Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat pada Anak di Lingkungan Rukun Warga 16 Kulon Pasar Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates Jatmikowato, Tri Endang; Suryaningrum, Christine Wulandari
Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v3i2.19977

Abstract

Pandemi Covid 19 memberikan konsekuensi tersendiri bagi pola kehidupan masyarakat. Filosofi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjadia gambaran konkret bahwa pola hidup sehat menjadi keniscayaan yang harus terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman kesadaran pada anak usia dini menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh lingkungan, khususnya pada lingkungan keluarga. Memberikan pengetahuan dan pendidikan pola hidup sehat akan berdampak pada kebiasaan anak dalam menjaga dirinya dan lingkungan untuk selalu dalam kondisi bersih. Kontinuesitas stimulus yang diberikan kepada anak oleh lingkungan masyarakat dan keluarga akan menjamin proses penanaman pola hidup sehat memiliki keberhasilan yang baik.  Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan untuk mewujudkan kesehatan dilingkungannya. Kegiatan ini bertempat di rukun warga 16, dengan mitra kegiatan organisasi Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Analysis Critical Thinking Skills in Solving Statistical Problems in Terms of Self Concept Agustina, Khusnul Hotimatus; Suryaningrum, Christine Wulandari; Firdaus, Hana Puspita Eka
IndoMath: Indonesia Mathematics Education Vol 6, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/indomath.v6i2.62

Abstract

This study aims to describe the critical thinking skills of class VIII B students at a private junior high school in Jember Regency. This type of research uses descriptive qualitative. Data collection techniques used questionnaires, written tests, and interviews. The subjects used by the researchers were class VIII B at a private junior high school in Jember Regency. Subject data obtained 3 self-concept classifications including high self-concept, moderate self-concept, and low self-concept. Based on the three self-concept classifications, students' critical thinking skills are then analyzed in 4 indicators, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study show that students' critical thinking skills in each self-concept have different classifications. Students with high (positive) self-concept have high (critical) critical thinking skills, students with moderate self-concept have moderate (sufficient) critical thinking skills, while students with low (negative) self-concept have critical thinking skills with low (lack) in problem-solving.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kemampuan Penalaran Matematis dengan Mind Mapping Husein Adikalan, Naufal; Imamah AH, Nurul; Suryaningrum, Christine Wulandari
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v9i2.2912

Abstract

The purpose of this research is to develop a Students' Working Sheet (LKPD) based on mathematical reasoning for 7th-grade students of UPTD SPF Junior High School 3 Bondowoso. In this study, Thiagarajan's development model (1974) is used, which consists of four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. However, the development of mind mapping-based LKPD is only limited to 3D. The initial observation shows that students have different levels of mathematical reasoning ability. The result of the study includes the validity, practicality, efficiency, and effectiveness of the LKPD. After being validated by two validators, the validity of LKPD is assessed, with 3,25 as the average score which indicates a good level of validity. The practicality of the LKPD was assessed by the teacher's questionnaire, which received 81,25% as the average score, which shows that the LKPD can be considered practical. The efficiency of the LKPD was assessed by the student’s questionnaire, which received 86,27%, which shows that the LKPD can be considered as efficient. Keywords: Students' Working Sheet, mathematical reasoning, mind mapping
PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENGONSTRUKSI KONSEP LUAS DAERAH PERSEGI PANJANG Hasanah, Siti Uswatun; Suryaningrum, Christine Wulandari; Fatqurohman, Mohammad
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i1.4941

