Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Teknologi Pesawat Tanpa Awak Sebagai Alat Pertahanan Perbatasan Indonesia Ahmad Faris Fauzan; Djayeng Tirto S; Achmed Sukendro; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4469

Abstract

Abstrak Perkembangan zaman yang semakin modern memunculkan ancaman-ancaman dengan bentuk baru terhadap keamanan dan pertahanan negara, termasuk di wilayah perbatasan. Adanya operasi mata-mata dengan perangkat satelit, penyelundupan kapal-kapal asing, masuknya terorisme, sabotase hingga penyadapan arus komunikasi dapat terjadi melalui wilayah perbatasan yang tidak dijaga dengan baik. Ancaman-ancaman tersebut mengganggu stabilitas keamanan Indonesia, hal tersebut berdasar karena Indonesia memiliki titik wilayah perbatasan yang cukup kompleks dengan negara-negara tetangga, namun tidak didukung dengan adanya personel cukup untuk menjaga setiap titik perbatasan, Untuk itu sebagai negara yang berdaulat sudah sepatutnya bagi Indonesia membuat strategi terkait pertahanan di wilayah perbatasan dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Penggunaan teknologi pesawat tanpa awak (drone) merupakan salah satu jawaban bagi bangsa Indonesia untuk dapat menjaga wilayah perbatasannya. Untuk itu Tujuan penelitian ini menganalisis sejauh mana penggunaan drone begitu penting dalam menjaga pertahanan perbatasan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan grup diskusi. Kata kunci: Pesawat Tanpa Awak (Drone), Ancaman, Pertahanan, Perbatasan Indonesia Abstract The development of an increasingly modern era has created new forms of threats to national security and defense, including in border areas. There are spying operations with satellite devices, smuggling of foreign ships, entry of terrorism, sabotage and wiretapping of communications can occur through border areas that are not properly guarded. These threats disrupt Indonesia's security stability, this is based on the fact that Indonesia has quite complex border points with neighboring countries, but is not supported by sufficient personnel to guard each border point. For this reason, as a sovereign country, Indonesia should make strategies related to defense in the border region by following the current developments. The use of unmanned aircraft technology (drones) is one of the answers for the Indonesian people to be able to guard their border areas. For this reason, the purpose of this study is to analyze the extent to which the use of drones is so important in maintaining the defense of Indonesia's borders. This study uses qualitative methods with library research data collection techniques and focus group discussions study. Keywords: Unmanned Aerial Vehicle (Drone), Threats, Defense, Indonesian Borders
Mencegah Konflik Antara Kelurahan Toboko-Mangga Dua Guna Mewujudkan Perdamaian Positif yang Berkelanjutan Dewi Oktafia Eka Putri; Ichsan Malik; I Gede Sumertha; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4489

Abstract

Abstrak artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya resolusi konflik yang dapat dilakukan untuk mencegah kemunculan konflik antara kedua kampung toboko dan mangga dua yang mungkin terjadi lagi di masa depan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Maluku Utara, pengumpulan data dilakukakan menggunakan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian mengatakan bahwa konflik yang terjadi antara Toboko dan Mangga Dua ini begitu dinamis. Dapat dikatakan demikian karena konflik yang awalnya terjadi antara individu, yang saling ejek karena rivalitas pilwako, dan kemudian bereskalasi menjadi konflik antar kampung. Kata Kunci: Konflik, Perdamaian, Abstract This article aims to analyze how conflict resolution efforts can be made to prevent the emergence of conflicts between the two villages of Toboko and Mangga Dua that may occur again in the future. This research approach is qualitative with a descriptive research design. The research location in North Maluku, data collection was carried out using literature studies and documentation. The results of the study said that the conflict that occurred between Toboko and Mangga Dua was so dynamic. It can be said that this is because of the conflict that originally occurred between individuals, which ridiculed each other because of pilwako rivalry, and then escalated into a conflict between villages. Keywords: Conflict, Peace,
Strategi Penggunaan Alat Utama Sistem Senjata Artileri Medan Sebagai Efek Deteren Terhadap Kelompok Separatis Papua Dalam Mewujudkan Pertahanan Keamanan Wilayah Papua M Dastin Meta Swandana; Kusuma Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8128

