Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Surakarta Civil Engineering Review

Perencanaan Tebal Rigid Pavement Jalan Sugihan - Paluhombo Novianto Setiawan; Tantin Pristyawati; Iwan Ristanto
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.869 KB)

Abstract

Kualitas sarana prasarana jalan yang baik mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas, yang mana memegang peranan sangat penting dalam menunjang perkembangan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan baik distribusi barang maupun jasa. Lonjakan lalu lintas dari pembangunan ekonomi dapat menimbulkan masalah serius jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur jalan yang ada. Untuk mendukung hal tersebut maka dibangunlah Jalan Sugihan – Paluhombo sebagai sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang segala aktivitas ekonomi di Sukoharjo. Jalan ini merupakan penopang Jalur Lingkar Timur Sukoharjo yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Nguter (KIN). Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kapasitas lalu lintas rencana dan membuat desain perkerasan kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan pada ruas Jalan Sugihan – Paluhombo. Metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untukmemproyeksikan kapasitas lalu lintas rencana dan metode Pd T-14-2003, Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 untuk mendesain perkerasan kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan. Hasil dari penelitian ini adalah proyeksi LHR ruas Jalan Sugihan Paluhombo 2/2 UD telah mencapai batas maksimal dalam jangka waktu 20 tahun atau 2042 terhitung sejak tahun 2022. Dan jika diasumsikan pada ruas Jalan Sugihan Paluhombo menambah kapasitas menjadi 4/2 UD telah mencapai batas maksimal dalam jangka waktu 10 tahun atau 2052 terhitung sejak tahun 2042. Perencanaan ruas Jalan Sugihan – Paluhombo adalah : Lapis Pondasi kelas A setebal 20 cm, Beton Kurus (Lean Mix Concrete) setebal 10 cm dan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan setebal 30,5 cm. Serta menggunakan penulangan berupa dowel atau baja polos diameter 38 mm, panjang 45 cm dan jarak 30 cm (dipasang setiap jarak 5 m) dan batang pengikat (tie bar) atau baja ulir diameter 16 mm panjang 65 cm dan jarak 50 cm (dipasang setiap jarak 2,75 m).
Evaluasi Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Simpang Bersinyal di Kabupaten Sukoharjo Pamungkas, Aldy Dwi; Pristyawati, Tantin; Agung Wibawa, Satria; , Sodikin
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor salah satu fasilitas dan usaha untuk mengurangi adanya penumpukan kendaraan pada titik persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor terhadap kinerja simpang bersinyal terkait dengan tingkat pelayanan simpang, evaluasi desain RHK, serta mengetahui hubungan arus lalu lintas terhadap tingkat keterisian Ruang Henti Khusus. Lokasi penelitian yaitu pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo. Penelitian dilakukan dengan cara survei langsung dilapangan (manual) dan melalui CCTV dinas perhubungan Sukoharjo dicatat didalam formulir kemudian diolah menggunakan software microsoft excel mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia MKJI 1997 dan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 52/SE/M/2015 tentang Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa 1) Rata-rata tingkat pelayanan pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo adalah C. 2) RHK pada lokasi penelitian masih terdapat pelanggaran, lebar per lajur yaitu 3 meter atau tidak sesuai dengan yang disyaratkan yaitu 3,5 meter, beberapa garis marka dan rambu petunjuk RHK pada lokasi penelitian tidak sesuai dengan yang disyaratkan. 3) Hubungan arus lalu lintas dengan keterisian RHK pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo dapat dikatakan arus lalu lintas dan waktu mempengaruhi jumlah keterisian RHK pada masing-masing pendekat. Diharapkan kepada pemerintah kabupaten Sukoharjo dengan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam evaluasi Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor
Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Perkiraan Kenaikan Tarif Angkutan Umum Pasca Kenaikan Harga BBM (Studi Kasus Angkutan Umum Kabupaten Wonogiri) Tantin Pristyawati; Annisa Azhar Firdausi
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebijakan Pemerintah yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) khususnya BBM jenis penugasan seperti Pertalite dan juga Solar Subsidihingga Pertamax sejak 3 September 2022 merupakan langkah yang mengundangpro dan kontra. Harga BBM sendiri sangat menentukan besarnya biaya operasionalkendaraan bermotor yang akan berbuntut pada kenaikan tarif angkutan umum baikangkutan kota ataupun angkutan desa serta tingkat penggunaan atau minatkendaraan umum di masyarakat. BOK akan mengalami kenaikan yang sebandingdengan naiknya harga BBM. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa datauntuk menentukan biaya operasional kendaraan pasca kenaikan harga BBMbesarnya tarif angkutan baru. Hasil yang diperoleh tarif Rp.3.371,47 untuk sebelumadanya kenaikan BBM, sedangkan sesudah besarnya perhitungan tarif adalah Rp.3.751,09. Tarif BEP berdasarkan perhitungan diperoleh Rp. 3.067,97 dan Rp.3.410,08.Kata kunci: kenaikan harga BBM, BOK, tarif
Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Perkiraan Kenaikan Tarif Angkutan Umum Pasca Kenaikan Harga BBM (Studi Kasus Angkutan Umum Kabupaten Wonogiri) Tantin Pristyawati; Annisa Azhar Firdausi
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebijakan Pemerintah yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) khususnya BBM jenis penugasan seperti Pertalite dan juga Solar Subsidihingga Pertamax sejak 3 September 2022 merupakan langkah yang mengundangpro dan kontra. Harga BBM sendiri sangat menentukan besarnya biaya operasionalkendaraan bermotor yang akan berbuntut pada kenaikan tarif angkutan umum baikangkutan kota ataupun angkutan desa serta tingkat penggunaan atau minatkendaraan umum di masyarakat. BOK akan mengalami kenaikan yang sebandingdengan naiknya harga BBM. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa datauntuk menentukan biaya operasional kendaraan pasca kenaikan harga BBMbesarnya tarif angkutan baru. Hasil yang diperoleh tarif Rp.3.371,47 untuk sebelumadanya kenaikan BBM, sedangkan sesudah besarnya perhitungan tarif adalah Rp.3.751,09. Tarif BEP berdasarkan perhitungan diperoleh Rp. 3.067,97 dan Rp.3.410,08.Kata kunci: kenaikan harga BBM, BOK, tarif