Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran PAI di MI Roudhotu Tolibin Pisang Indah Feri Riski Dinata; Ali Kuswadi; Moh. Solikul Hadi
Edu-MI Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2025): Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Edu-MI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Roudhotu Tolibin Pisang Indah. Pengembangan media ini berangkat dari permasalahan rendahnya variasi bahan ajar konvensional serta kurangnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, yang berdampak pada minimnya pemahaman konsep dan motivasi belajar. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, implementasi di kelas, serta evaluasi efektivitas. Media berbasis AI yang dikembangkan dilengkapi dengan fitur pembelajaran adaptif, kuis otomatis, umpan balik instan, audio-visual interaktif, serta simulasi sederhana materi PAI untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dengan skor rata-rata validasi ahli sebesar 88% dan respons siswa mencapai 91%, yang menandakan bahwa tampilan, isi materi, serta kemudahan penggunaan sangat diterima oleh pengguna. Selain itu, terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 27% setelah penggunaan media, menunjukkan bahwa integrasi AI berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep dan partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis AI dapat menjadi alternatif inovatif dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di madrasah ibtidaiyah
Implementasi Pelatihan Public Speaking sebagai Upaya Membangun Kepercayaan Diri Santri Mahasiswa Ma’had al-Jami’ah Al-Hikmah Feri Riski Dinata; Ali Kuswadi; Rahmatun Liana
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan public speaking bagi santri mahasiswa Ma’had al-Jami’ah Al-Hikmah Way Kanan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum. Berdasarkan hasil pengamatan awal, sebagian besar santri mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara terstruktur, kurang percaya diri, dan gugup ketika berbicara di hadapan audiens. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik yang meliputi pemahaman konsep dasar public speaking, latihan vokal dan artikulasi, teknik menyusun pidato, dan praktik berbicara secara langsung dengan umpan balik (feedback) dari instruktur. Peserta kegiatan berjumlah 13 santri, terdiri atas 7 santri putri dan 6 santri putra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait keberanian tampil, kelancaran berbicara, kemampuan mengorganisasi ide, serta penguasaan bahasa verbal dan non-verbal. Pelatihan public speaking terbukti efektif dalam membangun kepercayaan diri santri mahasiswa, serta dapat dijadikan program pembinaan berkelanjutan di lingkungan Ma’had al-Jami’ah
Pelatihan Praktik Pengurusan Jenazah bagi Santri Mahasiswa Ma’had al-Jami’ah Al-Hikmah sebagai Penguatan Kompetensi Mimbar Pesantren Feri Riski Dinata; Amir Mahmud; Yoga Prasetyo; Dewi Lestari
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan pengurusan jenazah merupakan bagian penting dalam penguatan kompetensi keagamaan bagi santri yang dipersiapkan untuk menjadi agen dakwah di masyarakat. Namun, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar santri mahasiswa Ma’had al-Jami’ah Al-Hikmah masih memiliki pengetahuan teoritis yang terbatas dan belum memiliki pengalaman praktik langsung dalam pengurusan jenazah sesuai tuntunan fikih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi santri melalui pelatihan praktik pengurusan jenazah sebagai bagian dari pembelajaran Mimbar Pesantren. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung yang dipandu oleh instruktur berkompeten. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan praktik dan respons peserta melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan santri dalam tahapan memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Selain itu, santri menunjukkan rasa percaya diri lebih tinggi untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks kemasyarakatan. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam memperkuat kompetensi keagamaan dan keterampilan dakwah santri, serta direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terstruktur sebagai bagian integral dari kurikulum Ma’had al-Jami’ah
Penguatan Moderasi Beragama melalui Majelis Taklim Digital di Kampung Simpang Asam, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan Ali Kuswadi; Feri Riski Dinata; Dinata Firmansyah
