Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Transformasi Edukasi Feminine Hygiene Melalui Media Sosial Irma Irma; Andi Kamal M.Sallo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model edukasi feminine hygiene berbasis media sosial dalam mentransformasi pendidikan kesehatan di kalangan remaja putri. Menggunakan desain quasi-experimental, studi ini melibatkan 60 siswi SMK Fatimah Mamuju yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui konten audio-visual di media sosial, sementara kelompok kontrol mendapatkan edukasi kesehatan standar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik feminine hygiene pada kelompok intervensi (p<0.001). Preferensi media edukasi bervariasi berdasarkan latar belakang budaya dan tingkat pendidikan, dengan video dan aplikasi mobile menjadi pilihan utama. Studi ini mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan aksesibilitas informasi kesehatan, mengurangi stigma, dan mendorong perubahan perilaku positif. Temuan ini menyoroti potensi transformatif dari integrasi teknologi digital dalam pendidikan kesehatan reproduksi, memberikan implikasi penting untuk pengembangan strategi promosi kesehatan yang lebih efektif dan inklusif bagi remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kebersihan Feminin, Media Sosial, Remaja Putri, Teknologi Digital.   Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a social media-based feminine hygiene education model in transforming health education among adolescent girls. Employing a quasi-experimental design, the study involved 60 female students from SMK Fatimah Mamuju, divided into intervention and control groups. The intervention group received education through audio-visual content on social media, while the control group received standard health education. Results demonstrated a significant improvement in feminine hygiene knowledge and practices within the intervention group (p<0.001). Preferences for educational media varied based on cultural background and education level, with videos and mobile applications emerging as primary choices. This study reveals that the social media-based approach is effective in enhancing accessibility to health information, reducing stigma, and promoting positive behavioral changes. These findings highlight the transformative potential of integrating digital technology in reproductive health education, providing important implications for developing more effective and inclusive health promotion strategies for adolescents.
Inovasi Kearifan Lokal dalam Optimalisasi Terapi Laktasi untuk Mengatasi Produksi ASI Rendah Ildayanti Ildayanti; Kiki Uniatri Thalib; Irma Irma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50233

Abstract

Hipogalaktia menghambat pencapaian target ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian eksperimental acak terkontrol pada 60 ibu postpartum dengan hipogalaktia (kelompok eksperimen n=30, kontrol n=30). Kelompok eksperimen mendapat kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar selama 14 hari. Outcome primer adalah volume ASI 24 jam; outcome sekunder meliputi skor LATCH, BSES, dan kenaikan berat badan bayi. Peningkatan volume ASI pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi (63,2±21,8% vs 14,0±10,2%, p<0,001). Volume ASI post-test mencapai 734,2±156,8 ml versus 512,4±148,2 ml pada kontrol (p<0,001). Skor LATCH meningkat menjadi 8,7±1,2 versus 6,4±1,5 pada kontrol (p<0,001). Skor BSES meningkat menjadi 42,3±5,8 versus 35,2±6,1 pada kontrol (p<0,001). Kenaikan berat badan bayi adalah 28,5±8,2 gram/hari versus 21,3±6,9 gram/hari pada kontrol (p<0,001). Tingkat kepatuhan 95,8% dengan efek samping minimal (6,7%). Kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar efektif meningkatkan produksi ASI melalui mekanisme sinergis multipathway. Intervensi ini aman dan dapat diterima secara budaya, berpotensi diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan maternal sebagai solusi evidence-based yang mengoptimalkan kearifan lokal Indonesia.