Claim Missing Document
Check
Articles

Integration of the Merdeka Curriculum and Islamic Education in Developing Elementary School Students’ Character Iwan Satria; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1669

Abstract

This study examines the integration of the Merdeka Curriculum with Islamic educational values at UPT SD Negeri 02 Serdang Kuring. Addressing the limited scholarly attention on Islamic-values integration at the primary-school level, this research employs a qualitative descriptive design using observation, interviews, and documentation analyzed through the Miles and Huberman model. The findings reveal that integration is implemented systematically through instructional planning, teacher modeling, student habituation, reinforcement of a religious school culture, and collaboration between teachers, school leaders, and parents, supported by the use of local wisdom as contextual grounding. This integration strengthens students’ character formation, particularly responsibility, honesty, discipline, and hard work, aligning with the Profile of Pancasila Students. The study’s novelty lies in identifying a collaborative, context-based integration pattern as an effective character education strategy. The results suggest the need for adaptable Islamic-values-based character education models within the Merdeka Curriculum for wider application in diverse school contexts.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan  Metode ‘Ilman Wa Ruuhan Afin Nida Al Hasanah; Feri Riski Dinata; Slamet Rianto; Muslih Qomarudin
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/nnv16566

Abstract

Metode Ilman wa Ruuhan merupakan salah satu inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini mengalami perkembangan signifikan dalam dunia pendidikan Islam. Dari sisi manajemen, metode ini memberikan kemudahan bagi pengajar melalui sistem pembelajaran yang terstruktur, meskipun masih terdapat kebutuhan pelatihan bagi sebagian tenaga pendidik untuk memahaminya secara utuh. Sejak diperkenalkan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan pada tahun 2024, penerapannya masih menghadapi sejumlah penyesuaian, baik dari sisi guru maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penerapan metode Ilman wa Ruuhan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian para tenaga pengajar (ustazah) kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen metode Ilman wa Ruuhan dilaksanakan melalui dua aspek utama, yaitu manajemen waktu dan pengaturan irama bacaan. Manajemen waktu pembelajaran dilakukan selama 60 menit dengan pembagian tahapan: pembukaan (5 menit), hafalan (15 menit), kegiatan inti (35 menit), dan penutup (5 menit). Adapun pengaturan irama bacaan memerlukan keterampilan khusus ustazah dalam mempraktikkannya kepada siswa. Kelebihan metode ini adalah adanya buku panduan yang memudahkan penerapan, sedangkan kekurangannya terletak pada sifatnya yang masih baru sehingga memerlukan adaptasi lebih lanjut dari para pengajar
Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam: Model Manajemen Kemitraan Berkelanjutan Feri Riski Dinata; Ali Kuswadi; Marlina Marlina
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/9s94b812

Abstract

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kedua institusi ini dapat saling melengkapi dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan spiritual yang sangat penting. Di sisi lain, perguruan tinggi Islam membawa pendekatan akademis yang lebih modern dan sistematis. Melalui metode library research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Misalnya, kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar atau pengembangan kurikulum bersama dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat. Namun, tantangan seperti perbedaan manajemen dan visi pendidikan sering kali muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sosial pesantren dalam masyarakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan masing-masing, kolaborasi ini dapat menciptakan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam kesimpulannya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam tidak hanya bermanfaat bagi institusi itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Educational Management Model for Transforming Islamic Religious Education in the Digital Era: Integrating Religious Literacy and 21st-Century Competencies Kuswadi, Ali; Feri Riski Dinata; Ermayanti; Dwi Novianti; Moh. Solikul Hadi
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v6i1.1936

