Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN PUBLIC RELATION PADA KEGIATAN IN HOUSE TRAINING GURU DAN KARYAWAN YAYASAN TSAMROATUL FUAD PEMALANG Fijianto, Dwi; Isyti'aroh, Isyti'aroh; Rofiqoh, Siti; Wirotomo, Tri Sakti
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i2.1407

Abstract

Public relation merupakan bagian penting di institusi pendidikan untuk menjalin komunikasi dua arah antarapengelola dan stake holder internal dan eksternal. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkanpemahaman peserta tentang public relation melalui in house training. Metoda pengabdian masyarakatdengan memberikan pelatihan pada acara in house training dengan sub pokok bahasan pengertian,unsur-unsur public relation, public relation dalam lembaga pendidikan, ilmu, sikap dan ketrampilan yangharus dikuasai dalam menjalankan peran public relation, seni public speaking, hospitality, layananpendidikan berkualitas dan seni menghadapi komplain. Jumlah peserta sebanyak 86 peserta. Evaluasipengabdian masyarakat dilihat dari peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah pemberian materi.Hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pemahaman 39%, dihitung dari perbandingan nilaipretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest dan posttest adalah 48 sedangkan rata-rata posttest adalah 87(rentang nilai 0-100). Kesimpulan pengabdian masyarakat berupa in house training public relation telahmampu meningkatkan pemahaman peserta tentang public relation
Upaya Preventif Diabetes Mellitus Sejak Dini Melalui Edukasi di SMA YMI Wonopringgo Pekalongan Rofiqoh, Siti; Widyastuti, Windha; Isyti'aroh, Isyti'aroh; Pratiwi, Yuni Sandra; Wirotomo, Tri Sakti
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i1.2158

Abstract

Abstract Various risk factors for DM have been identified. Efforts to prevent DM can be done by controlling risk factors early on through healthy living efforts. The lack of knowledge causes teenagers to be unable to adopt healthy lifestyles as an effort to prevent DM. The aim of this activity is to increase the knowledge of the scout supervising teacher and the YMI Wonopringgo Pekalongan High School scout student group about DM disease and its prevention, so that they are able to disseminate knowledge to other students. The activity took the form of providing information to them. Counseling is given once. The results of the activity showed that the average initial knowledge score was 53 and the final score was 63. The conclusion was the increase average knowledge score of the scout student group at YMI Wonopringgo Pekalongan High School after delivered health education about DM. It is recommended that community health center officers continuously provide health education to the public about non-communicable diseases including DM. Keywords: Diabetes mellitus; early; education; preventive.
Studi Deskriptif Pencatatan dan Pemanfaatan Kohort Balita di Kabupaten Pekalongan Isyti'aroh, I; Rofiqoh, Siti; Widyastuti, Windha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mix methode ini bertujuan untuk menganalisakelengkapan, ketepatan, kendala pendokumentasian kohort balitadan pemanfaatannya. Analisa kelengkapan dan ketepatan dilakukandengan metoda kuantitatif, sedangkan kendala dan pemanfaatankohort balita menggunakan metoda kualitatif dengan Focus GroupDiscussion (FGD). Pengumpulan data dilakukan mulai bulanDesember 2016 hingga Juni 2017, di 6 puskesmas, di KabupatenPekalongan, dipilih melalui cluster random sampling. Jumlah kohortbalita yang diteliti sebanyak 57. Hasil studi menunjukkanberdasarkan pengisian seluruh item pencatatan kohort balitasebanyak 38,6% diisi lengkap, 28,1% diisi tidak lengkap dan 33,3%tidak diisi. Berdasarkan ketep atan pengisian seluruh item kohortbalita, sebanyak 51% pengisiannya tepat dan 49% tidak tepat. HasilFGD untuk menggali kendala pengisian kohort ditemukan 4 temayaitu perbedaan persepsi pengisian kohort, keterbatasan waktupengisian, keterbatasan tenaga dan sarana, serta ketidakefektifanlembar kohort. Temuan tentang pemanfaatan kohort balitaditemukan tema pemanfaatan kohort balita untuk monitor kesehatanbalita dan tumbuh kembang balita. Perlu adanya sosialisasipedoman pengisian kohort, penyederhanaan lembaran kohort danpenyediaan perlengkapan pendokumentasian yang dibutuhkan.
PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER PENDUKUNG ASI : PENGABDIAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS WIRADESA PEKALONGAN Isyti’aroh, I.; Faradisi, Firman; Rofiqoh, Siti; Aniyati, Sri; Pratiwi, Yuni Sandra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader kesehatan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan bidang kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Khusus untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif, perlu dibentuk kader pendukung ASI yang mendukung pembangunan bidang gizi keluarga terutama pemberian ASI eksklusif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader ASI yang mempunyai pemahaman yang benar tentang ASI dan mampu mengedukasi masyarakat tentang ASI dan manajemen laktasi di Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Metoda pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan pelatihan selama 2 hari meliputi teori dan praktik mikroteaching sebagai persiapan untuk mengedukasi masyarakat teentang ASI. Hasil pengabdian masyarakat telah terbentuk kader pendukung ASI sejumlah 35 kader dari seluruh desa dan kelurahan di wilayah kerja puskesmas Wiradesa Pekaloangan. Hasil evaluasi pemahaman tentang ASI menunjukkan jumlah nilai rata-rata sebelum pelatihan 74,9 dan setelah pelatihan 82,7 dari rentang nilai 0-100 atau meningkat sebesar 77,8 point. Hasil penilaian microteaching menunjukkan nilai rata-rata 86,9 (nilai ambang batas 60) dari rentang nilai 0-100. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah telah terbentuk kader terlatih sebanyak 35 kader dengan pemahaman ASI yang meningkat dan mampu melakukan edukasi tentang ASI dan manajemen laktasi.
IN HOUSE TRAINNING MANAJEMEN LAKTASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER PENDUKUNG ASI Rofiqoh, Siti; Setiadi, Windha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, namun cakupan ASI di Kabupaten Pekalongan masih di bawah target. Hal ini dapat terjadi karena kekurangpengetahuan ibu tentang manajemen laktasi. Keterbatasan tenaga kesehatan, memerlukan tenaga sukarela untuk membantu peningkatan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh in house trainning terhadap pengetahuan kader tentang manajemen laktasi. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Wiradesa. Penelitian menggunakan desain quasy ekskperiment dengan metode one group pre post test dan pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan manajemen laktasi dengan jumlah responden 37 kader. Analisa data menggunakan dependent t test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara in house trainning terhadap pengetahuan kader tentang manajemen laktasi dengan nilai p value 0,01. Saran diharapkan pelayanan keperawatan dapat memberikan pelatihan kader guna meningkatkan cakupan ASI.
Pola Asuh Pemberian Makan Balita Gizi Kurang dan Gizi Buruk di Pekuncen Wiradesa Pekalongan Rofiqoh, Siti; Widyastuti, Windha; Pratiwi, Yuni Sandra; Lianasari, Febri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian pemerintah. Asupan makan diperlukan untuk memenuhi gizi anak. Asupan makan anak dipengaruhi oleh pola asuh pemberian makan yang baik dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh pemberian makan balita gizi kurang dan gizi buruk di Pekuncen Wiradesa Pekalongan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu dan balita gizi kurang dan gizi buruk di Pekuncen Wiradesa Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 43 responden. Alat pengumpulan data pola asuh pemberian makan menggunakan kuesioner parenting feeding style, sedangkan penentuan status gizi berdasarkan pengukuran berat badan per umur yang disesuaikan dengan tabel BB/umur menurut WHO. Hasil penelitian menunjukkan tipe pola asuh pemberian makan orang tua pada balita gizi kurang di Pekuncen Wiradesa Pekalongan paling banyak adalah permisif yaitu sebanyak 13 (38,2%) dan demokratis sebanyak 10 (29,5%), tipe otoriter sebanyak 8 (23,5%) serta pengabaian sejumlah 3 (8,8%). Pada balita gizi buruk memperoleh tipe pola asuh pemberian makan paling banyak demokratis sejumlah 4 (44,4%) dan tipe permisif sejumlah 3 (33,3%), tipe otoriter sebanyak 1 (11,1%) serta pengabaian sejumlah 1 (11,1%). Simpulan tipe pola asuh pada balita gizi kurang dan gizi buruk di Pekuncen Wiradesa Pekalongan paling banyak adalah permisif dan demokratis.
Identification of Nutritional Status and Patient Diseases in Pediatric Inpatient Room at Pekalongan District Hospital Ristanti, Ristanti; Rofiqoh, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrition status in children can cause various problems including decreased immune system so that children are susceptible to infection. Infectious diseases are the highest cases experienced by children in the hospital's pediatric inpatient room. Infection in children also raises the risk of children experiencing malnutrition. This study aims to identify the nutritional status and disease of patients in the pediatric inpatient room. The study was conducted in the pediatric inpatient ward of the RSUD in Pekalongan Regency. The research design used descriptive cross-sectional. Samples were children who were treated in the pediatric inpatient room at Kajen Hospital and Kraton Pekalongan Hospital. The sampling technique used consecutive sampling with a time of 6 months and obtained 153 respondents. The research instrument used a questionnaire of respondents' characteristics, the patient's disease data was taken based on medical diagnosis data from the patient's medical record. Nutritional status in patients aged < 5 years was based on body weight for age (W/U), patients > 5 years was based on body mass index for age (BMI/U). Nutritional status was categorized based on the threshold (Z-score). The results showed that the first and second most cases of disease were diarrhea (51%) and Acute Respiratory Infection (ARI) (30%), the most nutritional status was normal (60.1%), 16.3% malnutrition and 11.8% poor nutrition and 11, 8% fat. The conclusion is that the two most cases in children in the pediatric inpatient ward of the Pekalongan District Hospital were infection cases, most of them had normal nutritional status, but 28.1% were malnourished/poor.
