Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Trophic Structure of Jaguar Cichilid (Parachromis Managuensis) Caught In Penjalin Reservoir, Central Java Alamsyah, Zuhaeri Surya Ananda; Putri, Adinda Kurnia; Sanjayasari, Dyahruri
Journal Of Artha Biological Engineering Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Artha GenetikaLab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/528ehp50

Abstract

The jaguar cichlid Parachromis managuensis (Günther, 1867) or withthe local name marsella fish is a native fish originating from CentralAmerican waters but has been introduced to several countries such asNorth America, South America and Southeast Asia. This research aimsto provide the information about the food preference and trophicstructure of jaguar fish from Penjalin Reservoir. The method in thisresearch uses the calculation of the Index of Preponderance (IP) anddetermining the trophic level. The study revealed that the average foodcomposition of jaguar fish consists of 82.29% fish pieces, 4.70% insectpieces, 0.18% zooplankton pieces, 2.25% gastropods pieces and 10.62%detritus. The overall average trophic level value for fish is 4.22 (TL5) orcarnivorous fish.
Struktur Komunitas Satuan Lanskap di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah Fikriyya, Nabela; Silalahi, Marina; Zukarnaen, Rizmoon Nurul; Nisyawati, Nisyawati; Helmanto, Hendra; Putri, Adinda Kurnia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.6639

Abstract

Masyarakat Lereng Gunung Slamet memiliki pengetahuan diversifikasi satuan lanskap yang didasarkan atas fungsi, karakteristik, dan kepemilikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur komunitas satuan lanskap yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Lereng Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 — Januari 2020 di desa Lereng Gunung Slamet yaitu, (1) Desa Ragatunjung, (2) Desa Cipetung, dan (3) Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data botani dilakukan dilakukan secara purposive sampling menggunakan transek kuadrat. Analisis vegetasi diolah menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan (DMg), Indeks Kemerataan (e’), dan Indeks Kesamaan komunitas. Berdasarkan Analisis vegetasi ditemukan 136 spesies yang dikategorikan ke dalam 11 genus dan 55 famili. Analisis struktur komunitas dapat dilihat pada H’ berkisar antara 1,57—28,9 yang termasuk dalam kategori sedang. DMg berkisar antara 11,82 – 28,8 dan Indeks kemerataan berkisar antara 0,11—0,92. Indeks kesamaan antar satuan lanskap,  wanah dan majegan merupakan yang tertinggi yakni 62,67% yang termasuk kategori tinggi. Selanjutnya nilai Indeks kesamaan jenis lanskap yang sama antar desa, tertinggi pada lanskap majegan di Desa Cipetung dan Pandansari (45,71%.) dan wanah pada Desa Ragatunjung dan Desa Cipetung (42,86 %).
Pendampingan POKDAKAN Krido Yuwono Minapadi Technopark Panembangan dalam Optimalisasi Manajemen Kualitas Air Perikanan untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Fikriyya, Nabela; Sujadi, Frentina Murti; Putri, Adinda Kurnia; Anjaini, Jefri; Raharja, Ferry Cahya; Karimah, Fatiya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13681

Abstract

Regional food security is largely determined by the sustainability of fisheries production, one of which is through the minapadi system that integrates fish and rice cultivation. The main obstacle that often arises is suboptimal water quality management, which reduces fish productivity and aquatic ecosystem health. This community service activity aims to enhance the capacity of the Krido Yuwono Minapadi Technopark Panembangan Fish Farmers Group (POKDAKAN) in fisheries water quality management to support food security in Banyumas Regency. The assistance method was carried out participatively through socialisation and training on water quality management theory, field practice in measuring physical-chemical parameters (pH, dissolved oxygen and temperature), installation of simple monitoring devices, and evaluation of competency improvement through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an average increase in participants' knowledge from 47% to 76%, the implementation of a routine water quality monitoring schedule, and improvements in key parameters, including pH stability and real-time knowledge of water quality conditions. These findings confirm that participation-based assistance is effective in improving the technical skills of farmers, maintaining the quality of aquaculture water, and supporting the sustainability of the minapadi system as a strategy for strengthening regional food security.