Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perception and Level of Knowledge About Menarche in Student of SMP Negeri 2 Tomohon Angella P.Tangkulung; Theo W.E. Mautang; Deviana P.Munthe; Prycilia P.Mamuaja; Augustinus Butarbutar; Jilly Toar
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.505

Abstract

Adolescence is characterized by physiological, psychological, and social changes, one of which is menarche. The lack of knowledge makes some students experience confusion, anxiety, and embarrassment when experiencing it. This study aims to find out the perception and level of knowledge of SMP Negeri 2 Tomohon students about menarche. The type of analytical descriptive research with a cross sectional approach on 86 students in grades VII–VIII used a total sampling technique. Data were collected with questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed univariately. The results showed that the majority of respondents were 13 years old (61.6%) with the most menarche age of 11 years (57.0%). The main source of information comes from parents (82.9%). Most female students have a negative perception (57.0%), while the highest level of knowledge is in the sufficient category (72.1%).
Analisis Faktor Risiko Perilaku terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri di Bengkel Las Fadly Tondano Theresia Palumpun; Jilly Toar; Augustinus Robin Butarbutar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1043

Abstract

Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga memerlukan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya di tempat kerja. Berdasarkan hasil observasi awal di Bengkel Las Fadly Tondano, diketahui bahwa penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal. Pekerja cenderung hanya menggunakan pelindung mata, sedangkan APD lain seperti sarung tangan, masker, sepatu pelindung, dan pelindung tubuh belum digunakan secara konsisten. Selain itu, ketersediaan APD di bengkel masih terbatas dan belum memenuhi kebutuhan pekerja secara menyeluruh. Pengawasan terhadap penggunaan APD juga belum dilakukan secara tegas, sehingga pekerja lebih banyak mengandalkan kebiasaan dan pengalaman kerja dibandingkan dengan penerapan prosedur keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko perilaku pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Bengkel Las Fadly Tondano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis faktor risiko perilaku terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Bengkel Las Fadly Tondano, maka dapat disimpulkan bahwa: Faktor perilaku pekerja yang meliputi pengetahuan, sikap, dan persepsi risiko berpengaruh terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pekerja pada umumnya sudah mengetahui bahwa APD berfungsi untuk melindungi diri dari bahaya kerja, seperti percikan api, panas, cahaya las, asap las, dan risiko luka akibat alat kerja. Namun, pengetahuan tersebut masih bersifat umum dan belum sepenuhnya diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Sikap pekerja terhadap penggunaan APD juga belum sepenuhnya mendukung karena APD dianggap kurang nyaman, panas, ribet, membatasi gerakan, dan memperlambat pekerjaan. Selain itu, persepsi risiko pekerja masih rendah karena bahaya kerja dianggap sebagai hal yang biasa akibat kebiasaan dan pengalaman kerja. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan APD belum dilakukan secara lengkap dan konsisten; Faktor pendukung dan penghambat penggunaan APD meliputi ketersediaan APD, pengawasan, budaya keselamatan kerja, dan kebiasaan pekerja. Namun, faktor-faktor tersebut lebih banyak menjadi penghambat karena ketersediaan APD di Bengkel Las Fadly Tondano masih terbatas dan belum memenuhi kebutuhan pekerja secara menyeluruh. APD yang tersedia umumnya hanya berupa pelindung mata, masker, dan sarung tangan, sedangkan APD lain seperti sepatu pelindung dan pelindung tubuh belum tersedia secara memadai. Pengawasan terhadap penggunaan APD juga belum dilakukan secara tegas dan konsisten, serta belum terdapat aturan tertulis atau sanksi yang jelas bagi pekerja yang tidak menggunakan APD. Budaya keselamatan kerja belum terbentuk dengan baik karena penggunaan APD belum menjadi kebiasaan rutin pekerja. Dengan demikian, penggunaan APD pada pekerja Bengkel Las Fadly Tondano masih rendah dan perlu ditingkatkan melalui penyediaan APD yang lengkap, pengawasan yang lebih tegas, serta pembentukan budaya kerja aman.