Abstract

Penalaran matematis adalah kemampuan seseorang dalam berpikir logis untuk dapat menarik kesimpulan baru berdasarkan fakta, konsep dan sumber yang dianggap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran matematis siswa dalam mengonstuksi konsep luas daerah persegi panjang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari siswa kelas 4 salah satu SD swasta di Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa ketiga subjek telah mengonstruksi konsep daerah luas persegi panjang sesuai dengan indikator penalaran matematis yaitu menarik suatu kesimpulan secara logis pada kegiatan menemukan konsep luas daerah persegi panjang dengan menggambar persegi panjang dan menutupi seluruh permukaan persegi pajang dengan persegi satuan. Kegiatan memprediksi jawaban serta proses pencarian solusi dari suatu masalah, subjek memanfaatkan pola serta hubungan untuk membuat analogi, subjek menggunakan persegi satuan untuk menemukan konsep luas pesegi panjang. Pada indikator memberikan suatu penjelasan berdasarkan model, sifat-sifat, fakta, serta hubungan, subjek mengkalikan jumlah persegi satuan yang lebih panjang dengan jumlah persegi satuan yang lebih pendek yang dimisalkan sebagai panjang dan lebar persegi panjang. Pada tahap menganalisis suatu situasi serta membuat generalisasi, subjek menemukan rumus luas persegi panjang serta memeriksa kembali kebenaran dari hasil pekerjaannya untuk lebih memastikan lagi bahwa hasil pekerjaannya sudah dapat dibuktikan kebenarannya
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGITIGA Variska, Variska Eka; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Suryaningrum, Christine Wulandari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.3991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan masalah segitiga ditinjau dari gaya belajar visual siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang memiliki gaya belajar visual berdasarkan tes tulis yang telah dikerjakan dari kelas tersebut diambil siswa kategori kemampuan tinggi dan sedang. Teknik-pengumpulan_data menggunakan-tes-tertulis-dan-wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat subjek yang memiliki-kemampuan-kategori-tinggi-dan-kemampuan kategori-sedang. Subjek 1 dapat memenuhi 3 tahapan yang ada pada kemampuan spasial yaitu Visualisasi Spasial, Orientasi Spasial, dan Relasi Spasial. Sedangkan subjek 2 belum mampu memenuhi tahap ketiga tersebut. Sehingga berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa kemampuan spasial siswa sangat berpengaruh terhadap hasil pengerjaan siswa pada saat menghadapi permasalahan. Guru diharapkan dalam proses pembelajaran lebih sering memberikan soal pemecahan masalah siswa, dan setiap siswa memiliki kemampuan spasial yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SEGITIGA MENURUT TEORI BRUNER DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Erlina, Erlina Dwi Yanti; Suryaningrum, Christine Wulandari; Agustina, Lady
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahman siswa dalam menyelesikan pada materi segitiga ditinjau dari perbedaan gener siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV A yang memiliki kemampuan pemahaman konsep berdasarkan LKPD yang telah dikerjakan dari kelas tersebut diambil siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gender. Teknik pengumpulan data menggunakan LKPD dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat subjek yang memiliki kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gender. Subjek 1 memenuhi 7 indikator kemampuan pemahaman konsep dengan baik, sedangkan subjek 2, subjek 3, dan subjek 4 terdapat dua indikator yang masih belum terpenuhi. Sehingga berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa sangat berpengaruh terhadap hasil penyelesaian siswa pada saat dihadapkan dengan suatu permasalahan. Guru diharapkan dalam proses pembelajaran lebih sering memberikan latihan soal terkait dengan materi yang sedang diberikan, dan setiap siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang berbeda.
Integration of Social Emotional Learning (SEL) into Problem-Based Learning (PBL) to Improve Mathematical Representation Monikasari, Chintya; Suryaningrum, Christine Wulandari; Sakdiyah, Halimatus
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 1: May 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.1.%p

