Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EFEKTIVITAS ZONA SELAMAT SEKOLAH DAN KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS: ZOSS SD NEGERI 4 DALUNG) N. Nurhakim; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; I Made Ardantha
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.7.1.819.6376

Abstract

ABSTRACT School safety zone (ZoSS) is a government program that began in 2006. The program aims to reduce the number of traffic accidents, especially school children. The use of ZoSS is still not optimal because there are still many road users passing ZoSS at high speed, school children have not used ZoSS facilities, as well as the surrounding community including teachers and parents who do not understand the existence of ZoSS. The approach taken is by observing the behavior of pedestrians, especially school children, the introductory behavior of school children, the behavior of drivers, the speed of vehicles passing on ZoSS, the volume of vehicles that are then analyzed and the performance of the road. The results of the study showed that the behavior of the crossers was 60.01% that meaning ZoSS was effective. The level of introductory behavior is 67.65% that meaning ZoSS was effective. The percentage of vehicles that follow ZoSS regulations is 32.58% that meaning ZoSS was less effective. The performance of the road segment in the ZoSS segment has a degree of saturation of 0.09 service level A. Keywords: driver, vehicle, ZoSS
ANALISIS KEBUTUHAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT (CAR POOLING) BAGI SISWA SEKOLAH DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Rai Asmani K.; Nyoman Surayasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.7.1.821.102-110

Abstract

ABSTRACT The activities of taking and picking up by parents of students often cause traffic congestion around the school. This happens almost every day, especially in the morning, when school starts and in the afternoon, when school hours are over. There is not an adequate parking space available at the school, so the introductory and pick-up people use the body of the road to park when delivering and picking up. To overcome this, transportation facilities are needed which can reduce the number of vehicles used to deliver and pick up school students. The information that you want to know from the survey on respondents is monthly family income, factors that are considered important in choosing the type of transport, the vehicle used by students, whether students go to school or alone, vehicle facilities for parents, travel time from home to school, desired service and departure schedule. The number of samples that have been set is a minimum number of samples from statistical calculations as respondents, where as respondents are parents of students. For this reason, questionnaires were distributed to the students, so that they were delivered to their parents. Based on the results of the questionnaire, the transport operation parameter data is obtained between the next pick-up, to get the number of passengers, service pattern, number of vehicles needed and the scheduled departure of transportation. The results of the analysis show that 74% of respondents want the first service pattern to be picked up on the main road at their respective address or residence. The estimated number of passengers to be served by the school student shuttle transportation in Denpasar City is 5148 people, with 214 vehicles needed. Vehicle departure schedule must be every 0.56 minutes starting at 06.50 WITA. Keywords: car pooling, operational, transportation
MODEL KEBUTUHAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT (CARPOOLING) BAGI SISWA SEKOLAH DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Rai Asmani. K; A.A.Gde Sumanjaya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.7.2.944.150-163

Abstract

Based on previous research, it is necessary to do further research to get the linkages between various variables that influence the need for operation of this shuttle transportation, by taking the title "Model of Operation Needs of Shuttle (Carpooling) for School Students in the City of Denpasar", where in this study the transport demand variable modeled is the relationship between the interest of parents of students using school shuttle as a dependent variable and tariff variable, capacity and travel time as a free variable. The data and information that you want to know from the survey on the respondent is to determine the interest in using school shuttle, the weight of the tariff factor (X1), capacity (X2) and travel time (X3). The data and information obtained were then analyzed by the Regression method using the help of the SPSS program software. This study provides an overview of the relationship model between interest-dependent variables (Y) using school shuttle transportation with tariff-free variables (X1), vehicle capacity (X2) and travel time (X3) as stated by the regression equation Y = 0.825 - 0.395X1 - 0.562X2 - 0.295X3 and the most dominant variable affecting the interest of parents of students to use shuttle (Carpooling) as a means of school transportation is the variable rate with an Exp (B) value of 1.43.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KECELAKAAN MELALUI UPAYA KESELAMATAN JALAN SEBAGAI IMPLEMENTASI EFISIENSI MANAJEMEN LALU LINTAS Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Rai Asmani K
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.8.1.1104.70-81

