Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Kekerasan Verbal terhadap Kepercayaan Diri Remaja SMA X Limboto Barat Ayuba, Nurfitrianti M.; Gismin, Sitti Syawaliyah; Koanda, Naftalen
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i1.6344

Abstract

Kepercayaan diri menjadi salah satu fondasi kesejahteraan psikologis individu, memainkan peran krusial dalam membentuk jalur perkembangan pribadi dan hubungan interpersonal yang sehat. Seperti, berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan individu lainnya. Namun, kepercayaan diri bisa terancam oleh berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan negatif seperti verbal abuse atau kekerasan verbal. Pendekatan dalam penelitian ini yakni menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas di Gorontalo tepatnya di Kabupaten Limboto Barat, tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 362 orang. Skala dalam penelitian ini terdiri dari 28 item yaitu 14 item favorable dan 14 unfavorable, dengan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0.115 dengan hasil hipotesis diterima. Dalam Kekerasan Verbal menggunakan skala tyang terdiri terdiri dari 30 item yaitu 11 item favorable dan 19 unfavorable, dengan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha pada skala ini sebesar 0,594 dengan hasil hipotesis diterima. Alat ukur ini bertujuan untuk mengukur variabel independent yaitu Kekeran Verbal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kekerasan verbal terhadap kepercayaan diri remaja di kabupaten Limboto Barat, dengan kata lain yaitu hipotesis Ha diterima. Hal ini dapat dilihat nilai kontribusi Kekerasan Verbal terhadap Kepercayaan Diri memperoleh hasil sebesar 333% dan nilai koefisiensi regresi sebesar -0.720, yang secara signifikan memperoleh hasil dengan arah pengaruh negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering terjadinya kekerasan verbal terhadap individu maka semakin rendah tingkat kepercayaan diri setiap individu. Kesimpulannya yaitu terdapat pengaruh kekerasan verbal terhadap tingkat kepercayaan diri setiap individu.
Mental Health Promotion Model: Mixed-Method Study of Adverse Childhood Experience and Neurovegetative in Early Adulthood Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah; Amirullah, Muhammad; Trisnawaty, Trisnawaty; Indillah, Nayla Syahirah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 11: NOVEMBER 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i11.8258

Abstract

Introduction: In this study, we aim to analyze the relationship between mental health, adverse childhood experiences, and neurovegetative factors in early adulthood. The findings created a mental health promotion model that considers aspects of digital media use and direct psychological approaches. Methods: The study used a mixed-method approach with an explanatory sequential design. Quantitative participant data were collected using non-probability sampling from 460 individuals (male = 85; female = 375; mean age: 18–20 years), while qualitative data were collected from 20 informants (4 = HIMPSI, 9 = Academician, 7 = General). The instruments used were the MHI-38, ACE Scale, NCQ, interview guide, and FGD. Quantitative data analysis was conducted using path analysis with SmartPLS 4.0 software. In contrast, qualitative data analysis involves reduction, data display, and drawing conclusions. This data influenced the design of the mental health promotion model. Results: The results of this study found that adverse childhood experiences (ACE) and neurovegetative factors influence mental health in early adulthood (P = 0.001), with ACE (P = 0.009) and neurovegetative factors (P = 0.000), with ACE also specifically acting as a predictor for neurovegetative factors (P = 0.00). These results prompted the development of a mental health model within the context of the three variables, considering key challenges, effective strategies, reaching vulnerable groups, and model recommendations by experts. The final model consists of a digital scheme and a direct approach model, incorporating interventions such as infographics, videos, psychoeducation, community development, and VR-CBT. Conclusion: This study describes the urgency of mental health stability by considering ACE and neurovegetative as predictors. The data contribute to the development of a mental health promotion model in early adulthood. Implementation of the model in various settings is recommended.
PKM Pelatihan Psikoterapi Islam dalam Membentuk Koping Religius Santri di Kecamatan Parangloe Kab. Gowa Mansyur, Ahmad Yasser; Razak, Ahmad; Tetteng, Basti; Gismin, Sitti Syawaliyah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Beberapa Santri atau pelajar yang barada di pondok pesantren berasal dari keluarga kurang mampu (dhu`afa). Berdasar survei di beberapa pondok pesantren di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa didapatkan beberapa problem yang dialami santri dhu`afa. Secara psikologis didapatkan gejala ringan berupa: Merasa was-was, khawatir, konsentrasi terganggu, kurang motivasi dan sulit menghafal al-Qur`an. Kemudian kemudian ada pula santri yang minder dan tidak percaya diri, ingin berhenti dari pondok, dan melarikan diri dari pondok. Fenomena problem psikis santri dhu`afa tersebut perlu segera ditangani agar tidak  menjadi momok pada lembaga pendidikan untuk menyukseskan santrinya dalam meraih prestasi yang gemilang.  Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah santri dhu`afa  di beberapa pondok pesantren yang mengalami problem psikis di Kecamatan Parangloe.  Penanganan masalah mitra adalah dengan menggunakan  pendekatan psikoterapi islam.  Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah santri dhu`afa berjumlah jumlah 30 anak yang  di beberapa pondok pesantren di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa.  Secara umum langkah-langkah dalam menangani problem psikis santri dilakukan dilakukan dengan format FGD dan Pelatihan.  Berdasar hasil analisis problem psikis secara komprehensif yang dialami santri dhu`afa di pondok Pesantren, maka disusun gambaran IPTEKS untuk menangani problem psikis tersebut.  IPTEKS psikoterapi islam dirancang berdasar pada aspek psikologis terdiri dari  kognitif, afektif (emosi) dan tingkah laku (psikomotor). Kemudian, menangani problem psikis dimulai dari pusat fungsi psikis yaitu qalbu. Kegiatan PKM ini efektif untuk menangani problem psikis santri dhu`afa. Ini dapat menjadi rujukan bersama di berbagai pondok pesantren atau bagi lembaga pendidikan dengan program boarding (berasrama). Selain itu sacara personal, santri dapat memiliki skill/keterampilan  koping religius agar memilik daya adaptasi diri (adjasment) terhadap lingkungannya.   Kata kunci: psikoterapi islam, problem psikis santri
PKM PSIKOEDUKASI PREVENSI GANGGUAN KOGNITIF NEUROPSIKOLOGIS BAGI ORANG TUA SISWA SD INPRES SAILONG Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah; Trisnawaty, Trisnawaty; Amirullah, Muhammad; Negara, Abdi Surya; Nurdin, Nur Alisyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39349