Abstract

Penelitian ini membahas strategi penggunaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Artileri Medan sebagai efek deteren terhadap kelompok separatis di Papua dalam rangka mewujudkan pertahanan dan keamanan wilayah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi penggunaan Alutsista Artileri Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian dilakukan pada konteks operasi militer di wilayah Papua dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara, dan analisis dokumen kebijakan pertahanan serta operasi militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas efek deteren dipengaruhi oleh kesiapan Alutsista, kualitas sumber daya manusia, dukungan logistik, integrasi sistem komando dan intelijen, serta kondisi geografis dan dinamika ancaman di Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Alutsista Artileri Medan dapat menjadi instrumen deteren yang efektif apabila dilaksanakan secara terpadu, proporsional, berbasis intelijen, serta didukung legitimasi hukum dan dukungan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan wilayah Papua secara berkelanjutan.
Strategi Optimalisasi Penggunaan Peleton Escort Dalam Peningkatan Kapabilitas Operasional Satgas Kompi Zeni TNI Pada Misi Monusco di Kongo Yogi Priastanto; Kusuma Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih; Sigit Purwanto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8131

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi optimalisasi penggunaan Peleton Escort dalam meningkatkan kapabilitas operasional Satgas Kompi Zeni TNI pada misi United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) di Republik Demokratik Kongo. Penelitian bertujuan menganalisis peran, efektivitas, serta kontribusi Peleton Escort dalam menjamin keamanan pergerakan personel dan alat berat, menjaga keberlanjutan operasi konstruksi infrastruktur, serta meningkatkan ketahanan personel Zeni di wilayah konflik. Penelitian dilaksanakan pada lingkungan operasional Satgas Kompi Zeni TNI yang terlibat dalam misi MONUSCO dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peleton Escort memiliki peran strategis dalam meningkatkan keamanan konvoi, mendukung efisiensi logistik, serta memperkuat kesiapsiagaan operasional prajurit di daerah berisiko tinggi. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Peleton Escort dapat meningkatkan kapabilitas operasional Satgas Kompi Zeni TNI dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian PBB secara efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan Penerimaan Prajurit TNI AD Jalur Afirmasi bagi Orang Asli Papua di Kodam XVIII/Kasuari Nasution Ramdhani; Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8637

Abstract

Konflik yang terjadi di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan sosial, politik, dan persepsi marginalisasi yang berdampak pada hubungan antara masyarakat dan negara. Dalam upaya memperkuat stabilitas wilayah, pemerintah melalui Kodam XVIII/Kasuari melaksanakan kebijakan penerimaan Prajurit TNI AD Calon Bintara Otonomi Khusus Orang Asli Papua (Caba Otsus OAP) Jalur Afirmasi sebagai bentuk peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam institusi pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, serta mengkaji kontribusinya terhadap stabilitas keamanan dan integrasi nasional di Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan desain studi kasus. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses implementasi kebijakan dalam konteks sosial dan kelembagaan yang kompleks. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan afirmatif berjalan relatif efektif dan didukung oleh komunikasi yang baik, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang jelas. Faktor pendukung utama meliputi komitmen organisasi, dukungan pemerintah daerah, dan penerimaan masyarakat, sedangkan kendala utama berasal dari kondisi geografis Papua dan kompleksitas koordinasi lintas lembaga. Kebijakan ini berkontribusi terhadap peningkatan representasi Orang Asli Papua dalam institusi negara, penguatan hubungan antara masyarakat dan TNI AD, serta pembangunan kepercayaan yang mendukung stabilitas keamanan dan integrasi nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan rekrutmen afirmatif merupakan instrumen pertahanan yang bersifat inklusif dan strategis dalam mendukung stabilitas wilayah di Papua. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang program afirmatif terhadap dinamika keamanan dan integrasi sosial di berbagai wilayah Papua.
Upaya Pemerintah Dalam Mewujudkan Bela Negara Dan Pembentukan Karakter Bangsa Saat Pandemi Covid-19 Chalid Darmawan; Rudiyanto Rudiyanto; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2521

