Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN KOAGULAN ALAMI DARI CAMPURAN BIJI TREMBESI DAN KITOSAN PADA PENGOLAHAN LIMBAH PENYAMAKAN KULIT Nurismasari, Shilma Ananta; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.283

Abstract

Industri penyamakan kulit merupakan industri yang menghasilkan air limbah dengan kategori B3 yang akan berbahaya jika dibuang langsung ke sungai. Karena pada limbah tersebut mengandung unsur Krom (Cr) yang berasal dari proses tanning (penyamakan). Untuk mengurangi kandungan logam Cr pada limbah industri dapat menggunakan koagulan alami yang merupakan salah satu alternatif dalam pengolahan limbah karena koagulan alami lebih ramah lingkungan dan mudah didapatkan disekitar lingkungan kita. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar krom, TSS, TDS, Turbiditas dan pH pada limbah penyamakan kulit menggunakan koagulan alami yaitu campuran dari biji trembesi dan kitosan. Metode yang digunakan yaitu koagulasi-flokulasi dengan alat jar test dengan perbandingan variasi koagulan alami campuran biji trembesi dan kitosan sebesar 50%:50%, 25%:75%, 75%:25%, 100%:0, 0:100% dengan kecepatan pengadukan cepat 200 Rpm selama 2 menit dan dilanjutkan pengadukan lambat dengan kecepatan 30, 60, dan 100 Rpm selama 30 menit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan dosis koagulan alami campuran yang efektif dalam menurunkan kadar krom yaitu koagulan trembesi 75% + kitosan 25% dengan penurunan kadar krom mencapai 1,479 mg/L atau sebesar 82,445% dan memiliki penurunan nilai TSS sebesar 96,825%, TDS sebesar 9131 mg/L dan nilai turbiditas mencapai 37,789%.
PENENTUAN EFISIENSI BOILER DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DI PT X LUMAJANG Aprilia, Dila; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.237

Abstract

Energi panas dalam hal ini berupa uap panas(steam) yang digunakan untuk kebutuhan produksi di PT X Lumajang berasal dari boiler. Bahan bakar untuk boiler yang digunakan di PT X Lumajang adalah oli bekas yang sudah di treatment. Dalam penggunaannya, oli bekas menyebabkan timbulnya kerak pada alat yang membuat boiler tersebut harus melakukan maintenance setiap dua minggu sekali. Tujuan penelitian ini untuk menghitung efisiensi boiler dengan menggunakan metode langsung. Selain itu, karena keterbatasan instrumentasi seperti steamflow dan juga belum pernah dilakukannya perhitungan pasti mengenai nilai efisiensi boiler, sehingga perlu adanya penelitian terkait parameter waktu untuk maintenance. Metodologi penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dimana nantinya didapatkan hasil nilai maksimal dan minimal dari efisiensi boiler. Berdasarkan hasil perhitungan untuk nilai efisiensi boiler di PT X Lumajang dengan metode langsung sebesar 84,710% apabila produksi uap maksimal. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja boiler pada PT X Lumajang sudah cukup efisien, hal itu dikarenakan proses maintenance yang cukup rutin. Apabila produksi uap minimal yaitu sebesar 52,76% itu artinya boiler sudah harus melakukan maintenance karena kinerja boiler menurun akibat timbulnya kerak.
PEMANFAATAN KOAGULAN ALAMI DARI CAMPURAN KITOSAN DAN BIJI ASAM JAWA PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT Shabrina, Rezka Wilda; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.279

