Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kiai dan Komunikasi Politik Praktis di Pondok Buntet Pesantren Cirebon Fikri, Syarhabil Ali; Muhtadi, Asep Saeful; Ma'arif, Bambang Saiful
Jurnal Perspektif Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.297

Abstract

Komunikasi politik memainkan peran penting di hampir semua kelompok masyarakat, termasuk pesantren. Sebagai pesantren protagonis, kiai memainkan peran sentral dalam komunikasi politik pesantren. Kharisma Kiai menjadi tokoh banyak politisi. Hal ini terjadi karena adanya simbiosis mutualisme yang mengarah kebudaya pragmatis antara dunia pesantren dengan kepentingan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses persamaan pesan politik oleh kiai dalam politik praktis, khususnya yang terjadi di pondok pesantren Buntet Cirebon. Keefektifan Kiai sebagai komunikator politik di pesantren dapat diterjemahkan dalam proses mobilisasi santri oleh kiai untuk memasuki dunia politik. Menggambarkan reaksi masyarakat terhadap keterlibatannya dalam politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumen tunggal. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi one-step flow dan teori patron-klien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan berbagai data yang tersedia di berbagai jurnal. Penelitian menunjukkan, kiai dengan statusnya sebagai patron politik berperan penting dalam proses politik. Kiai muncul sebagai elit pesantren yang diharapkan mempunyai sikap politiknya setiap pemilu. Dalam praktiknya, kiai menggunakan mimbar atau pengajian sebagai sarana politik. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, tidak dapat dihindari bahwa kiai akan menggunakan berbagai produk informasi teknologi dalam berbagai cara dan pilihan. Kiai sebagai tokoh agama berperan sebagai agen sosialisasi politik, sehingga tidak dapat lepas dari kepentingan politik .
Al-Ma'un Praxis Movement in Empowering Destitute Families by the Students Haq, Andri Moewashi Idharoel; Muhtadi, Asep Saeful; Kahmad, Dadang; AS, Enjang
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18019

Abstract

This research aims to analyze the Al-Maun Praxis movement as a new religion-based social movement in Indonesia, implicating its role and influence in educational institutions. The phenomenon of the Al-Ma'un praxis movement developed by Muhammadiyah universities has been studied scientifically by a sociological approach, especially the new social movement with its two theories; the theory of resource mobilization and identity-oriented theory. However, this research shows that those two theories can be used simultaneously by prioritizing the identity-oriented approach and then analyzing the resource mobilization theory. This research discusses the Muhammadiyah organization with the Al-Ma'un Praxis Movement Program at PTM as a model for a new religious-based social movement in Indonesia; in identity-oriented theory, Muhammadiyah as Movement Identity and Surat Al-Ma'un as Movement Theology, and Muhammadiyah as Movement Ideology. The more comprehensive areas in the idea of resource mobilization are: Islam and Mohammadness (Agama Islam dan Kemuhammadiyahan; AIK) as medium to mobilize Muhammadiyah resources, the capital of resource mobilization comes from Muhammadiyah residents at Muhammadiyah Universities, Mobilization of resources in the form of empowerment of charity and creativity based on Muhammadiyah philanthropy.
Komodifikasi Filantropi Keagamaan di Harian Umum Republika Tabroni, Roni; Muhtadi, Asep Saeful; Mukarom, Zaenal
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.25081