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan moderasi beragama di masyarakat pedesaan, khususnya di Kampung Simpang Asam, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, di tengah pesatnya perkembangan media digital yang turut memengaruhi cara masyarakat memperoleh pemahaman keagamaan. Topik ini dipilih karena majelis taklim memiliki peran strategis sebagai wahana pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, namun memerlukan penguatan melalui pendekatan digital agar lebih adaptif, inklusif, dan mampu menangkal pemahaman keagamaan yang bersifat ekstrem maupun eksklusif. Metode pengabdian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan masyarakat, sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama, pendampingan pengelolaan majelis taklim berbasis digital, serta pelatihan pemanfaatan media sosial dan platform komunikasi daring sebagai sarana dakwah yang edukatif dan moderat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jamaah terhadap konsep moderasi beragama, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan berbasis digital, serta berkembangnya sikap toleran, seimbang, dan bijak dalam menyikapi perbedaan dan informasi keagamaan di ruang digital. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama melalui majelis taklim digital merupakan model pengabdian yang efektif dan berkelanjutan dalam membangun kehidupan sosial-keagamaan yang harmonis serta relevan dengan tantangan era digital di masyarakat pedesaan
Pendampingan Implementasi Pembelajaran Diferensiasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Inklusif pada Program Diniyah Ma’had Al Jami’ah STIT Al Hikmah Way Kanan Feri Riski Dinata; Ermayanti Ermayanti; Moh. Solikul Hadi
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran inklusif pada Program Diniyah Ma’had Al Jami’ah STIT Al Hikmah, yang memiliki karakteristik peserta didik dengan latar belakang kemampuan, gaya belajar, dan kebutuhan belajar yang beragam. Pemilihan topik pembelajaran diferensiasi didasarkan pada urgensi penerapan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman tersebut agar proses pembelajaran diniyah berjalan lebih adil, efektif, dan bermakna bagi seluruh peserta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi para pengajar dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi secara sistematis dan kontekstual sesuai dengan karakter pendidikan diniyah dan nilai-nilai keislaman. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep pembelajaran diferensiasi, pelatihan perancangan pembelajaran diferensiasi, serta pendampingan praktik implementasi dalam kegiatan pembelajaran diniyah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengajar terhadap prinsip dan strategi pembelajaran diferensiasi, meningkatnya kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan peserta, serta terciptanya suasana pembelajaran yang lebih inklusif dan partisipatif. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan implementasi pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan strategis dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif pada Program Diniyah Ma’had Al Jami’ah STIT Al Hikmah
Pendampingan Optimalisasi Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial pada Unit Produksi SMK Persada Nusantara melalui Kompetensi Keahlian Multimedia, Farmasi, dan Keperawatan Zaenal Arifin; Feri Riski Dinata; ABD Manan; Alya Saputri Arandani
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan optimalisasi pemasaran produk Unit Produksi SMK Persada Nusantara yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi pemasaran digital berbasis media sosial, meskipun sekolah memiliki kompetensi keahlian Multimedia, Farmasi, dan Keperawatan yang relevan. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya penguatan keterampilan kewirausahaan dan pemasaran digital bagi satuan pendidikan kejuruan agar unit produksi sekolah mampu bersaing, memperluas jangkauan pasar, serta memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi guru dan peserta didik dalam mengoptimalkan pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial secara terencana dan berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep pemasaran digital, pelatihan pembuatan konten promosi berbasis multimedia, workshop pengelolaan akun media sosial, serta pendampingan implementasi strategi pemasaran digital pada unit produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam merancang konten promosi, meningkatnya aktivitas dan kualitas pengelolaan media sosial unit produksi, serta bertambahnya jangkauan dan interaksi audiens terhadap produk yang dipasarkan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan optimalisasi pemasaran digital berbasis media sosial merupakan strategi efektif untuk meningkatkan daya saing unit produksi sekolah sekaligus memperkuat kompetensi keahlian dan jiwa kewirausahaan peserta didik SMK
Evaluation of the Implementation of a Pedagogical Deep Learning Pilot Project Based on Islamic Values to Support the Kurikulum Merdeka in Elementary Schools Reylita Rahmawanti; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1664