Abstract

Industri penyamakan kulit termasuk salah satu industri yang mengeluarkan limbah cair dalam volume cukup besar. Pada penyamakan 1 ton kulit basah diperlukan air ± 40 m3 dan kemudian dibuang sebagai limbah cair yang tercampur dengan bahan kimia sisa proses dan komponen kulit yang terlarut selama penyamakan. Limbah cair industri penyamakan kulit dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena mengandung logam berat seperti krom (Cr), sehingga sebelum dibuang ke lingkungan harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Salah satu proses pengolahan limbah cair adalah dengan metode koagulasi flokulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penambahan koagulan dan kecepatan pengadukan terhadap penurunan kadar krom, TSS, pH, serta turbiditas. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan penambahan koagulan dan kecepatan pengadukan yang optimal terhadap penurunan kadar krom, TSS, pH, serta turbiditas. Penelitian ini menggunakan metode secara batch. Koagulan yang digunakan berupa koagulan alami dari campuran biji asam jawa dan kitosan. Proses koagulasi flokulasi ini menggunakan tiga variabel kecepatan pengaduk serta empat variabel perbandingan dosis koagulan. Hasil dari penelitian ini didapatkan kondisi optimum pada penambahan koagulan 75% biji asam jawa dengan 25% kitosan pada kecepatan 25 rpm dapat menurunkan kadar krom mencapai 95,86%, penurunan nilai TSS mencapai 95,24%, serta penurunan turbiditas mencapai 49,73%.
UJI EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS RADIATOR COOLANT MENGGUNAKAN DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER Aryatama , Farhan; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.532

Abstract

Sistem pendingin pada mesin bakar internal umumnya bertujuan unuk menyerap sebagian panas mesin yang ditimbulkan oleh proses pembakaran di dalam silinder. Dengan penggunaan heat exchanger (HE) suhu pada mesin dapat stabil dengan cara dibantu oleh cairan pendingin melalui radiator yang diisi dengan cairan coolant untuk membuat efektivitas perpindahan panas mesin menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alir fluida panas terhadap efektivitas perpindahan panas menggunakan berbagai jenis/merek coolant. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen perpindahan panas menggunakan alat Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) dengan variable tetap laju alir fluida dingin 15 L/menit dengan suhu 25oC dan suhu fluida panas 75oC. Sedangkan variable bebasnya adalah laju alir fluida panas dan berbagai jenis/merek coolant. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang dengan metode eksperimen. Dari penelitian diperoleh hasil laju aliran fluida panas dapat mempengaruhi nilai efektivitas perpindahan panas, dimana semakin besar laju alir fluida panas maka semakin kecil efektivitas perpindahan panas dari coolant tersebut. Dari hasil penelitian terhadap berbagai jenis coolant dengan laju alir 2 L/menit, 3 L/menit, 6 L/menit, 9 L/menit, dan 12 L/menit didapatkan nilai terbaik pada coolant A dengan laju alir 2L/menit dengan nilai efektivitas 0,5395.
PENGARUH KONSENTRASI ETILEN GLIKOL TERHADAP EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS PADA ALAT DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER Pradita, Naufal ‘Azmi; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.527

Abstract

Teknologi penukar panas sekarang ini telah diaplikasikan pada berbagai bidang teknologi. Salah satunya pada teknologi otomotif khususnya pada radiator. Salah satu contoh untuk meningkatkan konduktivitas termal fluida adalah dengan merekayasa fluida pendingan. Coolant adalah cairan pendingin yang berbahan dasar etilen glikol digunakan untuk mengurangi atau mengatur suhu suatu sistem. Pada penelitian ini dilakukan percobaan menggunakan alat Double Pipe Heat Exchanger untuk mengetahui pengaruh laju alir dan konsentrasi etilen glikol terhadap efektivitas perpindahan panas menggunakan metode Effectiveness. Variabel tetap yang digunakan dalam penelitian ini adalah etilen glikol sebagai fluida dingin dan air sebagai fluida panas dengan suhu fluida panas 75°C dan suhu fluida dingin 25°C, menggunakan jenis aliran Countercurrent. Sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi fluida dingin (etilen glikol) yang masuk: 100, 80, 60, 40, 20, dan 0 % dan laju alir yaitu 3, 6, 9, 12 liter/ menit. Variabel terikat adalah suhu fluida panas keluar dan suhu fluida dingin keluar. Untuk mendapatkan nilai efektivitas dilakukan perhitungan nilai Qav, ΔTLMTD, U, NTU dan efektivitas. Dari penelitian ini diperoleh hasil laju alir fluida dingin berpengaruh terhadap efektivitas perpindahan panas, dimana semakin besar laju alir fluida dingin mengakibatkan meningkatnya Uav dan efektivitas. Konsentrasi etilen glikol juga mempengaruhi efektivitas, dimana semakin tinggi konsentrasi maka akan semakin tinggi efektivitasnya, namun pada konsentrasi 80% dan 100% mengalami penurunan efektivitas dikarenakan pada konsentrasi tersebut viskositas fluida menjadi lebih besar sehingga menyebabkan turunnya efektivitas. Nilai efektivitas terbaik diperoleh pada konsentrasi 60 % etilen glikol dengan laju alir 12 liter/menit yaitu sebesar 0,7072.
ANALISA KELAYAKAN PABRIK PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL DARI LIMBAH CAIR TAHU KAPASITAS 4200 TON/TAHUN Fajaria, Annisa Nuris; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.377

