Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effect of Multimodal Learning (Text, Audio, and Video) on Students’ Indonesian Language Learning Outcomes: Pengaruh Multimodal Learning (teks, audio, video) terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Suci Marselina; Mac Aditiwarman; Iqlima Zahari; Al Padli; Silvia Rahayu
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1819

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing multimodal learning that integrates text, audio, and video on elementary school students’ Indonesian language learning outcomes. Literacy challenges in the digital era require innovative learning media capable of accommodating students’ diverse cognitive styles. This study employed a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. The research population consisted of upper-grade elementary school students from one school cluster in Sungai Penuh City, Jambi, with a sample of 60 students selected through purposive sampling. Data were collected using learning outcome test instruments and analyzed through an independent samples t-test and N-Gain calculation. The results indicate that the experimental group achieved an average post-test score of 87.50 with an N-Gain value of 0.70 (high category), significantly outperforming the control group, which obtained an average score of 71.10 with an N-Gain value of 0.39 (moderate category). The hypothesis testing results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), confirming a significant effect of the use of multimodal media. The findings of this study emphasize that the integration of various modes of representation is effective in improving students’ comprehension and information retention. Therefore, multimodal learning is recommended as a primary instructional strategy in language learning at the elementary school level.
Prioritas Pemakaian Kendaraan Operasional Kampus Untuk Manajemen Pemerataan Layanan Berbasis Simple Additive Weigthing Aries Setiawan; Karmila; Galuh Wilujeng Saraswati; Iqlima Zahari; Dian Prawitasari; Ngurah Pandji Mertha Agung Durya; Budi Widjajanto; Andi Hallang Lewa
Jurnal Transformatika Vol. 24 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v24i1.15510

Abstract

Salah satu unit yang mempunyai peran penting adalah Biro Umum, biro ini membantu layanan perguruan tinggi terkait fasilitas umum yang dibutuhkan segenap insan akademik, mulai dari pimpimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Biro umum membawahi layanan aset, kebersihan, satuan pengamanan dan juga layanan peminjaman kendaraan operasional kampus. Permasalahan yang sering muncul pada unit peminjaman kendaraan adalah seringnya muncul peminjaman kendaraan pada waktu yang sama sehingga kesulitan untuk menentukan prioritas peminjam. Metode yang digunakan adalah simple additive weigthing untuk menghasilkan tujuan penelitian yaitu menghasilkan model prioritas peminjaman kendaraan kampus. Hasil akurasi yang dihasilkan dari metode ini pada konteks prioritas pemakaian kendaraan sebesar 95%.
Digital Branding Madrasah: Pemberdayaan Siswa MAN 5 Kediri dalam Produksi Konten Video Edukatif dan Promosional Iqlima Zahari; Khamadi Khamadi; Sandra Alfiani; Karmila Karmila
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3991

Abstract

Pengelolaan identitas madrasah di ruang digital memerlukan konten yang terencana, konsisten, dan mampu merepresentasikan karakter institusi. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas siswa MAN 5 Kediri dalam digital branding serta produksi video edukatif dan promosional. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan identifikasi kebutuhan, sosialisasi dan pre-test, pelatihan digital branding dan content planning, praktik videografi smartphone, editing menggunakan CapCut, produksi kelompok, pendampingan, screening karya, post-test, dan penyusunan tindak lanjut. Sebanyak 36 siswa mengikuti pre-test dan 32 siswa mengisi post-test; karena jumlah responden berbeda, hasil dianalisis secara deskriptif pada tingkat kelompok. Rata-rata lima aspek meningkat dari 71,21 menjadi 85,91. Peningkatan terbesar terjadi pada produksi video menggunakan smartphone, dari 53,57 menjadi 85,94, dan perencanaan konten dari 56,43 menjadi 83,20. Pemahaman digital branding mencapai 100,00 pada post-test, sedangkan kemampuan editing hanya meningkat 0,23 poin sehingga masih memerlukan pendampingan lanjutan. Program menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis praktik dapat memperkuat peran siswa sebagai produsen konten sekaligus representasi digital madrasah.