Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN E-LEARNING DI SMP MUHAMMADIYAH 08 BATU Priyasmanu, Thomas; Gustopo, Dayal; Andriantantri, Emmalia; Irawan, Joseph Dedy
Jurnal Industri Inovatif Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan informasi yang kami terima dari SMP Muhammadiyah 08 Batu, yang ingin memacu prestasi akademik peserta didik terutama kelas unggulan, maka disiapkanlah berbagai sarana. Termasuk diantaranya adalah tersedianya fasilitas e-learning sebagai model pembelajaran. Namun sayangnya sebagian besar guru-guru belum mengerti tentang E-Learning. Melihat situasi tersebut, maka kami mengadakan pelatihan e-learning di SMP Muhammadiyah 08 Batu. Untuk melatih guru-guru agar dapat menggunakan e-learning dengan baik. Sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak sekolah. Melalui pelatihan ini, maka guru-guru yang sebelumnya belum mengerti tentang e-learning, setelah pelatihan dapat menggunakan e-learning dan menerapkannya. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar
PERANCANGAN ALAT PENCUCI GELAS SEMI OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP ERGONOMI Priyasmanu, Thomas; Tiono, M Hari Agus
Jurnal Industri Inovatif Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depot 29 adalah salah satu rumah makan yang berada di kota Malang dan sering dikunjungi oleh pendatang dari luar Malang, permasalahan yang terjadi adalah dalam proses pencucian gelas di dapur khususnya gelas yang berukuran agak panjang dalam proses pembersihannya cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Dilihat dari segi kesehatan dalam pembersihan gelas tersebut kurang terjamin. Mengabaikan prinsip-prinsip kerja ergonomis dan tidak produktif kondisi tersebut bisa dilihat dari lamanya waktu proses pengerjaan, terutama untuk proses pekerjaannya yang masih manual. Dalam perancangan model ini yang perlu dilakukan adalah mengetahui kekurangan-kekurangan alat pencuci gelas yang telah ada saat ini. Setelah itu mengetahui criteria alat pencuci gelas yang layak dan sesuai. Kemudian mengembangkan model perancangan alat pencuci gelasberikut fasilitas-fasilitas yang memudahkan pengguna dan memilih model yang layak serta sesuai. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian untuk mengetahui kekurangan-kekurangan alat pencuci gelas. Kemudian evaluasi dan pertimbangan ergonomis dalam perancangan alat ini ditujukan dengan diaplikasikannya dataanthropometri dan pengukuran kinerja operator yang bisa dilihat dari waktu/output kerja yang lebih produktif.
ANALISIS ALAT PENCETAK BATU BATA di UMKM PAKIS MALANG Adriantantri, Emmalia; Munasih, Munasih; Priyasmanu, Thomas
Jurnal Industri Inovatif Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat  ini  proses  pembuatan  batu  bata  di  UMKM,  dilakukan  secara  manual,  hanya  berdasarkan pengalaman. Adapun masalah yang dihadapi adalah produktivitas yang ada tidak dapat optimal. Karena tenaga kerja yang melakukan proses pencetakan mempunyai keterbatasan waktu, tenaga dan keahlian.  Untuk itu maka, perlu dilakukan analisis untuk membuat alat cetak batu bata, sehingga proses pencetakan tidak manual. Melainkan menggunakan alat, walaupun masih memerlukan tenaga manusia, namun tenaga yang dikeluarkan tidak sebanyak jika proses pencetakan secara manual.  Dengan menggunakan alat pencetak batu bata, maka diperoleh peningkatan hasil. Sebelum menggunakan alat,  batu  bata  yang  dihasilkan  500  buah  batu  bata,  sedang  setelah  menggunakan  alat  cetak,  batu  bata  yang dihasilkan  sebanyak  700  batu  bata,  dengan  kualitas  yang  lebih    bagus.  Dengan  demikian  produktivitas mengalami peningkatan.
Penerapan Disk Mill Pada UMKM Anugerah Produksi Vitamin Unggas di Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari Djoko Hari Praswanto; Soeparno Djiwo; Mochtar Asroni; Lalu Mustiadi; Thomas Priyasmanu
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v4i1.1771