Abstract

Analisa kelayakan digunakan untuk mengetahui pra rancangan pabrik pupuk organik cair berbasis mikroorganisme lokal dari limbah cair tahu telah melengkapi aspek produk layak diperjualbelikan, lokasi strategis, dan keuntungan ekonomi. Tahapan analisa kelayakan adalah tinjauan pendirian pabrik meliputi lokasi pabrik, ketersediaan bahan baku, pemasaran dan utilitas, uraian proses pra rancangan pabrik, analisa ekonomi. Tinjauan pendirian pabrik berada di kabupaten Pasuruan dikarenakan ketersediaan bahan baku utama limbah cair tahu berada di kota Probolinggo, serta kemudahan dalam transportasi dan pemasaran. Uraian proses pra rancangan pabrik pupuk oganik cair terdapat 6 unit proses, yaitu unit persiapan, unit fermentasi, unit pemisahan, unit nitrifikasi I, unit nitrifikasi II, unit evaporasi. Hasil analisis ekonomi, nilai Return On Invesment sebelum pajak sebesar 25,51% dan setelah pajak 22,94%. Nilai Pay Out Time sebelum pajak diperoleh 3,9 tahun dan sesudah pajak 4,4 tahun. Nilai Break Even Point adalah 50,51% dan nilai Shut Down Point diperoleh 27,65%. Nilai dari Internal Rate of Return sebesar 27%.
PRETREATMENT SONIKASI DAN STEAM DISTILLATION UNTUK MENINGKATKAN YIELD MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK SEBAGAI MEDIA PELURUH SAMPAH STYROFOAM Ramadhan, Ednin Syahrul; Firdaus, Muhammad Alfin; Hardjono, Hardjono; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.428

Abstract

Sampah styrofoam merupakan sampah anorganik yang sulit terurai sehingga berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Limonene merupakan salah satu komponen terbanyak yang terdapat pada kulit jeruk dan mampu meluruhkan styrofoam dengan memecah ikatannya menjadi monomer sehingga mudah terurai oleh alam. Limonene dapat dihasilkan dari minyak atsiri kulit jeruk dan kandungan limonene merupakan komponen terbesar pada minyak atsiri kulit jeruk. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang pretreatment sonikasi dan steam distillation untuk meningkatkan yield minyak atsiri dari kulit jeruk sebagai media peluruh sampah styrofoam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu sonikasi dan waktu destilasi terhadap yield minyak atsiri kulit jeruk yang dihasilkan, serta membuktikan minyak atsiri mampu meluruhkan styrofoam. Proses ekstraksi kulit jeruk peras dilakukan menggunakan metode steam distillation dengan disertai proses sonikasi sebagai pretreatment. Kondisi terbaik pada proses ekstraksi dicapai pada waktu sonikasi 1 jam dan waktu distilasi 6 jam dengan yield yang didapat 2,1095%. Minyak atsiri yang dihasilkan memiliki densitas 0, 827287 gr/ml, viskositas kinematik 0,01025744 cm2/s dan viskositas dinamis 0,0084858 gr/cms. Dari hasil analisis GC-MS, komponen penyusun minyak atsiri kulit jeruk peras adalah limonene 98,52% dan myrcene 1,48%. Hasil peluruhan styrofoam jenis wadah elektronik menggunakan larutan peluruh dengan komposisi (minyak atsiri : etanol : air) adalah 1:1:2 kemudian dianalisis dengan GC-FID menunjukkan adanya perubahan polistiren menjadi monostiren.
PENINGKATAN KUALITAS BATU BARA DENGAN METODE AGLOMERASI DENGAN MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN PERALATAN MICROWAVE Sahari, Bintan Aulia Sabrina Larasati; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4172