Abstract

Peningkatan kesejahteraan akan peningkatan mobilitas masyarakat, ayang pada gilirannya akan menuntut pelayanan lalu lintas dan angkutan dengan tingkat keselamatan, keamanan, kecematan, kelancaran dan kenyamanan yang tinggi. Di sisi lain peningkatan mobilitas masyarakat tersebut ternyata membawa dampak negatif karena tidak siapnya tata nilai dan prilaku sosial yang dicerminkan dalam wujud disiplin berlalu lintas, sehingga kemajuan teknologi yang terlalu cepat khususnya teknologi kendaraan bermotor, membawa dampak pada meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang membahayakan keselamatan jiwa. Pesatnya pertumbuhan pemlikan kedaraan bermotor dalam tahun-tahun terakhir, dikombinasikan pula dengan penduduk dengan usia yang relatif muda dan beragamnya jenis kendaraan telah mengakibatkan masalah kecelakaan yang kian memburuk. Banyak dari para korban ini mendapatkan luka-luka yang akan mengakibatkan cacat seumur hidup dan secara finansial akan membebani keluarga mereka dan masyarakat. Untuk mengefektifkan, pendekatan intervensi keselamatan jalan perlu diambil dalam tiga tahapan yang berbeda yaitu membangkitkan kepedulian, rencana aksi keselamatan jalan prioritas dan program lima tahun untuk keselamatan jalan.Keselamatan jalan merupakan masalah sosial yang multidimensional yang melibatkan banyak instansi pemerintah sehingga negara harus memegang peran utama dalam memprakarsai, mengorganisasi,dan mengkoordinasi secara nasional dalam memerangi masalah keselamatan jalan dinegaranya. Didalam memecahkan masalah keselamatan dan kecelakaan jalan, manajemen lalu lintas menjadi faktor penting. Untuk itu sangatlah penting untuk mengembangkan sistem informasi keselamatan dan kecelakaan jalan sebagai implementasi dari manajemen lalu lintas itu sendiri. Salah satu tujuan manajemen lalu lintas yang diimplementasikan dalam pengembangan sistem informasi keselamatan dan kecelakaan jalan adalah bagaimana meningkatkan tingkat keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran pengguna yang dapat diterima semua pihak.
ANALISIS TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) PENGOPERASIAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT (CARPOOLING) BAGI SISWA SEKOLAH DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A. A. Rai Asmani K; Luh Kade Datrini
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.8.2.1399.182-199

