad Awal
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15559

Abstract

This study explores the meaningfulness of group counseling based on Transactional Analysis (TA) integrated with Padungku cultural values in enhancing students' social interaction skills. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design using the Hopkins model over two cycles. Participants were 10 tenth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through a social interaction skills instrument, process observations, and student evaluations of counseling services. Results indicated significant improvement, with students progressively shifting from "Low" to "Very High" categories of social interaction. Observations supported the quantitative data, showing increased participation, communication, and self-control, while student evaluations revealed positive perceptions of the intervention's meaningfulness. The discussion links these changes to the ego state mechanism in TA and reinforcement of local cultural values. The study concludes that this integrative approach is meaningful in developing culturally responsive school counseling practices.