Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Kelompok Ternak Lebah Madu untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam : Madu Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Wijaya, Triyadi Hendra; Aji, Ajeng Puspo; Tahya, Khofifah; Rizkya, Dayna; Muslimah, Gadizza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tc54q653

Abstract

Pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kelompok ternak lebah madu KUBE Banyu Aji di Desa Welahan Wetan, Kabupaten Cilacap, melalui pengembangan madu sebagai produk unggulan desa. Program dilaksanakan selama enam bulan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, pelatihan teknis budidaya lebah madu, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta evaluasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan survei pendapatan rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan teknis peternak, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 35–45 meningkat menjadi 75–82 pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik panen madu higienis dan manajemen koloni lebah. Observasi lapangan mengonfirmasi perbaikan praktik pemeliharaan sarang, penggunaan alat panen berbahan stainless steel, serta pengemasan madu sesuai standar mutu. Selain itu, kelompok berhasil mengembangkan produk turunan seperti madu herbal dan salep propolis serta memperluas jaringan pemasaran melalui koperasi desa dan pelaku usaha lokal. Dampak ekonomi menunjukkan peningkatan pendapatan rumah tangga peternak sebesar 30–45%. Program ini memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan berpotensi direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa. Community Empowerment through the Development of Honey Bee Farming Groups to Strengthen the Local Economy Based on Natural Products: Honey Abstract Community empowerment based on local natural resource potential is a key strategy for strengthening sustainable rural economies. This community service program aimed to enhance the technical and managerial capacities of the honey bee farming group KUBE Banyu Aji in Welahan Wetan Village, Cilacap Regency, by developing honey as a flagship local product. The program was implemented over six months using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, including needs and potential assessment, technical training in honey bee cultivation, production mentoring, business management strengthening, and participatory evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments, field observations, focus group discussions, and household income surveys. Quantitative results indicated a significant improvement in participants’ technical skills, with average pre-test scores ranging from 35–45 and post-test scores increasing to 75–82. The most notable improvements were observed in hygienic honey harvesting techniques and colony management practices. Qualitative field observations confirmed better hive sanitation, use of stainless steel harvesting equipment, and standardized honey packaging. In addition, the group successfully developed value-added honey products, such as herbal honey and propolis ointment, and expanded market access through collaboration with village cooperatives and local businesses. Economic impact assessment showed an increase in household income of 30–45%. This program strengthened community economic independence and demonstrates strong potential for replication in other rural areas with similar ecological conditions.
Pemberdayaan Peternak Kambing Etawa Wijaya Makmur Farm dan Pengembangan Produk Diversifikasi Olahan Susu di Desa Alangamba Kecamatan Binangun Cilacap Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Mubarak, Zulfikar Yusya; Aji, Ajeng Puspo; Sumarmono, Juni; Rahayu, Ahadiyat Yugi; Jati, Dian Purnomo; Ananta, Sella Dwi; Arianto, Cindy Chavally; Octavia, Wenny Puspita; Putri, Adisa Refinatania; Fauziah, Khansa Intan; Khairunnisa, Husna Salma Nur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian peternak kambing Etawa di Wijaya Makmur Farm, Desa Alangamba, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, melalui diversifikasi produk olahan susu, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan keterampilan pengolahan, rendahnya nilai tambah susu segar, belum optimalnya branding, serta pemasaran yang masih bergantung pada jaringan lokal. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pelatihan pemasaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, perbandingan nilai pretest-posttest, pencatatan jumlah varian produk, dan data penjualan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari skor pretest 50 menjadi 85 atau naik 35 poin. Nilai aspek kewirausahaan, manajemen usaha, branding produk, dan pemasaran digital meningkat dari 48-54% menjadi 80-88%. Diversifikasi produk berkembang dari satu menjadi lima varian, sedangkan penjualan meningkat dari 100 menjadi 132 unit per bulan atau naik 32%. Keberlanjutan program ditindaklanjuti melalui kelompok usaha bersama, jejaring pemasaran, pencatatan usaha, dan pemantauan tahunan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas susu kambing dan penguatan ekonomi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor peternakan rakyat. Empowerment of Etawa Goat Farmers at Wijaya Makmur Farm and Development of Diversified Goat Milk Products in Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap.” Abstract This community service program aimed to improve the capacity of Etawa goat farmers at Wijaya Makmur Farm, Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap Regency, through goat milk product diversification, business management strengthening, and digital marketing implementation. The main problems identified included limited technical skills in milk processing, low added value of fresh milk, suboptimal product branding, and marketing practices that still depended on local networks. The program was conducted using a participatory approach through socialization, practice-based training, production assistance, business management strengthening, and digital marketing training. Evaluation was carried out through observation, interviews, questionnaires, pretest-posttest comparison, records of product variants, and sales data. The results showed an increase in participants understanding from a pretest score of 50 to a posttest score of 85, indicating a 35 poin improvement. Score in entrepreneurship, business management, product branding and digital marketing increased from 48-54% to 80-88%. Product diversification increased from one to five variants, while monthly sales rose from 100 to 132 units, or by 32%. Program sustainability is supported through a joint business group, marketing networks, business records, and annual monitoring. Overall, this program contributes to increasing the addes value of Etawa goat milk and strengthening local potential based economic self-reliance.
Pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan PKK Desa Sawangan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Produksi Gula Semut dan Pemanfaatan TOGA-LAMPOT Zulfikar, Zulfikar; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Aji, Ajeng Puspo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3935

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kapasitas produksi masyarakat melalui pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan kelompok PKK Desa Sawangan berbasis potensi sumber daya lokal. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya keterampilan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Kegiatan utama meliputi pelatihan produksi gula semut berbahan dasar nira kelapa menggunakan teknologi sederhana dan higienis serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) melalui sistem lahan pot (LAMPOT). Selain itu, dilakukan pelatihan manajemen usaha, pengemasan produk, dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta peningkatan kapasitas produksi gula semut sebesar 35% setelah program berlangsung. Produk gula semut dan olahan TOGA-LAMPOT mulai dipasarkan secara mandiri di lingkungan desa dan melalui media daring. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Empowering Mitra Tani Maju Makmur and the PKK of Sawangan Village in Local Economic Development through Palm Sugar Production and the Utilization of TOGA-LAMPOT Abstract This community service activity aims to increase economic independence and community production capacity through the empowerment of Mitra Tani Maju Makmur and the Sawangan Village PKK group based on the potential of local resources. The main problems of partners include low skills in processing agricultural products into value-added products and the lack of optimal use of yard land. The program is carried out with a participatory approach through the stages of socialization, training, technical assistance, and evaluation. The main activities include training on the production of ant sugar based on coconut sap using simple and hygienic technology and the use of family medicinal plants (TOGA) through the potting land system (LAMPOT). In addition, business management, product packaging, and digital marketing training were carried out. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of partners by 78% based on the results of the pre-test and post-test, as well as an increase in the production capacity of ant sugar by 35% after the program took place. TOGA-LAMPOT ant and processed sugar products began to be marketed independently in the village environment and through online media. This activity contributes to strengthening the local economy and increasing people's income and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production).