Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pendidikan Inklusi di SMP Negeri 7 Samarinda Riduan, Riduan; Nurbayani, Etty; Setyoningrum, Muthia Umi
Borneo Journal of Islamic Education Vol 4 No 2 (2024): Borneo Journal of Islamic Education 4 (2), November 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v4i2.10769

Abstract

Abstract This study is motivated by the importance of inclusive education to ensure that every child, including children with special needs, has the same rights in education. SMP Negeri 7 Samarinda has been designated as an inclusive school since 2011 and in 2023 will become one of the inclusion coordinators in Samarinda City. This study aims to examine the management of inclusive education at SMP Negeri 7 Samarinda. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the Miles, Huberman and Saldana models, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity techniques use source triangulation and technique triangulation. The results of this study indicate that SMP Negeri 7 Samarinda implements inclusive education through various aspects of management. At the planning stage, schools conduct assessments of students with special needs to identify students with special needs, plan individual support, and provide opportunities for students to participate in extracurricular activities and competitions. At the organizing stage, the division of tasks between teachers and the inclusion team is carried out clearly and the grouping of tasks based on function reflects the management of education personnel. At the implementation stage, teacher motivation is increased through training in the context of education personnel management, while effective communication between schools shows the implementation of supportive communication. At the monitoring stage, there are performance standards and monitoring mechanisms in the curriculum and education personnel management, with periodic evaluations involving joint reflection, indicating sustainable environmental management and performance. The implications of this study are the need to strengthen teacher capacity through inclusive leadership, as well as continuous evaluation. Recommendations for schools include increasing training, establishing partnerships, improving inclusive facilities, and disseminating good practices to other schools. Keywords: Inclusive Education, Educational Management, Inclusive School Abstrak Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusif yang menjamin bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan yang sama dalam Pendidikan termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. SMP Negeri 7 Samarinda ditunjuk sebagai sekolah inklusif sejak tahun 2011 dan pada tahun 2023 akan menjadi salah satu koordinator inklusi di Kota Samarinda. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji manajemen pendidikan inklusif di SMP Negeri 7 Samarinda. Penelitian deskriptif kualitatif ini menguunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Teknik analisis data melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Triangulasi sumber dan triangulasi Teknik digunakan dalam mencari data yang sah/ valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP Negeri 7 Samarinda melaksanakan pendidikan inklusif melalui berbagai aspek manajemen. Pada tahap perencanaan, sekolah melakukan asesmen siswa berkebutuhan khusus untuk mengidentifikasi siswa berkebutuhan khusus, merencanakan dukungan individual, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan, Pada tahap pengorganisasian, pembagian tugas antara guru dan tim inklusi dilakukan dengan jelas dan pengelompokan tugas berdasarkan fungsi mencerminkan pengelolaan tenaga kependidikan. Pada tahap pelaksanaan, motivasi guru ditingkatkan melalui pelatihan dalam konteks manajemen tenaga kependidikan, sedangkan komunikasi efektif antar sekolah menunjukkan terlaksananya komunikasi yang mendukung. Pada tahap pemantauan, terdapat standar kinerja dan mekanisme pemantauan dalam kurikulum dan manajemen tenaga kependidikan, dengan evaluasi berkala yang melibatkan refleksi bersama, menunjukkan pengelolaan lingkungan dan kinerja yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kapasitas guru melalui kepemimpinan yang inklusif, serta evaluasi berkelanjutan. Rekomendasi bagi sekolah yaitu meningkatkan pelatihan, menjalin kemitraan, memperbaiki sarana inklusif, dan mendiseminasikan praktik baik ke sekolah lain. Kata Kunci: Pendidikan Inklusi, Manajemen Pendidikan, Sekolah Inklusi
MANAJEMEN BERBASIS KOMUNITAS UNTUK SEKOLAH ISLAM MODERN: STUDI KASUS PERBATASAN PONTIANAK-SARAWAK Sudadi, Sudadi; Mahmud, Muchammad Eka; Julaiha, Siti; Kholifah, Yusnia Binti; Nurbayani, Etty
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35529

Abstract

Manajemen berbasis komunitas (MBBK) menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam pengelolaan sekolah, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi MBBK pada Sekolah Islam Modern HIKMA di Sarawak, Malaysia, yang terletak di dekat perbatasan Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengurus sekolah, guru, orang tua, dan anggota komunitas. Diskusi difokuskan pada praktik manajerial, peran komunitas, dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi MBBK. Hasil FGD menunjukkan bahwa MBBK di HIKMA Sarawak telah meningkatkan partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan, memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat, serta memfasilitasi dukungan sumber daya yang lebih baik. Namun, tantangan seperti perbedaan budaya dan kurangnya pelatihan bagi pengelola sekolah juga diidentifikasi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan manajemen yang inklusif di lingkungan sekolah perbatasan. MBBK dapat menjadi model yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Islam Modern, asalkan ada dukungan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan. MBBK di HIKMA Sarawak menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan efektivitas manajemen sekolah di daerah perbatasan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut meliputi pengembangan program pelatihan bagi pengelola dan upaya untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan komunitas.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Religius di SMK Negeri 1 Samarinda Mustapa, Akhmad; Nurbayani, Etty; Nasiah, Siti
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 1(2), 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.849 KB) | DOI: 10.21093/el-buhuth.v1i2.1583

