Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farabi

ISLAM DAN INDONESIA MODERN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI INKLUSIF NURCHOLIS MADJID Said Subhan Posangi
Farabi Vol 15 No 1 (2018): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cak Nur's thought in theological matters is more of a representation of the views of the latter which emphasize the need reorientation of religious understanding to the present empirical reality. Cak Nur, in his book, Islamic Doctrine and Civilization, this attitude is clear he said that religious normative provisions could be attempted seen in the possibility of its social- historical implementation. Because, after all the height of a teaching, but what is actually in it human life and influencing society is a form of implementation concretely in history, namely the social and cultural life of humans time and space context
PLURALITAS AGAMA (Tinjauan atas Hubungan Islam- Kristen) Said Subhan Posangi
Farabi Vol 13 No 2 (2016): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan teologis paling besar dalam kehidupan beragama sekarang ini yang dihadapi orang-orang beriman di tengah kenyataan pluralisme agama dewasa ini adalah bagaimana suatu teologi dari suatu agama mendefinisikan dirinya di tengah agama-agama lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa, pada umumnya kaum beriman berpikir dengan double standars (standar ganda); agama kita adalah yang paling sejati dan berasal dari Tuhan, sedangkan agama lain hanya konstruksi manusia, atau mungkin juga berasal dari Tuhan tetapi dipalsukan oleh manusia. Sejarah mencatat bagaimana standar ganda ini telah melahirkan suasana saling curiga di antara umat manusia atas nama Tuhan. Agama tampaknya selalu hadir dalam wajah ganda, ambivalensi yang sulit diurai dan dimengerti lebih-lebih bila penganutnya menempatkan diri sebagai aktor dalam setiap konflik yang terjadi.