Abstract

Kajian ini mengangkat pemberitaan filantropi agama di HU. Republika pada pandemi Covid-19 tahun 2020-2021. Selama dua tahun Republika mengangkat kedermawanan masyarakat Indonesia untuk saling bantu di saat krisis. Berita tersebut dikemas dalam berbagai bentuk dan diletakkan di halaman-halaman yang cukup strategis. Tujuan kajian ini untuk mengungkap pemberitaan filantropi pada masa pandemi Covid-19 serta bagaimana Republika melakukan komodifikasi atas berita tersebut. Kajian ini menggunakan paradigma interpretif dan pendekatakn kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan yaitu berupa metode kritis, guna membongkar motif utama di balik pembuatan berita dalam sebuah media. Teori yang digunakan yaitu komodifikasi dan juga turunannya ekonomi politik media. Kajian ini menghasilkan temuan berupa proses komodifikasi yang dilakukan Republika  setidaknya pada tiga hal yaitu komodifikasi isi (konten filantropi agama) terhadap pemberitaan filantropi agama selama dua tahun, komodifikasi tenaga kerja (jurnalis) yang sudah dilatih sejak mulai bergabung hingga proses kerjanya, dan komodifikasi audiens (pembaca) yaitu mereka yang terdiri dari komunitas Islam kota sebagai sasarannya. Apa yang dilakukan Republika terhadap konten keagamaan membuktikan terjadinya pergeseran idiologi yang diyakininya selama ini.
Representation of Radicalism in Local Media Dulwahab, Encep; Muhtadi, Asep Saeful
International Journal of Media and Communication Research Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Media and Communication Research
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijmcr.v6i1.19725

Abstract

The media has a special fascination with radicalism. Even though it is an old issue, radicalism is always a topic of coverage that is never overlooked by the media. This is no exception to the local media located in Bandung, Yogyakarta, and Bali, which have the characteristics of each region, and there is always radicalism, which leads to conflict. By using critical discourse analysis methods, this research aims to find out how local media represents radicalism. The results of the research found that the local media considers that the issue of radicalism is an issue that is embedded in the media; where there are activities or issues related to radicalism, it must be spread because of the dangerous effects of radicalism. Local media, in representing radicalism, reinforces the discourse that this radicalism is a dangerous, forbidden, and difficult to eradicate ideology. Local media also represents that this understanding of radicalism is an understanding that intensively and systematically seeks to spread understandings to various groups, with various strategies and media used massively. Local media shows that this radicalism has been developing in Indonesia for a long time and is difficult to eradicate. Its existence often haunts society and the government. There is a slight difference in the way it is represented, Tribun Bali represents radicalism inserted in news with other themes. Tribun Bali in its reporting about radicalism was not direct. Meanwhile, Tribun Yogyakarta and Ayobandung.com immediately reported on the issue of radicalism. Differences in local media in representing radicalism are due to differences in each media's interpretation of facts.
Communication Patterns of Sundanese Ulama to Maintaining Religious Tolerance in West Java: Article in Production (PDF available soon) Dulwahab, Encep; Muhtadi, Asep Saeful; Enjang; Lestari, Martha Tri
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v19i1.10993

Abstract

West Java is a province that is synonymous with a polite, courteous, and friendly society. Still, ironically, West Java is claimed to be a province that is considered intolerant in matters of communication between religious communities. Even though in West Java there are many religious organizations, there are ulama in various regions, but the label as an intolerant province is challenging to get rid of. This research uses qualitative research with phenomenological theory to determine the da'wah communication by Sundanese ulama in maintaining religious tolerance in West Java. The research results show that the ulama is little involved because the ulama is busy coaching the congregation, solving fiqh problems, and improving the practice of ritual worship. Even if there are ulama who are busy with tolerance activities, this is initiated by the government, which holds various ceremonial activities; the ulama themselves do not have the initiative to keep them. The formal activities most often carried out by the government and ulama include the socialization of Governor Regulations, Laws, guidance, and dialogue between religious communities. There are two types of mass organizations and ulama in implementing ummah harmony, namely mass organizations and ulama, which are strict and firm without compromise. There are mass organizations and ulama who are moderate and love pluralism.
Komodifikasi Agama dalam Wedding Organizer Syariah: Analisis Dinamika Budaya dan Ekonomi Rifa'i, A. Badru; Mukarom, Zaenal; Muhtadi, Asep Saeful
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i1.673

