Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Classroom Teachers in Integrating Deep Learning into the Merdeka Curriculum Based on Islamic Values in Elementary Schools Meliyawati Meliyawati; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1667

Abstract

Basic education plays a strategic role in character formation and competency development in the 21st century, so pedagogical innovation is needed that is in line with the implementation of the merdeka Curriculum. The purpose of this study is to examine the role of classroom teachers in the implementation of deep learning in a pedagogical context based on Islamic values in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a case study design, the data in this study was obtained through observation, interviews and documentation of teachers at Sekolah Dasar Negeri 01 Pisang Baru (Pisang Baru Public Elementary School 01). The results of the study revealed that teachers have a crucial role as designers, facilitators, and role models in associating the principles of deep learning with the values of honesty, responsibility, and empathy. This integration creates a learning process that is reflective, in-depth and oriented towards strengthening the character of students. This study provides a conceptual and practical contribution to an integrative model that combines pedagogical deep learning methods with Islamic values in the context of an merdeka curriculum.
Reframing Islamic Education Management through the Lens of Maqāṣid al-Sharīʿah: Evidence from Madrasah Education Fitroh Muspiatu Sangadah; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1668

Abstract

The contemporary educational landscape necessitates continuous innovation in management systems while remaining firmly grounded in Islamic sharīʿah values. This condition underscores the importance of integrating the modernization of educational management with normative religious principles. In response to this phenomenon, the present study seeks to examine how the transformation of educational management can be implemented from the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah. This research aims to analyze the process through which educational management undergoes transformation. Employing a qualitative approach with a field study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through several stages, namely data reduction, data display, and the drawing of conclusions. The findings, based on field data obtained from interviews with the head of the madrasah, indicate that the implementation of Maqāṣid al-Sharīʿah plays a crucial role in institutional development and serves as a catalyst for meaningful change. This study contributes by offering a novel perspective that integrates Maqāṣid al-Sharīʿah values with educational management practices. The study concludes that such an approach not only enhances institutional efficiency and innovation but also fosters an educational system oriented toward achieving a balance between worldly and spiritual objectives.
Integration of the Merdeka Curriculum and Islamic Education in Developing Elementary School Students’ Character Iwan Satria; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1669

Abstract

This study examines the integration of the Merdeka Curriculum with Islamic educational values at UPT SD Negeri 02 Serdang Kuring. Addressing the limited scholarly attention on Islamic-values integration at the primary-school level, this research employs a qualitative descriptive design using observation, interviews, and documentation analyzed through the Miles and Huberman model. The findings reveal that integration is implemented systematically through instructional planning, teacher modeling, student habituation, reinforcement of a religious school culture, and collaboration between teachers, school leaders, and parents, supported by the use of local wisdom as contextual grounding. This integration strengthens students’ character formation, particularly responsibility, honesty, discipline, and hard work, aligning with the Profile of Pancasila Students. The study’s novelty lies in identifying a collaborative, context-based integration pattern as an effective character education strategy. The results suggest the need for adaptable Islamic-values-based character education models within the Merdeka Curriculum for wider application in diverse school contexts.
Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam: Model Manajemen Kemitraan Berkelanjutan Dinata, Feri Riski; Kuswadi, Ali; Marlina, Marlina
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/9s94b812

Abstract

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kedua institusi ini dapat saling melengkapi dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan spiritual yang sangat penting. Di sisi lain, perguruan tinggi Islam membawa pendekatan akademis yang lebih modern dan sistematis. Melalui metode library research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Misalnya, kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar atau pengembangan kurikulum bersama dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat. Namun, tantangan seperti perbedaan manajemen dan visi pendidikan sering kali muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sosial pesantren dalam masyarakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan masing-masing, kolaborasi ini dapat menciptakan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam kesimpulannya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam tidak hanya bermanfaat bagi institusi itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan  Metode ‘Ilman Wa Ruuhan Afin Nida Al Hasanah; Feri Riski Dinata; Slamet Rianto; Muslih Qomarudin
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/nnv16566

Abstract

Metode Ilman wa Ruuhan merupakan salah satu inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini mengalami perkembangan signifikan dalam dunia pendidikan Islam. Dari sisi manajemen, metode ini memberikan kemudahan bagi pengajar melalui sistem pembelajaran yang terstruktur, meskipun masih terdapat kebutuhan pelatihan bagi sebagian tenaga pendidik untuk memahaminya secara utuh. Sejak diperkenalkan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan pada tahun 2024, penerapannya masih menghadapi sejumlah penyesuaian, baik dari sisi guru maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penerapan metode Ilman wa Ruuhan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian para tenaga pengajar (ustazah) kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen metode Ilman wa Ruuhan dilaksanakan melalui dua aspek utama, yaitu manajemen waktu dan pengaturan irama bacaan. Manajemen waktu pembelajaran dilakukan selama 60 menit dengan pembagian tahapan: pembukaan (5 menit), hafalan (15 menit), kegiatan inti (35 menit), dan penutup (5 menit). Adapun pengaturan irama bacaan memerlukan keterampilan khusus ustazah dalam mempraktikkannya kepada siswa. Kelebihan metode ini adalah adanya buku panduan yang memudahkan penerapan, sedangkan kekurangannya terletak pada sifatnya yang masih baru sehingga memerlukan adaptasi lebih lanjut dari para pengajar
Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam: Model Manajemen Kemitraan Berkelanjutan Dinata, Feri Riski; Kuswadi, Ali; Marlina, Marlina
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/9s94b812