Abstract

Psikoedukasi ini bertujuan untuk membantu orang tua siswa dalam meningkatkan keterampilan preventif gangguan kognitif neuropsikologis. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan dihadiri oleh 32 peserta. Evalusi kegiatan dilakukan pada dua hal, yakni efektivitas psikoedukasi dan kualitasnya berdasarkan kepuasan peserta, kualitas materi dan bahan ajar serta penyampaian pemateri. Data hasil evaluasi dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan teknik paired sample t-test. Hasil psikoedukasi ini menunjukkan efektivitas program dilihat dari sebelum dan setelah diberikannya perlakuan dengan nilai sig. = 0,004 (p < 0,05). Adapun respon peserta dalam psikoedukasi ini menunjukkan respon positif, baik dilihat kepuasan terhadap pemateri, materi dan bahan ajar serta pelaksana. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan program dapat berjalan secara berkelanjutan pada orang tua, guru dan anak.
Gambaran Kebermaknaan Hidup pada Narapidana Hukuman Mati di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Makassar Novitasari, Natassya Dinda; Gismin, Sitti Syawaliyah; Musawwir, Musawwir
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v2i2.1901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada narapidana hukuman mati di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi IPA. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, triangulasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis memakai aplikasi Boris, aplikasi tersebut bertujuan untuk menganalisis aspek yang muncul dari setiap sesi wawancara yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada satu orang subjek narapidana hukuman mati. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa narapidana hukuman mati memiliki kebermaknaan hidup yang baik, hal tersebut dibuktikan dengan responden telah melewati dinamika kebermaknaan hidup dan memenuhi keseluruhan aspek dalam kebermaknaan hidup yakni kebebasan berkehendak, keinginan hidup bermakna, dan makna hidup. Responden memiliki makna akan kehidupan yang dijalaninya dan memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya yakni dengan mengubah diri menjadi lebih baik lagi seperti mendekatkan diri kepada Tuhan, berkelakuan baik, berguna bagi banyak orang, dan membahagiakan orang tuanya.
Kecenderungan Perfectionist, Fear of Failure, dan Academic Anxiety pada Mahasiswa di Kota Makassar Hidayahtillah, Nur; Taibe, Patmawaty; Gismin, Sitti Syawaliyah
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v2i2.1991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kecenderungan perfectionist dan fear of failure terhadap academic anxiety dan melihat apakah fear of failure dapat menjadi variabel mediator terhadap kecenderungan perfectionist dan academic anxiety yang melibatkan 352 responden mahasiswa di Kota Makassar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan Multidimensional Perfectionism Scale dari Frost et al., (1990), The Performance Failure Apprasial Inventory dari Conroy (2002), dan skala academic anxiety yang dimodifikasi dari Holmes (1991). Adapun hasil penelitian ini adalah : 1) Ada pengaruh positif perfectionist pada fear of failure pada mahasiswa di Kota Makassar, 2) Ada pengaruh positif fear of failure pada academic anxiety pada mahasiswa di Kota Makassar, 3) Ada pengaruh positif perfectionist pada academic anxiety pada mahasiswa di Kota Makassar, dan 4) Variabel fear of failure dapat menjadi mediator bagi perfectsionist terhadap academic anxiety.
Gambaran Father Involvement pada Remaja Yang Melakukan Perilaku Menyimpang Ayu, Sarmila Parasticka; Gismin, Sitti Syawaliyah; Thalib, Tarmizi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran father invelvoment pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga orang remaja di Kota Makassar, dua orang remaja laki-laki dan satu orang remaja perempuan yang tinggal di kota Makassar yang pernah melakukan perilaku menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek untuk melihat father invelvoment pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang yaitu: komunikasi, kedekatan emosional, dan aktivitas bersama. Faktor perilaku menyimpang terhadap remaja di pengaruhi oleh rendah keterlibatan ayah yang dimana hal itu menunjukkan bahwa ketidakadaanya figur ayah secara fisik dan emosional akan berdampak terhadap perilaku negatif anak seperti anak akan melakukan perilaku berisiko apabila remaja memiliki kematangan emosi yang rendah cenderung melakukan percobaan serta memiliki keingintahuan terhadap seksualitas yang tidak dapat dikontrol, kemudian terlibat kasus penganiayayan, meminum minuman berarkohol.
Gambaran Kemandirian Remaja Di Kota Makassar Mundi, Arnold Prayusma; Gismin, Sitti Syawaliyah; Thalib, Tarmizi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i1.3554