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena komodifikasi agama dalam industri wedding organizer (WO) berbasis syariah di Kota Bandung sebagai bentuk pertemuan antara nilai religius dan kepentingan pasar. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana simbol-simbol keagamaan diadaptasi dan dipasarkan dalam layanan pernikahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Muslim urban. Hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa WO syariah memadukan nilai spiritualitas dengan estetika modern untuk menciptakan pengalaman pernikahan yang dianggap Islami namun tetap menarik secara komersial. Fenomena ini memunculkan ambiguitas antara esensi sakral dan tujuan bisnis, sekaligus memperlihatkan peran media dan pemasaran dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap pernikahan Islami. Studi ini memberikan kontribusi pada wacana ekonomi-budaya dengan menyoroti dinamika antara agama, pasar, dan identitas dalam konteks modern, serta memberikan masukan praktis bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara komersialisasi dan integritas nilai-nilai religius.
Karakteristik Jurnalisme Daring (Online) Ormas Islam Rapjansani, Aldi; Muhtadi, Asep Saeful; Sumadiria, AS Haris
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 5 No. 3 (2020): ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v5i3.19981

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui Karakteristik Jurnalisme Daring (online) Ormas Islam dalam NU Jabar Daring (online) serta bagaimana struktur berita,karakteristik dan inovasi media Jabar NU Jabar Daring (online). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Objeknya adalah berita di NU Jabar Daring (online) dalam periode Januari-September 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa produktivitas berita di NU Jabar Daring (online) memiliki kriterianya sendiri. Konten-konten yang dipublikasikan adalah terkait aktifitas NU di tingkat wilayah maupun cabang, serta berita-berita terkait isu-isu keislaman baik yang berskala nasional maupun internasional. NU Jabar Daring (online) terus membuat inovasi sehingga menjadi referensi pokok informasi keislaman di Indonesia dengan nilai-nilai moderat dan toleran.Kata Kunci : Karakteristik; Jurnalisme Online;Ormas Islam.ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of online journalism of Islamic organizations on the NU Jabar Online site, as well as the structure of news, characteristics and innovations of the Jabar NU Jabar online media. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach, the object is news on the NU Jabar Online site in the period January-September 2021. The results of this study indicate that news productivity at NU Jabar  online has the criteria alone. The published content is related to NU activities at the regional and branch levels, as well as news related to Islamic issues both on a national and International scale. NU Jabar online continues to innovate so that it becomes the main reference for Islamic Information in Indonesia with moderate and tolerant values.Keywords : Characteristics;Online Journalism;Islamic Organizations.
BAHASA JURNALISTIK DI MEDIA KAMPUS (Studi Deskriptif pada LPM Suaka UIN Sunan Gunung Djati Bandung) Fauziawati, Rodia; Muhtadi, Asep Saeful; Tresnawaty, Betty
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 6 No. 1 (2021): ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v6i1.23705

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa jurnalistik sederhana, singkat, padat, lugas, jelas dan menarik dalam penulisan berita di LPM Suaka UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini mengolah data yang kemudian dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak satupun dari 6 berita yang dianalisis yang memenuhi/menerapkan kaidah bahasa jurnalistik sederhana. Ditemukan ditemukan 2 dari 6 berita yang diteliti yang menerapkan kaidah bahasa jurnalistik. Ditemukan 5 dari 6 berita yang diteliti yang menerapkan kaidah bahasa jurnalistik padat. Ditemukan 4 dari 6 berita yang diteliti yang menerapkan kaidah bahasa jurnalistik lugas. Ditemukan 4 dari 6 berita yang diteliti yang menerapkan kaidah bahasa jurnalistik jelas. Ditemukan bahwa disemua berita yang diteliti semuanya terdapat kaidah bahasa jurnalistik menarik. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada keenam berita yang dianalisis bahasa jurnalistiknya tidak ada yang memuat keenam bahasa jurnalistik.Kata Kunci : Bahasa Jurnalistik; Media Kampus; LPM Suaka)ABSTRACTThis study aims to determine the journalistic language is simple, concise, concise, straightforward, clear and interesting in writing news at LPM Sanctuary UIN Sunan Gunung Djati Bandung. The method used is descriptive method because this research processes data which is then analyzed to draw conclusions. The results of this study stated that none of the 6 news stories analyzed fulfilled/applied the rules of simple journalistic language. It was found that 2 of the 6 news reports that were studied applied the rules of journalistic language. It was found that 5 out of 6 news reports applied solid journalistic language rules. It was found that 4 out of 6 news reports that applied the rules of straight forward journalistic language were found. It was found that 4 of the 6 news items studied applied clear journalistic language rules. It was found that in all the news researched there were all interesting journalistic language rules. Based on the research, it can be concluded that none of the six news reports whose journalistic language is analyzed contains the six journalistic languages.Keywords : Journalistic Language; Campus Media; LPM Suaka
KONSTRUKSI MEDIA PADA PEMBERITAAN PEMBLOKIRAN MEDIA ISLAM Hasan, Aghniya Ilma; Muhtadi, Asep Saeful; Fakhruroji, Fakhruroji
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 7 No. 4 (2022): ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v7i4.33945