Abstract

AbstrakPesatnya kemajuan teknologi informasi telah mempermudah komunikasi di dunia digital. Kehadiran media online menjadi ciri pesatnya pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, media online berkembang pesat dan berkembang menjadi sarana pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Kemajuan pesat dalam inovasi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh yang sangat akurat terhadap analisis legitimasi media dan reporter yang menulis berita. NVivo merupakan sebuah perangkat lunak studi kasus kualitatif yang dibuat oleh Qualitative way to Solve and Research (QSR), perusahaan pertama yang mengembangkan perangkat lunak tersebut. Penulisan artikel ini untuk menganalisis beberapa berita dan artikel online yang terkait bela negara dengan pembentukan karakter bangsa saat pandemi covid-19 untuk mengetahui hubungan dan upaya yang digalakkan pemerintah. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa Bela negara sangat erat kaitannya dengan pembentukan karakter bangsa di era pandemi covid-19. Karena Bahaya covid-19 yang tidak hanya menyerang fisik tetapi juga mental idiologi generasi muda. Sehingga pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat menggalakkan revolusi mental untuk membangun nilai-nilai bela negara yang akan membentuk karakter bangsa selama pandemi covid-19 di beberapa sektor seperti pendidikan, media sosial dan lingkungan masyarakat.Kata Kunci: Teknologi, Media Online, Bela Negara, Karakter Bangsa AbstractThe rapid advancement of information technology has facilitated communication in the digital world. The presence of online media characterizes the rapid growth of information and communication technology. In recent years, online media has grown rapidly and has developed into a means of fulfilling people's information needs. Rapid advances in information and communication innovation have had a very accurate influence on the legitimacy analysis of media and reporters who write news. NVivo is a qualitative case study software created by Qualitative Ways to Solve and Research (QSR), the first company to develop the software. The writing of this article is to analyze some online news and articles  related to defending the country with the formation of the nation's character during the covid-19 pandemic to find out the relationship and the efforts promoted by the government. The results of this paper indicate that state defense is closely related to the formation of national character in the era of the covid-19 pandemic. Because of the danger of covid-19 which not only attacks the physical but also the mental ideology of the younger generation. So that the government collaborates with the community to promote a mental revolution to build state defense values that will shape the nation's character during the COVID-19 pandemic in several sectors such as education, social media and the community environment.Keyword: Technology, Online Media, Defend the Country, The Character of the Nation
Pelaksanaan Bela Negara Sebagai Pembentukan Karakter Bangsa Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Sartika Khairani Siregar; Rudiyanto Rudiyanto; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2544

Abstract

AbstrakBela negara adalah usaha pembelaan negara yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air (wilayah nusantara) dan kesadaran bebangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakina pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Metode yang digunakan adalah literasi. Hasil penelitian bahwa Berdasarkan survey yang dilakukan oleh beberapa peneliti, pembelajaran daring ini masih memiliki beberapa kendala yang terjadi selama beberapa periode belajar mengajar online misalnya dari segi keterbatasan guru dalam menguasai pembelajaran online.Kata Kunci: Bela Negara, Karakter AbstractDefending the state is an effort to defend the country based on the love of the homeland (archipelago) and the awareness of the Nation and State of Indonesia with the belief in Pancasila as the basis of the state and based on the 1945 Constitution as the state constitution. The method used is literacy. Based on surveys conducted by several researchers, online learning still has some obstacles that occur during several periods of online teaching and learning, for example, in terms of the limitations of teachers in mastering online learning.Keywords: Defend Country, Character
Pembela Tanah Air (PETA): Bela Negara Sebagai Implementasi Nasionalisme Dalam Kemerdekaan Indonesia Salsabila Cherish Okcavia; Rudiyanto Rudiyanto; Panji Suwarno; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2555