Abstract

ABSTRACT The school shuttle is expected to reduce the use of private vehicles by parents that cause congestion around the school, and help parents who have difficulty arranging time to deliver their children, because their work schedules are often not in accordance with the time to deliver pick up the child the existence of this shuttle can meet the interests of the government as the policy holder (regulator), manager as operational implementer (operators) and the community especially parents of students as service users (users), it is necessary to do further tariff analysis to get rates that are in line with Vehicle Operating Costs. In this study secondary data obtained from the transport business manager by filling blank forms in the form of a list of direct and indirect costs of the vehicle. Then the analysis for tariff calculation based on vehicle operating costs: the basic tariff is IDR.28,815/Pnp and a rate of 15% profit is IDR.33,137/Pnp. Keywords: transportation, tariff, vehicle operating costs ABSTRAK Angkutan antar jemput sekolah diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh para orang tua siswa yang menyebabkan kemacetan di sekitar sekolah, serta membantu para orang tua siswa yang mengalami kesulitan mengatur waktu untuk mengantar jemput anaknya, karena jadwal kerjanya yang sering tidak sesuai dengan waktu untuk mengantar jemput anak. Keberadaan angkutan antar jemput ini dapat memenuhi kepentingan antara pemerintah sebagai pemegang kebijakan (regulator), pengelola sebagai pelaksana operasional (operator) dan masyarakat khususnya orang tua siswa sebagai pengguna jasa (user), maka perlu dilakukan analisis tarif lebih lanjut untuk mendapatkan tarif yang sesuai dengan Biaya Operasional Kendaraan. Pada penelitian ini data sekunder didapat dari pengelola usaha angkutan dengan pengisian blangko berupa daftar isian biaya-biaya langsung dan biaya-biaya tak langsung kendaraan. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk perhitungan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, yaitu: tarif pokok didapatkan sebesar Rp.28,815/Pnp dan tarif dengan keuntungan (margin) 15% didapatkan sebesar Rp.33,137/Pnp. Kata kunci: angkutan, tarif, biaya operasi kendaraan.
Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Masterplan Penataan Kawasan Kuliner Kampoeng Kepiting di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali adalah medan magnet pariwisata dunia dengan berjuta potensi alam dan budaya masyarakat setempat, tak terkecuali keindahan pesisir dan hutan bakaunya. Potensi inilah yang dimanfaatkan Kelompok Nelayan Wanasari di Desa Adat Tuban, Badung yang mendirikan kawasan kuliner “Kampoeng Kepiting” (KK) dengan konsep ekowisata yang mengandalkan keindahan alam pesisir dan hutan mangrove dengan tetap mempertahankan unsur konservasi. Semenjak didirikan tahun 2013 hingga awal tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke KK cenderung meningkat. Namun, semenjak adanya pandemi covid 19 Maret 2020, pariwisata Bali terpuruk dengan tidak adanya wisatawan lokal dan asing mendatangi obyek-obyek wisata di Bali termasuk ke kawasan KK. Hasil penelusuran di lapangan didapatkan beberapa permasalahan yaitu : hampir seluruh bangunan, jalan setapak, dan keramba kepiting rusak tanpa terawat, wisata masih sebatas kuliner, masih banyak yang dapat dikembangkan dari sisi paket-paket wisata lainnya dengan pemanfaatan potensi alam, belum tertatanya sirkulasi KK dengan areal keramba kepiting, tempat memancing, dermaga nelayan, dan area melasti. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain : masterplan penataan KK dengan pendekatan arsitektur ekologis, penataan parkir kendaraan, sirkulasi nelayan, sirkulasi ke pura dan areal melasti, dan sirkulasi ke permukiman penduduk, desain spot-spot menarik dengan dengan material ramah lingkungan dan ekonomis dengan memanfaatkan view keluar dan kedalam site. Keseluruhan dokumen ini dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan dalam bentuk CSR kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Provinsi, dan Nasional.
Masterplan Penataan Jalan Usaha Tani Pada Subak Cemagi Anyar Sebagai Penunjang Pariwisata Desa Munggu Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A Sg. Dewi Rahadiani; Lilik Antarini
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali, yang sebagian besar pendapatan daerahnya bersumber dari sektor pariwisata. Pengembangan potensi sumber daya sebagai daya tarik wisata di Badung salah satunya adalah pengembangan pariwisata pedesaan dengan konsep pariwisata milik masyarakat dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Badung mendorong program pariwisata berbasis masyarakat dan pedesaan dengan membentuk Desa Wisata yang bertujuan untuk memanfaatkan fungsi lingkungan guna kepentingan wisata budaya, wisata agro, wisata tirta, wisata spiritual, wisata olahraga, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Badung No 22 Tahun 2021, Kabupaten Badung memiliki 11 Desa Wisata dimana salah satunya adalah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi. Topografi wilayah Desa Munggu berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata dengan potensi alamnya, seperti pantai yang bercirikan berpasir hitam, sungai yang dibatasi dengan tebing dan pepohonan hutan yang masih asri dan persawahan yang masih sangat hijau. Salah satu potensi desa wisata yang akan dikembangkan dan menjadi salah satu program prioritas desa adalah kawasan Subak Cemagi Anyar. Adapun beberapa alternatif dalam penataan fasilitas penunjang di kawasan ini antara lain pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang wisata olahraga berupa Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Badung maupun Provinsi.