Abstract

Kemandirian remaja cenderung menjadi salah satu masalah bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kemandirian Remaja di Kota Makassar. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 428 siswa SMA di Kota Makassar, dengan rentang usia 12-20 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan skala kemandirian. Teknik pengambilan data menggunakan pendekatan non probability sampling dengan desain purposive sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif menggunakan JASP versi 0.18.3. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemandirian remaja siswa SMA di Kota Makassar berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa emotional autonomy, behavioral autonomy, dan value autonomy pada remaja di Kota Makassar cenderung stabil, namun tentu saja dapat ditingkatkan dengan berbagai program pemberdayaan.
Hubungan antara Efikasi Diri dengan Academic Dishonesty pada Mahasiswa Kota Makassar Fauzi, Ahmad Hasan; Purwasetiawatik, Titin Florentina; Gismin, Sitti Syawaliyah
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.3612

Abstract

Tuntutan perkuliahan dapat membuat munculnya berbagai perilaku tertentu dalam proses pembelajaran. Perilaku-perilaku tersebut dapat mengarah pada sisi negatif maupun positif. Perilaku negatif seperti curang atau tidak jujur merupakan salah satu perilaku yang muncul. Keinginan mendapatkan hasil dan nilai yang tinggi tanpa adanya usaha dan keyakinan lebih disebut menjadi salah satu faktor munculnya perilaku ini. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku academic dishonesty. Penelitian ini dilakukan di kota Makassar dengan melibatkan 500 sampel mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah teknik korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil analisis Korelasi Product Moment dari Karl Pearson maka diketahui bahwa nilai korelasi pada penelitian ini sebesar -0.373. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki keterkaitan atau hubungan yang tidak terlalu kuat dengan intensitas perilaku academic dishonesty pada kalangan mahasiswa kota Makassar.
Studi Naratif: Intensi Berwirausaha pada Entrepreneur Bidang Kuliner Amaliah, Andi Elma; Aditya, Andi Muhammad; Gismin, Sitti Syawaliyah
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i1.3628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intensi berwirausaha pada entrepreneur bidang kuliner. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Pengumpulan data menggunakan wawancara individual sebanyak 2 responden pada entrepreneur bidang kuliner. Metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden memiliki kesamaan, yaitu memiliki keinginan atau tekad dalam berwirausaha, memiliki keahlian pada bidang usaha kuliner, berani untuk mengambil resiko, menghadapi tantangan dalam berwirausaha. Terdapat tiga aspek yang membentuk sebuah intensi berwirausaha pada individu, yaitu sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan wirausaha memiliki keinginan atau niat untuk membangun, mengembangkan sebuah usaha, memiliki rencana jangka panjang dan berani untuk menghadapi resiko atau tantangan dalam berwirausaha.