Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Minhaj

Teori Belajar dalam Perspektif Islam Posangi, Said Subhan
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2019): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori belajar yang kemudian paling banyak berkembang di Barat modern sampai sekarang ialah teori belajar behavioristik, Gestalt dan Medan Teori belajar behavioristik, pandangannya terhadap manusia sangat bersifat biologik. Sebagaimana teori koneksionisme dari thorndike yang dikembangkan dalam tahun 1913, 1932, 1935 dan 1968, kemudian conditioning yang dipelopori oleh Pavlov (1927) dan dikembangkan oleh Watson (1970). Kemudian tori belajar lain yang juga berkembang di Barat yaitu Gestalt yang dikembangkan oleh Kohler (1925, 1942) dan Skinkoffka (1935), dan Wertheimer (1945). Selanjutnya dikembangkan pula teori Medan oleh Kurt Lewin (1935, 1936, dan 1942) yang bertolak dari prinsip Gestalt dngan menambah hal baru. Dimana, teori tersebut berpendirian bahwa “The Whole is Primary” dan bagian-bagiannya dikenal melalui diferensiasi atau individualisasi. Maka mempelajari sesuatu menurut teori ini bukan melalui bagian-bagian, melainkan lewat keseluruhan
Landasan Kurikulum Pendidikan Islam Posangi, Said Subhan
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 4 (2019): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam karya ilmiah ini tujuannya untuk mengkaji kurikulum berbasis Pendidikan Agama Islam. Adapun hasil dari karya ilmiah tersebut, dapat di simpulkan bahwa tujuan pendidikan islam memiliki perbedaan dengan tujuan pendidikan lain. Diantaranya, tujuan pendidikan menurut paham pragmatisme yang menitikberatkan pemanfaatan hidup manusia di dunia. Dalam kurikulum, terdapat pengelolaan komponen perencanaan yang harus diperhatikan faktornya, yaitu tujuan, konten, aktivitas belajar, sumber dan evaluasi. Dalam implementasi kurikulum terdapat 3 tahap yaitu pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Untuk itu, kurikulum bukan hanya diperlukan bagi para penyusun. Tetapi haruslah dipahami bagi pengawas pendidikan dan dijadikan dasar pertimbangan oleh pelaksana kurikulum yaitu para pengawas, guru serta pihak-pihak yang berkaitan dengan tugas-tugas pengelolaan pendidikan