Abstract

SMK Negeri 1 Samarinda (State Vocational High school 1 of Samarinda) is a general school that the principal still wants to build the Islamic character values through the 3S culture (Smile, Respect, and Greet), the culture of reading the holy Qur’an, praying together, the culture of discipline and honesty, and ethics in clothing. This research aims to find out the religious culture at SMK Negeri 1 Samarinda. The approach used was qualitative approach with qualitative descriptive research type. The data collection techniques were observation, interviews and documentation. Data validity test used source and method triangulation analyzed with member check. The data analysis technique used data reduction, presentation and concluding. The result of the research is that religious activities developed by the principal are such as the culture of 3S, reading Qur’an, praying before and after learning, praying together at the school mosque, the culture of honesty, discipline and ethics in clothing. The strategies of the principal in creating the religious culture at SMK Negeri 1 Samarinda were through planning, modelling, habituation, participation, evaluation, coordination, and motivation.
Analisis Kebutuhan Peserta Didik di SMP Wahidiyah Samarinda Berbasis Pondok Pesantren Nurbayani, Etty; Lestari, Reva Audia; Hidayana, Nur; Aulia, Reifa Nur; Syafitri, Nur Aini; Nur M, Khoiru Ikhwan
Borneo Journal of Islamic Education Vol 5 No 2 (2025): Borneo Journal of Islamic Education, 5 (2), November 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v5i2.10203

Abstract

Abstract Assessing Student Needs as the Basis for Designing Appropriate and Efficient Educational Programs in Integrated Curriculum Settings of National and Islamic Boarding School (Pesantren) Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, this study investigates student needs analysis by exploring its objectives, key factors, stakeholders, challenges, solutions, and discrepancies between student needs and services at Wahidiyah Junior High School in Samarinda. The data were gathered via in-depth interviews with the principal, vice-principal for curriculum and student affairs, and teachers. The Miles and Huberman analytical model guided the process, encompassing data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings highlight the critical need to align educational services with students' actual conditions—academic performance, psychosocial well-being, interests, and abilities—as this analysis informs program planning, curriculum design, teaching strategies, and institutional improvements. While internal stakeholders (administrators, teachers, counselors) and external actors (parents/guardians) enrich the analysis with diverse insights, challenges persist. These include time/resource constraints, lack of standardized tools, inadequate teacher training, and difficulties translating findings into curricular and pedagogical adjustments. Notably, gaps exist in adaptive learning methods, socio-emotional guidance, and support for Pesantren life integration. Keywords: student needs analysis, educational services Abstrak Analisis kebutuhan peserta didik sebagai dasar perancangan program pendidikan yang sesuai dan efisien, khususnya dalam konteks pendidikan yang menyatukan kurikulum umum dan kurikulum pesantren. Penelitian dalam skala kecil (Mini Research) dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk memotret beberapa aspek dari kegiatan analisis kebutuhan peserta didik seperti tujuan dan peran, faktor-faktor yang diperhatikan dan menjadi kebutuhan utama, pihak-pihak yang berperan; tantangan yang dihadapi dan solusi yang diterapkan, serta perbedaan antara kebutuhan peserta didik dengan layanan yang diberikan oleh SMP Wahidiyah Samarinda Samarinda. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, serta guru. Analisis data menggunakan model analisis oleh Miles dan Huberman, yaitu dilakukan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penyesuaian layanan pendidikan yang ada pada SMP Wahidiyah Samarinda Samarinda dengan kondisi nyata peserta didik, seperti keadaan akademis, psikologis, sosial, serta minat dan kemampuan merupakan aspek krusial dalam tujuan analisis, di mana analisis berperan sebagai landasan perencanaan program, penyusunan kurikulum, strategi pengajaran, dan pengembangan layanan pada SMP Wahidiyah Samarinda Samarinda. Proses analisis melibatkan sejumlah pihak internal (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK) serta eksternal (orang tua/wali peserta didik), yang berkontribusi besar terhadap kedalaman dan keakuratan informasi. Akan tetapi, pelaksanaannya mengalami sejumlah kendala, seperti terbatasnya waktu dan tenaga yang mengelola, belum adanya instrumen standar, minimnya pelatihan untuk para guru, serta kesulitan dalam mengintegrasikan hasil analisis ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Selain itu, teridentifikasi adanya jurang antara kebutuhan siswa dan layanan yang disediakan oleh sekolah, khususnya dalam aspek penyesuaian pembelajaran, pendampingan sosial-emosional, serta dukungan adaptasi terhadap kehidupan pesantren. Kata kunci: analisis kebutuhan siswa, pelayanan pendidikan
Evaluasi Program Madrasah Riset Di MAN 1 Samarinda Ummah, Andrian Khoirul; Nurbayani, Etty; Wardhana, Kautsar Eka
Al Kautsar: Knowledge Advancements in Teaching Strategies and Research Vol. 1 No. 3 (2023): Al-Kautsar: Knowledge Advancements in Teacing Strategies and Research, Septembe
Publisher : Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/al-kautsar.v1i3.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi terkait pelaksanaan Program Madrasah Riset dengan model evaluasi cipp diharapkan mendapatkan sebuah hasil evaluasi yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan pada evaluasi konteks ditemukan Lingkungan sekolah mendukung program riset, kebutuhan pengembangan keterampilan ilmiah siswa jelas serta Tujuan dan manfaat program signifikan. Evaluasi masukan menunjukkan terdapat perencanaan program mencakup berbagai aspek, tersedia sumber daya manusia dan pendanaan yang memadai, fasilitas pendukung lengkap. Evaluasi proses menunjukan adanya Komitmen guru kuat untuk mengimplementasikan program. Proses pembelajaran mencakup semua tahapan riset, terdapat juga beban kerja guru tinggi dan alokasi waktu terbatas dan suasana pembelajaran mendukung dan antusiasme siswa tinggi. Evaluasi produk melihat program ini menciptakan budaya akademik yang kuat, berhasil meningkatkan prestasi siswa melalui kompetisi karya ilmiah, adanya keterkaitan jelas antara tujuan dan hasil program juga terdapat perbedaan motivasi antara kelas riset dan ekstrakurikuler riset.