Abstract

The rapid digital transformation in Indonesia has significantly reshaped the landscape of Islamic Religious Education (IRE) across primary and secondary schools. The integration of digital platforms, artificial intelligence, and online learning environments has altered how religious knowledge is accessed, interpreted, and internalized by students. This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education in the digital era through the development of an integrative model that combines religious literacy and 21st century competencies. Employing a qualitative multi site case study design, this research was conducted in selected Islamic junior and senior secondary schools in Indonesia. Data were collected through in depth interviews, classroom observations, and document analysis. The findings reveal three major transformations: (1) the shift from teacher centered doctrinal transmission to interactive digital learning; (2) the redefinition of religious literacy from textual understanding to critical contextual interpretation; and (3) the integration of collaboration, critical thinking, communication, and digital ethics into Islamic learning. The study proposes an integrative model of Islamic Religious Education that aligns theological depth with digital era competencies. The research contributes to the theoretical reconstruction of Islamic education by positioning religious literacy as a strategic axis in navigating digital disruption while maintaining normative Islamic values.
Konsep Kurikulum Cinta sebagai Landasan Pembentukan Karakter Islami Anak Usia Dini Feri Riski Dinata; Ali Kuswadi; Edi Sutomo; Evi Wulandari
El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fase fundamental dalam pembentukan karakter dan kepribadian, termasuk penanaman nilai Islami sejak dini. Namun, praktik pendidikan saat ini seringkali lebih menekankan aspek kognitif daripada afektif dan spiritual. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan kurikulum yang lebih holistik dan berlandaskan nilai kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Kurikulum Cinta sebagai landasan pembentukan karakter Islami anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, anak usia dini, dan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum cinta memiliki tiga aspek utama, yaitu: (1) landasan filosofis yang berakar pada prinsip rahmatan lil ‘alamin dan keteladanan Rasulullah SAW, (2) strategi implementasi melalui keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan penuh cinta, serta (3) dampak positif dalam membentuk iman, akhlak mulia, empati, dan tanggung jawab anak sejak dini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kurikulum cinta dapat menjadi paradigma alternatif pendidikan Islam kontemporer yang lebih menekankan keseimbangan kognitif, afektif, dan spiritual.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Kreativitas Guru RA Raudhotu Tolibin Pisang Indah pada Perencanaan Pembelajaran Feri Riski Dinata; Muslih Qomarudin; Luthfi Assagaf; Dewi Sinta Maharani
El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : El-Mumtaz: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan kreativitas guru RA Roudhotu Tolibin Pisang Indah pada perencanaan pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan guru untuk merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, sekaligus Islami, dengan tetap menyesuaikan pada karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru-guru RA Roudhotu Tolibin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI, seperti ChatGPT dan Canva AI, mampu memberikan inspirasi awal berupa ide tema, rancangan RPPH, hingga desain media pembelajaran. Namun, guru tidak serta-merta menggunakan hasil AI secara mentah, melainkan melakukan adaptasi, filterisasi, dan modifikasi agar sesuai dengan nilai Islami dan kebutuhan anak. Perbandingan antara ide AI dan rancangan guru menunjukkan adanya integrasi antara kecanggihan teknologi dan kearifan pedagogis berbasis agama. Implementasi di kelas memperlihatkan peningkatan antusiasme anak dalam belajar, percepatan kerja guru dalam merancang pembelajaran, serta terciptanya media yang lebih kreatif dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu yang memperluas kreativitas. Guru tetap menjadi aktor utama yang menentukan arah dan isi pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat menjadi strategi baru dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran RA, selama tetap dilakukan dalam kerangka kritis, Islami, dan berpusat pada kebutuhan anak
The Influence of Asmaul Husna Gamification on the Character of Madrasah Ibtidaiyah students Feri Riski Dinata; Akla; Ahmad Zumaro; Ahmad Muzakki; Ali Kuswadi; Finan Akhsani Taqwim
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/mudarrisa.v18i1.5711