Abstract

The implementation of Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) emphasizes contextual and meaningful learning as well as the strengthening of the Profil Pelajar Pancasila. However, empirical research on integrating Islamic values into a deep learning pedagogy within this curriculum remains limited. Addressing this gap, this study aims to: (1) evaluate the implementation of an Islamic-values-based deep learning approach in elementary education, (2) identify the forms of Islamic value internalization that emerge during the learning process, and (3) formulate challenges and recommendations for strengthening teacher competence. This descriptive qualitative study involved three teachers and 32 students at SDN 01 Pisang Baru, Lampung, using in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings indicate that the model effectively promotes reflective and collaborative learning and supports the internalization of Islamic values—such as honesty, responsibility, and empathy—through socially contextualized project activities. Teachers act as facilitators who connect academic concepts with the practical application of Islamic teachings. Nevertheless, several constraints were identified, including limited project time and teachers’ insufficient mastery of character-based authentic assessment. The study contributes theoretically by providing an empirical framework for integrating Islamic values into deep learning pedagogy within Kurikulum Merdeka, and practically by offering recommendations to improve teacher professionalism in 21st-century learning.
Transformation of Islamic Religious Education Learning through the SAVI Model at Elementary School in the Merdeka Belajar Era Fedi Maulana; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1666

Abstract

This study examines the transformation of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) learning through the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) model at SD Negeri 01 Pisang Baru in the Merdeka Belajar era. Employing a qualitative descriptive approach, the research explores how the SAVI model facilitates active, meaningful, and student-centered learning while promoting cognitive, affective, motoric, and spiritual development. Data were collected through interviews with the principal, PAI teachers, and students, complemented by classroom observations and document analysis. Findings indicate that the SAVI model enhances student engagement, motivation, and comprehension by integrating physical movement, auditory, visual, and intellectual activities into learning. However, challenges remain, including limited facilities, media resources, and the need for continuous teacher training. The study highlights the importance of aligning pedagogical innovation with Islamic educational values and contemporary curricular policies. Practically, it provides guidance for educators to implement multisensory approaches effectively and for schools to support sustainable pedagogical transformation. This research contributes to the discourse on active, embodied, and multisensory learning in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI), offering insights for policy makers, practitioners, and future research.
The Role of Classroom Teachers in Integrating Deep Learning into the Merdeka Curriculum Based on Islamic Values in Elementary Schools Meliyawati Meliyawati; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1667

Abstract

Basic education plays a strategic role in character formation and competency development in the 21st century, so pedagogical innovation is needed that is in line with the implementation of the merdeka Curriculum. The purpose of this study is to examine the role of classroom teachers in the implementation of deep learning in a pedagogical context based on Islamic values in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a case study design, the data in this study was obtained through observation, interviews and documentation of teachers at Sekolah Dasar Negeri 01 Pisang Baru (Pisang Baru Public Elementary School 01). The results of the study revealed that teachers have a crucial role as designers, facilitators, and role models in associating the principles of deep learning with the values of honesty, responsibility, and empathy. This integration creates a learning process that is reflective, in-depth and oriented towards strengthening the character of students. This study provides a conceptual and practical contribution to an integrative model that combines pedagogical deep learning methods with Islamic values in the context of an merdeka curriculum.
Reframing Islamic Education Management through the Lens of Maqāṣid al-Sharīʿah: Evidence from Madrasah Education Fitroh Muspiatu Sangadah; Feri Riski Dinata
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1668

Abstract

The contemporary educational landscape necessitates continuous innovation in management systems while remaining firmly grounded in Islamic sharīʿah values. This condition underscores the importance of integrating the modernization of educational management with normative religious principles. In response to this phenomenon, the present study seeks to examine how the transformation of educational management can be implemented from the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah. This research aims to analyze the process through which educational management undergoes transformation. Employing a qualitative approach with a field study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through several stages, namely data reduction, data display, and the drawing of conclusions. The findings, based on field data obtained from interviews with the head of the madrasah, indicate that the implementation of Maqāṣid al-Sharīʿah plays a crucial role in institutional development and serves as a catalyst for meaningful change. This study contributes by offering a novel perspective that integrates Maqāṣid al-Sharīʿah values with educational management practices. The study concludes that such an approach not only enhances institutional efficiency and innovation but also fosters an educational system oriented toward achieving a balance between worldly and spiritual objectives.