Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI SUSU UHT MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DI PT. GREENFIELDS INDONESIA Annisa Septika Yannimar; Nelly Budiarti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7639

Abstract

, PT. Greenfields Indonesia merupakan produsen susu sapi yang mengoperasikan peternakan sapi perah dan pabrik pengolahan terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan berusaha menghasilkan produk susu dengan spesifikasi komposisi nutrisi yang sangat beragam dan semakin komplek. Dengan adanya hal tersebut, maka perusahaan berusaha memenuhi dan meningkatkan spesifikasi kualitas dengan mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan kandungan fat tidak sesuai dengan spesifikasi standar kualitas di PT. Greenfields Indonesia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk susu yang berkualitas dengan pengendalian faktor-faktor penyebab product defect. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Quality Control dengan analisa mengenai pengendalian kualitas yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan membuat peta kendali atau control chart. Peta kendali digunakan untuk membantu mendeteksi adanya penyimpangan dengan cara menetapkan batas-batas kendali. Data yang digunakan merupakan data dari kandungan fat berdasarkan milk analyst report dari hasil uji laboratorium dengan sampel susu UHT full cream bulan Januari hingga Februari 2023 total sampel 116 didapatkan hasil uji lab yang berada diluar batas kualitas standar perusahaan dengan parameter fat 57 sampel. Berdasarkan hasil dari peta kendali proses cacat produksi parameter fat yang out of control. Dari hasil tersebut dilakukan revisi terhadap peta kendali agar semua data berada dalam batas kendali. Tahap selanjutnya melakukan analisis akar penyebab masalah berdasarkan hasil brainstorming yang digambarkan menggunakan diagram sebab-akibat atau fishbone. Faktor-faktor yang ditinjau dari manusia, bahan baku, metode dan lingkungan. Tahap terakhir melakukan pengendalian kualitas serta perumusan usulan dengan penerapan PDCA (plan-do-check-action).
PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PADA PENJUALAN KUE BASAH TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) DI UMKM TITIN CATERING Bima Jalu Pamungkas; Iftitah Ruwana; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7659

Abstract

UMKM Titin Catering adalah salah satu UMKM yang berkecimpung dibidang usaha kue basah tradisional. Permasalahan yang dihadapi UMKM Titin Catering yaitu penurunan penjualan kue basah tradisonal karena adanya permasalahan pada faktor internal dan eksternal. Perencanaan Strategi Pemasaran Pada Penjualan Kue Basah Tradisional Dengan Menggunakan Metode SWOT Dan QSPM. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di UMKM Titin Catering terdapat beberapa masalah dari segi faktor internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan faktor internal dan eksternal strategi pemasaran di UMKM Titin Catering dan menetapkan alternatif strategi pemasaran yang sesuai atau terbaik bagi UMKM Titin Catering dengan menggunakan pendekatan metode SWOT dan QSPM. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode SWOT dan QSPM. Dari hasil penelitian tersebut faktor internal yang mempengaruhi strategi pemasaran yaitu kualitas produk yang baik, sedangkan kelemahan utama yaitu sering melakukan rotasi dan tugas pekerja berlipat ganda. Sedangkan pada faktor eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran dari peluang yaitu kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, sedangkan ancaman utamanya yaitu persaingan yang cukup ketat, persebaran pelanggan yang kurang luas, dan persaingan harga yang kompetitif. Pada metode SWOT dihasilkan 10 alternatif strategi dan pada metode QSPM alternatif strategi yang diprioritaskan yaitu menjaga stabilitas kualitas produksi UMKM dengan Total Attractive Score 7,724.
PENGENDALIAN KUALITAS TELUR AYAM MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) Richat Gutawa; Iftitah Ruwana; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7661