Abstract

ABSTRAKPada Maret 2015, Republika sebagai salah satu media Islam, meliput Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang memblokir 22 situs Islam karena dianggap menyebarkan paham-paham radikal dan membahayakan keutuhan NKRI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana HU Republika menyusun, merumuskan, menulis, dan menekankan fakta pada pemberitaan tentang pemblokiran media Islam. Melalui metode kualitatif, dengan pendekatan framing model Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki, ditemukan hasil bahwa Republika menentang keputusan BNPT dan Kemenkominfo yang memblokir situs-situs ini secara sepihak. Dari data yang dianalisis pula, diperoleh indikasi bahwa Republika memaknai keputusan BNPT yang menyatakan 22 situs Islam ini sebagai situs berkonten radikal adalah keputusan yang salah. Republika yang sebagian besar pembacanya adalah kalangan umat Islam turut tergugah sensitifitasnya ketika meliput isu yang berhubungan dengan umat Islam.Kata Kunci: media; media Islam; pemblokiran; radikalisme ABSTRACTIn March 2015, Republika as one of the Islamic media, covered the National Counterterrorism Agency (BNPT) which blocked 22 Islamic sites because they were deemed to be spreading radical ideas and endangering the integrity of the Republic of Indonesia. The aim of this research is to find out how HU Republika compiles, formulates, writes and emphasizes facts in reporting about the blocking of Islamic media. Through qualitative methods, using the Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki framing model approach, the results were found that Republika opposed the decision of the BNPT and the Ministry of Communication and Information to unilaterally block these sites. From the data analyzed, indications were obtained that Republika interpreted the BNPT's decision to declare these 22 Islamic sites as sites with radical content as a wrong decision. Republika, whose readers are mostly Muslims, was also triggered its sensitivity when covering issues related to Muslims.Keywords: media; Islamic media; blocking; radicalism
Kritik Sosial Melalui Humor pada Animasi SantoonTV Latief, Abdul; Muhtadi, Asep Saeful; Muslim, Acep
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 9 No. 2 (2024): Annaba : Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v9i2.39799

Abstract

The purpose of this research is to find out the meaning contained in SantoonTV animation that contains social criticism, the meaning is denotation, connotation, and myth. The research method used The research method used is qualitative with a semiotic analysis approach. Data was collected through observation and documentation of videos uploaded on the SantoonTV Youtube account. videos uploaded on SantoonTV's Youtube account about social issues in the January - August 2023 edition. Data analysis techniques include identification and interpretation of signs that appear in the video based on Barthes' concepts. The results of this research show that the three signs conveyed by Roland Barthes and the message of social criticism can be found in SantoonTV animation, the use of humor in social criticism is effective in conveying complex messages to a wide audience. The use of myth in this animation succeeds in building a strong narrative about social injustice and inequality in Indonesian society. SantoonTV is not only an entertainment medium, but also an educational tool that opens discussions on important social issues.