Abstract

Objectives: This research aims to: 1) identify the elements of Asmaul Husna gamification; 2) explore the implementation of Asmaul Husna gamification in Islamic learning; and 3) examine the influence of Asmaul Husna gamification on the character development of Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Primary School) students. Method: A quantitative quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. Forty students were divided into experimental and control groups. The experimental group received structured character education integrating gamification elements aligned with Asmaul Husna values, while the control group experienced conventional, memorization-based instruction. Data were collected using validated optimism and self-control scales and analyzed using ANCOVA to control for baseline differences. Results: The research reveals that: 1) the core elements of Asmaul Husna gamification include points, levels, badges, challenges, and feedback that integrate Islamic spiritual values; 2) the implementation follows a five-stage framework consisting of orientation, challenges, rewards, reflection, and progression; and 3) Asmaul Husna gamification significantly improves optimism and self-control in Madrasah Ibtidaiyah students. Theoretical Contribution: This research conceptualizes Islamic educational media by synthesizing Self-Determination Theory, positive psychology, self-regulation theory, and the Islamic concept of tazkiyatun nafs into an integrated educational framework. Implication: Asmaul Husna gamification offers a spiritually oriented educational tool to strengthen character development in Islamic primary school students.
Model of Islamic Religious Education Curriculum Reconstruction with a Global Perspective Based on an Integrative-Transformative Approach Syarip Syarip; Fajri Ismail; Indah Wigati; Yuniar Yuniar; Feri Riski Dinata
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Assyfa Journal of Islamic Studies
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v4i1.981

Abstract

This study is grounded in the challenges posed by globalization and the rapid acceleration of digital transformation, which necessitate the reconstruction of the Islamic Religious Education. curriculum to become more adaptive, contextual, and globally competitive. The existing Islamic Religious Education curriculum, which remains predominantly normative in orientation, has not yet fully succeeded in integrating 21st-century competencies with Islamic values in a comprehensive manner. Accordingly, this study aims to formulate a model for reconstructing a globally oriented Islamic Religious Education curriculum based on an integrative-transformative approach. This research employs a qualitative approach with a library research design, conducted through a critical review of relevant and up-to-date scholarly literature. Data were analyzed using content analysis and thematic analysis techniques to identify key concepts, patterns, and directions for curriculum development. The findings indicate that the reconstruction of the Islamic Religious Education curriculum should be carried out through the integration of Islamic values with global competencies, including critical thinking, creativity, communication, collaboration, and digital literacy. The proposed model comprises four main dimensions: value, global competence, pedagogical, and evaluative dimensions, all of which are implemented through an integrative-transformative approach. Therefore, the reconstructed Islamic Religious Education curriculum is expected to produce graduates who are not only religiously grounded but also adaptive and globally competitive
Transformasi Digital dalam Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan: Tinjauan Literatur Integratif Tentang Teknologi, Tata Kelola, dan Mutu Amir Mahmud; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.1094

Abstract

Transformasi digital menggeser manajemen sarana dan prasarana pendidikan dari pencatatan administratif menuju pengelolaan aset yang berbasis data, terintegrasi, prediktif, dan berorientasi pada mutu layanan. Penelitian ini bertujuan mensintesis perkembangan teknologi, fungsi manajemen, nilai yang dihasilkan, faktor keberhasilan, serta kesenjangan riset pada digital facilities and infrastructure management dalam konteks pendidikan. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 40 artikel ilmiah peer-reviewed yang dapat ditelusuri melalui DOI atau laman jurnal, dengan prioritas publikasi 2018–2026 dan beberapa studi relevan yang lebih awal. Artikel ditelusuri melalui Google Scholar, DOAJ, metadata penerbit, dan laman jurnal pada ScienceDirect, Emerald, Springer, IEEE, MDPI, serta portal jurnal Indonesia. Seleksi mempertimbangkan relevansi terhadap fasilitas pendidikan, asset/facility management, BIM, Internet of Things (IoT), digital twin, smart campus, sistem informasi inventaris, monitoring, pemeliharaan, dan tata kelola data. Sintesis tematik menghasilkan enam klaster: (1) digitalisasi inventaris dan data aset; (2) integrasi sistem informasi; (3) BIM–IoT–digital twin untuk monitoring dan pemeliharaan; (4) data-driven planning dan optimalisasi ruang; (5) smart campus dan keberlanjutan; serta (6) kesiapan organisasi, interoperabilitas, keamanan, dan kompetensi SDM. Temuan menunjukkan bahwa nilai digitalisasi tidak ditentukan oleh jumlah aplikasi, tetapi oleh kemampuan lembaga mengintegrasikan data, proses, manusia, dan keputusan sepanjang siklus hidup aset. Studi ini menawarkan Digital Educational Facilities Management Maturity Framework yang bergerak dari digitized records menuju integrated, predictive, dan quality-oriented facilities management. Kajian menegaskan perlunya agenda penelitian yang lebih kuat pada sekolah dasar-menengah, interoperabilitas data, evaluasi manfaat, keamanan data, dan keterkaitan langsung antara manajemen fasilitas digital dan mutu layanan pembelajaran.
Manajemen Lingkungan Belajar Ramah Anak sebagai Strategi Penguatan Mutu Layanan PAUD: Studi Kasus di PAUD Yaa Bunayya Way Kanan Dwi Sugianik; Imam Muzaki; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.1096