Abstract

Batu bara merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting saat ini dan memiliki pemanfaatan yang luas dalam industri berskala besar. Tinggi rendahnya kualitas batubara tergantung pada kadar air yang terkandung didalamnya, untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pengolahan yang bertujuan mengurangi kadar air pada batu bara. Salah satu proses yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas batubara yaitu dengan metode aglomerasi menggunakan peralatan microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan radiasi gelombang mikro dalam meningkatkan kualitas batubara berupa kadar air dan kadar abu menggunakan metode aglomerasi, dengan menganalisis pengaruh waktu dan daya pada microwave. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan cara pencampuran batu bara dan air, kemudian ditambahkan agglomerant agent berupa minyak goreng bekas dengan perbandingan 1:1. Campuran tersebut dimasukkan kedalam microwave dengan waktu proses selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit. Untuk daya yang digunakan sebesar 400, 600, dan 800 watt. Proses selanjutnya yaitu penyaringan dan batu bara di oven selama 60℃ selama 2 jam. Analisa kualitas yang dilakukan adalah kadar air dan kadar abu batu bara sebelum dan sesudah dilakukan proses aglomerasi. Setelah dilakukan radiasi gelombang mikro, didapatkan hasil semakin lama waktu proses dalam microwave, kadar air dan kadar abu dalam batubara semakin berkurang. Penggunaan daya microwave yang lebih tinggi juga menghasilkan penurunan yang lebih signifikan pada kadar air dan kadar abu dalam batubara. Kondisi terbaik diperoleh pada waktu proses 5 menit dengan penggunaan daya microwave sebesar 800 watt dengan hasil kadar abu sebesar 9,9816% dan kadar air sebesar 1,5076%.
PENGARUH RASIO PEREKAT TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PEMBAKARAN BRIKET SABUT KELAPA DAN SERBUK GERGAJI KAYU CAMPURAN Rofiq, Mohammad Ainur; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4208

Abstract

Pemakaian bahan bakar fosil yang meningkat setiap tahunnya dan persediaan bahan bakar fosil yang terbatas  menyebabkan kenaikan gas emisi rumah kaca sehingga menimbulkan perubahan iklim, untuk itu diperlukan pengembangan energi alternatif. Pemanfaatan biomassa sabut kelapa dan serbuk gergaji menjadi briket sebagai solusi pengembangan energi alternatif. Biomassa memiliki sifat dapat diperbaharui, lebih ramah lingkungan, serta sebagai upaya pemanfaatan hasil hutan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan rasio perekat terhadap karakteristik fisik briket meliputi kadar air, abu, kadar zat mudah menguap dan fixed carbon dan uji produk berupa karakteristik pembakaran meliputi waktu pembakaran dan laju pembakaran. Bahan baku berupa sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu campuran. Variabel yang digunakan yaitu rasio penggunaan perekat tepung tapioka 20%, 30%, 40%, 50%, 60% dan perbandingan campuran bahan baku sabut kelapa dan serbuk gergaji campuran 30%:70%. Hasil penelitian karakteristik fisik kadar air terendah sebesar 4,84%, kadar karbon tertinggi sebesar 87,96%, zat menguap terendah sebesar 6,06%, kadar abu terendah sebesar 0,34%, dan karakteristik pembakaran meliputi nilai laju  pembakaran tertinggi 0,236 gr/menit pada rasio perekat 40% dan 60%, waktu pembakaran paling lama 108 menit. Karakteristik fisik briket yang dihasilkan sudah sesuai SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil karakteristik laju pembakaran berbanding terbalik dengan waktu pembakaran yaitu tingginya nilai laju pembakaran menyebabkan semakin singkat waktu pembakaran, sedangkan semakin besar rasio perekat semakin tinggi laju pembakaran serta semakin pendek waktu pembakaran.
PEMBUATAN MINYAK ATSIRI BUNGA MAWAR MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK Fariha, Gian Faris; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4227