Abstract

Peningkatan usaha budidaya ayam petelur di Indonesia menjadi industri yang memiliki bagian yang lengkap dan memiliki kemungkinan yang sangat meyakinkan, dimana kemajuan usaha ini membuat komitmen yang sungguh-sungguh terhadap pergantian peristiwa peternakan. Meskipun proses produksi telah dilakukan dengan baik, tetapi hal tersebut sepenuhnya tidak dapat berjalan dengan mulus. Hal ini seringkali disebabkan masih ditemukan produk yang dihasilkan masih jauh dengan standar perusahaan seperti terdapat telur yang cacat, yaitu diantaranya kulit telur retak, telur pecah, dan warna kulit telur pucat disebabkan oleh penyakit, cuaca dan lingkungan sekitar dimana hal ini dapat menyebabkan kualitas telur menjadi banyak produk cacat atau kurang baik. Mengidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan kecacatan telur ayam pada UD. RA Jaya. Memberikan usulan perbaikan mencegah timbulnya kecacatan pada telur di UD. RA Jaya sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan suatu keputusan. Penelitian ini menggunakan metode SQC (Statistical Quality Control) yaitu metode pengendalian kualitas produk pada tingkat biaya yang paling minimum. Dimana proses produksi dikendalikan kualitasnya mulai dari awal produksi, pada saat proses produksi berlangsung hingga produk jadi. Penyebab cacat diantaranya faktor manusia (man), faktor mesin (machine), metode (method), bahan baku (materials), lingkungan (environment). Pada cacat tertinggi berupa telur pecah disebabkan karena faktor manusia (kelalaian karyawan dan ketidakdisiplinan karyawan), faktor mesin (rusaknya kandang ayam), faktor metode (peletakan jumlah ayam dalam baterai).Usulan perbaikan yang perlu dilakukan pada penyebab kecacatan jenis cacat tertinggi berupa kulit telur yang pecah, yaitu dimulai dari Risk Priority Number tertinggi adalah peletakan jumlah ayam dalam baterai. Koordinasi dengan karyawan agar melakukan penempatan ayam dengan SOP yang sudah ditetapkan perusahaan yaitu maksimal 2 ekor ayam dalam 1 baterai tidak melebihi dari 2 ekor ayam dan Melakukan pemindahan ayam jika ayam ada yang terkena penyakit seperti gumboro dan ND.
UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN DENGAN METODE MARKETING MIX (7Ps) DAN SOAR PADA STUDI KASUS CV GLORY STAR INDONESIA Yosafat Natanael Caesar Dilieano; Sri Indriani; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7679

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,22% dan 1,17% pada tahun 2021 dan 2022 secara berurutan (berdasarkan lansiran dari Badan Pusat Statistik), berdampak pada peningkatan permintaan kebutuhan konsumsi produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), termasuk makanan dan minuman ringan. Berdasarkan laporan dari Statista, volume distribusi makanan ringan di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 secara berurutan adalah sebesar 1.183 juta kg dan 1.281 juta kg. Statista juga memprediksi kenaikan volume pada akhir tahun 2022, yakni pada angka 1.357 juta kg. Ini menjadi peluang besar bagi perusahaan distributor, seperti CV Glory Star Indonesia. Namun, pendapatan yang diterima belum mencapai target yang ditentukan, yakni terdapat total selisih sebesar Rp6,432,320,590 selama tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan upaya peningkatan penjualan menggunakan metode analisis Marketing Mix (Product, Price, Promotion, Place, Physical Evidence, People, and Process atau disingkat 7Ps) dan Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results (SOAR). Penelitian dilakukan dengan menentukan variabel yang paling dominan atau berpengaruh berdasarkan metode analisis pertama, kemudian menentukan strategi dengan mengkombinasikan kedua metode analisis tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada total 90 responden dengan rincian 70 pelanggan dan 20 pegawai aktif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa variabel yang paling dominan, yakni Place ( ), artinya tempat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan. Berdasarkan penentuan posisi matriks SOAR, didapatkan nilai tertinggi 3,331 pada strategi A-R (Aspirations-Results), artinya strategi ini perlu diprioritaskan oleh perusahaan sebagai upaya peningkatan penjualan.
USULAN PERBAIKAN PADA OPERATOR MESIN BMM DI PT SCANDINAVIAN TOBACCO GROUP PASURUAN Niken Wulandari; Prima Vitasari; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i1.9267

Abstract

PT Scandinavian Tobacco Group Pasuruan adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan tembakau sebagai bahan dasar cerutu. PT Scandinavian Tobacco Group Pasuruan merupakan perusahaan jasa karena seluruh bahan baku dan alat potong berasal dari client. Hasil potongan nantinya akan di ekspor kembali, yang mana kebanyakan client berasal dari Eropa. Tingginya permintaan akan cerutu menjadikan tinggi pula permintaan produksi perusahaan pada karyawan yang mengakibatkan adanya beban kerja yang dialami oleh karyawan operator mesin. Pada penelitian ini tujuan yang dilakukan yaitu dengan memeberikan usulan perbaikan pada hasil yang tertinggi guna mengurangi beban kerja pada karyawan operator agar dapat meningkatkan produktivitas karyawan untuk perusahaan. Adapun usulan yang diberikan antara lain; membentuk supervisor yang profesional secara leadership dengan melakukan atau memberikan training, Kepedulian pemilik dan pimpinan perusahaan untuk tidak memberikan tekanan pekerjaan pada supervisor yang berakibat pada tekanan mental para pekerja, Mengevaluasi kembali pengelolan waktu pada shift kerja dan waktu istirahat, Selalu menjalin hubungan baik antara supervisor dan operator dengan memiliki rasa bahwa mereka adalah mitra kerja
USULAN DESAIN ERGONOMIS UNTUK ALAT PERAJANG PISANG BERDASARKAN EVALUASI POSTUR KERJA DI INDOCHIPS ALESHA TRIMULYA Abdurrahim HS; Renny Septiari; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i2.11152