Abstract

Poultry vitamins are one of the nutrients needed by breeders. This poultry vitamin serves to accelerate the growth of poultry, maintain the quality of poultry meat, improve the quality of poultry eggs, prolong poultry egg production and accelerate poultry egg production. One of the partners who was worked together with the ITN Malang team is engaged in the field of poultry vitamins production and wants to increase the turnover of poultry vitamin production. All the time, the price of poultry vitamins from factories is considered high enough so that farmers have objections to buying poultry vitamins from the factory. The community service team observed at the quality of poultry vitamins which are produced in the Purwosari area and will transfer technology to apply a disk mill in the production process which will be able to increase the production of poultry vitamins in good prices but with high quality also. In addition, the community service team will improve the packaging by used aluminum foil to avoid moisture and later will be given a logo to facilitate the sales process to breeders. After improved the packaging, it has expected can be freely marketing with the general standardization of poultry vitamins. So that farmers can get cheap and good quality poultry vitamins. From the results of the activities carried out, it was found that a disk mill machine with a capacity of 150 kg / hour. It if the production of 500 kg takes 3 hours with one workers person. So that the partners can save time and production costs. So that the profits obtained now increase 25% from previous profits. Meanwhile the packaging used by the team partners now used aluminum foil so that the product looks more attractive and is able to hold the product dry.
Heat Flux Condensation on Coconut Shell Activated Charcoal Porous Media Djoko Hari Praswanto; Mochtar Asroni; Thomas Priyasmanu; Tutut Nani Prihatmi
JOURNAL OF SCIENCE AND APPLIED ENGINEERING Vol 3, No 2 (2020): JSAE
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsae.v3i2.1770