Abstract

This classroom action research aims to improve students' mathematical representation abilities by applying problem-based learning (PBL) combined with social-emotional learning (SEL). PBL emphasizes problem-based learning, while social-emotional learning is a learning method that supports the development of students' social and emotional competencies. This study consists of two cycles, each containing steps, namely, planning, action, observation, and reflection. The instrument of this study uses a teaching module with the material of a two-variable linear inequality system. This study used subjects of class X 2 students of SMA Negeri 5 Jember in the 2024/2025 Academic Year. The results showed that applying PBL and social-emotional learning (SEL) can improve students' mathematical representation in verbal, visual, and symbolic aspects by 22.5%, from 70.6% to 93.1%. In addition, students' social-emotional competence (SEC) also increased by 21.7%, from 68.8% to 90.4%. Therefore, the integration of SEL in PBL can be an effective strategy for improving students' mathematical representation as well as social-emotional competence (SEC). Keywords: mathematical representation, PBL, SEL
Analisis kesalahan representasi semiotik siswa SMP dalam menyelesaikan masalah segitiga Ramadani, Anggun Pramoditha; Suryaningrum, Christine Wulandari; Fatqurhohman, Fatqurhohman
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v14i1.9962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan representasi semiotik siswa dalam menyelesaikan masalah segitiga berdasarkan teori Newman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan tiga siswa kelas VII-C sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis representasi semiotik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan representasi semiotik terjadi pada setiap tahap Newman. Pada tahap membaca, 1 siswa melakukan kesalahan simbolik, yaitu tidak mampu membaca simbol. Pada tahap memahami, 3 siswa melakukan kesalahan simbolik, yaitu tidak menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Pada tahap transformasi, 1 siswa melakukan kesalahan ikonik, yaitu tidak membuat gambar yang sesuai dan 2 siswa melakukan kesalahan simbolik, yaitu tidak menuliskan konsep penyelesaian. Pada tahap keterampilan proses, 2 siswa kesalahan simbolik, yaitu tidak menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan simbol matematika. Pada tahap penulisan jawaban akhir, 2 siswa melakukan kesalahan indeks, yaitu tidak dapat menuliskan kesimpulan dalam bentuk kalimat matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan simbolik merupakan jenis kesalahan representasi semiotik yang paling banyak muncul pada setiap tahapan teori Newman. Kesalahan ini paling banyak dilakukan oleh siswa kelas VII-C yang menjadi subjek penelitian. Kata kunci: Analisis Kesalahan; Representasi Semiotik; Segitiga; Teori Newman;
Semiotic reasoning emerges in constructing properties of a rectangle: A study of adversity quotient Suryaningrum, Christine Wulandari; Purwanto; Subanji; Susanto, Hery; Ningtyas, Yoga Dwi Windy Kusuma; Irfan, Muhammad
Journal on Mathematics Education Vol. 11 No. 1 (2020): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semiotics is simply defined as the sign-using to represent a mathematical concept in a problem-solving. Semiotic reasoning of constructing concept is a process of drawing a conclusion based on object, representamen (sign), and interpretant. This paper aims to describe the phases of semiotic reasoning of elementary students in constructing the properties of a rectangle. The participants of the present qualitative study are three elementary students classified into three levels of Adversity Quotient (AQ): quitter/AQ low, champer/AQ medium, and climber/AQ high. The results show three participants identify object by observing objects around them. In creating sign stage, they made the same sign that was a rectangular image. However, in three last stages, namely interpret sign, find out properties of sign, and discover properties of a rectangle, they made different ways. The quitter found two characteristics of rectangular objects then derived it to be a rectangle’s properties. The champer found four characteristics of the objects then it was derived to be two properties of a rectangle. By contrast, Climber found six characteristics of the sign and derived all of these to be four properties of a rectangle. In addition, Climber could determine the properties of a rectangle correctly.
USING ETHNOMATHEMATICS FROM BATIK JEMBER TO CREATE ELECTRONIC MODULES Milenia, Bella Bunda; Suryaningrum, Christine Wulandari; Rhomdani, Rohmad Wahid
Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jupitekvol5iss2pp132-137

Abstract

The purpose of this study was to determine the process and results of developing an ethnomathematics-based e-module on Jember batik motifs for high school students. The type of research used is Research and Development (R&D) with the research model used is the ADDIE research and development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection instruments in the form of validation sheets, student response questionnaire sheets and question sheets. The trial subjects in this study were limited to 6 students in class XI IPA at SMA Negeri Pakusari, while for the large scale trial, the remaining limited scale trials were from students in class XI IPA at SMA Negeri Pakusari. The data analysis techniques used are product validity analysis, practicality analysis, and effectiveness analysis. Based on the results of the analysis, it is found that the ethnomathematics-based e-module on Jember batik motifs for high school students has met three categories of product quality assessment, namely validity, effectiveness, and practicality and can be declared successful or feasible to use. Thus, the product can be useful as a learning resource and to facilitate students in learning mathematics and culture