Penyegaran Kader Pendukung Asi Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan Isyti’aroh, I; Rofiqoh, Siti; Widyastuti, Windha; Wirotomo, Tri Sakti; Fijianto, Dwi; Aktifah, Nurul; Pratiwi, Yuni Sandra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kapasitas kader pendukung ASI dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui perlu dilakukan secara kontinu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi dan mendampingi ibu menyusui untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Metoda pengabdian masyarakat berupa penyegaran kader dengan materi penyegaran mengenai anatomi dan fisiologi payudara, laktogenesis, pijat payudara untuk meningkatkan produksi ASI, manfaat ASI dan menyusui serta manajemen laktasi paska pandemik, manajemen laktasi pada ibu bekerja dan masalah psikologi pada iu menyusui dan cara mengatasinya. Penyegaran kader diikuti oleh 30 peserta dari Puskesmas Kedungwuni II Pekalongan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dan posttest kuesioner pengetahuan tentang ASI dan menyusui yang disusun oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan ada peningkatkan rata-rata pengetahuan. Rata-rata pengetahuan sebelum penyegaran kader 29,5 standar deviasi 8,1 (rentang nilai 10-100) sedangkan rata-rata pengetahuan setelah penyegaran kader sebeesar 75,3 standar deviasi 15,3. Simpulan penyegaran kader pendukung ASI dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan menyusui. Saran bagi instuti penyelenggara pendidikan di bidang ksehatan agar berperan aktif meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui.
Penerapan Terapi Dongeng Pada Anak Prasekolah Yang Mengalami Kecemasan Akibat Hospitalisasi Atikah, Ade Rina; Rofiqoh, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu keadaan tidak menyenangkan dan penuh dengan stress yang mengharuskan anak menjalani perawatan di rumah sakit karena suatu alasan yang berencana maupun kondisi darurat. Respon yang paling umum selama anak prasekolah menjalani hospitalisasi adalah kecemasan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi dongeng pada anak prasekolah yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Metode penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus dengan penerapan terapi mendongeng untuk menurunkan kecemasan. Subyek studi kasus yaitu dua pasien anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami cemas ringan dan sedang akibat hospitalisasi. Studi kasus pada kasus 1 dilakukan selama 4 hari, dan pada kasus 2 dilakukan selama 3 hari. Fokus intervensi berupa pemberian terapi dongeng. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan skala Faces Anxiety Scale (FAS) pada kasus 1 skala kecemasan FAS dari 3 turun menjadi 1 dan pada kasus 2 skala kecemasan FAS 2 turun menjadi 0. Simpulan dari studi kasus ini yaitu penerapan terapi dongeng dapat menurunkan skala kecemasan anak prasekolah akibat hospitalisasi. Saran bagi tenaga kesehatan khususnya perawat diharapkan dapat memperdayakan orang tua untuk menerapkan terapi mendongeng pada anak yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi.
Penerapan Tekhnik Distraksi Audio Visual Pada Anak Prasekolah Yang Mengalami Kecemasan Akibat Prosedur Injeksi Balqis, B; Rofiqoh, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan keadaan yang mengharuskan anak tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan karena suatu alasan yang berencana maupun kondisi darurat. Anak yang menjalani hospitalisasi seringkali merasa kecemasan akibat dari intervensi medis salah satunya prosedur injeksi. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan tekhnik distraksi audio visual pada anak usia prasekolah dalam menurunkan kecemasan akibat prosedur injeksi. Metode penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus. Subyek studi kasus ini yaitu 2 anak prasekolah (3-5 tahun) yang mengalami cemas ringan, sedang dan gberat akibat prosedur injeksi. Studi kasus pada kasus I dilakukan selama 3 hari, sedangkan pada kasus II selama 4 hari. Fokus intervensi berupa pemberian distraksi audio visual. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kedua pasien, pada kasus I skala kecemasan HARS dari 25 (cemas sedang) turun menjadi 11 (tidak ada kecemasan) dan kasus II skala kecemasan HARS dari 28 (cemas berat) turun menjadi 12 (tidak ada kecemasan). Simpulan dari studi kasus ini yaitu penerapan tekhnik distraksi audio visual dapat menurunkan skala kecemasan anak prasekolah akibat prosedur injeksi. Saran bagi perawat diharapkan mampu memberikan tekhnik distraksi audio visual sebagai salah satu prosedur untuk mengalihkan dan dapat mengurangi kecemasan anak prasekolah akibat prosedur injeksi.