Abstract

One way to keep the air humidity is by increasing the heat transfer with the porous media model. Increasing heat transfer depends on the value of the heat flux on the porous media. The heat flux value can be determined by inserting the porous media into the test section and then flow the vapor. The amount of heat absorbed is influenced by the large diameter of the porous on the media used. Therefore, this study aimed to optimize coconut shell charcoal by activating the charcoal. The purpose of activating coconut shell charcoal is to enlarge the pores so that it absorbs heat better than charcoal that has not been activated. The research method used is an experimental method and compares the results of research with previous studies. The porous media was vaporized for 60 minutes with a vapor temperature of 30 °C, while the vapor speed was varied, namely 1 m/s, 2m/s and 3 m/s. From the research results, that by using coconut shell activated charcoal, the heat flux value was higher than using coconut shell charcoal media. This is because the pore size in activated charcoal is larger and more numerous than charcoal that has not been activated so that it absorbs more heat. In addition, the greater the vapor speed, the higher the heat flux, because in the test section more vapor enters than vapor that comes out so that the porous media has a long time to absorb heat in the vapor. The heat transfer that occurs in porous media includes forced convection heat transfer because it has a value of Gr/Re2 < 1.
Pengembangan Desain Produk Teh Gelas Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Untuk Meningkatkan Penjualan Di CV. Tirta Indo Megah Putu Verdika; Ellysa Nursanti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur. Desain produk yang baikakan dapat meningkatkan jumlah dan harga jual dari produk. Munculnya berbagai jenis produk minuman menjadikan persaingan pasar semakin ketat dan membuat produsen saling berlomba untukmemberikan desain yang terbaik untuk menarik perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain kemasan dan mutu produk teh gelas yang sesuai dengan keinginan konsumen yang diharapkan akan meningkatkan produktivitas usaha. House of Quality merupakan suatu kerangka kerja atas pendekatan dalam mendesain manajemen yang dikenal sebagai Quality Function Deployment yaitu suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan dengan jelas dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan. Alat utama dari proses QFD adalah matriks, di mana hasil-hasilnya dicapai melalui penggunaan tim antar-departemen/fungsional dengan mengumpulkan, menginterprestasi, mendokumentasikan, dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Darihasil analisa diketahui bahwa pada pengembangan desain produk Teh Gelas Agro yang paling penting diperbaiki seusai keinginan konsumen berdasarkan voice of customer adalah dengan membuat desain kemasan sesuai varian rasa agar dapat menarik minat konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan di CV. Tirta Indo Megah. Dari wawancara hasil usulan desain teh kemasan, diperoleh ekspektasi peningkatan ketertarikan sebesar 60%, sehingga diharapkan terjadi peningkatan penjualan teh tersebut.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Botol Galon Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Yanuar Angga Prayoga; Ellysa Nursanti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan baku berkualitas memegang peranan sangat penting untuk memperlancar proses produksi dalam suatu industri manufaktur. PT. Tirta Investama merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Bahan baku penunjang yang digunakan adalah Botol Gallon. PT. Tirta Investama telah bekerja sama dengan tiga supplier botol gallon untuk mendukung proses produksinya, yaitu PT. Namasindo, PT. Angkasa dan PT. Uniplastindo. PT. Tirta Investama berupaya untuk menentukan supplier yang memiliki performansi terbaik dari segi ketepatan waktu pengiriman dan kesesuaian jumlah pengiriman dengan pesanan. Perusahaan akan memprioritaskan suppliertersebut dalam penghematan biaya pengadaan barang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kriteria supplier yang baik, menentukan supplier terbaik dan menurunkan biaya pengadaan barang setelah supplier terbaik dipilih. Pengumpulan data menggunakan 3 kuesioner, yaitu kuesioner pemilihan kriteria supplier, kuesioner perbandingan berpasangan kriteria dan kuesioner pemilihan alternatif. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tahap-tahap yang dilakukan dalam metode AHP yaitu mendefinisikan struktur hirarki permasalahan, menghitung bobot kriteria pada setiap tingkat hirarki, menghitung konsistensi pembobotan, menghitung bobot alternatif dan menampilkan urutan proritas alternative [1]. Hasil kuesioner 1 menunjukkan bahwa kriteria yang baik dalam memilih supplier botol gallon adalah Kualitas, Harga, Pengiriman, Pelayanan, Fleksibilitas dan garansi. Pengolahan data pada Kuesioner 2 menggunakan metode AHP diketahui kriteria pengiriman menjadi prioritas utama yaitu dengan bobot 0,320. Hasil penilaian dari kuesioner 3 yang sudah diolah menggunakan metode AHP menunjukkan PT. Angkasa sebagai prioritas pertama dengan bobot 0,401. Ekspektasi penghematan biaya pengadaan botol gallon yang diperoleh PT. Tirta Investama sebesar 1,32 % atau serata dengan Rp 18.809.800,- perminggu.
Analisis Sistem Antrian Pada Proses Pelayanan Konsumen di Rumah Makan Hendra Nurjaya Al-Kholis; Ellysa Nursanti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i1.202

Abstract

Antusias warga malang terhadap Rumah Makan sangat tinggi hal ini membuat Rumah Makan tidak pernah sepi oleh pengunjung sehingga mengakibatkan antrian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja sistem antrian stasiun pelayanan di Rumah Makan sehingga diperoleh penurunan jumlah antrian konsumen. Metode yang digunakan adalah metode simulasi dengan software Arena 10.0 Pengamatan dilaksanakan pada jam 12.00-24.00 untuk mendapatkan data waktu antar kedatangan dan waktu antar pelayanan. Pengukuran waktu menggunakan bantuan stopwatch. Berdasarkan hasil analisa kondisi eksisting, nilai Queue Waiting Time berkisar antara 0-1027 detik, Queue Number Inqueue berkisar antara 0-20 orang, Utilization berkisar antara 0.47%-1% dan Work In Process 1-21 orang. Berdasarkan hasil beberapa skenario yang telah dirancang dan dijalankan dengan bantuan process analyzer software ARENA 10.0 dipilih skenario 2. Pada skenario 2 mengasumsikan penambahan satu fasilitas stasiun pelayanan. Maka model antrian yang cocok adalah Multi Channel-Single Phase (M/M/2) ; (FCFS) dimana terdapat fasilitas 2 stasiun pelayanan pada kondisi ramai jam 14.00-16.00, 18.00-22.00 dan jam 16.00-18.00 pada hari sabtu dan minggu. Penambahan stasiun, dapat mmenurunkan antrian menjadi Queue Waiting Time berkisar antara 0-18 detik, nilai Queue Number Inqueue 1 orang, nilai Utilization berkisar antara 0.37-0.68 % dan nilai Work In Processberkisar antara 1-5. Sehingga dapat dikatakan bahwa skenario 2 menurunkan jumlah antrian 89 %.
Pendekatan Continuous Improvement Penurunan Donwntime Pada Sistem Pengisian Air Minum Gallon Dwi Wiyono; Ellysa Nursanti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i1.230