Abstract

AbstrakKemerdekaan Indonesia dapat tercapai atas kontribusi dari segala pihak, salah satunya adalah Pembela Tanah Air (PETA). Merupakan organisasi berbasis militer yang berperan penting dalam mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. Pembentukan organisasi ini didasari pada saat Belanda yang menyerahkan Indonesia kepada Jepang di tahun 1942. Jepang datang dengan harapan baru, sebagai ‘kawan lama’ bagi Jepang dijadikan alasan mereka membentuk banyak organisasi baru. Salah satunya, PETA yang sebenarnya memiliki tujuan untuk mendukung kepentingan nasional milik Jepang. Bagi Jepang ini sebagai kepentingan nasional mereka mempertahankan wilayahnya dari serangan sekutu. Tetapi, bagi bangsa Indonesia melihat pembentukan ini sebagai babak baru menuju Indonesia Merdeka. Untuk menulis pembahasan ini secara sistematis dan terstruktur digunakan metode penelitian untuk mengurai suatu fenomena menggunakan perspektif akademisi. Metode yang digunakan untuk pembahasan kali ini adalah metode historis dengan metode deskriptif. Pembela Sukarela Tanah Air (PETA) terbentuk atas dasar nasionalisme yang tak bertentangan dengan nilai-nilai Agama Islam. PETA terbentuk atas dasar anjuran dari tokoh-tokoh agama yang dirangkul oleh Jepang saat itu. Terbentuknya PETA, merupakan bentuk Bela Negara yang dilakukan masyarakat Indonesia saat itu. Bagaimana mereka berusaha melawan penjajah menggunakan kemampuan fisik dan mentalnya sebagai militan. Berdasarkan nasionalisme dan Bela Negara untuk memperjuangkan Indonesia sebagai negara yang merdeka, makmur, berdaulat dan sejahtera.Kata Kunci: Bela Negara, Jepang, Kemerdekaan Indonesia, Nasionalisme, PETA. AbstractIndonesia's political independence can be realistically achieved with local contributions from all parties, one of which correctly is the Pembela Tanah Air (PETA). Frequent a military-based establishment that carry out an significant role in achieving the independence of the Indonesian nation. The formation of this organization was based on the Dutch handing over Indonesia to this country in 1942. The Japanese approached with new hopes, as an old friend for this country was the reason they formed many new organizations. One of them, PETA, which essentially establishes a goal to support Japan's national interests. For Japan, it by forcing was in their national interest to properly defend their dependent territory from Allied attacks. However, the Indonesian people observe this formation as a recent chapter towards an independent Indonesia. To write discussion in a systematic and structured way, research methods are utilized to adequately describe a historical phenomenon properly using an academic perspective. The method utilized for this discussion represents the historical approach with the descriptive method. The Voluntary Defenders of the Homeland (PETA) were organized on the basis of nationalism that did not conflict with Islamic religious values. PETA was formed on the excellent advice of religious figures who were tenderly embraced by Japan at that considerable time. The formation of PETA obtains a form of State Defense carried out by the Indonesian people at that time. How they tried to resist the invaders managing their physical and mental abilities as militants. Ideologically based on political nationalism and State Defense to fight professionally for Indonesia as an independent, prosperous, sovereign and prosperous country.Keywords: Indonesian Independence, Japan, National Defense, Nationalism, PETA.
Pancasila Sebagai Landasan Pertahanan Negara di Era Globalisasi Prima Aris Wardhani; Abdul Rivai Ras; Yusnaldi Yusnaldi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2573

