Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kecemasan Sosial terhadap Kecanduan Sosial Media pada Remaja Awal Danu Dwi Prasetyo; Sahat Saragih; Eko April Ariyanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social anxiety factors are usually experienced in life because of addiction to playing social media. The use of social media continues to increase among early adolescents along with the development of technology, The research design used in this study uses a quantitative method that goes through a cross-sectional approach. This study uses a simple regression analysis with the help of SPSS version 22. This study uses a correlational approach to test the relationship of the variables proposed to the hypothesis. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that there is a significant positive relationship between social anxiety and social media addiction in early adolescence with a correlation/relationship value (R) of 0.711 and a coefficient of determination (R Square) of 0.505 which means that the social anxiety variable can reduce the social media addiction variable in early adolescence by 50.5%. Keywords: Social Media Addiction; Social Anxiety Abstrak Factor kecemasan sosial biasanya yang sering dialami dikehidupan karena kecanduan bermain sosial media. Penggunaan sosial media terus meningkat di kalangan remaja awal seiring perkembangan teknologi, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini memakai analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Penelitian ini memakai pendekatan korelasional untuk menguji hubungan variabel yang diajukan pada hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan yaitu terdapat hubungan positif yang signifikasi antara kecemasan sosial dengan kecanduan sosial media pada remaja awal dengan nilai korelasi/hubungan (R) sebesar 0,711 dan koefisien determinasi (R Square) adalah 0,505 yang berarti bahwa variabel kecemasan sosial dapat menurunkan variabel kecanduan sosial media pada remaja awal sebesar 50,5%. Kata kunci: Kecanduan Sosial media; Kecemaan Sosial
Peran Self regulation dan Social support terhadap Adiksi Media Sosial pada Pelajar SMK Muhamad Luki Efendi; Amanda Pasca Rini; Eko April Ariyanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the relationship between self-regulation and social support with social media addiction among vocational high school students. Indonesia ranks high in both the number of social media users and the average duration of daily usage, which potentially increases the risk of addiction, particularly among adolescents. A correlational quantitative approach was used to determine the extent to which these two variables are associated with tendencies toward social media addiction. The findings of this study are expected to serve as a foundation for developing intervention strategies aimed at preventing and addressing social media addiction in educational settings.. Keywords: self regulation, social support, social media addiction, vocational school students Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara self regulation dan social support dengan adiksi media sosial pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Indonesia menempati peringkat tinggi dalam jumlah pengguna dan durasi penggunaan media sosial, yang berpotensi meningkatkan risiko adiksi, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk melihat sejauh mana kedua variabel tersebut berkaitan dengan kecenderungan adiksi media sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi intervensi untuk pencegahan dan penanganan adiksi media sosial di lingkungan pendidikan. Kata kunci: self regulation, social support, adiksi media sosial, pelajar SMK.
Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Rantau: Bagaimana Peranan Harapan Orang Tua dan Kematangan Karier? Sophie Putri Florentine Laura; Devi Puspitasari; Eko April Ariyanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Quarter life crisis is a phenomenon that occurs in early adulthood, characterized by feelings of worry, doubt, anxiety, frustration, and stress regarding various choices and decisions in the future. This study aims to determine the relationship between parental expectations and career maturity with quarter-life crisis in out-of-town students, especially those from outside Java. This study used a quantitative approach with 158 student aged 20-28 years and a purposive sampling technique. The analysis found that parental expectations have a positive relationship with quarter life crisis, meaning that the higher the parental expectations, the higher the quarter life crisis. Career maturity has a negative relationship with quarter-life crisis, meaning that individuals with a high level of career maturity will reduce the occurrence of quarter-life crisis. The findings of this study are expected to enable out-of-town students to manage negative emotions that can impact quarter life crisis. Keywords: Parental Expectations, Career Maturity, Quarter Life Crisis, overseas student, Out-Of-Town Student Abstrak Quarter life crisis adalah fenomena yang berlangsung di dewasa awal dijumpai dengan perasaan khawatir, bingung, cemas, frustasi dan stress mengenai berbagai pilihan dan keputusan di masa depan. Penelitian ini bermaksud mencari tahu hubungan antara harapan orang tua dan kematangan karier dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau khususnya berasal dari luar pulau jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden 158 subjek berusia 20-28 tahun dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menemukan harapan orang tua memiliki hubungn positif dengan quarter life crisis, artinya semakin tinggi harapan orang tua, semakin meningkat pula quarter life crisis. Kematangan karier mempunyai hubungan negatif terhadap quarter life crisis, artinya individu dengan tingkat kematangan karier yang baik akan menurunkan terjadinya quarter life crisis. Temuan penelitian ini diharapkan mahasiswa rantau mampu dalam mengelolah emosi negatif yang dapat berdampak pada quarter life crisis Kata kunci: Harapan Orang Tua, Kematangan Karier, Quarter Life Crisis, Mahasiswa Rantau.