Abstract

Mutu pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dialami anak dalam lingkungan fisik, sosial, psikologis, dan pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen lingkungan belajar ramah anak sebagai strategi penguatan mutu layanan di PAUD Yaa Bunayya Way Kanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala PAUD, guru, dan orang tua sebagai sumber informasi. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan ramah anak berlangsung melalui siklus perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan mencakup penataan lingkungan fisik yang aman dan nyaman, interaksi guru-anak yang positif, aktivitas bermain dan eksplorasi, partisipasi anak, serta kemitraan dengan orang tua. Evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan lingkungan dan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa mutu layanan dibangun ketika fungsi manajemen tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi mengorkestrasi kondisi struktural dan kualitas proses yang langsung dialami anak. Kebaruan penelitian terletak pada model manajemen lingkungan ramah anak yang menghubungkan siklus manajerial dengan lima dimensi pengalaman anak: keselamatan fisik, keamanan relasional, partisipasi, pembelajaran berpusat pada anak, dan kesinambungan sekolah-keluarga.
Co-Authors Abd Manan ABD Manan Abud Nursyihab Ade Mubarok Adi Rahmat Afin Nida Al Hasanah Afin Nida Al Hasanah Ahmad Muhrondi Yusuf Ahmad Muzakki Ahmad Zumaro Akla Ali Kuswadi Alkin, Alkin Karnando Alya Saputri Arandani Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Ani Mustafidatuz Zahro Ardi Antoro Ari Pramono Azha, Azha Nurul Kholizah dede suryana Dedi Gunawan Devita Sa’diyah Dewi Lestari Dewi Sinta Maharani Dewi Suryani Dinata Firmansyah Dwi Novianti Dwi Sugianik Edi Sujoko Edi Sutomo Elpiah Eni Sumartini Ermayanti Ermayanti Ermayanti Esoniman Esoniman Eva Afriani Evi Wulandari Fajri Ismail Fedi Maulana Finan Akhsani Taqwim Fitriana Fitroh Muspiatu Sangadah Hairul Pasya Hamdhan Djainudin Hendy Pratama, Hendy Iin Uji Hidayah Imam Muzaki Indah Fitriana Indah Wigati Ismi Azizah Ulya Iwan Satria Joko Setiawan Jumini Luthfi Assagaf Malik, Muhammad Abdul Malik Manan, Abd Marlina Marlina Agustina Marlina Marlina Meliyawati Meliyawati Moh. Solikul Hadi Moh. Solikul Hadi Muhammad Ngabid MS Murdani Muslih Qomarudin Muslih Qomarudin4 Muslimah Nabila Raiisa Putri Nadila Nafisatul Mahmudah Nailurrachman, M. Tariq Nasor, M. Nasor Nurmas Qulatul Khoiriah Nurpitasari Purwanto Rahadian Abdurroziq Rahmad Fauzan Rahmatun Liana Reylita Rahmawanti Ritonga, Hotman Sugeng Sahlan Gumadi Samsul Hadi Siti Juariah Siti Zuroidah Slamet Pujiono Slamet Rianto Slamet Rianto Slamet Rianto Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Supriyanto Susanti sutarni sutarni Syarip Syarip Ulfa Arkhetafaza Wulan Eldasari Yoga Prasetyo Yuniar Yuniar Yusuf Supriyadin Zaenal Arifin Zaenal Mustofa