Abstract

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kedua institusi ini dapat saling melengkapi dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan spiritual yang sangat penting. Di sisi lain, perguruan tinggi Islam membawa pendekatan akademis yang lebih modern dan sistematis. Melalui metode library research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Misalnya, kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar atau pengembangan kurikulum bersama dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat. Namun, tantangan seperti perbedaan manajemen dan visi pendidikan sering kali muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sosial pesantren dalam masyarakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan masing-masing, kolaborasi ini dapat menciptakan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam kesimpulannya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam tidak hanya bermanfaat bagi institusi itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan  Metode ‘Ilman Wa Ruuhan Afin Nida Al Hasanah; Feri Riski Dinata; Slamet Rianto; Muslih Qomarudin
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/nnv16566

Abstract

Metode Ilman wa Ruuhan merupakan salah satu inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini mengalami perkembangan signifikan dalam dunia pendidikan Islam. Dari sisi manajemen, metode ini memberikan kemudahan bagi pengajar melalui sistem pembelajaran yang terstruktur, meskipun masih terdapat kebutuhan pelatihan bagi sebagian tenaga pendidik untuk memahaminya secara utuh. Sejak diperkenalkan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan pada tahun 2024, penerapannya masih menghadapi sejumlah penyesuaian, baik dari sisi guru maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penerapan metode Ilman wa Ruuhan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian para tenaga pengajar (ustazah) kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen metode Ilman wa Ruuhan dilaksanakan melalui dua aspek utama, yaitu manajemen waktu dan pengaturan irama bacaan. Manajemen waktu pembelajaran dilakukan selama 60 menit dengan pembagian tahapan: pembukaan (5 menit), hafalan (15 menit), kegiatan inti (35 menit), dan penutup (5 menit). Adapun pengaturan irama bacaan memerlukan keterampilan khusus ustazah dalam mempraktikkannya kepada siswa. Kelebihan metode ini adalah adanya buku panduan yang memudahkan penerapan, sedangkan kekurangannya terletak pada sifatnya yang masih baru sehingga memerlukan adaptasi lebih lanjut dari para pengajar
Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam: Model Manajemen Kemitraan Berkelanjutan Dinata, Feri Riski; Kuswadi, Ali; Marlina, Marlina
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/9s94b812

Abstract

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kedua institusi ini dapat saling melengkapi dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan spiritual yang sangat penting. Di sisi lain, perguruan tinggi Islam membawa pendekatan akademis yang lebih modern dan sistematis. Melalui metode library research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Misalnya, kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar atau pengembangan kurikulum bersama dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat. Namun, tantangan seperti perbedaan manajemen dan visi pendidikan sering kali muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sosial pesantren dalam masyarakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan masing-masing, kolaborasi ini dapat menciptakan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam kesimpulannya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam tidak hanya bermanfaat bagi institusi itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan  Metode ‘Ilman Wa Ruuhan Afin Nida Al Hasanah; Feri Riski Dinata; Slamet Rianto; Muslih Qomarudin
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/nnv16566

Abstract

Metode Ilman wa Ruuhan merupakan salah satu inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini mengalami perkembangan signifikan dalam dunia pendidikan Islam. Dari sisi manajemen, metode ini memberikan kemudahan bagi pengajar melalui sistem pembelajaran yang terstruktur, meskipun masih terdapat kebutuhan pelatihan bagi sebagian tenaga pendidik untuk memahaminya secara utuh. Sejak diperkenalkan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan pada tahun 2024, penerapannya masih menghadapi sejumlah penyesuaian, baik dari sisi guru maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penerapan metode Ilman wa Ruuhan di SMPIT Daar ‘Ilmi Way Kanan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian para tenaga pengajar (ustazah) kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen metode Ilman wa Ruuhan dilaksanakan melalui dua aspek utama, yaitu manajemen waktu dan pengaturan irama bacaan. Manajemen waktu pembelajaran dilakukan selama 60 menit dengan pembagian tahapan: pembukaan (5 menit), hafalan (15 menit), kegiatan inti (35 menit), dan penutup (5 menit). Adapun pengaturan irama bacaan memerlukan keterampilan khusus ustazah dalam mempraktikkannya kepada siswa. Kelebihan metode ini adalah adanya buku panduan yang memudahkan penerapan, sedangkan kekurangannya terletak pada sifatnya yang masih baru sehingga memerlukan adaptasi lebih lanjut dari para pengajar