Abstract

Bunga mawar tidak hanya bermanfaat sebagai tanaman hias, namun juga memiliki manfaat lain, salah satunya mahkota bunga mawar bisa menjadi produk dengan nilai jual tinggi yaitu dimanfaatkan untuk membuat minyak bunga mawar. Minyak bunga mawar dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai macam metode, diantaranya menggunakan metode ekstraksi dengan bantuan ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekstraksi ultrasonik terhadap yield minyak atsiri bunga mawar yang dihasilkan. Bahan baku yang digunakan yaitu mahkota bunga mawar yang sudah dipotong kecil – kecil sebanyak 100 gram, kemudian dilakukan perendaman dalam pelarut etanol dengan variasi konsentrasi etanol 50%, etanol 70%, dan etanol 96% menggunakan perbandingan 1:3. Selanjutnya dilakukan ekstraksi ultrasonik selama 35 menit dengan frekuensi 30 kHz. Hasil ektraksi berupa ekstrak mawar dipisahkan dengan cara penyaringan menggunakan filtrasi vakum dan pemerasan bunga. Filtrat yang mengandung minyak bunga mawar dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator pada suhu 65oC, untuk memisahkan pelarut dengan minyak bunga mawar yang didapat. Setelah didapatkan minyak bunga mawar, dihitung yield dan dilakukan analisis karakteristik minyak atsiri bunga mawar berdasarkan ISO 9842:2003. Yield hasil ekstraksi minyak bunga mawar dengan variasi etanol 50%, 70% dan 96% berurutan adalah sebesar 19,8%, 22,48%, dan 24,68%. Analisis densitas dan indeks bias menggunakan pelarut etanol 70% dan 96% yang dihasilakan sudah sesuai dengan standar ISO 9842:2003 yaitu nilai densitas sebesar 0,87 dan 0,861 gr/ml, serta hasil nilai indeks bias sebesar  1,4678 dan 1,457.
Co-Authors Agustina, Laelatus Syifa Sari Anggrianto, Arfenna Rizki Aprilia, Dila Ari Susanti Ariani Ariani Arif Rahman Hakim Arini Esti Astuti, Arini Esti Aryatama , Farhan Dewi, Ernia Novika Dita Ayu Permatasari, Dita Ayu Eko Naryono Fajaria, Annisa Nuris Fariha, Gian Faris Febriani, Nahdiyah Nur Firdaus, Muhammad Alfin Firnanda, Yeni Anggi Huda Gafiera, Illiya N Gayatri, Bintang Febrina Hadi Saroso Harmanto Harmanto Haryono Haryono Hersudin, Hersudin Hidayat, Nur Fajar Iswara, Mochammad Agung Indra Luchis Rubianto Lusiani, Cucuk Evi Mareta, Heppy Ria Muzakki, Fa'iza Putri Nadhziroh, Khoiriana Jesnita Narti Narti, Narti Nelson Simanjuntak Nugraha, Dwi Rendy Arya Nugroho, Khoirunnisa S. Nurismasari, Shilma Ananta Nurlaila, Istiqomah Hanifa Octavia, Amalia Dwi Pieris, John Pradita, Naufal ‘Azmi Prasetyo, Bowo Pujo Pratika, Alifia Rian Prayitno Prayitno Profiyanti Hermien Suharti Putra, Eno Budhi Triadmaja Ramadhan, Ednin Syahrul Ramadhan, Kautsar Luthfian Ramadhany, Roshana Lailia Retnaningtyas, Herawati Robbany, Muhammad Dusturuddin Rofiq, Mohammad Ainur Romadhon, Marsanda Sahila Sahari, Bintan Aulia Sabrina Larasati Setiawan, Muhammad Ebin Setiono, Benny Agus Shabrina Adani Putri, Shabrina Adani Shabrina, Rezka Wilda Siahaan, Chontina Sigit Hadiantoro, Sigit Sri Rulianah, Sri Sri Sulistyorini, Sri Sudarminto, Hadi Priya Supratiwi, Mahardika Swetachattra, Fara P Swetachattra, Fara P. Uthami, Ersa Wahyu Vivi Alvionita Sari, Vivi Alvionita Widyanto, Yugata Gama Yuyarti Yuyarti, Yuyarti