Abstract

AbstrakDampak globalisasi bukan hanya berpengaruh pada pesatnya kemajuan teknologi tetapi juga berpengaruh secara sosial budaya, ekonomi, politik, pertahanan, dan lain-lain. Di tengah arus globalisasi yang berlangsung sangat kuat, Indonesia sebagai suatu negara hendaknya semakin memperkuat jati diri dan pertahanan. Hal ini utamanya untuk menghindari dampak-dampak negatif yang masuk dan memungkinkan untuk mempengaruhi pondasi bangsa Indonesia. Peran Pancasila sangat penting pada Era Globalisasi. Pancasila sebagai ideologi dasar yang memuat etika dan nilai-nilai luhur bangsa diharapkan dapat menjadi pandangan hidup dan landasan yang menyatukan. Pada konsep pertahanan dan keamanan nasional, nilai-nilai Pancasila merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti yang berperan sebagai human instrument. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, maka dalam menganalisis dan memperoleh kesimpulan dilakukan dengan mencari teori dari berbagai sumber kepustakaan seperti buku, jurnal, artikel atau media lainnya. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu era globalisasi dapat mengubah berbagai aspek kehidupan beserta nilai di dalamnya. Adanya nilai-nilai Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 memiliki kedudukan tertinggi dalam norma positif di Indonesia. Pada konsep pertahanan dan keamanan nasional, nilai-nilai Pancasila merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan negara. Pancasila merupakan titik tolak pertahanan negara untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kata kunci: Pancasila, Pertahanan Negara, Globalisasi AbstractThe impact of globalization not only affects the rapid progress of technology but also affects socio-culturally, economically, politically, defense, and others. In the midst of a very strong current of globalization, Indonesia as a country should further strengthen its identity and defense. This is mainly to avoid negative impacts that enter and allow them to affect the foundation of the Indonesian nation. The role of Pancasila is very important in the Era of Globalization. Pancasila as the basic ideology that contains ethics and noble values of the nation is expected to be a view of life and a unifying foundation. In the concept of national defense and security, the values of Pancasila are an important part of the national defense system. This study uses descriptive qualitative research methods. The instrument in this study is the researcher who acts as a human instrument. Through a descriptive qualitative approach, in analyzing and obtaining conclusions, it is done by looking for theories from various library sources such as books, journals, articles or other media. The conclusion in this study is that the era of globalization can change various aspects of life and the values in it. The Pancasila values in the preamble of the 1945 Constitution have the highest position in positive norms in Indonesia. In the concept of national defense and security, the values of Pancasila are an important part of the national defense system. Pancasila is the starting point for national defense to ensure the integrity and upholding of the Unitary State of the Republic of Indonesia.Keywords: Pancasila, National Defense, Globalization
Penerapan Bela Negara Di Masa Covid-19 Novia Ayu Rizky; Widodo Widodo; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2586