Abstract

Permasalahan yang terjadi di PT. Tirta Investama adalah adanya tingginya jumlah downtime di line 5 gallon area gattot kaca. Downtime terjadi dikarenakan botol sering menyangkut dan belum ada standarisasi pemasangan pocket holder. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian guna menurunkan jumlah downtime dengan menggunakan metode Continuous Improvement (CI). Penelitian menggunakan metode Continuous Improvement (CI), melalui tahapan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Plan dilakukan untuk mengetahui permasalahan kondisi nyata di lapangan. Setelah itu, mengidentifikasi penyebab-penyebab masalah yang terjadi. Kemudian Do dilakukan untuk memberi saran usulan standarisasi kepada perusahaan. Check dilakukan dengan menyusun intruksi kerja yang digunakan untuk mengetahui standarisasi dilakukan dengan baik pada perusahaan. Action digunakan untuk mengetahui perkembangan setelah ada perbaikan. Setelah semua tahap penelitian dilakukan dan implementasi PDCA, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah downtime menurun dari 6176,96 menit menjadi 16,52 diatasi dengan standarisasi peralatan dan proses, standarisasi pemasangan komponen, dan standarisasi tenaga kerja. Selain itu, intruksi kerja yang diusulkan, berhasil menurunkan jumlah downtime dan membuat proses produksi menjadi lebih baik.
PENGKAJIAN PENERAPAN 5S DI PT.CONBLOC INDOTAMA SURYA Thomas Priyasmanu; Ida Bagus Suardika; Hanggana Raras Mumpuni
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

tajam. Selain itu harapan pelanggan akan produk yang dihasilkan juga semakin meningkat baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Maka setiap perusahaan hendaknya secara terus menerus meningkatkan kualitas perusahaannya dengan selalu berusaha untuk meminimalisasi ketidaksesuaian dan pemborosan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam kelajutan ordernya. Budaya kerja yang baik di dalam suatu perusahaan sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Guna menciptakan budaya kerja yang baik di Perusahaan, maka diperlukan banyak usaha untuk mencapainya. Salah satunya dengan melakukan penerapan 5S. 5S terdiri dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Sedangkan bila diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. Melalui penerapan 5S diharapkan berbagai pemborosan yang ada dapat diminimalkan.PT. Conbloc Indotama Surya sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur yang memproduksi bahan bangunan seperti paving, kanstein, pipa, dan pagar. Perusahaan ini belum menerapkan 5S sehingga perlu dikaji bagaimana keadaan di Perusahaan. Adapun dampak dari belum diterapkannya 5S Di PT. Conbloc Indotama Surya yaitu waktu yang terbuang untuk mencari bahan baku yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berdasarkan metode 5S di PT.Conbloc Indotama Surya. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT. Conbloc Indotama Surya sebanyak 30 kuesioner. Pengolahan data penelitian ini menggunakan SPSS versi 12. Uji statistik, dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji validitas dan uji reliabilitas. Perhitungan statistik penelitian ini menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian didapatkan 30 sampel kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT.Conbloc Indotama Surya dan seluruh variabel mempunyai korelasi yang baik. Temuan hasil skripsi ini adalah reduksi variabel diperoleh dari 18 variabel menjadi 3 faktor dan diberi nama Perlakuan tempat kerja, peningkatan sarana dan prasarana, dan penataan barang.