Adaptasi Pelaksanaan Upacara Ngaben Di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Denpasar Utara A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngaben adalah upacara (Pitra Yadnya) yang ditujukan untuk roh leluhur. Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Upacara ngaben adalah upacara untuk mensucikan roh leluhur orang yang sudah meninggal. Upacara ngaben berkaitan erat dengan konteks sosial dan budaya, karena dalam pelaksanaannya dibutuhkan seluruh anggota keluarga, warga desa atau anggota banjar pakraman (organisasi) yang mengayomi kegiatan adat istiadat di Bali, untuk saling berpartisipasi dan bergotong royong menyelesaikan ritual tersebut. Sejak kasus pertama covid-19 terkonfirmasi di Indonesia pada Maret 2020, Pemerintah mengharuskan pembatasan kegiatan-kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan Kebudayaan Bali. Penyesuaian terhadap kegiatan- kegiatan adat Bali yang ditunda atau bahkan tidak dilaksanakan di tengah pandemi, sehingga muncul potensi pergeseran karakter budaya Bali dari yang semula mengedepankan aspek komunal menjadi cenderung individualis. Hal inilah yang mendasari dibuatnya beberapa penyesuaian dalam upacara Ngaben yang dilaksanakan di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Pelaksanaan upacara ngaben tetap dilaksanakan secara konvensional (tidak di krematorium) tetapi diatur agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menjadi kluster penyebaran covid-19. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga diterapkan. Sebelum pandemi covid-19, pembuatan banten ngaben biasanya dilakukan dalam waktu bersamaan, melibatkan seluruh anggota PKK. Namun sejak diberlakukan pembatasan kegiatan agar tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 baru, maka pembuatan banten ngaben di Br. Tegal Kauh diatur sedemikian rupa. Pembuatan banten dilakukan secaran terpisah, disesuaikan dengan urutan upacara.
Inventarisasi Dan Dokumentasi Pura Dalem Singasari, Desa Pekraman Pohgading A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan beragama di Pulau Bali khususnya agama Hindu, tidak pernah lepas dari kegiatan upacara yadnya. Upacara yadnya merupakan upacara persembahan atau korban suci, baik kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada para resi, kepada leluhur, kepada sesama manusia, maupun kepada para bhuta kala. Pelaksanaan upacara yadnya ini menggunakan sarana bebantenan. Banten upakara merupakan bentuk sesajen yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar manusia sebagai pemberi sesaji kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bebantenan yang digunakan biasanya disesuaikan dengan adat di daerah tersebut atau sesuai dengan desa kala patra. Pembuatan banten, biasanya dipimpin oleh seorang serati. Permasalahan timbul apabila banten ataupun adat yang biasa digunakan tidak tercatat dalam sebuah buku, namun diturunkan secara lisan saja. Sehingga banyak terdapat kelemahannya, terutama banyak hal yang bisa tidak tersampaikan karena keterbatasan daya ingat manusia. Disamping itu, karena tidak adanya pencatatan maka akan menyulitkan di dalam perencanaan anggaran biayanya. Anggaran adalah jenis rencana yang menggambarkan rangkaian tindakan atau kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka rupiah untuk suatu jangka waktu tertentu. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat membuat buku pedoman upakara upacara yadnya sehingga diharapkan agar generasi penerus memiliki panduan dalam pelaksanaan upacara yadnya dan dapat mempermudah masyarakat dalam pelaksanaan pembuatan upakara dalam upacara yadnya.
Pendampingan Penyusunan Penataan Fasilitas Penunjang di Kawasan Pura Sad Kahyangan Luhur Andakasa, Karangasem, Bali I Gede Surya Darmawan; I Kadek Windy Candrayana; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Andakasa merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma yang sangat disucikan dan dipuja oleh seluruh masyarakat Bali. Namun keberadaan Pura Andakasa sebagai Pura Kahyangan Jagat, belum didukung dengan fasilitas penunjangnya yang terkesan belum tertata dengan baik. Tahun 2021, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dan melaksanakan Kerjasama Operasional dengan pihak Mitra yaitu Pengemon Pura Andakasa dan telah menghasilkan Masterplan Penataan Kawasan yang menghasilkan Block Plan. Selanjutnya, beberapa kelompok Dosen melanjutkan pada tahap pendetailan yang pada PkM ini, Tim PkM mencoba menyelesaikan permasalahan keteknikan di kawasan utama yaitu di Pura Luhur Andakasa. Adapun beberapa permalahan yang yang berfokus kepada penataan fasilitas penunjang di kawasan Pura Andakasa antara lain : penataan kawasan yang terkesan sporadis dikarenakan belum ada layout plan di kawasan utama, keterbatasan lahan parkir serta penataan parkir mobil dan motor yang terkesan sporadic, peletakan dan penataan fasilitas penunjang seperti warung yang sporadis dan tercampur dalam prosesi keagamaan, berbaurnya sirkulasi kendaraan dan manusia di wilayah yang seharusnya hanya bisa diakses oleh sirkulasi pemedek/ manusia, belum adanya ruang tunggu pemedek pura sekaligus penunjang aktivitas pura, belum adanya penanda yang menjadi landmark kawasan sekaligus penataan lingkungan kawasan yang menunjang keberadaan Pura Andakasa sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat, serta geometric dan kemiringan jalan yang terjal sehingga menyulitkan pemedek untuk mengakses Pura dengan kendaraan mobil pribadi. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PkM antara lain : pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang Pura Andakasa dalam wujud Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) Parkir, Warung, Wantilan, Bale Pewaregan dan Toilet, serta perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan skenario tahapan pelaksanaan pembangunan berdasarkan skala prioritas berdasarkan perkiraan dana yang didapatkan.