Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Model Problem Based Learning (PBL) & Berbantuan Media Pop Up Book dalam Pembelajaran PPKn di SMPN 01 Lebong untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kesadaran Demokratis Siswa Yesi Susilawati; Apriza Fitriani; Susiyanto
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Pop Up Book, PBL tanpa Pop Up Book, dan pembelajaran konvensional terhadap keterampilan berpikir kritis dan kesadaran demokratis dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 01 Lebong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 96 siswa kelas VIII yang terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing 32 siswa. Kelas VIII A memperoleh PBL berbantuan Pop Up Book, VIII B memperoleh PBL, dan VIII C memperoleh pembelajaran konvensional. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes uraian, sedangkan kesadaran demokratis melalui angket. Analisis dilakukan menggunakan uji prasyarat dan One Way ANOVA. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,007 < 0,05. Rata-rata posttest tertinggi diperoleh kelompok PBL berbantuan Pop Up Book sebesar 23,38, diikuti PBL sebesar 21,75 dan kontrol sebesar 19,38. Sementara itu, kesadaran demokratis tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi 0,268 > 0,05. Temuan menunjukkan bahwa integrasi PBL dan Pop Up Book lebih menonjol dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, sedangkan kesadaran demokratis memerlukan pembiasaan dan penguatan yang berkelanjutan.
Students' Critical Thinking and Mathematical Problem Solving Skills through the Problem Based Learning (PBL) Model and Guided Inquiry at SMA Negeri 5 Lebong Jeli Dahliah; Apriza Fitriani; Risnanosanti
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether there are differences and influences on students' critical thinking and mathematical problem-solving abilities through the Problem Based Learning (PBL) and Guided Inquiry models at SMA Negeri 5 Lebong. The population of this study was all grade X students of SMA Negeri 5 Lebong. The sampling technique used cluster random sampling, namely random sampling based on class, so that three sample classes were obtained, each consisting of 33 students, namely class X.1, X.2, and X.5 with a total of 99 students. The type of research used was quasi-experimental. Data collection was carried out using essay tests to measure students' critical thinking and mathematical problem-solving abilities. Data were analyzed using the One Way ANOVA test. The results of the study showed that there were significant differences in students' critical thinking and mathematical problem-solving abilities between classes using the PBL, Guided Inquiry and Conventional Learning models. The Guided Inquiry model was more effective in improving critical thinking abilities and the PBL model showed more effectiveness in improving students' mathematical problem-solving abilities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dan pengaruh kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa melalui model Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri Terbimbing di SMA Negeri 5 Lebong. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Lebong. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelas, sehingga diperoleh tiga kelas sampel, masing-masing berjumlah 33 siswa, yaitu kelas X.1, X.2, dan X.5 dengan total 99 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan test essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Data di analisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas menggunakan model PBL, Inkuiri Terbimbing dan Pembelajaran Konvensional. Model Inkuiri Terbimbing lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan Model PBL Menunjukan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Development of a Practical Guide on Chemical Reactions to Facilitate Science Process Skills Based on the Problem Based Learning (PBL) Model for Class X at SMA Negeri 1 Seluma Rianti Rahmadania; Winda Ramadianti; Apriza Fitriani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan panduan praktikum materi reaksi kimia berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk memfasilitasi keterampilan proses sains peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Seluma. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan dibatasi pada uji kevalidan dan kepraktisan produk. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa praktikum yang dilaksanakan masih bersifat demonstratif dan belum secara sistematis melatih keterampilan proses sains. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan panduan praktikum yang mengintegrasikan sintaks PBL dengan indikator keterampilan proses sains. Hasil validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa menunjukkan rata-rata persentase kevalidan sebesar 97,3 % dengan kategori sangat valid (materi 98,4%, media 95,2%, bahasa 98,4%. Uji kepraktisan melalui respon guru dan peserta didik memperoleh rata-rata persentase sebesar 89% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, panduan praktikum berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis serta layak digunakan untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains dalam pembelajaran kimia di SMA.