Abstract

UMKM Indochips Alesha Trimulya adalah usaha di sektor manufaktur yang fokus pada produksi keripik, khususnya keripik pisang dan talas. Permasalahan yang terjadi pekerja sering terlibat dalam aktivitas yang membutuhkan gerakan tangan disertai dengan postur tubuh yang tidak ergonomis, sehingga hal ini menyebabkan masalah kesehatan seperti Musculoskeletal Disorders. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi rasa sakit dan nyeri tubuh pekerja dengan menggunakan Nordic Body Map (NBM), menganalisis risiko postur tubuh pekerja melalui metode RULA untuk mengurangi keluhan cedera, serta menghasilkan usulan rancangan alat perajang pisang yang ergonomis. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan, hasil dari kuesioner NBM menunjukkan bahwa dua pekerja memiliki skor total individu 58, menunjukkan risiko sedang, dan dua pekerja dengan skor 83, menunjukkan risiko tinggi, dengan keterangan memerlukan tindakan segera. Penilaian postur tubuh pekerja menggunakan RULA mendapatkan skor 6, menandakan risiko sedang. Usulan rancangan alat perajang pisang ergonomis berdasarkan perhitungan dimensi tubuh mengurangi skor akhir RULA menjadi 4, menunjukkan tingkat risiko rendah.
IMPLEMENTASI METODE HAZOP PADA BENGKEL MODIFIKASI BOGANK MOTOR Niko Hernandes; Nelly Budiharti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i2.11252

Abstract

Bengkel motor, yang berfokus pada perawatan dan perbaikan kendaraan, menghadapi risiko kecelakaan kerja tinggi akibat penggunaan mesin dan peralatan berbahaya. Di bengkel modifikasi Bogank Motor, terjadi 62 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari hingga Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan kerja dengan menerapkan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi hazard dan menilai tingkat risikonya berdasarkan kategori ekstrim, tinggi, dan rendah. Sebelum penerapan HAZOP pada Mei 2023, tercatat 8 kasus kecelakaan, meliputi 2 kasus terpeleset dan 6 kasus tersayat. Setelah penerapan metode, angka kecelakaan menurun drastis menjadi 1 kasus tersayat dan 0 kasus terpeleset. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan HAZOP secara efektif mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di bengkel. Penelitian ini memberikan panduan penting dalam penerapan strategi manajemen risiko keselamatan di industri bengkel motor.
ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI POLYPROPYLENE MENGGUNAKAN METODE AGGREGATE PLANNING Vito Lazuardi Susditianto; Ellysa Nursanti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i2.11258

Abstract

Penjadwalan merupakan kegiatan operasional dalam suatu produksi dalam mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk memastikan pembuatan suatu produk atau jasa dapat diproduksi dengan tepat waktu dan tepat jumlah dengan biaya yang efisien guna mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan. Penjadwalan dalam kegiatan produksi diperlukan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas untuk menghindari pemborosan biaya produksi dalam memenuhi permintaan konsumen. Perusahaan sejauh ini belum mampu memenuhi permintaan dari konsumen sehingga harus melakukan penambahan waktu kerja lembur (over time). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan permintaan konsumen dan meminimalkan biaya produksi. Pada penelitian ini, digunakan metode aggregate planning dengan cara menghitung dari metode Moving Avarage dan Regresi Linear untuk dijadikan perbandingan menggunakan ukuran akurasi data peramalan. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan kedua model peramalan, berikutnya dilakukan perhitungan kebutuhan tenaga kerja dan penambahan waktu kerja lembur. Perbandingan hasil dari kedua model tersebut digunakan untuk mengetahui model manakah yang memiliki biaya paling minimum yang dapat memenuhi permintaan konsumen. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan aggregate planning dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan jumlah tenaga kerja lebih efisien dibandingkan dengan penambahan waktu kerja lembur. Dari keduanya didapatkan selisih biaya antara penambahan tenaga kerja sejumlah Rp. 18.250.000 sedangkan untuk penambahan waktu kerja lembur sejumlah Rp. 23.232.500. Dengan demikian, dipilih penambahan jumlah tenaga kerja agar menghindari biaya over time dengan selisih sejumlah Rp. 3.982.500.