Abstract

AbstrakCovid-19 mendesak adanya implementasi tatanan kerutinan baru pada masa pandemi.  Perubahan nyata    yang    timbul   sebab   Covid-19   tampak  di   beragam   perspektif   kehidupan. Diperlukannya implementasi bela negara ketika menghadapi pandemi Covid-19, hal itu dapat membangkitkan kapabilitas masyarakat serta pemerintah. Dengan ketidaktentuan kapan berakhirnya pandemi, implementasi nilai-nilai bela negara yang mencitrakan vitalitas kepribadian bangsa Indonesia mampu dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Argumen penelitian yaitu upaya bela negara dapat dilakukan dengan mengikuti peraturan pemerintah dengan mengimplementasikan protkol kesehatan, melakukan vaksinasi, dan menjauhi kerumunan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, beserta teknik penghimpunan data yaitu studi literatur, dengan tujuan untuk menganalisis penerapan bela negara di kala Covid-19. Pada penelitian mengungkapkan dalam penerapan bela negara di masa Covid-19 masyarakat mematuhi segala peraturan pemerintah tentang protokol kesehatan, melakukan PPKM, menjauhi kerumuman, ikut melaksanakan vaksinasi, dan bergotong royong dalam mengakomodasi orang yang sedang terkena covid.Kata kunci: Bela Negara, Pandemi Covid-19, Protokol Kehesehatan, Gotong Royong, Vaksinasi AbstractCovid-19 demands the implementation of a new order during the pandemic. Covid-19 causes visible alterations in several parts of life. It is necessary to implement state defense when facing This Covid-19 pandemic can serve as a motivating factor for such community and government. In the midst of uncertainty when this pandemic will end, The implementation of patriotism principles into the personality of the Indonesian people can occur at several societal levels. The argument is that efforts to defend the state are carried out by following regulations with the government being able to implement health protocols, carry out programs, and .. This qualitative case study research's purpose is about establish state defense since the Covid-19 era. The research revealed that in implementing state defense during the Covid-19 period, the community complied with all government protocol government regulations, carried out PPKM, regarding health implementation, participated in implementing programs, and worked together to help people affected by Covid-19..Keywords: Defend the Country, Covid-19 Pandemic, Health Protocol, Mutual Cooperation, Vaccination
Co-Authors Achmed Sukendro Adela Oktavia Islami Adriyanto, Agus Agus Wibowo Ahmad Faris Fauzan Aini Nahdlia Puspita Akhir Yuliana Setianingrum Albubaroq, Hikmat Zakky Ali Rahmat Alif Hanugrah Insan Nanda Pratama Anwar Kurniadi Arifuddin Uksan Ary Randy Asep Supriatna Bagus Wahyu Hutomo Bambang Wahyudi Bayu Asih Bayu Asih Yulianto Bayu Setiawan Chalid Darmawan Charizatul Janna Asdi Putri Chehafni Damanik Christine Marnani Christine S. Marnani Christine Sri Marnani Clara Bilqis Florissa Daryono Dede Saputra Dewi Oktafia Eka Putri Dian Ayu Dimas Danur Cahya Dimas Raka Kurniawan Putra Djamarel Hermanto Djayeng Tirto S Djayeng Tirto S. Dwi Nugraheni Eka Siwi Nurhayati Erik Aprilian Donesia Ernalem Bangun Ernalem Bangun Ester Nataliana Fatihah Rizkiyah Ferdy Ieorocha Firman Setia Budi Gita Prissandi Grace Carolina Heridadi Heridadi Heridadi Herwist Simanjuntak I Dewa Ketut Kerta Widana I Gede Sumertha I Gede Sumertha Kusuma Yanca I Gede Sumertha KY Ichsan Malik Jeihany Anggrilla Safarani Kananita Saras Anggitadewi Kusuma Kusuma Kusuma Lasmono Legowo, Endro Lilik Kurniawan M Andrian Putra Pratama M Dastin Meta Swandana Marjanuddin Ali Sidik Marsetio Marsetio Moch Yurianto Moh Agus Priono Muhamad Rizal Aria Sandy Muhammad Adham Pradhana Muhammad Amiruddin Muhammad Fajar Romdhon Muhammad Surya Bhaskara Nasution Ramdhani Nini Aryanti Novia Ayu Rizky Nur Habibatus Sholichah Nurul Fatin Muhardika Mansyur Nurul Mutmainnah Jamil Nurul Purwaningdyah Dharmastuti Onggo Cahyo Wibowo Panji Suwarno Prima Aris Wardhani Provid Ariantoko Pujo Widodo Purwanto Purwanto Purwantoro, Susilo Adi R. Fajar Grahananto Rachmat Setiawibawa Rahma Agun Aulal Muna Rajasains E. Ras, Abdul Rivai Relycia Solihin Reza Mahendra Ridha Ayu Rachmawati Rifan Apriantara Rudiyanto Rudiyanto Said, Budiman Djoko Sakinatunnafsih Anna Salsa Firdausiah Salsabila Cherish Okcavia Sarpono Sartika Khairani Siregar Shelvy Nujuliyani Sigit Purwanto Sovian Aritonang Subiyanto, Adi Sugimin Pranoto Syamsul Maarif Tati Barus Teguh Prasetyo Trismadi Uly Maria Ulfah Utama, Anang Puji Vania Amelia Annava Widodo Widodo Widodo Wilopo Wilopo Wirandita Gagat Widyatmoko Wiranto, Surya Yanoveryarto Setio Putro Yogi Priastanto Yulian Tri Saptono Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi, Yusnaldi